K3S Ciampea Bantah Isu Pungli Asesmen Sumatif Tegaskan Proses Sesuai Aturan

sorot24.id | BOGOR – Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Samsudin, Spd. Sd, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengelolaan naskah soal asesmen sumatif yang belakangan beredar di masyarakat.

Dalam keterangannya, Samsudin, Spd. Sd menegaskan bahwa proses penyusunan naskah asesmen sumatif dilakukan secara terstruktur melalui Pusat Kegiatan Guru (PKG). Penyusunan tersebut melibatkan guru-guru yang dipilih berdasarkan potensi dan kompetensi, serta telah melalui tahapan pelatihan dan lokakarya sebelum menjalankan tugasnya.

Terkait mekanisme penggandaan naskah, ia menjelaskan bahwa proses tersebut dilakukan melalui sistem SIPLah. Dalam pelaksanaannya, sekolah diberikan kewenangan untuk menentukan penyedia jasa atau perusahaan (CV) sesuai dengan kebijakan masing-masing.

Menanggapi video yang viral di media sosial, Samsudin, Spd. Sd menyatakan bahwa pengambilan gambar dilakukan tanpa izin dan diluar sepengetahuannya. Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai isi video tersebut, sembari menegaskan bantahan atas tuduhan pungli yang diarahkan.

“Kami pastikan seluruh proses berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya, Rabu (22/04/2026).

red24_ER

‎Dari Ketimpangan Menuju Kesetaraan : Menakar Peran Strategis Perempuan dalam Pendidikan

sorot24.id | TANGERANG – Isu kedudukan dan kesetaraan perempuan terus menjadi diskursus krusial di tengah dinamika sosial modern. Meski sejarah mencatat keterbatasan akses pendidikan bagi perempuan sebelum abad ke-20, transisi zaman kini menuntut pergeseran paradigma: dari pembatasan menuju kemitraan sejajar.

‎Pendidikan yang dulunya merupakan hak eksklusif, kini mulai terbuka lebar. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa jejak ketimpangan gender belum sepenuhnya terkikis. Perempuan seringkali masih dibebani standar ganda dan harus membuktikan kapasitas ekstra untuk mendapatkan pengakuan yang setara dengan laki-laki.

‎Kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi perempuan bukan sekadar soal bangku sekolah, melainkan instrumen untuk membangun kemandirian, keberanian, dan kedaulatan diri. Perempuan berpendidikan memiliki daya tawar dan peluang lebih besar untuk berkontribusi secara signifikan di sektor sosial, ekonomi, maupun intelektual.

‎Menanggapi hal tersebut, Husniyyah, Sekretaris Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNIS Tangerang, menegaskan bahwa tidak ada sekat yang boleh menghalangi ambisi intelektual perempuan.

‎”Perempuan memiliki kedudukan yang sama dengan laki-laki. Tidak ada alasan yang dapat menghalangi perempuan untuk meraih pendidikan setinggi mungkin. Perempuan harus berani berdiri di atas kakinya sendiri dan terus memperjuangkan haknya, termasuk dalam memperoleh pendidikan yang layak dan setara,” tegas Husniyyah.

‎Lebih lanjut Husniyyah menyampaikan, bahwa pernyataan tersebut menggaris bawahi kesetaraan bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan mandat untuk tindakan nyata. PMII, sebagai organisasi mahasiswa, mengambil peran strategis dalam mengawal isu ini,melalui :

  • ‎Ruang Diskusi Inklusif : Membedah akar ketimpangan gender di lingkungan akademis. Memastikan kader perempuan memiliki porsi kepemimpinan yang adil.
  • Gerakan Sosial : Mengadvokasi hak-hak perempuan di akar rumput.

‎Ia juga memberikan pandangan bahwa tantangan ke depan bukan lagi sekadar membuka gerbang akses, melainkan memastikan adanya iklim yang suportif bagi perempuan untuk berkembang tanpa diskriminasi. Kesetaraan yang substansial tercapai ketika perempuan tidak lagi dipandang sebagai objek yang dibatasi, melainkan sebagai mitra sejajar dalam membangun peradaban.

‎”Dengan semangat perjuangan yang konsisten, perempuan diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang membawa dampak nyata, baik bagi keluarga maupun masyarakat luas”, tutupnya.

red24_RAS

‎Kartini Masa Kini : Berani Bermimpi Berani Menjadi Pelaku Utama Perubahan

sorot24.id | TANGERANG – Semangat perjuangan emansipasi perempuan Indonesia kembali bergema dalam peringatan Hari Kartini tahun ini. Mengusung tema “Kartini Masa Kini : Berani Bermimpi dan Berkarya,” momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan untuk mengenang jasa R.A. Kartini, melainkan panggilan aksi bagi perempuan untuk terus berkontribusi nyata di berbagai sektor kehidupan.

‎Di era modern, perempuan Indonesia telah membuktikan kapasitasnya dengan mengambil peran strategis di bidang pendidikan, ekonomi, teknologi, hingga kepemimpinan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa perempuan tidak hanya memiliki visi yang besar, tetapi juga ketangkasan dalam menghadirkan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat luas.

‎Ketua Kopri Komisariat PMII UNIS, Amelia, menegaskan bahwa Hari Kartini harus menjadi penggerak aksi nyata yang berkelanjutan. Menurutnya, potensi besar perempuan hanya bisa optimal jika didukung oleh ekosistem yang tepat.

‎”Dukungan dari keluarga, institusi pendidikan, hingga masyarakat luas adalah faktor kunci dalam menciptakan ruang aman dan setara bagi perempuan untuk berkembang,” ujar Amelia.

‎Ia menambahkan bahwa sosok Kartini di masa sekarang adalah mereka yang tidak gentar untuk mengambil langkah pertama meski menghadapi tantangan zaman.

“Kartini masa kini adalah perempuan yang berani bermimpi, berani melangkah, dan berani berkarya. Saatnya perempuan Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan menjadi pelaku utama perubahan,” tegas sosok yang akrab disapa Amel tersebut.

‎Amel juga mengajak kaum perempuan untuk aktif dalam organisasi dan terus meningkatkan kualitas diri sebagai wujud nyata menghidupkan semangat Kartini. Ia menekankan bahwa keraguan harus dibuang jauh-jauh karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, adalah bagian dari transformasi besar bangsa.

‎Melalui pesan ini, diharapkan perempuan Indonesia semakin percaya diri dalam menyuarakan gagasan dan menghadirkan karya yang bermanfaat. Semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” kini diterjemahkan sebagai optimisme perempuan untuk terus bergerak menuju masa depan yang lebih inklusif dan berdaya. Perjuangan Kartini tidak berhenti di buku sejarah, ia terus hidup dalam setiap langkah perempuan yang berani membawa perubahan.

red24_RAS

Perkuat Solidaritas IKA PMII Tangerang Gelar Konsolidasi Akbar

sorot24.id | TANGERANG – Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Tangerang meneguhkan perannya sebagai simpul pengikat lintas generasi dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 PMII yang dirangkaikan dengan halal bihalal.

Kegiatan yang dihadiri Bupati Tangerang, Kapolres, serta perwakilan Kodim bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta kader dan alumni PMII ini menjadi momentum memperkuat posisi alumni sebagai penyangga keberlanjutan gerakan.

Ketua IKA PMII Kabupaten Tangerang, Hasan Basri, menegaskan bahwa ikatan alumni tidak berhenti pada relasi emosional, tetapi harus bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang terorganisir dan berdampak.

“IKA PMII harus hadir sebagai ruang yang menjaga kesinambungan nilai sekaligus memperkuat kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, pada usia ke-66, PMII dihadapkan pada tantangan untuk memastikan kaderisasi tidak terputus, sementara alumni tetap menjadi penopang arah gerakan.

“Alumni bukan hanya bagian dari masa lalu organisasi, tetapi bagian penting dari masa depan gerakan,” kata Hasan.

Dalam rangkaian kegiatan, diskusi panel bertajuk “Mereka Bicara” menjadi ruang refleksi yang dimoderatori oleh Yunihar Arsyad. Ia menekankan pentingnya menjadikan forum tersebut sebagai ruang pertemuan antara pengalaman dan gagasan.

Menurut Yunihar, peran alumni hari ini tidak lagi cukup ditempatkan sebagai simbol keberhasilan kaderisasi, melainkan harus aktif dalam merespons realitas sosial.

“Alumni harus mampu membaca zaman, sekaligus menjaga nilai. Di titik itu, IKA PMII menjadi penting sebagai ruang yang menghubungkan keduanya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa hubungan antara kader aktif dan alumni tidak boleh terputus, melainkan harus terus dirawat dalam bentuk dialog dan kolaborasi yang berkelanjutan.

“Ketika kaderisasi melahirkan gagasan, alumni memastikan gagasan itu menemukan jalannya di ruang-ruang sosial yang nyata,” ujar Yunihar.

Selain diskusi, kegiatan juga diisi dengan doa bersama, pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, serta konsolidasi organisasi guna memperkuat sinergi antar alumni.

Momentum halal bihalal dimaknai sebagai ruang rekonsiliasi dan penguatan relasi, di mana semangat saling memaafkan dan saling menguatkan menjadi fondasi menjaga soliditas organisasi.

Melalui peringatan Harlah ke-66 ini, IKA PMII Kabupaten Tangerang diharapkan mampu mempertegas perannya sebagai penghubung nilai, penguat jaringan, serta penggerak kontribusi alumni di tengah masyarakat.

red24_RAS

Rumah Marenda Hadirkan Diskusi Sastra Kupas Proses Kreatif dari Ide ke Karya

sorot24.id | Kab.DHARMASRAYA – Rumah Baca Marenda bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi Universitas Dharmas Indonesia (Undhari), UKM Gema, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Undhari, Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, serta Sekolah Menulis Elipsis menggelar kegiatan temu tokoh sastrawan, pegiat literasi, dan penulis. Kegiatan bertajuk :

“Lapau Literasi Sastra : Ngobrol Santai Proses Kreatif dari Ide Jadi Karya”

ini berlangsung di Rumah Baca Marenda, Jorong Sungai Lomak, Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Minggu (19/4/2026).

Rumah Baca Marenda Hadirkan Diskusi Sastra, Kupas Proses Kreatif dari Ide ke Karya. foto/dok : istimewa . [red24] .
Hadir sebagai narasumber, Dr. Sulaiman Juned, M.Sn., seorang sutradara teater, pendiri Komunitas Seni Kuflet Padang Panjang, sekaligus dosen ISI Padangpanjang, serta Muhammad Subhan, penulis dan founder Sekolah Menulis Elipsis. Diskusi dipandu oleh Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., selaku pendiri dan pimpinan Rumah Baca Marenda.

Dalam pengantarnya, Dr. Amar Salahuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar, diskusi, mengeksplorasi ide, dan berkarya untuk memperkuat ekosistem literasi sastra di daerah.

“Lapau literasi sastra ini kita hadirkan sebagai ruang belajar bersama yang santai, tetapi tetap bernas, agar siapa pun berani memulai menulis dari ide-ide sederhana,” ujarnya.

Dalam suasana santai namun berbobot, Dr. Sulaiman Juned menekankan pentingnya keberanian dalam menangkap ide. Ia mengingatkan agar penulis tidak menunggu ide datang.

“Ide itu jangan ditunggu. Ide harus direbut, diintip, dan dirasakan,” ujarnya.

Menurutnya, setiap orang sejatinya memiliki sumber ide yang melimpah, terutama dari pengalaman empirik, baik yang menyenangkan maupun menyedihkan. Ia menyayangkan banyaknya ide yang terbuang sia-sia, termasuk kenangan masa kecil yang seharusnya bisa diolah menjadi karya.

Ia menjelaskan bahwa proses kreatif dalam sastra berangkat dari perpaduan antara fenomena sosial dan realitas sastra, masing-masing sebesar 50 persen. Imajinasi, khayalan, dan pengalaman empirik kemudian diramu menjadi teks sastra yang utuh.

“Dari satu gagasan, bisa lahir banyak karya, puisi, cerpen, naskah lakon, hingga novel,” tambahnya.

Kepada penulis pemula, ia menyarankan untuk membuat “jembatan keledai” berupa draf atau peta konsep sebelum menulis. Hal ini mencakup penentuan tema, topik, latar, peristiwa, tokoh, hingga karakter. Ia juga menegaskan bahwa ide yang baik adalah ide yang diolah dengan menarik. Kemampuan mengelola pikiran menjadi pilihan diksi yang tepat menjadi kunci utama dalam menulis. Tak kalah penting, ia mengingatkan pentingnya membaca sebagai fondasi utama dalam menulis. “Iqra, iqra, baru nun,” katanya, menekankan bahwa membaca harus didahulukan sebelum menulis.

Sementara itu, Muhammad Subhan memperkuat pemaparan dengan menguraikan tiga sumber utama ide bagi penulis. Pertama, apa yang dilihat. Ia menilai bahwa lingkungan sekitar, termasuk media sosial, merupakan ladang ide yang tak terbatas jika diamati dengan cermat. Kedua, apa yang dirasakan. Emosi seperti suka, duka, marah, kecewa, hingga pengalaman fisik dapat menjadi bahan mentah yang kuat untuk karya. Ketiga, apa yang dikerjakan. Aktivitas sehari-hari juga dapat menjadi sumber inspirasi jika dimaknai secara reflektif.

Diskusi ini berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda, khususnya mahasiswa dan pegiat literasi, untuk lebih aktif menulis serta berani mengeksplorasi ide menjadi karya nyata.

red24_RG

Bupati Tangerang Hadiri Halal Bihalal dan Harlah PMII ke-66 Dorong Peningkatan SDM Generasi Muda

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang digelar di Yasmin Hotel, pada Minggu (19/4/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Alumni PMII Kabupaten Tangerang atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat kebersamaan antar elemen masyarakat.

“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan, mempererat silaturahmi, dan membangun kebersamaan yang lebih kokoh,” ujar Bupati Maesyal .

Peringatan Hari Lahir ke-66 PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Yasmin Hotel, Minggu,9-4-2026. foto/dok : [red24]
Ia menegaskan bahwa PMII sebagai organisasi kader memiliki peran besar dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial tinggi. Untuk itu kontribusi dan partisipasi aktif seluruh kader serta alumni PMII sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar PMII, untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang agar semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” katanya.

Dia juga menandaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu program prioritas pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD .

“Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai program, di antaranya pemberian beasiswa pendidikan, pelatihan keterampilan, serta penguatan kapasitas generasi muda. Kami ingin memastikan bahwa anak-anak muda Kabupaten Tangerang memiliki akses pendidikan yang baik dan mampu bersaing di masa depan,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan karakter dan kualitas manusia.

“Kita tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang berakhlakul karimah, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin dalam suasana Halal Bihalal serta berharap momentum tersebut dapat semakin memperkuat persatuan dan kesatuan.

“Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga. Perbedaan jangan menjadi pemecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” pungkasnya.

Acara yang penuh kebersamaan tersebut dihadiri juga oleh unsur Forkopimda, pengurus dan alumni PMII, serta tokoh masyarakat.

red24_RAS

SDN Grogol 01 Sukses Sabet 5 Medali diajang KAPB DKI Jakarta Edisi ke-200, Ini Kata Alumni Angkatan 86

sorot24.id | JAKARTA – Kejuaraan Atletik Pelajar Bulanan (KAPB) yang sekarang menjadi Kejuaraan Atletik Pelajar DKI Jakarta telah mencapai edisi spesial yang ke-200.

Kegiatan yang dipelopori oleh Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (FIK UNJ), yang di dukung oleh Pemprov DKI Jakarta, Dinas Pemuda dan Olah Raga DKI Jakarta, Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan PASI JAYA ini diikuti oleh 500 peserta dari tingkat SMA, SMP, SD, dan Kids, yang diselenggarakan di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta Timur pada, Sabtu 18 April 2026.

Dari 19 atlit muda berbakatnya, 10 siswa-siswi skuad atletik SDN Grogol 01 berhasil menorehkan prestasi dengan raihan 1 emas, 2 perak dan 2 perunggu.

Adapun 10 siswa-siswi yang berhasil meraih Juara pada nomor lomba, sebagai berikut :

  • Sprint U-10 Putra Juara 3 Atharizz Mikhail
  • Sprint U-12 Putra Juara 2 Bagus Nurhidayat
  • Turbo U-10 Putra Juara 3 Vicky Hari Wanjaya
  • Turbo U-12 Putra Juara 2
    Abdiel Rais Nugroho
  • Estafet Mix Juara 1
    1. Abdiel Rais Nugroho
    2. Alika Putri Kanza
    3. Reynata Audy
    4. Alfira Nurul Safitri
    5. Adnan Khiar Pratama
    6. M. Daffa Ibnu Ramadhan
    7. Natasya Adzhani Putri
    8. Bagus Nurhidayat
Skuad Atletik Estafet Mix 8 X 50 M SDN Grogol 01 Mendapatkan Medali Emas. foto/dok : red24

Menurut Kepala Sekolah SDN Grogol 01 Jakarta Barat, Rizki, S.Pd, yang akrab disapa Pak Boy, hasil ini merupakan dari perjuangan, keringat, dan kerja keras yang terbayar tuntas di KAPB Episode ke-200.

“Alhamdulillah, SDN Grogol 01 kembali membuktikan eksistensinya dengan torehan prestasi yang membanggakan,” katanya dalam keterangannya melalui pesan singkat pada, Minggu (19/4).

​Rizki, mengungkapkan, konsistensi, dan totalitas, itulah nafas kami. Lebih dari sekadar medali, kami bangga karena regenerasi berjalan sukses. Wajah-wajah baru telah muncul dengan mentalitas baja dan kualitas performa yang siap menjaga tongkat estafet prestasi ini tetap tegak berdiri.

“​Terima kasih kepada para pelatih, siswa, dan orang tua yang terus mendukung. Masa depan atlet muda kita cerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Guru Olahraga yang sekaligus menjabat sebagai pelatih ekskul Atletik SDN Grogol 01, Adi Rohmadi menerangkan, berkat ketekunan anak-anak dalam berlatih serta dukungan dari kepala sekolah, guru, serta orang tua murid akhirnya kita bisa kembali berprestasi lagi pada Kejuaraan Atletik Pelajar Provinsi DKI Jakarta.

“Alhamdulillah, Apa yang diraih anak-anak hari ini adalah buah dari ketekunan mereka dalam berlatih karena sebagian besar dari mereka sudah menekuni kegiatan ekstrakulikuler atletik di sekolah sejak kelas 1 SD,” terangnya.

Adi berpesan, semoga prestasi yang didapat hari ini bisa menjadi pembelajaran bagi anak-anak bahwa ketika mereka ingin berhasil mencapai sesuatu perlu adanya doa, usaha, kerja keras, ketekunan, serta kedisiplinan dalam belajar/berlatih.

“Untuk semuanya jangan cepat puas, terus tingkat kemampuan serta potensi yang kalian miliki. Semoga dari proses yang dilalui ini bisa membentuk mereka menjadi anak-anak yang berkarakter baik,” imbuhnya.

Selanjutnya, Lutfi Nasution, Wali Murid, yang juga Alumni SDN Grogol 01 ini menuturkan, bahwa walaupun menunggu sampai pukul 20.00 Wib, tapi puas atas prestasi yang diraih.

“Lumayan lelah juga, dari jam 12 siang sampai jam 8 malam baru selesai, tapi Alhamdulillah, skuad atletik SDN Grogol 01 bisa mempertahankan prestasi di kejuaraan ini,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sejak Kepala Sekolah SDN Grogol 01 di jabat Pak Boy, yang memiliki latar belakang guru olahraga serta kerjasama yang baik dari para orang tua wali murid, prestasi non akademik sekolah anaknya meningkat drastis.

“Pak Boy ini orang hebat, beliau membimbing Pak Adi dan Pak Ikhsan untuk melihat siswa-siswinya yang punya potensi, sehingga mereka bisa melahirkan atlit-atlit muda berprestasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, pria jebolan 1986 ini menyebutkan, dengan prestasi non akademik ini, siswa-siswi SDN Grogol 01 mampu bersaing untuk mendapatkan SMP Negeri.

“Selain prestasi di ekskul atletik, sekolah ini ada ekskul gulat dan menari. Ketiga ekskul ini berhasil menempatkan siswa-siswinya di bangku SMP Negeri melalui jalur prestasi,” pungkasnya.

red24_LUNAS

Harlah ke-66 PMII : Saatnya Kader Berbenah Bukan Sekadar Seremonial

sorot24.id | TANGERANG – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) genap berusia 66 tahun. Perjalanan panjang ini menegaskan bahwa PMII tidak lagi berada pada fase merumuskan arah dan jati diri organisasi, melainkan harus mampu menunjukkan kualitas kader yang berdaya saing serta berdampak nyata.

Momentum Hari Lahir (Harlah) ke-66 ini tidak boleh lagi dimaknai sekadar seremonial. Di tengah melemahnya kaderisasi, PMII dituntut segera berbenah dengan memperkuat regenerasi serta merapikan arah gerakan. Ini menjadi titik penting bagi kader untuk membenahi pola pikir, komitmen, dan peran, agar PMII tidak hanya aktif secara kegiatan, tetapi juga kuat dalam kontribusi nyata di masyarakat.

Saat ini, tantangan terbesar bukan sekadar menjaga eksistensi organisasi, melainkan bagaimana menjadikan PMII sebagai ruang tumbuh yang benar-benar melahirkan kader berkualitas. Kader PMII harus mampu membuktikan bahwa mereka bukan bagian dari budaya ikut-ikutan, tetapi hadir dengan kesadaran, gagasan, dan aksi yang membawa perubahan.

Dina Fikriyah Ketua Komisariat PMII UNIS menegaskan bahwa pembenahan kader menjadi kunci utama ke depan.

“PMII harus menjadi tempat lahirnya kader yang punya arah, punya kapasitas, dan punya dampak. Kalau tidak berbenah, kita akan tertinggal dan kehilangan kepercayaan,” ujarnya.

Dalam rangkaian Harlah ke-66, berbagai langkah konkret dilakukan sebagai upaya membangun kultur organisasi yang lebih sehat dan produktif. Mulai dari penguatan kedisiplinan kader, peningkatan kualitas internal, hingga keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Langkah ini diarahkan agar kader terbiasa hadir membawa solusi, bukan hanya menjadi bagian dari keramaian organisasi.

Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi untuk menarik minat generasi muda agar tidak ragu berorganisasi. PMII ingin menunjukkan bahwa organisasi bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang untuk berkembang, belajar, dan memberikan dampak nyata.

Harlah ke-66 ini menjadi penegasan bahwa masa depan PMII ditentukan oleh keseriusan kadernya hari ini. Dengan pembenahan yang konsisten, PMII diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya aktif, tetapi juga berintegritas, progresif, dan berdaya guna bagi masyarakat .

red24_RAS

Pembekalan dan Raker Ormawa UNDHARI : Dari Rencana ke Aksi Nyata yang Berdampak

sorot24.id | Kab.DHARMASRAYA –  Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI) menyelenggarakan kegiatan pembekalan dan rapat kerja bagi pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa), berlangsung Minggu – Senin, 12 – 13 April 2026, di Ruang C1.4 kampus UNDHARI. diikuti oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM), BEM Fakultas se-Undhari, Himpunan Mahasiswa Program Studi (Hima Prodi) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi antarormawa dalam merancang dan melaksanakan program kerja yang terarah, inovatif, serta berdampak nyata bagi pengembangan kampus.

Pembekalan dan Raker Ormawa UNDHARI. foto/dok : undhari . [red24] .
“Organisasi mahasiswa harus mampu menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan yang kolaboratif. Sinergi yang kuat akan melahirkan program yang tidak hanya seremonial, tetapi juga memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.

Selanjutnya, peserta mendapatkan materi penguatan peran ormawa dalam kegiatan kemahasiswaan yang di sampaikan langsung oleh Wakil Rektor III. Materi ini menekankan pentingnya peran strategis ormawa sebagai motor penggerak aktivitas mahasiswa di lingkungan kampus.

Materi kedua disampaikan oleh Heru Afrian, M.Pd., CISTI yang mengulas tentang perencanaan program kerja yang efektif dan terstruktur. Ia menekankan bahwa program kerja harus disusun secara realistis, terukur, serta adaptif terhadap dinamika organisasi dan kebutuhan mahasiswa.

Memasuki sesi inti, masing-masing organisasi memaparkan rencana program kerja untuk satu periode ke depan. Presentasi tersebut meliputi berbagai bidang kegiatan, mulai dari pengembangan minat dan bakat, akademik, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Widya Ana Putri, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Ormawa agar lebih profesional dan terarah dalam menjalankan program kerja.

“Kami berharap seluruh ormawa dapat menyusun program yang tidak hanya baik di atas kertas, tetapi juga dapat diimplementasikan secara maksimal,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Pelaksana kegiatan, Haza Amin. Ia berharap kegiatan ini mampu membangun semangat baru bagi seluruh pengurus organisasi mahasiswa.

“Melalui pembekalan dan rapat kerja ini, kami berharap ormawa semakin solid, aktif, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kampus,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden BEM KM UNDHARI, Wulandari, menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antar organisasi mahasiswa.

“Rapat kerja ini bukan hanya tentang menyusun program, tetapi juga menyatukan visi agar seluruh ormawa dapat bergerak bersama dalam satu arah yang sama,” pungkasnya.

red24_RG

Serahkan Policy Brief ke Wamendiktisaintek,BEM Banten Bersatu dan BEM PTNU : Bongkar Praktik Pungli KIP Kuliah

‎​sorot24.id | SERANG – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu dan BEM PTNU Wilayah Banten secara resmi menyerahkan dokumen Policy Brief kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Wamendiktisaintek). Penyerahan ini merupakan respons atas temuan berbagai persoalan sistemik dalam implementasi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di wilayah Provinsi Banten. Senin,13 April 2026 .

‎​Meskipun KIP Kuliah dirancang sebagai instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan tinggi, fakta di lapangan menunjukkan adanya penyimpangan yang mengkhawatirkan.

BEM Banten Bersatu dan BEM PTNU Wilayah Banten. foto/dok : istimewa .[red24] .
‎Koordinator BEM Banten Bersatu, M. Abdurrahman, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas carut-marut pendidikan di Banten. Ia menyoroti adanya dugaan penyalahgunaan jabatan oleh oknum kampus yang melakukan pemotongan dana KIP Kuliah secara langsung.

‎​”Sangat miris, kami menemukan fakta adanya kampus yang memotong dana bantuan mahasiswa. Per hari ini, oknum-oknum pelaku pemotongan tersebut bahkan masih berkeliaran di lingkungan kampus tanpa sanksi tegas,” tegas Abdurrahman.

‎​Lebih lanjut, muncul indikasi keterlibatan oknum birokrasi yang lebih luas. Berdasarkan pengakuan salah satu tenaga pendidik, terdapat indikasi “permainan” koordinasi antara lembaga pendidikan dengan oknum di tingkat LLDIKTI terkait setoran dana KIP Kuliah dengan nominal tertentu.

‎Senada dengan hal tersebut, Koordinator Wilayah BEM PTNU Banten, Ilham Rizafi, menilai bahwa persoalan ini mencerminkan krisis struktural yang serius. ​

“Permasalahan ini menunjukkan adanya celah lebar dalam sistem. Ketika mahasiswa yang benar-benar berhak justru terabaikan, sementara yang tidak layak bisa lolos, artinya negara gagal memastikan keadilan distribusi. Ini adalah bentuk pelanggaran yang tidak bisa ditoleransi,” ujar Ilham.

‎Dalam dokumen yang diserahkan, kedua aliansi mahasiswa menguraikan lima pokok permasalahan utama :

‎​1. Adanya jarak kuota yang tidak proporsional antara PTKIN dan PTKIS.

‎​2. Ketidaktepatan sasaran akibat lemahnya validasi data penerima.

‎​3. Maraknya pemotongan dana bantuan oleh oknum internal kampus.

‎​4. Lemahnya mekanisme pengaduan yang aman bagi mahasiswa pelapor (whistleblower).

‎​5. Mendesak dilakukannya audit menyeluruh oleh LLDIKTI dan lembaga terkait atas aliran dana pendidikan.

‎Sebagai solusi konkret, BEM Banten Bersatu dan BEM PTNU Wilayah Banten mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian kuota berbasis kebutuhan riil, mengintegrasikan data lintas kementerian, serta melakukan audit rutin melalui lembaga independen.

‎​“Pendidikan adalah hak setiap warga negara, bukan hak istimewa (privilese). Kami menuntut tindakan tegas bagi seluruh pelaku penyimpangan demi keadilan sosial bagi mahasiswa kurang mampu di Banten,” tutup pernyataan bersama tersebut.

red24_RAS