Anak Lelaki Di Persimpangan Jalan Tegar Berdiri Menanti Pelanggan

oleh -980 Dilihat
oleh

Anak Lelaki Di Persimpangan Jalan Tegar Berdiri Menanti Pelanggan

Oleh : “Tanpa Nama” (Social Observer)

sorot24.id | JAKARTA – Di persimpangan jalan perkantoran yang agak lengang, ada seorang anak lelaki, yang setiap hari mengayuh sepeda, dengan tas ransel lusuh  ditangan. Tas ransel lusuh di terpa panas di “makan” hujan,berisi sikat, kain dan kaleng semir sepatu. Anak lelaki bernama Ending, cukup akrab dikenal dilingkungan perkantoran,dimana Ending mencari nafkah .

Orang mungkin melihatnya hanya sebagai penyemir sepatu. Pekerjaan kecil yang sering terlewat dari perhatian. Dia dikenal oleh banyak orang karena berprofesi membersihkan dan mengkilapkan sepatu mereka . Profesi Ending sebagai penyemir sepatu sudah di geluti bertahun tahun.

Namun dibalik profesi Ending, ada satu pelajaran besar yang tersembunyi dan tanpa kita sadari yaitu : tentang harga diri.

Setiap pagi ia datang lebih awal dari sibuknya orang – orang beraktifitas di lingkungan perkantoran itu. Ia menggendong tas lusuhnya, menata sikatnya dengan rapi, seolah itu bukan sekadar alat kerja, tetapi bagian dari kehormatannya. Ketika seseorang duduk di hadapannya, ia bekerja dengan penuh kesungguhan. Tidak terburu-buru, tidak asal-asalan.

‎Lelaki yang hanya lulusan Sekolah Dasar in, pernah berkata pelan kepada seorang pelanggan :

“Saya memang penyemir sepatu pak,  ‎tapi saya bangga dengan kerjaan ini dari pada meminta – minta”.

Ending mungkin hanya seorang penyemir sepatu.Namun dalam cara menjalani hidup,ia mengajarkan bahwa :

“Harga Diri tidak pernah ditentukan oleh profesi melainkan oleh cara kita menjaga Kehormatan Diri” .

‎Kalimat sederhana penuh makna,terasa begitu dalam. Bagi Ending, pekerjaan bukanlah ukuran rendah atau tingginya seseorang. Yang menentukan adalah cara seseorang menjaga marwahnya dalam pekerjaan itu. Ia tidak pernah meminta belas kasihan. Ia tidak pernah merendahkan dirinya sendiri. Ia hanya bekerja dengan jujur, dengan tangan yang tekun dan hati yang teguh.

Dan mungkin, tanpa banyak orang menyadari, ‎di setiap sepatu yang ia bersihkan, di setiap sepatu yang ia kilapkan,anak lelaki bernama Ending sedang mengingatkan pada dunia :

“bahwa manusia bisa tetap mulia bahkan dari pekerjaan yang paling sederhana sekalipun” . 🌿

red24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *