Iran Blokade di Selat Hormuz, Minyak Global Terancam Meledak Langsung Mengguncang Pasar Energi Dunia

oleh -1004 Dilihat
oleh

Iran Blokade di Selat Hormuz, Minyak Global Terancam Meledak Langsung Mengguncang Pasar Energi Dunia

 

Sorot24.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian memuncak setelah Abbas Araghchi mengumumkan kebijakan tegas Teheran terkait akses pelayaran di Selat Hormuz. Iran kini hanya mengizinkan kapal dari negara-negara “sahabat” untuk melintasi jalur vital tersebut.

Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi satelit Lebanon Al Mayadeen, Araghchi menegaskan bahwa kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan negara-negara yang dianggap bersahabat tetap diberi akses.

Sebaliknya, kapal dari negara yang dianggap “musuh” tidak akan mendapat izin melintas.
“Kami tidak punya alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh melewati Selat Hormuz,” tegas Araghchi.

Langkah ini mempertegas situasi yang kini disebut sebagai blokade de facto di salah satu jalur energi terpenting dunia. Selat Hormuz selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak mentah dan gas alam cair dari kawasan Teluk Persia ke pasar global.

Serangan Balasan Picu Ketegangan
Kebijakan Iran ini tak lepas dari eskalasi konflik yang terjadi sebelumnya. Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan serta korban sipil.

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Rangkaian aksi saling serang ini memperparah ketegangan dan meningkatkan risiko konflik terbuka di kawasan.

Dampak Global: Harga BBM Naik
Blokade di Selat Hormuz langsung mengguncang pasar energi dunia. Jalur ini diketahui menyalurkan sekitar sepertiga kebutuhan minyak global, sehingga gangguan sekecil apa pun berdampak besar.

Akibatnya:
Ekspor minyak dari negara Teluk terganggu
Produksi energi mengalami tekanan
Harga bahan bakar melonjak di berbagai negara.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa jika situasi ini terus berlanjut, krisis energi global bisa tak terhindarkan. Negara-negara yang bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah menjadi pihak paling rentan terdampak.

Dunia Menahan Napas

Dengan Iran kini “mengontrol” akses di Selat Hormuz, dunia menghadapi ketidakpastian besar. Jalur yang selama ini terbuka untuk perdagangan internasional berubah menjadi arena geopolitik yang penuh risiko.

Jika konflik terus meningkat, bukan hanya harga minyak yang melonjak, tetapi juga stabilitas ekonomi global yang bisa ikut terguncang.

Situasi ini membuat dunia kini benar-benar menahan napas—menunggu apakah ketegangan akan mereda, atau justru meledak menjadi konflik yang lebih besar.

 

Red24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *