Mahasiswa Teknik Industri UNPAM Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun Ramah Lingkungan

sorot24.id | TANGERANG – Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2025 dengan mengusung tema pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun cuci ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Panongan, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan limbah rumah tangga.
Minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang sembarangan diketahui dapat mencemari lingkungan dan merusak kualitas air tanah. Melalui program PKM ini, mahasiswa Teknik Industri UNPAM memberikan solusi inovatif dengan mengolah minyak jelantah menjadi sabun cuci yang aman digunakan dan ramah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Panongan mengenai dampak negatif minyak jelantah bagi lingkungan serta potensi pemanfaatannya menjadi produk bernilai guna. Selain pemaparan materi, peserta juga diajak mengikuti pelatihan langsung pembuatan sabun cuci berbahan dasar minyak jelantah.

foto / dok : UNPAM [red24]
Ketua kelompok 2 PKM menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara bijak. “Melalui program ini, kami berharap masyarakat tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan, melainkan mampu mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.

Dosen pembimbing PKM Program Studi Teknik Industri UNPAM mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini merupakan implementasi nyata dari ilmu Teknik Industri yang mengedepankan efisiensi, inovasi, serta keberlanjutan lingkungan.

Pemerintah Desa Panongan juga menyambut baik pelaksanaan kegiatan PKM ini. Program tersebut dinilai mampu memberikan wawasan baru bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Melalui PKM UNPAM 2025, mahasiswa Program Studi Teknik Industri berharap inovasi pengolahan minyak jelantah ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi peluang usaha bagi masyarakat Desa Panongan .

red24_FR

Sorot24.id Tangerang – BANJIR bandang yang menutup tahun 2025 di sejumlah wilayah Sumatera bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah kode keras bahwa hukum yang lalai dan korupsi yang dibiarkan telah menagih bayaran tunai dalam bentuk nyawa manusia, rumah yang hanyut, dan masa depan yang runtuh. Ratusan warga meninggal, ribuan lainnya mengungsi. Di balik deras air dan gelondongan kayu yang menghantam permukiman, tersingkap kembali kejahatan lama berupa pencurian aset negara melalui korupsi hutan.

Selama bertahun-tahun, korupsi kerap dipahami sebatas penggelapan anggaran atau suap proyek. Namun tragedi di Sumatera menunjukkan wajah lain korupsi yang jauh lebih brutal, yakni korupsi sumber daya alam. Ketika izin hutan diperjualbelikan, pembalakan liar dibiarkan, dan kawasan lindung dilubangi kepentingan ekonomi, dampaknya tidak menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan. Dampaknya hadir seketika, mematikan, dan menyasar rakyat yang paling rentan.

Berbagai kajian menunjukkan keterkaitan kuat antara deforestasi dan meningkatnya risiko banjir. Data Global Forest Watch mencatat Indonesia kehilangan jutaan hektare tutupan hutan alam dalam dua dekade terakhir. Di Sumatera, laju deforestasi masih tergolong tinggi akibat ekspansi perkebunan, tambang, dan pembalakan ilegal. Hutan yang semestinya berfungsi sebagai penyangga ekologi kehilangan kemampuannya menyerap air, sehingga hujan ekstrem – yang makin sering akibat krisis iklim – berubah menjadi bencana.

Pemerintah merespons dengan langkah-langkah normatif. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memanggil sejumlah perusahaan untuk audit lingkungan. Moratorium izin hutan alam primer dan lahan gambut kembali ditegaskan. Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melanjutkan program rehabilitasi ekosistem. Pemerintah juga menjanjikan kompensasi bagi korban serta pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.

Namun, catatan akhir tahun menuntut kejujuran bahwa kebijakan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penegakan hukum. Korupsi hutan bukan kejahatan yang berdiri sendiri. Ia hampir selalu melibatkan jejaring panjang meliputi pemberi izin, pengusaha, aparat penegak hukum, bahkan aktor di dalam sistem peradilan. Tidak jarang, perkara berhenti di tengah jalan atau berakhir dengan hukuman ringan yang gagal menimbulkan efek jera.

Indonesia sesungguhnya memiliki rekam jejak panjang korupsi sumber daya alam. Laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan sektor sumber daya alam secara konsisten menyumbang kerugian negara triliunan rupiah setiap tahun. Pada 2019 saja, ICW mencatat potensi kerugian negara dari kasus korupsi sumber daya alam mencapai lebih dari Rp 6 triliun. Angka itu belum termasuk kerusakan ekologis yang nilainya nyaris mustahil dihitung dengan rupiah.

Hutan hanyalah satu bab. Korupsi juga merambah migas, pertambangan, perikanan, hingga sumber daya air. Kasus-kasus besar di sektor energi dan tambang, praktik illegal fishing, hingga sengkarut pengelolaan air menunjukkan pola serupa: lemahnya tata kelola, minim transparansi, dan penegakan hukum yang inkonsisten. Kasus-kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung sepanjang 2025 pun diyakini baru menyentuh puncak gunung es.

Inilah sebabnya korupsi layak disebut masalah sistemik. Ia tidak semata soal individu serakah, melainkan tentang sistem yang memberi ruang, bahkan insentif, bagi penyimpangan. Ketika transparansi rendah, pengawasan lemah, dan sanksi tak menakutkan, korupsi tumbuh subur dan menjelma budaya. Kepercayaan publik pun tergerus, sementara hukum kehilangan wibawanya.

Catatan akhir 2025 juga menyisakan pesimisme yang wajar. Aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan, tak jarang justru terseret kasus korupsi. Tahun ini KPK meng-OTT kejaksaan, hingga berulang kali. Di sisi lain, masyarakat pun belum sepenuhnya steril dari praktik suap dan kompromi. Lingkaran setan ini membuat pemberantasan korupsi terasa berjalan di tempat.

Namun, pesimisme tak boleh berujung pada keputusasaan. Sejumlah prasyarat mendesak perlu dipenuhi jika 2026 ingin dijadikan titik balik. Pertama, penegakan hukum harus tegas dan konsisten, terutama terhadap korupsi sumber daya alam yang berdampak langsung pada keselamatan publik. Penguatan KPK, kepolisian, dan kejaksaan bukan slogan, melainkan kebutuhan nyata, baik dari sisi kewenangan, integritas, maupun keberanian politik.

Kedua, transparansi pengelolaan sumber daya alam mesti diperluas melalui sistem informasi terbuka dan pemanfaatan teknologi digital. Perizinan, konsesi, dan aliran penerimaan negara harus mudah diakses dan diawasi publik. Ketiga, partisipasi masyarakat lokal perlu ditempatkan sebagai pilar utama konservasi. Banyak program gagal karena menyingkirkan warga yang justru hidup paling dekat dengan hutan.

Keempat, pencegahan harus menjadi investasi jangka panjang. Pendidikan antikorupsi sejak dini – dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi – perlu dirancang serius, bukan sekadar sisipan kurikulum. Membuang generasi yang telanjur korup tidak akan menyelesaikan masalah. Yang dibutuhkan adalah menyiapkan generasi pengganti yang berintegritas, diberi ruang memimpin, dilindungi dari sistem yang kotor, dan bebas dari warisan turun temurun.

Banjir bandang di pengujung 2025 adalah pengingat pahit bahwa korupsi bukan isu abstrak. Ia nyata, mematikan, dan merampas hak hidup warga. Ketika hutan dirampok dan hukum berkompromi, alam akan mengambil alih peran hakimnya sendiri. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Indonesia mampu memberantas korupsi, melainkan seberapa besar harga yang masih harus dibayar jika pembiaran terus berlanjut.

 

Rengga

sorot24.id | Tangerang – Dalam memudahkan pelayanan ke masyarakat,Kecamatan Kelapa Dua melakukan soft launching inovasi pelayanan publik bertajuk “Pedas Dikit” (Pelayanan Dasar Digitalisasi Kecamatan Kelapa Dua Terintegrasi).

Platform layanan digital ini hadir sebagai solusi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan, khususnya pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK) secara lebih cepat, efisien, dan transparan.

Diketahui Kecamatan Kelapa Dua merupakan salah satu kecamatan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di Kabupaten Tangerang. Wilayah ini terdiri dari 5 Kelurahan dan 1 Desa dikenal sebagai kawasan penyangga perkotaan yang berkembang pesat dengan karakter masyarakat yang heterogen, terdiri dari pekerja sektor industri, jasa, perdagangan, serta masyarakat perumahan dan permukiman padat penduduk.

Dalam penyampaiannya,Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat menjelaskan dengan jumlah penduduk yang didominasi oleh usia produktif dan keluarga muda, kebutuhan akan layanan administrasi kependudukan yang cepat dan mudah menjadi sangat penting.

Aktivitas masyarakat Kelapa Dua yang dinamis, mobilitas tinggi, serta kebiasaan menggunakan perangkat digital seperti ponsel pintar dan aplikasi daring menjadi latar belakang utama lahirnya inovasi “Pedas Dikit”.

“Pedas Dikit dirancang sebagai layanan digital terintegrasi yang memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan administrasi kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor kecamatan, mengurangi antrean, serta meminimalkan waktu dan biaya pelayanan. Namun tanpa menghilangkan eksistensi aplikasi SIAK, karena aplikasi “PEDAS DIKIT” merupakan pendukung”,ungkap Camat Kelapa Dua,Selasa (30/12/25).

Menurutnya Inovasi ini sebagai fungsi kecamatan dalam garda terdepan dalam pelayanan dasar di masyarakat. Pihaknya berharap nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung transformasi digital pemerintahan di tingkat kecamatan.

Sementara itu Sekretaris Camat Kelapa Dua, Dwi Chandra Budiman Sebagai Penggagas/inisiator menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk komitmen kecamatan dan menjadi implementasi program unggulan PRIMA dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Bismillah semoga inovasi “Pedas Dikit” yang akan kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat Kelapa Dua yang menginginkan pelayanan administrasi yang praktis, cepat, dan mudah diakses. Dengan sistem digital terintegrasi ini, kami menghadirkan 15 layanan terverifikasi, berharap masyarakat tidak lagi terbebani oleh proses yang panjang dan berulang,” ujar DCB.

Ia juga menambahkan bahwa soft launching ini menjadi tahap awal untuk penyempurnaan layanan berdasarkan masukan dan kebutuhan masyarakat. Selain itu jam operasional aplikasi ini baru bisa di pergunakan jam 11.00 WIB s.d jam 13.00 WIB serta masyarakat bisa mendownload di App Store.

“Kami membuka ruang evaluasi dan masukan dari warga agar ke depan “Pedas Dikit” benar-benar menjadi layanan yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kelapa Dua,” tambahnya.

Salah satu warga Kecamatan Kelapa Dua, Eva juga berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan serta dikembangkan untuk layanan administrasi lainnya.

“Semoga ke depan layanan digital seperti ini bisa diperluas, karena sangat membantu masyarakat yang aktivitasnya padat,” ujarnya.

Melalui inovasi “Pedas Dikit”, Kecamatan Kelapa Dua menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital. Diharapkan inovasi ini mampu menjadi contoh pelayanan administrasi kependudukan yang modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

red24_J.U

Sorot24.id Tangerang Belum selesai dengan persoalan pembangunan Titik Nol Kabupaten Tangerang yang menggelontorkan anggaran sangat Fantastis senilai Rp2,3 miliar kini publik di kejutkan dengan Pembangunan Hutan Bambu di Kecamatan Cisoka dengan anggaran Rp1,8 miliar menegaskan satu hal: APBD Kabupaten Tangerang sedang diarahkan bukan untuk kebutuhan rakyat, melainkan untuk proyek simbolik yang minim manfaat nyata.

Dua proyek ini menjadi potret telanjang buruknya perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Bambu adalah tanaman yang secara ekologis murah, cepat tumbuh, dan dapat ditanam secara swadaya oleh masyarakat. Namun di Kabupaten Tangerang, bambu justru “disulap” menjadi proyek miliaran rupiah. Tidak ada justifikasi rasional yang mampu menjelaskan bagaimana penanaman bambu dapat menelan anggaran hampir dua miliar rupiah.

Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa proyek tersebut lebih berorientasi pada penyerapan anggaran daripada pemulihan lingkungan.

Lebih parah lagi, pemborosan ini dilengkapi dengan pembangunan Titik Nol Kabupaten Tangerang yang menghabiskan Rp2,3 miliar. Sebuah monumen simbolik yang tidak berdampak pada peningkatan kesejahteraan, tidak menyelesaikan persoalan banjir, tidak mengurangi sampah, dan tidak memperbaiki pelayanan publik. Titik nol hanya menjadi titik awal pemborosan, bukan titik awal pembangunan.

Jika digabungkan, lebih dari Rp4 miliar uang rakyat dihabiskan untuk proyek yang tidak memiliki urgensi publik. Ini bukan kesalahan teknis, melainkan kesalahan kebijakan yang serius dan patut diduga melanggar prinsip dasar pengelolaan keuangan negara.

Ketika rakyat masih bergulat dengan jalan rusak, banjir, pengangguran, dan krisis lingkungan yang nyata, Pemkab Tangerang justru menghamburkan anggaran untuk proyek simbolik bernilai miliaran rupiah. Ini bukan pembangunan, ini pemborosan yang dilegalkan melalui APBD.

Jika APBD hanya dijadikan bahan bacakan penguasa dan alat pencitraan, maka kejahatan anggaran akan terus berulang. Oleh karena itu, audit terbuka, evaluasi menyeluruh, dan pertanggungjawaban politik atas proyek hutan bambu dan titik nol adalah keharusan, bukan pilihan.

Hari ini bambu dan titik nol, esok hari bisa jadi monumen pemborosan berikutnya dan rakyat kembali hanya menjadi penonton.

Salam Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang

Endang Kurnia
Ketua Cabang GMNI Kab. Tangerang

J.U

Sorot24.id Tangerang Selatan — Tepat pada 31 Desember 2025 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Perguruan Tinggi Umum (Komfuspertum) Cabang Ciputat telah menapaki umur yang ke-43 Tahun.

‎Rangkaian Hari Lahir (Harlah) ini dimulai pada Minggu (28/12/2025) di Aula Padepokan Aswaja Ciputat. Kegiatan ini menandai dimulainya secara resmi rangkaian Harlah PMII Komfuspertum ke-43, sekaligus menjadi ruang konsolidasi kader.

‎Pembukaan rangkaian harlah ini ditempatkan sebagai momentum pembuka, baik secara simbolik maupun substantif. Sebelumnya, PMII Komfuspertum telah menggulirkan berbagai perlombaan kader —mulai dari kompetisi futsal, lomba content creator, MLBB fun battle, turnamen PlayStation, hingga lomba cerdas cermat —yang berfungsi sebagai pemantik partisipasi, kebersamaan, dan dinamika kader menjelang rangkaian kegiatan utama.

‎Harlah PMII Komfuspertum ke-43 mengusung tema “Eco Humanist Era: Merawat Khittah Pergerakan, Mengorganisir Masa Depan yang Berkelanjutan”. Tema ini menjadi penegasan arah gerak PMII dalam merespons tantangan zaman, khususnya krisis kemanusiaan dan ekologis, tanpa melepaskan diri dari khittah perjuangan organisasi.

‎Rangkaian acara dimulai dengan shalat Maghrib berjamaah, dilanjutkan pembukaan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars PMII, dan Yalal Wathan. Prosesi ini berlangsung khidmat dan sarat simbolisme, mempertemukan spirit keislaman, kebangsaan, dan keorganisasian dalam satu ruang.

‎Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Pembukaan Harlah PMII Komfuspertum 2025, Zafika Nazdi Syihabi, menegaskan bahwa opening harlah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal konsolidasi kader dalam membaca arah gerak organisasi dan tantangan sosial ke depan.

‎Sementara itu, Ketua PK PMII Komfuspertum, Kholil Umami, menekankan bahwa opening harlah harus dimaknai sebagai titik berangkat, bukan puncak perayaan. Menurutnya, tema eco-humanist menjadi panggilan bagi kader PMII untuk tetap berpijak pada nilai keislaman dan kemanusiaan, sekaligus responsif terhadap isu lingkungan yang kian mendesak.

‎Hal senada disampaikan oleh Ketua Kopri PMII Komfuspertum, Latifah Azzahra, yang menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh kader—termasuk kader perempuan—dalam menghidupkan rangkaian harlah sebagai ruang penguatan peran, gagasan, dan kepemimpinan yang inklusif.

‎Secara simbolis, Opening Harlah PMII Komfuspertum ke-43 ditandai dengan Kentongan bambu sebagai simbolisme melambangkan kebersamaan, gotong royong, persatuan dan panggilan jiwa pergerakan untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandu dalam tubuh PMII.

‎Acara kemudian dilanjutkan dengan mimbar bebas, yang diisi pembacaan puisi, orasi dan deklarasi kader. Sesi ini menjadi ruang artikulasi gagasan dan ekspresi kritis kader serta mendeklarasikan komitmen dalam memperjuangkan nilai-nilai pergerakan. Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama, doa penutup sebagai simbol penguatan solidaritas dan kebersamaan kader.

‎Melalui Opening Harlah PMII Komfuspertum ke-43 ini, PMII Komfuspertum menegaskan komitmennya untuk menjadikan rangkaian harlah sebagai ruang kaderisasi, konsolidasi gerakan, dan pembacaan kritis atas realitas sosial, sekaligus meneguhkan peran PMII sebagai organisasi mahasiswa Islam yang terus relevan dengan tantangan zaman.

‎(RAS)

Tangerang, sorot24.id | Menyambut pergantian tahun dari 2025 ke 2026, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Istigosah dan Doa Bersama. Kegiatan ini sekaligus ditujukan untuk mendoakan saudara-saudara di berbagai wilayah Indonesia yang tengah terdampak musibah.

Istigosah dan doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Tangerang, KH. Uwes Nawawi, dan berlangsung dengan khidmat serta penuh kekhusyukan. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat di sekitar Tigaraksa.

Acara semakin bermakna dengan kehadiran penceramah nasional, Ustadz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A. Dalam tausiyahnya, Ustadz Adi Hidayat mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjadikan momentum pergantian tahun sebagai ajang muhasabah dan perbaikan diri.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, doa bersama menjadi fondasi spiritual yang penting dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Momentum ini untuk dijadikan introspeksi dan memperkuat kebersamaan dengan semua elemen masyarakat agar Kabupaten Tangerang senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kesejahteraan,” tandas Bupati Maesyal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah di berbagai daerah.

“Mari kita berdoa agar keluarga dan saudara-saudara kita semoga cepat bangkit dan pulih kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada menyampaikan bahwa kegiatan istigosah dan doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar batin sekaligus upaya memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Melalui istigosah dan doa bersama ini, kita memohon perlindungan, keselamatan, dan kedamaian bagi Kabupaten Tangerang khususnya, serta Indonesia pada umumnya. Kami berharap di tahun yang akan datang, situasi kamtibmas semakin kondusif, masyarakat semakin aman, dan persatuan tetap terjaga,” ujarnya.

Kapolresta juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, terutama menjelang perayaan malam tahun baru.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Forkopimda Kabupaten Tangerang turut memberikan santunan kepada anak yatim, dilanjutkan dengan penghimpunan donasi secara langsung. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Adi Hidayat, dengan harapan agar tahun yang akan datang membawa kedamaian, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

(asp)

Bogor, sorot24.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menetapkan sejumlah program prioritas pembangunan pada tahun 2026, salah satunya rehabilitasi Masjid Raya di 40 kecamatan. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Bogor dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan, sekaligus sebagai langkah nyata menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam rapat koordinasi rangka evaluasi program pembangunan Kabupaten Bogor tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Ciliwung-Bappedalitbang, Cibinong, Senin (29/12/2025). Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, jajaran kepala perangkat daerah, direktur RSUD, serta para camat se-Kabupaten Bogor.

Bupati Rudy Susmanto menegaskan bahwa pembangunan dan peningkatan sarana ibadah tidak hanya difokuskan di wilayah pusat pemerintahan seperti Cibinong, melainkan dilakukan secara menyeluruh di seluruh kecamatan.

“Pembangunan masjid bukan hanya di Cibinong. Kita ingin seluruh kecamatan merasakan perhatian yang sama, terlebih dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Masjid harus menjadi pusat ibadah, pembinaan umat, dan kebersamaan masyarakat,” ujar Rudy dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, rehabilitasi Masjid Raya di 40 kecamatan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Januari 2026. Setiap kecamatan akan menerima bantuan stimulus sebesar Rp100 juta, yang peruntukannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing masjid, baik untuk perbaikan bangunan, fasilitas pendukung ibadah, maupun peningkatan kenyamanan jamaah.

Menurut Rudy, Bulan Suci Ramadhan merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai keimanan, kepedulian sosial, serta persatuan umat. Oleh karena itu, keberadaan masjid yang layak, nyaman, dan representatif menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan ibadah serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat.

“Kami berharap Masjid Raya di setiap kecamatan dapat menjadi ruang ibadah yang nyaman sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan sosial, khususnya selama Bulan Suci Ramadhan dan seterusnya,” ungkap Rudy.

Selain itu, Pemkab Bogor juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, dan kekhusyukan ibadah selama Ramadhan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan suasana religius dan kebersamaan dapat terus terjaga di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

(red)

Tangerang, sorot24.id | Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki memimpin kegiatan groundbreaking pembangunan 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Banten dan jajaran yang dilaksanakan di SPPG Pasar kemis Polda Banten, Kampung Pasar kemis, Desa Pasar kemis, Kecamatan Pasar kemis, Kabupaten Tangerang, Senin (29/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari groundbreaking 442 SPPG Polri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting dan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo. Program tersebut menjadi wujud dukungan Polri terhadap program prioritas nasional Pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, Irwasda Polda Banten Kombes Pol. Hendra Kurniawan, para Pejabat Utama Polda Banten, serta Kapolresta Tangerang Kombes Pol. M. Andi Indra Waspada.

Dalam sambutannya, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyampaikan bahwa pembangunan SPPG merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas gizi anak-anak dan kelompok masyarakat rentan.

“Pembangunan SPPG ini bukan hanya program fisik semata, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan balita. Ini adalah implementasi nilai-nilai Presisi yang berpihak kepada rakyat,” ujar Kapolda Banten.

Irjen Pol. Hengki menjelaskan, dari target awal sebanyak 18 unit SPPG, Polda Banten kini telah berhasil mempersiapkan 64 titik lokasi SPPG. Rinciannya, sebanyak 8 unit telah diresmikan dan beroperasi, 4 unit dalam tahap persiapan operasional, 3 unit dalam tahap pembangunan, serta 49 unit melaksanakan groundbreaking pada hari ini.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan komitmen kuat antara jajaran Polda Banten, pemerintah daerah, Yayasan Kemala Bhayangkari, serta para mitra strategis lainnya.

Lebih lanjut, Kapolda Banten mengungkapkan bahwa SPPG Polda Banten saat ini telah melayani 102 sekolah, yang terdiri dari 33 TK, 49 SD, 12 SMP atau sederajat, serta 8 SMA atau sederajat, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 24.559 orang.

“Jika seluruh SPPG Polda Banten dan jajaran sudah beroperasi, kami optimistis pelayanan dapat menjangkau 586 sekolah dengan total penerima manfaat sekitar 202.349 orang, termasuk siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” jelasnya.

Kapolda Banten juga menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan agar setiap SPPG dapat berfungsi secara optimal, profesional, dan penuh empati.

“Kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Karena itu, pengawasan, evaluasi, dan kolaborasi harus terus dilakukan secara berkesinambungan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap operasional SPPG, Kapolda Banten turut menyerahkan 20 bantuan kepada relawan SPPG Polda Banten guna memperkuat pelayanan di lapangan.

Irjen Pol. Hengki berharap kegiatan groundbreaking ini menjadi tonggak awal komitmen bersama dalam mewujudkan generasi bangsa yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Provinsi Banten dan masa depan Indonesia.

(red)

Serang, sorot24.id | Gubernur Banten Andra Soni melantik 64 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Pelantikan berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Senin (29/12/2025).

Puluhan pejabat yang dilantik terdiri atas 59 Pengawas Sekolah, tiga Auditor, satu Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD), serta satu Analis Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Banten Nomor 685, 697, dan 698 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Melalui Perpindahan ke Dalam Jabatan Fungsional.

Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov Banten dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan.

“Pelantikan 59 orang Pengawas Sekolah ini merupakan kado akhir tahun untuk para pendidik dan sebagai komitmen kami untuk mempercepat pelantikan Pengawas Sekolah Ahli Muda,” ungkap Andra.

Gubernur meminta para pengawas sekolah yang baru dilantik untuk memberikan perhatian khusus pada monitoring dan evaluasi sistem penjaminan mutu pendidikan. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap implementasi program sekolah gratis, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Selain itu, Andra juga menginstruksikan pengawas sekolah agar aktif mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk tawuran antar pelajar dan perundungan (bullying).

“Harus ada upaya bersama melalui pendidikan karakter, kegiatan ekstrakurikuler yang positif, pembinaan konseling, serta kerja sama dengan orang tua. Kita harus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua pelajar,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar peserta didik penerima fasilitas sekolah gratis tetap mematuhi etika dan tata tertib sekolah. Pengawas sekolah diharapkan mampu membangun sinergi dengan kepala sekolah, guru, komite sekolah, serta pemerhati pendidikan guna menekan angka putus sekolah di Provinsi Banten.

Selain sektor pendidikan, Andra Soni memberikan arahan khusus kepada Auditor, PPUPD, dan Analis SDM Aparatur agar memperkuat fungsi pengawasan terhadap kinerja pembangunan daerah. Menurutnya, pengawasan yang kuat akan mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

Khusus kepada Analis SDM Aparatur, Gubernur menekankan pentingnya penerapan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kalian memiliki peran strategis dalam memastikan pengelolaan ASN dilakukan secara terencana, objektif, dan berbasis data,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Andra Soni menegaskan pentingnya profesionalisme dan netralitas ASN. Ia meminta seluruh pejabat fungsional yang dilantik untuk fokus pada kinerja dan tidak terlibat dalam urusan politik praktis.

“Saya minta Bapak dan Ibu fokus pada fungsi pengawas. Tidak usah mengurusi hal di luar itu, apalagi urusan politik. Kemurnian sebagai Pegawai Negeri Sipil harus dijaga. Saya menilai dari kinerja, bukan dari kedekatan,” pungkasnya.

(red)

Tangerang, sorot24.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus berupaya meningkatkan kualitas dan akses pelatihan kerja bagi masyarakat. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi meluncurkan satu unit mobil training kejuruan teknik motor sekaligus menyerahkan bantuan alat service AC kepada peserta pelatihan, saat apel Senin pagi di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Senin (29/12/2025).

Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan, mobil training servis motor tersebut disiapkan untuk mendekatkan layanan pelatihan keterampilan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan pengetahuan dan keahlian bengkel motor tanpa harus datang langsung ke Balai Latihan Kerja (BLK).

“Dengan adanya mobil training ini, masyarakat tidak lagi harus hadir ke BLK Kosambi atau BLK Jayanti karena pelatihannya bisa langsung kami bawa ke desa-desa,” ujar Maesyal.

Menurutnya, mobil training ini dilengkapi dengan sarana praktik berupa sepeda motor yang digunakan sebagai objek pelatihan sekaligus layanan servis. Dengan sistem jemput bola, pelatihan dapat dilaksanakan langsung di desa maupun kecamatan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Mobil training ini akan datang ke desa, lengkap dengan motor-motor sebagai contoh dan objek pelatihan, sehingga praktik servis bisa langsung dilakukan di dalam mobil,” jelasnya.

Selain peluncuran mobil training, Pemkab Tangerang juga menyerahkan bantuan alat service AC lengkap kepada 100 peserta pelatihan service AC yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan selama tiga minggu di BLK. Bantuan tersebut diberikan agar para peserta dapat langsung bekerja atau membuka usaha setelah menyelesaikan pelatihan.

“Alat service AC ini kami serahkan supaya setelah pelatihan mereka tidak lagi kesulitan mencari peralatan dan bisa langsung bekerja,” kata Bupati Maesyal.

Ia mengungkapkan, pengadaan peralatan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang serta didukung kerja sama dengan pihak ketiga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat kemandirian peserta pelatihan.

“Ini bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus kolaborasi dengan pihak ketiga untuk mendukung peningkatan keterampilan dan kemandirian,” ungkapnya.

Bupati Maesyal berharap, melalui berbagai program pelatihan tersebut, masyarakat Kabupaten Tangerang dapat memiliki keterampilan yang memadai, membuka usaha secara mandiri, serta memperoleh pendapatan yang berkelanjutan. Ia juga menyebutkan bahwa mobil training saat ini baru tersedia satu unit dan akan dioperasikan secara bergilir, dengan rencana penambahan unit pada tahun mendatang.

Sementara itu, Agus, warga Villa Balaraja, mengaku mengetahui adanya layanan servis motor gratis tersebut dari temannya. Ia pun memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan servis motornya.

“Dari teman katanya ada servis gratis. Kebetulan motor ini belum diganti oli. Program servis motor gratis ini sangat meringankan, apalagi dengan sistem jemput bola,” ujar Agus.

Agus berharap program pelatihan dan layanan serupa dapat terus dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

(asp)