Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, saat ditemui di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Senin (15/12/2025)

Sorot24.id | Padang – Pelatih Semen Padang, Dejan Antonic resmi diberhentikan dari pekerjaannya usai gagal menang atas PSIM Yogyakarta, Rabu (4/3/2026).

Semen Padang langsung merilis pernyataan resmi terkait pemberhentian Dejan Antonic sesaat setelah mereka gagal menumbangkan PSIM Yogyakarta, Rabu malam WIB.

Rilis diawali pernyataan penasihat klub Semen Padang, Andre Rosiade yang bakal mengumumkan pemecatan Dejan Antonic sebelum sahur.

“Hasil yang sangat mengecewakan pada pertandingan hari ini menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen,” kata Andre Rosiade.

“Untuk itu, manajemen memutuskan melakukan pergantian pelatih demi perbaikan dan peningkatan performa tim ke depan.”

Beberapa saat kemudian Semen Padang benar-benar merilis pernyataan pemberhentian Dejan Antonic.

“Kebersamaan Tim Kabau Sirah dengan Coach Dejan harus berakhir,” bunyi pernyataan resmi Semen Padang.

“Keputusan ini diambil Manajemen Semen Padang FC, setelah melakukan pertimbangan dan diskusi dengan Komisaris dan Penasehat Tim.”

“Terimakasih Coach Dejan,” tambahnya.

Setelah memecat Dejan Antonic sebelum sahur, Andre Rosiade berjanji akan mengumumkan pelatih anyar pada Kamis (5/3/2026) sebelum buka puasa.

“Dan Insya Allah sebelum berbuka puasa kami juga akan memperkenalkan pelatih baru,” ujar Andre Rosiade.

Hasil imbang lawan PSIM membuat Semen Padang tak pernah menang dalam 4 laga terakhir.

Mereka masih di ambang bayang-bayang degradasi hingga pekan ke-24 Super League.

Dejan Antonic memimpin Semen Padang sejak Oktober 2025, hanya mencatat 3 kemenangan dalam 16 laga yang sudah dijalaninya.

Sebelumnya, Andre Rosiade sudah memberi ultimatum kepada Dejan Antonic bahwa ia akan memecatnya andai tak meraih poin penuh saat lawan PSIM.

“Kekalahan ini menyakitkan,” ujar Andre pada 24 Februari lalu.

Red24

Panpel Persija Bung Ferry ungkap Macan Kemayoran terusir dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) karena akan dipakai Timnas Indonesia. Tiga laga kandang diusahakan kembali digelar di Jakarata International Stadium (JIS).

 

Sorot24.id | Jakarta – Persija Jakarta sudah mulai tenang karena tiga pertandingan kandang terdepan akan digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara.

Kepastian itu disampaikan secara langsung oleh Ketua Panpel Persija, Ferry Indrasjarief.

Pria yang akrab disapa Bung Ferry itu mengatakan bahwa Persija akan berkandang di JIS saat melawan PSM Makassar, Borneo FC, dan Dewa United.

Ini berarti tiga laga kandang Persija selama bulan ramadan digelar di stadion berkapasitas 80 ribu penonton tersebut.

Persija harus bermain di JIS karena tidak bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.

SUGBK sedang tahap persiapan untuk menyambut pertandingan timnas Indonesia di FIFA Series 2026.

Turnamen tersebut diikuti oleh timnas Indonesia, Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis.

Rencananya pertandingan akan digelar pada 23-31 Maret 2026.

“Fix tiga laga kandang Persija ke depan akan bermain di JIS,” kata Bung Ferry  Senin (16/2/2026).

Bung Ferry menambahkan, kondisi rumput JIS sudah jauh lebih baik dibandingkan saat Persija menjamu Bali United dan Malut United pada Agustus 2025.

Ia yakin para pemain Persija dan PSM, Borneo FC, serta Dewa United tidak kecewa dengan rumput JIS.

“Saya udah mengajak Direktur Olahraga Persija Bambang Pamungkas dan Ketua Umum The Jakmania Diky Soemarno untuk meninjau langsung kualitas lapangan,” kata Bung Ferry.

Lebih lanjut, Bung Ferry mengatakan bahwa untuk lawan PSM, Persija hanya menyediakan tiket penonton sebanyak 25 ribu.

Keputusan itu diambil karena pertandingan digelar pada Jumat dan bertepatan dengan bulan puasa.

Macan Kemayoran dijadwalkan akan menjamu PSM pada pekan ke-22 Super League 2025/2026 di JIS, Jumat (20/2/2026).

Persija kembali lagi ke JIS setelah tidak lama menggunakan venue tersebut selama enam bulan terakhir.

“Untuk tribun penonton, kami hanya buka di kategori bawah,” kata Bung Ferry.

Selain JIS, Bung Ferry mengakui bahwa Persija ingin mencoba bermain di Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat.

Kondisi rumput Stadion Patriot sudah bagus dan bisa menggelar pertandingan.

Akan tetapi, Stadion Patriot kini digunakan sebagai kandang Sriwijaya FC pada putaran ketiga Championship 2025/2026.

Sementara Bung Ferry harus segera mengambil keputusan cepat karena berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Kemarin sempat berpikir bermain di Stadion Patriot tapi gak jadi.”

“Saya harus segera ambil keputusan dan akhirnya pilih JIS,” tutup Bung Ferry.

red24

foto dok/ Di bagian leher Tristan Gooijer terdapat tato bertuliskan kalimat bahasa Indonesia. (INSTAGRAM @PECZWOLLE)

 

Sorot24.id | Sport – Pemain Sepakbola keturunan Indonesia yang membela PEC Zwolle, Tristan Gooijer, kembali menjadi sorotan usai performa impresif yang dipertontonkan di Liga Belanda dengan mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan berturut-turut.

Gooijer yang memiliki darah keturunan Maluku sebenarnya masih menjadi bagian dari Ajax Amsterdam.

Namun, di usianya yang masih 21 tahun, Ajax meminjamkan Tristan ke PEC Zwolle.

Pemilik 6 caps untuk Timnas U-18 Belanda ini tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dengan langsung menunjukkan performa mengesankan.

Gooijer berkontribusi besar bagi PEC Zwolle dengan konsistensinya mencetak gol dalam tiga pertandingan berturut-turut.

Baru-baru ini, kala bertamu ke markas SC Heerenveen pada Minggu (15/2/2026), Gooijer dan rekan-rekannya harus takluk 2-4 dari tim tuan rumah.

Tadinya, PEC Zwolle sudah unggul lebih dulu dengan salah satunya lewat gol Gooijer pada menit ke-16 sebelum akhirnya dibalikkan oleh tuan rumah.

Pada laga sebelumnya, saat bentrokan dengan FC Volendam pada 8 Februari silam, Blauvingers juga harus takluk 1-2 kala bermain di kandang sendiri.

Satu-satunya gol yang dicetak oleh Zwolle kembali lahir dari kaki Gooijer saat sempat unggul lebih dulu pada menit ke-10.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan hingga akhir pertandingan.

Tarik mundur pada laga 1 Februari silam, PEC Zwolle berhasil menang besar 4-1 atas Telstar, di mana Gooijer juga menyumbangkan satu gol.

Kini, posisi PEC Zwolle di klasemen sementara Liga Belanda masih belum aman.

Mereka harus tertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi 26 poin dari 23 laga.

Namun, meski timnya belum mampu menanjak di papan klasemen, performa mentereng dari pemain keturunan Indonesia ini tak bisa dikesampingkan dan layak menjadi sorotan.

Saat ini, Gooijer masih sah sebagai warga negara Belanda dan belum memutuskan soal masa depan karier internasionalnya.

Foto dok/ Tristan Gooijer mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan bersama PEC Zwolle. (INSTAGRAM @PECZWOLLE)

Pada Maret 2025, sempat ada rencana untuk Gooijer dinaturalisasi oleh PSSI.

Akan tetapi, cedera yang melanda pemain kelahiran Blaricum itu menjadi kendala utama pihak federasi tak jadi meminangnya.

Pada waktu tersebut, salah satu media Belanda bernama Voetbal Primeur juga sempat mengabarkan jika PSSI memang sudah melakukan pembicaraan untuk melakukan naturalisasi terhadap dirinya.

Gooijer sendiri ternyata sudah memantau perkembangan sepak bola Indonesia dan tidak menutup kemungkinan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia di masa depan.

“Saya menaruh respek bagaimana perkembangan sepak bola di Indonesia sedang terjadi,” kata Gooijer dilansir dari Voetbal Primeur pada Maret 2025 lalu.

“Saya juga melihat bagaimana timnas Indonesia berkembang dan saya senang dengan kemajuan yang terjadi di sepak bola Indonesia.”

“Saya selalu mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia dan tidak menutup kemungkinan apapun untuk masa mendatang,” tukas dia.

Di bawah arsitek baru Timnas Indonesia yakni John Herdman, tak menutup kemungkinan bahwa performa impresif Gooijer sudah dilirik oleh eks juru taktik Timnas Kanada tersebut.

Herdman belakangan ini juga sempat berkeliling untuk melihat langsung potensi-potensi calon pemain yang akan dibawanya ke Timnas Indonesia, baik itu di dalam negeri maupun pemain-pemain yang berkarier di liga-liga Eropa.

Namun begitu, hingga saat ini belum ada kabar terbaru dari pihak PSSI atas rencana menaturalisasi Gooijer setelah rencana sebelumnya terhambat karena cedera.

Dengan usia yang masih muda dan potensi yang terus berkembang, Gooijer masih memiliki waktu panjang untuk mempertimbangkan masa depan karier internasionalnya.

red24