Wali Kota Tangerang Sachrudin melantik pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Tangerang di bantaran Sungai Cisadane,

 

Sorot24.id | Kota Tangerang – Wali Kota Tangerang, Banten, Sachrudin mengatakan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) memiliki peran strategis sebagai penggerak kolaborasi dalam membangun kesiapsiagaan sejak dini, bukan hanya saat bencana terjadi.

Ia mengatakan di tengah meningkatnya potensi bencana akibat perubahan iklim dan perkembangan kawasan perkotaan, kesiapsiagaan menjadi fondasi utama dalam melindungi masyarakat.

Kita tidak boleh menunggu. Kesiapsiagaan harus dibangun dari sekarang, dimulai dari lingkungan terkecil. FPRB berperan membangun kesadaran warga,” kata Wali Kota Sachrudin saat menghadiri Pelantikan FPRB sekaligus Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2026 di bantaran Sungai Cisadane, Minggu

Menurutnya, risiko seperti banjir, genangan, hingga cuaca ekstrem, memang tidak dapat dihindari sepenuhnya, namun dampaknya dapat ditekan melalui langkah yang terencana dan kolaboratif.

“Semakin kita siap, insya Allah, semakin kecil dampak yang ditimbulkan,” ujar Wali Kota Sachrudin.

Pemkot Tangerang bersama FPRB Kota Tangerang

Ia menambahkan FPRB harus mampu menjadi penghubung berbagai unsur Pentahelix, meliputi pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat, untuk memperkuat ketangguhan kota secara menyeluruh.

“FPRB harus hadir sebagai penggerak, memastikan kesiapsiagaan menjadi budaya bersama,” lanjutnya.

Sejalan dengan itu, Ketua FPRB Kota Tangerang Supiani menambahkan, FPRB Kota Tangerang sebagai wadah sejumlah organsisasi masyarakat, akademisi, dan media yang berfokus pada aksi mitigasi telah menyiapkan sejumlah program kerja konkret yang segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

foto Relawan yang tergabung pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Tangerang di bantaran Sungai Cisadane,

Beberapa program kerja yang disiapkan meliputi pemetaan risiko partisipatif, edukasi, sampai penguatan relawan melalui pelatihan yang akan disinkronisasi dengan Kampung Siaga Bencana yang akan di setiap kelurahan.

“Kami bersama semua organisasi, komunitas, dan relawan yang tergabung akan bekerja sama dan bekerja keras semaksimal mungkin membantu program-program pemerintah untuk menciptakan sistem penanggulangan bencana yang kuat di Kota Tangerang,” tambah Supiani.

Selain itu, Pemkot Tangerang bersama FPRB Kota Tangerang juga melakukan simulasi water rescue, penanaman pohon, dan penebaran 13.300 benih ikan dan ecoenzim di sepanjang Sungai Cisadane.

Red24 (Molly)

Kegiatan ini digagas Pemerintah Pemkot Kota Sukabumi melalui Disnaker dengan melibatkan dunia pendidikan dan sektor swasta, termasuk PT Nusaraya.gelaran job fair 2026 (foto dok)

 

Sorot24.id | Sukabumi – Gelaran Job Fair Sukabumi 2026 di Politeknik Sukabumi menjadi magnet bagi para pencari kerja.

Sejak pagi, ribuan pelamar tampak memadati area kegiatan, memanfaatkan kesempatan untuk terhubung langsung dengan perusahaan.

Kegiatan ini digagas Pemerintah Kota Sukabumi melalui Disnaker dengan melibatkan dunia pendidikan dan sektor swasta, termasuk PT Nusaraya.

Sebanyak 20 perusahaan ambil bagian, menawarkan puluhan posisi di berbagai sektor strategis.

Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, job fair menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka akses kerja yang lebih luas dan merata.

Ia menilai keterlibatan kampus memiliki peran kunci dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai.

“Sinergi ini harus terus diperkuat agar lulusan pendidikan dapat langsung terserap dunia kerja,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Disnaker Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat menyebutkan, total tersedia sekitar 45 jenis pekerjaan, mulai dari manufaktur, permesinan, konstruksi hingga otomotif.

Sejumlah perusahaan juga membuka peluang kerja ke luar negeri.

Jumlah pendaftar mencapai sekitar 1.600 orang. Namun yang mengikuti seleksi langsung diperkirakan sekitar 800 peserta karena banyak pelamar mengambil lebih dari satu kesempatan,” jelasnya.

Menurutnya, tingginya animo masyarakat menunjukkan kebutuhan akan akses informasi dan peluang kerja yang masih besar di Kota Sukabumi.

Hal ini juga sejalan dengan meningkatnya arus pendatang yang datang untuk bekerja maupun menempuh pendidikan.

Data tahun 2025 mencatat, angka migrasi masuk ke Kota Sukabumi mencapai sekitar 12.000 orang per tahun.

Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Pemkot Sukabumi berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa secara berkelanjutan.

Rencananya, bursa kerja akan digelar hingga empat kali dalam setahun sebagai upaya konsisten menekan angka pengangguran.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan pendidikan, diharapkan peluang kerja bagi masyarakat semakin terbuka luas dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Red24

foto dok Ilustrasi Kisah Umar Bin Khathab Salah Satu Sahabat Nabi Muhammad Saw

 

sorot24.id | Religius – Umar bin Khattab, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling berpengaruh dan terkenal dengan keadilannya. Kisahnya sangat panjang dan penuh dengan pelajaran berharga. Saya akan coba menceritakan kisahnya dengan singkat tapi tetap informatif.

*Masa Muda dan Keislaman*

Umar bin Khattab lahir di Mekah sekitar tahun 586 M. Dia berasal dari suku Quraisy, suku yang sama dengan Nabi Muhammad SAW. Sebelum menjadi Muslim, Umar dikenal sebagai seorang yang keras dan tegas, bahkan pernah menjadi musuh Islam.

Umar masuk Islam pada tahun ke-6 kenabian (615 M) setelah sebelumnya berusaha membunuh Nabi Muhammad SAW. Namun, ketika dia membaca surat Taha, dia merasa hatinya terbuka dan akhirnya memeluk Islam.

*Peran dalam Perjuangan Islam*

Umar bin Khattab menjadi salah satu sahabat terdekat Nabi Muhammad SAW dan ikut serta dalam banyak peristiwa penting, seperti Perang Badar, Perang Uhud, dan Perjanjian Hudaibiyah. Dia juga menjadi salah satu penasihat utama Nabi dalam urusan politik dan kenegaraan.

*Masa Kekalifahan*

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Umar bin Khattab menjadi salah satu pendukung utama Abu Bakr sebagai khalifah pertama. Ketika Abu Bakr wafat, Umar dipilih sebagai khalifah kedua (634-644 M).

Selama masa kekalifahannya, Umar melakukan banyak reformasi penting, seperti:

– Menetapkan sistem pemerintahan yang lebih teratur
– Mengembangkan sistem administrasi dan keuangan negara
– Membangun infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan masjid
– Mengembangkan sistem hukum dan keadilan

*Keadilan dan Kesederhanaan*

Umar bin Khattab dikenal sebagai khalifah yang sangat adil dan sederhana. Dia tidak membedakan antara rakyat biasa dan pejabat tinggi dalam hal hukum. Dia juga hidup sangat sederhana, bahkan tidak mengambil gaji sebagai khalifah.

*Wafatnya*

Umar bin Khattab wafat pada tahun 644 M setelah ditikam oleh seorang budak Persia bernama Abu Lubaid. Dia dimakamkan di samping makam Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakr di Masjid Nabawi.

Sumber – 𝐉𝐞𝐣𝐚𝐤 𝐑𝐚𝐬𝐮𝐥𝐮𝐥𝐥𝐚𝐡

 

Red24-(Begex)

foto dok/ Pengurus Yayasan Ambulance One Service, Yosep Yopitra (Kiri) Ketua didampingi Alim selaku Humas memberikan klarifikasi di depan RSUD Kabupaten Tangerang.

 

 

Sorot24.id | Tangerang – Peristiwa penangkapan mobil ambulance yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu di Pelabuhan Bakauheni pada 7 April 2026 lalu, pengemudinya dibebaskan, lantaran terbukti hanya jadi korban sindikat pengedar sabu antar pulau.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Relawan Ambulance One Service, Yosep Yopitra, usai ramai diberitakan terkait penemuan 15,7 Kg paket sabu di dalam armada Ambulance One oleh Resnarkoba Polda Lampung.

Menurut Yosep, berawal dari pertemuan salahsatu tersangka sindikat pengedar narkoba itu memesan ambulance untuk menjemput pasien sakit di wilayah Sumatera untuk dibawa ke wilayah Tangerang.

“Awalnya ketemu di depan RSUD Kabupaten Tangerang, anggota relawan kenal salahsatu pemesan karena sering ngopi bareng di lingkungan relawan ambulance sini, orang minta tolong yah Kita bantulah tanpa ada kecurigaan,” terang Yosep, Selasa (21/04/2026).

Dari permintaan tersebut, pada tanggal 5 April dini hari armada Ambulance One berangkat dengan pengemudi berinisial F selaku anggota ambulance One bersama tiga orang laki-laki dari Kota Tangerang, setibanya di lokasi penjemputan pasien, ketiga orang tersebut beralasan bahwa pasien tersebut sudah dibawa oleh ambulance lain dan akhirnya kembali bertolak ke Tangerang.

“Sampai di lokasi penjemputan, mereka bilang pasiennya sudah dibawa oleh ambulance lain,” kata Yosep.

Senada dengan Ketua Ambulance One, Alim selaku humas Yayasan Ambulance One Service menegaskan bahwa anggotanya selaku supir ternyata dijebak. Ia mengatakan niat baik menolong pasien yang sakit malah disalahgunakan.

“Sopir kami tes urin negatif dan juga ditanya sama penyidik pun juga kooperatif dan emang kita tidak bersalah. Kita hanyalah korban dari para pelaku kurir tersebut. Maka dari itu Ketua One Bapak Yosep Yopitra dan para pengurus dipanggil ke Polda Lampung dengan memberikan keterangan yang kooperatif.” Terangnya.

Menurut Alim, setelah pemeriksaan dilakukan oleh pihak kepolisian, akhirnya pengemudi ambulance dipulangkan karena tidak bersalah.

“Sekarang sudah pulang, dan pengemudi pihak Ambulance One berstatus jadi saksi dan mobil pun masih ditahan di sana sementara sebagai barang bukti,” pungkasnya.

 

Red24 (Molly)

foto dok/warga memiliki tanah sertipikat hasil redistribusi tanah seluas 83,85 hektare untuk Patma dan 527 keluarga penerima Sertipikat Hak Milik lainnya di Desa Soso.

 

Sorot24.id Blitar – Memiliki tanah bukan sekadar soal kepastian hukum, tetapi juga tentang harapan akan kehidupan yang lebih layak. Dengan kepemilikan tanah yang jelas, petani perempuan di Desa Soso kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, termasuk membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Patma (55), petani perempuan asal Desa Soso, Kabupaten Blitar, menilik kisah yang terjadi di desanya. Sejak 2012, Desa Soso menjadi lokasi konflik tanah berkepanjangan antara masyarakat dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah desa. Saat memperjuangkan lahan tempatnya berkebun, Patma bahkan pernah mengalami penghadangan oleh pihak keamanan perusahaan.

“Dulu kalau mau nanam itu takut. Tapi kalau tidak nanam, gimana kita butuh makan,” ucap Patma, saat ditemui di Desa Soso.

Pada 2022 melalui program Reforma Agraria yang diusung Kementerian ATR/BPN, lahan yang semula tidak memiliki kepastian hukum, akhirnya menjadi milik Patma sendiri. Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar menerbitkan sertipikat hasil redistribusi tanah seluas 83,85 hektare untuk Patma dan 527 keluarga penerima Sertipikat Hak Milik lainnya di Desa Soso.

“Sekarang, setelah Reforma Agraria kan sudah diredistribusi tanahnya, ya pasti lebih aman, lebih tenang,” terang Patma.

Kini, dengan sertipikat tanah di tangan, masyarakat merasa lebih tenang dan percaya diri dalam mengelola kebunnya. Hal ini juga dirasakan petani perempuan lainnya, Indra (32). Ia menyebut, kepastian hukum atas tanah membuat mereka lebih leluasa menentukan jenis tanaman serta merencanakan masa depan keluarga.

“Apalagi sertipikat sudah atas nama sendiri. Jadi kan kita merasa bangga, lebih percaya diri,” tutur Indra.

Perubahan signifikan juga terlihat dari sisi ekonomi. Warga jadi bisa memanfaatkan lahan secara optimal, salah satunya dengan menanam jagung. Melalui kerja sama dengan PT Syngenta Indonesia, petani mendapatkan bantuan bibit, pendampingan, hingga akses pasar dengan harga jual yang lebih baik, yakni sekitar Rp8.500 hingga Rp9.000 per kilogram.

Hasil kebun pun meningkat. Dari lahan sekitar 1.500 meter persegi, petani mampu menghasilkan hingga 1 ton jagung dengan nilai mencapai sekitar Rp9 juta. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, di mana jagung lokal hanya menghasilkan sekitar Rp4 hingga Rp5 juta. “Kalau hasilnya meningkat sudah pasti bahagia, senang,” pungkas Indra.

Selain bekerja di lahan, perempuan juga memikul tanggung jawab domestik. Sepulang dari kebun, mereka tetap mengurus rumah tangga, mulai dari memasak hingga merawat anak. Meski beban kerja yang diemban lebih besar, semangat gotong royong antaranggota keluarga dan kelompok tani tetap terjaga.

Dengan kepastian hukum atas tanah dan peningkatan hasil pertanian, perempuan di Desa Soso tidak hanya menjadi penopang keluarga, tetapi juga penggerak kesejahteraan. Reforma Agraria pun hadir bukan sekadar memberikan akses atas tanah, melainkan membuka ruang bagi perempuan untuk tumbuh lebih berdaya dan menatap masa depan dengan lebih pasti.

‎foto dok/ Respon Cepat Polsek Pasar Kemis Redam Cekcok Warga dengan Diduga Debt Collector.


sorot24.id |TANGERANG – Jajaran Polsek Pasar Kemis, Polresta Tangerang, bergerak cepat meredam keributan antara seorang warga dengan sekelompok orang yang diduga sebagai penagih utang (debt collector) di wilayah hukum Pasar Kemis, Rabu (22/04/2026).

‎Insiden ini bermula dari adu mulut di lapangan terkait penarikan paksa sebuah unit kendaraan. Menanggapi laporan masyarakat mengenai ketegangan tersebut, personel Polsek Pasar Kemis segera tiba di lokasi untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis.

‎Iptu Humaedi menyampaikan bahwa kedua belah pihak langsung diarahkan ke Mapolsek Pasar Kemis untuk menjalani musyawarah. Langkah ini diambil guna menjaga kondusifitas dan menghindari konflik fisik di tempat umum.

‎“Dari hasil musyawarah, kendaraan tersebut akhirnya dikembalikan kepada pemiliknya (Riski). Sementara pihak yang mengaku dari leasing membubarkan diri setelah mediasi dilakukan,” ujar Iptu Humaedi.

‎Meski kendaraan telah kembali, warga berinisial R tetap merasa tidak terima atas perlakuan pihak yang diduga debt collector tersebut. Ia melaporkan adanya intimidasi berupa kata-kata kasar yang dilontarkan saat kejadian di lapangan.
‎“Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” tambah Humaedi.

‎R selaku warga yang terlibat menyampaikan apresiasinya atas tindakan sigap aparat kepolisian. Menurutnya, respons cepat dari Polsek Pasar Kemis sangat krusial dalam mengendalikan situasi sehingga masalah tidak meluas dan kondisi kembali kondusif.

‎Polsek Pasar Kemis mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan ke pihak berwajib jika mengalami atau melihat tindakan penarikan paksa kendaraan di jalan yang tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.,tutupnya.

‎Red24 : (RAS)

foto ilustrasi petugas polisi periksa ambulance di pelabuhan

 

sorot24.id | Tangerang – Kepolisian Polda Lampung berhasil mengungkap penyelundupan Narkotika jenis Sabu yang disembunyikan di sebuah Ambulance asal Kota Tangerang.

Pada Rabu 7 April 2026, Ambulance bertuliskan One berplat nomor polisi B 1737 CIS, berhasil terjaring razia Polda Lampung di kawasan Seaport Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

Ditres Narkoba Polda Lampung Kombes Dwi Handono kepada awak media menerangkan pada Jumat 10 April 2026 menjelaskan pengungkapan ini berawal dari kecurigaan petugas dari adanya ambulance yang melintas tanpa pasien yang berisi 4 orang pria dengan gelagat tidak wajar.

Saat dilakukan penggeledahan ditemukan 15 paket sabu-sabu seberat total 15,7 Kilogram yang disembunyikan di bawah jok belakang kendaraan.

“Jadi dari awal memang curiga kondisi ambulance tersebut, kaca mobil gelap, tidak kelihatan sama sekali dari luar, hanya ada 4 orang pria,” Kata Dwi kepada awak media, Jum’at (10/04/2026).

Menurut Dwi, dari hasil pemeriksaan mereka membawa sabu-sabu itu dari wilayah Pekanbaru.

“Mereka membawa barang itu tujuannya ke Tangerang, upahnya Rp 10-15 juta, Tapi mereka baru dikasih 300 ribu masing-masing buat uang jajan.” terang Dwi.

Keberadaan Ambulance bertuliskan One ini memang kerap mondar-mandir di wilayah Kota Tangerang dan kerap nongkrong di kawasan kuliner pasar lama Kota Tangerang.

Saat dikonfirmasi pasca kejadian, salahsatu warga dan pengurus RW di Sukasari Kecamatan Tangerang Kota Tangerang, membenarkan kendaraan tersebut memang kerap parkir di kawasan pasar lama.

“Ya, memang sering parkir di tukang kembang.” terang salahsatu warga Selasa (21/04/2026).

Dirinya pun mengakui bahwa sudah mendengar kabar peristiwa yang terjadi di Lampung dengan kendaraan ambulance tersebut.

“Ya udah dapat kabar, kalau ada kejadian begitu (Ambulance tertangkap membawa sabu).” Tambahnya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Ketua Relawan Ambulance One belum menanggapi terkait peristiwa penangkapan tersebut.

 

Red24 (molly)

 

‎Kontainer Tersangkut Pohon di Depan RSUD Pakuhaji Sebabkan Kemacetan, Karang Taruna Turut Bantu Urai Situasi

sorot24.id | TANGERANG –  Lanskap lalu lintas di Jalan Raya Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Sabtu (18/04/26), berubah menjadi potret krisis mikro perkotaan ketika sebuah mobil kontainer tersangkut pohon di depan RSUD Pakuhaji. Insiden ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan akumulasi dari tekanan infrastruktur yang kian kompleks.

‎Benturan antara kendaraan berat dan pohon di tepi jalan menyebabkan batang pohon patah dan menjuntai ke badan jalan. Situasi semakin genting ketika kabel listrik ikut tertarik dan menggantung rendah, menciptakan ancaman laten bagi keselamatan pengguna jalan. Dalam hitungan menit, arus lalu lintas dari dua arah tersumbat, membentuk antrean panjang yang mencerminkan rapuhnya sistem mobilitas di jalur tersebut.

‎Di tengah situasi yang nyaris stagnan itu, Karang Taruna Kecamatan Pakuhaji tampil sebagai aktor sosial yang mengambil peran strategis. Bersama petugas dari Pemadam Kebakaran Pakuhaji, unsur keamanan rumah sakit, dan masyarakat, mereka bergerak cepat melakukan intervensi lapangan.

‎Evakuasi dilakukan dengan presisi pemotongan batang pohon, pengamanan kabel listrik, hingga pengaturan arus lalu lintas yang sempat mengalami disrupsi. Dalam kondisi penuh risiko, koordinasi lintas elemen menjadi kunci mereduksi potensi bahaya yang lebih besar.

Evakuasi pemotongan batang pohon, pengamanan kabel listrik, hingga pengaturan arus lalu lintas.foto/dok : red24

‎Ketua Karang Taruna Kecamatan Pakuhaji, Chadong, hadir langsung di garis depan, mengorkestrasi keterlibatan pemuda dalam penanganan krisis tersebut.

‎“Ini bukan hanya soal evakuasi, tetapi tentang menjaga keselamatan publik di tengah tekanan situasi yang kompleks, apalagi saat jalan sedang diperbaiki,” ujar chadong .

‎Ia juga menekankan pentingnya solidaritas sosial dalam menghadapi kondisi darurat yang bersifat simultan.

‎“Kami mengapresiasi sinergi petugas damkar dan masyarakat yang tetap solid. Kekompakan ini menjadi energi kolektif dalam menghadapi situasi yang tidak mudah,” tambahnya.

‎Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa hari terakhir, intensitas kendaraan kontainer di ruas Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan meningkat tajam. Hal ini diduga sebagai konsekuensi dari tidak berfungsinya sementara Jembatan Kali Baru akibat kerusakan struktural, yang memaksa kendaraan berat mengalihkan rute ke jalur alternatif tersebut.

‎Di saat bersamaan, pekerjaan perbaikan jalan yang tengah berlangsung mempersempit ruang gerak kendaraan, menciptakan efek berlapis terhadap kemacetan. Kombinasi antara peningkatan volume kendaraan berat, keterbatasan ruang jalan, dan insiden tak terduga menjadikan kawasan ini sebagai titik rawan kemacetan sekaligus potensi risiko keselamatan.

‎Namun demikian, melalui respons cepat dan kolaboratif, situasi berhasil dikendalikan. Batang pohon yang menghalangi jalan disingkirkan, kabel listrik diamankan sementara, dan arus lalu lintas perlahan kembali menemukan ritmenya.

‎Peristiwa ini menjadi refleksi penting bahwa di balik kompleksitas persoalan infrastruktur, kehadiran elemen masyarakat seperti Karang Taruna tetap menjadi penyangga sosial yang vital. Di saat sistem formal menghadapi tekanan, solidaritas warga justru menjelma menjadi solusi yang nyata dan efektif.

‎Ke depan, penguatan tata kelola infrastruktur, mitigasi risiko di jalur alternatif, serta peningkatan kewaspadaan bagi pengemudi kendaraan berat menjadi keniscayaan, agar peristiwa serupa tidak kembali menjadi bagian dari rutinitas yang merugikan publik.tutupnya.

red24_RAS

‎Sudah Seminggu Kerusakan Jembatan Kali Baru Belum Terlihat Adanya Tanda – Tanda Perbaikan

sorot24.id | TANGERANG – Kerusakan jembatan Kali Baru yang menghubungkan 2 Kecamatan yakni Pakuhaji dan Teluknaga sudah hampir 1 Minggu. Namun belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan.

‎Pantauan disekitar lokasi hanya terpasang spanduk himbauan untuk kendaraan bertonase berat dilarang melintas di jembatan tersebut. Dampaknya kemacetan terurai hingga puluhan kilo meter.

‎Koordinator Himpunan Mahasiswa Tangerang Utara Boy Dowi mengatakan selain berdampak pada kemacetan, tentu juga berdampak pada buruh pabrik dan siswa-siswi sekolah.

‎“Karena jembatan itu menjadi akses utama arus ekonomi, dan pendidikan masyarakat Pakuhaji dan Teluknaga,” ucap Boy, Senin 13 April 2026.

‎Boy mengungkapkan dari sisi historis jembatan Kalibaru tersebut dibangun dan dirancang pada tahun 1985 di era Bupati Tangerang Tadjus Sobirin.

‎“Jembatan Kalibaru ini untuk beban tonase rendah, namun hari ini dipergunakan oleh kendaraan bertonase berat sehingga pada akhirnya jembatan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah,” ungkapnya.

‎Boy mendesak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Tangerang pada Dinas PUPR Provinsi Banten segera bertindak memperbaiki jembatan Kalibaru.

‎“Kami minta kepada UPT pada dinas PUPR Provinsi Banten agar segera menanganinya dengan cepat, sebelum keadaannya semakin parah dan menimbulkan korban jiwa,” tandasnya.

red24_RAS

‎Angin Puting Beliung Terjang Sindang Jaya Tiga Rumah Rusak Berat

‎​sorot24.id | TANGERANG – Hujan deras disertai angin kencang yang diduga puting beliung menerjang Kampung Badak, Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 18.12 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan tiga rumah warga mengalami kerusakan parah.
‎​
‎​Bencana tersebut terjadi secara tiba-tiba sesaat setelah warga menunaikan salat Magrib. Dalam waktu singkat, angin kencang menyapu area permukiman dan merobohkan sejumlah pohon besar di sekitar rumah warga.

‎​Berikut adalah rincian kerusakan yang dilaporkan :

‎​RT 01 : Satu rumah milik Njay Hidayat dan istrinya, Nuraeni, mengalami kerusakan berat akibat tertimpa pohon tumbang.

‎​RT 06 : Dua rumah milik Naim dan Suanda juga terdampak cukup parah, dengan kondisi atap yang hancur diterjang angin.

‎​Salah satu warga setempat, Mohamad, menuturkan bahwa meskipun durasi angin kencang tergolong singkat, daya rusaknya sangat besar.

‎​“Angin datang tiba-tiba dan sangat kencang. Kejadiannya sangat cepat, tapi langsung merusak atap rumah warga,” ujar Mohamad.

‎​Meskipun kerusakan bangunan tergolong parah, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Warga yang terdampak berhasil menyelamatkan diri saat angin mulai menguat.

‎​Segera setelah kejadian, warga bersama aparat setempat bekerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan dan mengevakuasi pohon yang menimpa rumah warga guna menghindari bahaya lanjutan. Saat ini, kondisi di lokasi mulai kondusif dan warga terdampak telah memulai perbaikan darurat pada rumah mereka.

‎Aparat setempat ​menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama pada masa peralihan musim yang rawan terjadi hujan lebat disertai angin kencang secara mendadak.

red24_RAS