Tangerang, sorot24.id | Menyambut pergantian tahun dari 2025 ke 2026, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Istigosah dan Doa Bersama. Kegiatan ini sekaligus ditujukan untuk mendoakan saudara-saudara di berbagai wilayah Indonesia yang tengah terdampak musibah.

Istigosah dan doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Tangerang, KH. Uwes Nawawi, dan berlangsung dengan khidmat serta penuh kekhusyukan. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat di sekitar Tigaraksa.

Acara semakin bermakna dengan kehadiran penceramah nasional, Ustadz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A. Dalam tausiyahnya, Ustadz Adi Hidayat mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjadikan momentum pergantian tahun sebagai ajang muhasabah dan perbaikan diri.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, doa bersama menjadi fondasi spiritual yang penting dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Momentum ini untuk dijadikan introspeksi dan memperkuat kebersamaan dengan semua elemen masyarakat agar Kabupaten Tangerang senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kesejahteraan,” tandas Bupati Maesyal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah di berbagai daerah.

“Mari kita berdoa agar keluarga dan saudara-saudara kita semoga cepat bangkit dan pulih kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada menyampaikan bahwa kegiatan istigosah dan doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar batin sekaligus upaya memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Melalui istigosah dan doa bersama ini, kita memohon perlindungan, keselamatan, dan kedamaian bagi Kabupaten Tangerang khususnya, serta Indonesia pada umumnya. Kami berharap di tahun yang akan datang, situasi kamtibmas semakin kondusif, masyarakat semakin aman, dan persatuan tetap terjaga,” ujarnya.

Kapolresta juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, terutama menjelang perayaan malam tahun baru.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Forkopimda Kabupaten Tangerang turut memberikan santunan kepada anak yatim, dilanjutkan dengan penghimpunan donasi secara langsung. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Adi Hidayat, dengan harapan agar tahun yang akan datang membawa kedamaian, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

(asp)

Tangerang, sorot24.id | Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki memimpin kegiatan groundbreaking pembangunan 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Banten dan jajaran yang dilaksanakan di SPPG Pasar kemis Polda Banten, Kampung Pasar kemis, Desa Pasar kemis, Kecamatan Pasar kemis, Kabupaten Tangerang, Senin (29/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari groundbreaking 442 SPPG Polri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting dan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo. Program tersebut menjadi wujud dukungan Polri terhadap program prioritas nasional Pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, Irwasda Polda Banten Kombes Pol. Hendra Kurniawan, para Pejabat Utama Polda Banten, serta Kapolresta Tangerang Kombes Pol. M. Andi Indra Waspada.

Dalam sambutannya, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyampaikan bahwa pembangunan SPPG merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas gizi anak-anak dan kelompok masyarakat rentan.

“Pembangunan SPPG ini bukan hanya program fisik semata, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan balita. Ini adalah implementasi nilai-nilai Presisi yang berpihak kepada rakyat,” ujar Kapolda Banten.

Irjen Pol. Hengki menjelaskan, dari target awal sebanyak 18 unit SPPG, Polda Banten kini telah berhasil mempersiapkan 64 titik lokasi SPPG. Rinciannya, sebanyak 8 unit telah diresmikan dan beroperasi, 4 unit dalam tahap persiapan operasional, 3 unit dalam tahap pembangunan, serta 49 unit melaksanakan groundbreaking pada hari ini.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan komitmen kuat antara jajaran Polda Banten, pemerintah daerah, Yayasan Kemala Bhayangkari, serta para mitra strategis lainnya.

Lebih lanjut, Kapolda Banten mengungkapkan bahwa SPPG Polda Banten saat ini telah melayani 102 sekolah, yang terdiri dari 33 TK, 49 SD, 12 SMP atau sederajat, serta 8 SMA atau sederajat, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 24.559 orang.

“Jika seluruh SPPG Polda Banten dan jajaran sudah beroperasi, kami optimistis pelayanan dapat menjangkau 586 sekolah dengan total penerima manfaat sekitar 202.349 orang, termasuk siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” jelasnya.

Kapolda Banten juga menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan agar setiap SPPG dapat berfungsi secara optimal, profesional, dan penuh empati.

“Kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Karena itu, pengawasan, evaluasi, dan kolaborasi harus terus dilakukan secara berkesinambungan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap operasional SPPG, Kapolda Banten turut menyerahkan 20 bantuan kepada relawan SPPG Polda Banten guna memperkuat pelayanan di lapangan.

Irjen Pol. Hengki berharap kegiatan groundbreaking ini menjadi tonggak awal komitmen bersama dalam mewujudkan generasi bangsa yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Provinsi Banten dan masa depan Indonesia.

(red)

Tangerang, sorot24.id | Aparat Polresta Tangerang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukannya seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di Kampung Jantungeun, Desa Mekarsari, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 08.00 WIB.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban diduga akibat tindak kekerasan.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan juga diketahui identitas korban, yakni AA (19) seorang pegawainya konter HP di Jambe. Korban sendiri merupakan warga Kampung Baru, Desa Batok, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor.

“Kami bergerak cepat sejak menerima laporan dari masyarakat dengan mendatangi TKP dan langsung melakukan penyelidikan,” kata Indra Waspada.

Selain memerintahkan Polsek Tigaraksa, Satreskrim, serta Unit Inafis, Indra Waspada juga memerintahkan Wakapolresta Tangerang AKBP Christian Aer untuk turun ke TKP untuk memastikan proses penanganan perkara berjalan cepat, profesional, dan sesuai prosedur.

Berdasarkan keterangan awal, korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi usai melaksanakan salat Subuh. Saat melintas di lokasi, saksi melihat korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Saksi kemudian melaporkan peristiwa itu ke Ketua RT. Lalu perangkat lingkungan melaporkan ke kepolisian.

Dari hasil olah TKP sementara oleh Unit Inafis, ditemukan bercak darah di permukaan badan jalan. Pada tubuh korban ditemukan dua luka terbuka di bagian belakang kepala dan di dada sebelah kanan, diduga akibat sabetan senjata tajam.

“Korban selanjutnya dibawa ke RSUD Balaraja untuk dilakukan visum luar dan dalam atau otopsi, guna memastikan penyebab pasti kematian,” jelas Indra Waspada.

Informasi lain yang didapat dari saksi, korban terakhir terlihat mengendarai sepeda motor Yamaha Mio serta membawa uang tunai sekitar Rp3 juta dan dua unit telepon genggam. Di TKP, barang-barang dan uang yang disebutkan dibawa korban tidak ditemukan.

Saat ini, jajaran Polsek Tigaraksa bersama Tim Jatanras dan Resmob Satreskrim Polresta Tangerang sedang melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti, serta melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk mengungkap peristiwa.

Indra Waspada mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada kepolisian. Kepada masyarakat juga diimbau apabila memiliki informasi terkait peristiwa itu agar segera melapor kepada pihak kepolisian

“Kami berkomitmen mengungkap kasus ini secara tuntas. Mohon doa dan dukungan masyarakat,” pungkasnya.

asp

Tangerang, sorot24.id | Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar GP Ansor dan Banser atas kontribusinya dalam menjaga persatuan, keamanan, dan stabilitas sosial di Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Apel 3.400 Ansor Banser dan Pelantikan Serentak Pimpinan Ranting GP Ansor Kelurahan/Desa se-Kabupaten Tangerang, di Kecamatan Curug, Sabtu (27/12/2025).

“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada ribuan kader Ansor dan Banser yang tidak hanya menunjukkan kekuatan organisasi, tetapi juga mencerminkan militansi, soliditas, serta komitmen kebangsaan yang kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa GP Ansor dan Banser merupakan organisasi kepemudaan mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan, stabilitas sosial dan keamanan, khususnya di Kabupaten Tangerang.

“GP Ansor dan Banser bukan sekadar organisasi kepemudaan, tetapi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, serta merawat nilai-nilai keislaman yang moderat dan kebangsaan,” tandasnya.

Lanjut dia, dalam berbagai momentum sejarah bangsa, Ansor dan Banser selalu hadir sebagai penjaga ulama dan pengawal nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, serta benteng ideologi Pancasila. Peran GP Ansor dan Banser mempunyai peran yang strategis
di tengah tantangan zaman seperti intoleransi, radikalisme, dan disintegrasi sosial.

“GP Ansor dan Banser memiliki sejarah panjang sebagai penjaga ulama, menegakan nilai-nilai Islam dan benteng ideologi Pancasila. Di tengah tantangan zaman saat ini seperti intoleransi, radikalisme, dan disintegrasi sosial, peran GP Ansor dan Banser semakin relevan dan strategis,” imbuhnya.

Pihaknya pun mengucapkan selamat kepada seluruh pimpinan ranting GP Ansor Kelurahan dan Desa yang dilantik secara serentak. Dia juga berpesan agar pimpinan ranting sebagai ujung tombak organisasi bisa bersentuhan dan memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat.

“Pelantikan ini adalah amanah besar. Pimpinan ranting harus mampu menggerakkan kader, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menghadirkan program yang bermanfaat dan solutif bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan,” tegasnya.

Dia juga berpesan agar seluruh kader Ansor dan Banser senantiasa menjaga soliditas, kedisiplinan, dan loyalitas organisasi, serta menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, persaudaraan, dan gotong royong.

“Teruslah setia pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dan teguh memegang komitmen kebangsaan terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” pungkasnya.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terbuka dan berkomitmen untuk terus menguatkan sinergi dan kolaborasi dengan GP Ansor dan Banser dalam berbagai bidang, mulai dari sosial kemasyarakatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, penanggulangan bencana, hingga penguatan wawasan kebangsaan.

Pada kesempatan tersebut, GP Ansor juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Tangerang yang diterima Bupati atas perhatian dan kepedulian pemerintah daerah kepada pesantren.

red

Tangerang, sorot24.id | Krisis lahan pemakaman yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu mendorong hadirnya inisiatif baru di Kabupaten Tangerang. Sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Muslim dengan luas mencapai 30 hektare direncanakan akan dibangun di lahan persawahan Desa Tegalsari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. TPU tersebut dikelola oleh PT INSIRA, perusahaan yang bergerak di bidang pemakaman khusus Muslim.

Direktur PT INSIRA, Rifqi, menjelaskan bahwa keberadaan TPU khusus Muslim ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam membantu penyediaan lahan pemakaman, khususnya bagi masyarakat DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya yang sejak era Gubernur Ali Sadikin telah mengalami krisis makam hingga tahun 2025.

“Secara prinsip, perusahaan saat ini belum melakukan pembangunan. Kegiatan yang dilakukan baru sebatas perapihan lahan,” ujar Rifqi saat ditemui, Rabu (24/12/2025).

Ia menegaskan bahwa PT INSIRA telah mengantongi Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) dari kementerian terkait untuk pengelolaan pemakaman khusus Muslim di Desa Tegalsari. Rencana pemanfaatan lahan seluas 30 hektare tersebut juga telah mendapatkan izin lingkungan berdasarkan persetujuan lebih dari 400 warga sekitar.

Menurut Rifqi, aspek kearifan lokal menjadi perhatian utama perusahaan. PT INSIRA berkomitmen untuk melibatkan masyarakat setempat agar kehadiran TPU khusus Muslim ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga Desa Tegalsari.

“Kearifan lokal kami prioritaskan agar keberadaan makam khusus Muslim PT INSIRA dapat bermanfaat dan mendongkrak ekonomi masyarakat lokal,” katanya.

Selain izin lingkungan, Rifqi menyampaikan bahwa PT INSIRA juga telah melengkapi sejumlah perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Perizinan tersebut meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB) dari Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Tangerang, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) atau izin lokasi dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang, serta koordinasi dengan Dinas Perumahan, Permukiman, Pemakaman, dan Pertanahan (DPPPP) Kabupaten Tangerang.

“Untuk perizinan lain yang berkaitan langsung dengan operasional makam saat ini masih dalam proses,” tutup Rifqi.

ynt