Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan komitmen berantas percaloan tenaga kerja saat May Day 2026 bersama ASPSB Kabupaten Serang di lapangan PT Samator, Kawasan Modern Cikande, Minggu 3/5/2026. Gubernur menggandeng Kapolda Banten untuk menindak pelaku. (Dok: Pemprov Banten/Sorot24.id)

sorot24.id |Serang – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya menindak tegas praktik percaloan rekrutmen tenaga kerja. Hal itu disampaikan saat menghadiri May Day 2026 bersama Aliansi Serikat Pekerja Serikat Buruh (ASPSB) Kabupaten Serang di lapangan PT Samator, Kawasan Modern Cikande, Minggu 3/5/2026.

Percaloan itu adalah kejahatan. Kami bersama Bapak Kapolda Banten sepakat untuk bersama-sama akan menindak, siapapun yang terlibat,” kata Andra Soni,

Menurut Andra Soni, percaloan tenaga kerja menjadi tantangan dalam pembuktian. Namun praktik itu kerap muncul di tengah masyarakat. Ia meminta partisipasi seluruh pemangku kepentingan untuk melapor jika melihat praktik percaloan.

Andra Soni menegaskan, masyarakat yang menemukan percaloan diminta segera melapor ke Aparat Penegak Hukum (APH). Aduan dari masyarakat menjadi tanggung jawab bersama untuk ditindaklanjuti.

“Ibu Bupati sudah membentuk Satgas. Kami juga di Provinsi sudah membentuk desk ketenagakerjaan yang di dalamnya ada Kapolda juga,” ujarnya.

Ia meminta Polda Banten, Forkopimda, dan Pemkab Serang memberikan rasa keadilan kepada warga Banten dalam memperoleh kerja layak. Andra Soni menyebut praktik percaloan harus dihentikan meski diduga melibatkan banyak pihak.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan komitmen berantas percaloan tenaga kerja saat May Day 2026 bersama ASPSB Kabupaten Serang di lapangan PT Samator, Kawasan Modern Cikande, Minggu 3/5/2026. Gubernur menggandeng Kapolda Banten untuk menindak pelaku. (Dok: Pemprov Banten/Sorot24.id)

Selain percaloan, Andra Soni berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi Presiden Prabowo Subianto saat puncak May Day di Jakarta, sesuai kewenangan Pemprov Banten.

Di lokasi sama, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah berharap May Day diisi kegiatan positif. Iklim industri dan tenaga kerja yang terjaga bisa menarik investasi dan meningkatkan serapan tenaga kerja.

“Kami sudah ada SK Satgas Pungli dan sudah ada beberapa kita tindak. Ke depan ini harus terus digalakkan untuk meminimalisir percaloan pada saat perekrutan tenaga kerja. Saya minta pengawasan kepada seluruh masyarakat,” kata Ratu Rachmatuzakiyah.

Sementara itu, Ketua ASPSB Kabupaten Serang Asep Saefullah meminta Pemda serius menindak praktik percaloan dan pungli saat rekrutmen di sejumlah industri. Praktik itu disebut meresahkan dan sudah berlangsung lama.

“Mereka ada di banyak sektor industri,” tegas Asep Saefullah.

Red24.

Kapolsek Benteng Tangerang Pimpin 16 Personil Gabungan Sisir 6 Titik Rawan Dini Hari

Sorot24.id | TANGERANG — Demi menjaga kondusifitas wilayah, Polsek Tangerang menggelar apel dan Patroli Cipta Kondisi dalam rangka program _Jaga Jakarta_ pada Minggu dini hari 3 Mei 2026. Kegiatan dimulai pukul 00.10 WIB hingga selesai di Halaman Mako Polsek Tangerang, Jalan TMP Taruna, Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang.

Apel dan patroli dipimpin langsung Kapolsek Tangerang KOMPOL Suyatno, S.H., M.H. Turut hadir Kanit Lantas Polsek Tangerang IPTU Juhenda.

Patroli gabungan 3 Pilar ini melibatkan 16 personil, terdiri dari 10 personil Polri, 4 personil Pokdarkamtibmas, dan 2 personil Senkom Mitra Polri Kota Tangerang.

Usai apel, tim langsung bergerak secara mobile menggunakan kendaraan R4 menyusuri rute: Komando Polsek Tangerang – Jl. TMP Taruna – Jl. Veteran – Jl. Jend. Sudirman – Jl. Baru PDAM – Jl. Perintis Kemerdekaan II – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Veteran – Jl. Jend. A. Yani – Jl. Satria Sudirman – Jl. BMKG Tanah Tinggi – Jl. Meteorologi – Jl. Benteng Betawi – Jl. Baru Pintu Tol Buaran Indah – kembali ke Mako.

Kapolsek Tangerang KOMPOL Suyatno menegaskan sasaran patroli Cipkon meliputi kantor pemerintahan, sentral ekonomi, dan objek vital.

Pantauan Taman Elektrik Puspem Kota Tangerang,

“Sasaran kami antara lain Kawasan Pendidikan Cikokol, Kampung Bekelir, Taman Elektrik Puspem Kota Tangerang, Kampung Gambiran Jl. Meteorologi, Pos Pantau depan Pintu Tol Buaran Indah, dan Poskamling Rt. 06 RW 01 Kel. Buaran Indah,” jelasnya.

Menurut KOMPOL Suyatno, patroli ini untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, balap liar, maupun tawuran. “Kami juga mengajak warga Kota Tangerang untuk tetap saling menjaga keamanan NKRI, khususnya di wilayah hukum Polsek Tangerang,” tegasnya.

Poskamling Rt. 06 RW 01 Kel. Buaran Indah,”

Hingga patroli berakhir, situasi di wilayah hukum Polsek Tangerang terpantau kondusif, aman, dan terkendali.

 

HUMAS
Pokdar Kamtibmas Sektor Benteng Resor Metro Tangerang Kota

red24-( MOLLY )

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. (Foto: Tangkapan video dari akun Instagram KemenPPPA).

 

sorot24.id |Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait pernyataannya yang menuai polemik, usai insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

“Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” kata dia melalui unggahan video dari akun Instagram KemenPPPA, Rabu (29/4/2026).

Arifah menegaskan, tidak ada maksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Dia pun memahami dalam situasi duka yang dirasakan banyak orang terkait tragedi kecelakaan KRL di Bekasi, fokus utamanya keselamatan, penanganan korban, serta empati kepada seluruh keluarga korban.

Alasan Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan di Tengah Usai Tragedi Kecelakaan Kereta

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan gerbong perempuan dipindah ke tengah rangkaian KRL commuter line. Usulan itu disampaikan setelah terjadinya insiden kecelakaan antara KRL dengan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam, 27 April 2026.

“Kalau bisa yang perempuan jangan di depan dan belakang,” kata Arifah Fauzi di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).

Fauzi mengaku menyampaikan usulan ini secara langsung ke Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia saat menjenguk korban luka akibat insiden ini di RSUD Bekasi. Dia menyampaikan alasannya mengusulkan itu.

Menurutnya, posisi tengah lebih aman saat terjadi insiden. Dia menyebut langkah ini untuk menekan risiko korban perempuan.

“Kalau bisa yang perempuan jangan di depan dan belakang. Jadi kalau bisa di posisi di tengah, jadi posisi paling tengah, untuk gerbongnya ya. Supaya juga lebih safe dan aman,” ucap dia.

Selain itu, Arifah menyoroti dampak psikologis korban. Pemulihan, katanya, tidak cukup hanya fisik, tapi juga trauma. Dia juga meminta perusahaan memberi kelonggaran bagi pekerja korban.

“Kami mengupayakan bagi mereka yang sebagai pekerja, mohon dari perusahaannya untuk memberikan keringanan, memberikan perhatian khusus, sampai betul-betul sembuh dan kembali kerja, tanpa ada potongan apapun, haknya bisa terpenuhi. Ini yang sedang kami upayakan,” tutupnya.

 

red24

Pelatihan KDMP di Carita Berakhir Ricuh, Peserta Tuntut Transparansi Kejelasan dan Keberlanjutan Program

 

Sorot24.id|Pandeglang – Kegiatan Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kabupaten Pandeglang yang dilaksanakan di Hotel Mutiara Carita sejak 27 hingga 28 April 2026 berakhir ricuh. Kericuhan terjadi akibat kekecewaan peserta terhadap tidak adanya solusi konkret terkait keberlangsungan program KDMP ke depannya.

Pelatihan yang diikuti oleh para pengurus atau ketua KDMP sebanyak 339 Desa kelurahan yang dilaksanakan per tahapan kegiatan yang tahapan pertama ini sebanyak 163 KDMP dan perwakilan KDMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Pandeglang ini sejatinya bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan koperasi desa sebagai bagian dari program nasional pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya, peserta menilai kegiatan tersebut belum mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi koperasi di tingkat desa.

Forum Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pandeglang menegaskan bahwa sikap kritis yang disampaikan bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah pusat. Sebaliknya, mereka menyatakan dukungan terhadap kebijakan nasional yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia, sepanjang dijalankan secara tepat sasaran dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

“Kami mendukung penuh program Bapak Presiden dan pemerintah pusat. Namun, kami membutuhkan kejelasan dalam implementasi di lapangan, yang transparan, akuntabel, serta memiliki arah keberlanjutan yang jelas bagi KDMP ke depan,” ujar Entis Sumantri perwakilan Forum KDMP Pandeglang.

Peserta juga menyampaikan kekhawatiran bahwa pelaksanaan program KDMP berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan kelompok tertentu. Mereka menilai, jika tidak diawasi dengan baik, keberadaan koperasi justru dapat bergeser dari tujuan awalnya sebagai wadah pemberdayaan masyarakat.

“Jangan sampai kami hanya dijadikan ajang kepentingan kelompok semata. Pengurus KDMP di daerah harus ditempatkan secara profesional, bukan berdasarkan kepentingan golongan. Kami meminta penjelasan yang terbuka dan menyeluruh agar program ini benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya Entis

Selain itu, peserta menyoroti kurangnya ruang dialog yang substansial selama pelatihan berlangsung, sehingga aspirasi dan keluhan dari para pengurus koperasi tidak terserap secara maksimal. Kondisi tersebut memicu ketegangan yang berujung pada kericuhan di akhir kegiatan.

Forum KDMP Pandeglang mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pelatihan dan tata kelola program KDMP di kabupaten Pandeglang ini, termasuk dalam aspek perencanaan, pendampingan, serta mekanisme pengawasan. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan kejelasan regulasi serta ROADMAP pengembangan koperasi desa yang berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi catatan penting bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan seremonial, tetapi juga oleh komitmen semua pihak dalam memastikan transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat luas.

Kami juga menyatakan memboikot dan menolak kegiatan pelatihan yang di selenggarakan oleh PT. GARUDA SOLUSI KREATIF dan untuk agenda pelatihan tahapan selanjutnya untuk di stop dan tidak dilaksanakan dulu, sampai ada solusi kongkrit untuk Koprasi Desa Merah Putih (KDMP) kabupaten Pandeglang, apalagi anggran yang di gelontorkan untuk pelatihan ini per/KDMP sebesar Rp.14.980.000 yang di potong secara langsung dari desa melalui bang Penyalur Bank BJB.

Kami menuntut untuk di evaluasi total kegiatan pelatihan ini yang di selenggarakan oleh pelaksanaan kegiatan PT. GSK ini, serta kami meminta para narasumber yang di hadirkan pada kegiatan ini pihak PT AGRINAS, Pimpinan PT. GSK, Dandim 06/01, KEMENCOP RI, Dincop Provinsi, Pemerintah Daerah kabupaten Pandeglang. ITu kami minta di hadirkan. Untuk menjawab solusi terkait KDMP Kabupaten Pandeglang.

 

red24-RG

Taksi listrik Green SM atau Xanh SM disebut-sebut menjadi pemicu awal kecelakaan beruntun antara kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo  Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026 malam. 

 

sorot24.id | Bekasi – Insiden horor terjadi saat kereta menyambar mobil listrik jenis VinFast di sebuah perlintasan Bekasi Timur.

Tragedi kecelakaan pada Senin (27/4/2026) malam ini membuka fakta baru soal roda kendaraan yang tiba-tiba mengunci.

Banyak orang menyalahkan kendaraan masa depan ini karena dianggap rawan mati total di tengah jalan.

Padahal, fitur keamanan canggih pada kendaraan baterai justru bisa menjadi bumerang saat berada di atas rel besi.

Sistem manajemen baterai sejatinya didesain agar mobil memutus arus otomatis saat mendeteksi anomali listrik.

Sayangnya, perlindungan sistem ini berubah menjadi petaka ketika posisi mobil sedang melintang di perlintasan sebidang.

Kesaksian Sopir Taksi Hijau

Taksi Green SM asal Vietnam itu mendadak mogok dan sama sekali tidak bisa didorong menjauh. Sang sopir yang berhasil lolos dari maut membagikan kisah menegangkan tersebut sesaat setelah kejadian.

Melansir video viral TikTok @siapasiidia, pria tersebut langsung diamankan oleh warga setempat.

Evakuasi darurat itu terjadi tepat sebelum KRL Jakarta-Cikarang dan KA Argo Bromo menghancurkan kendaraannya.

Sopir tersebut menjelaskan secara gamblang kondisinya saat terjebak di tengah perlintasan. Ia menyebut kemudi mendadak kaku dan mobil benar-benar kehilangan tenaga tarik.

“Ada stering nah ini ngunci langsung jadi kita mau jalanin enggak bisa karena tadi pas posisi udah kelewat langsung mati sendiri,” ujarnya.

“Ada stering nah ini ngunci langsung jadi kita mau jalanin enggak bisa karena tadi pas posisi udah kelewat langsung mati sendiri,” ujarnya.

Misteri Baterai 12 Volt dan ICCU

Kasus ini menyoroti kelemahan teknis kendaraan setrum yang belum banyak dipahami publik luas. Analisis otomotif menyebut penyebab roda mengunci sering kali berasal dari masalah baterai 12 volt

Baterai kecil ini berfungsi mengaktifkan sistem elektronik, termasuk menyambungkan daya utama ke motor penggerak. Jika komponen ini bermasalah, mobil seketika mati total dan setir langsung terkunci rapat.

Faktor kedua adalah potensi kerusakan pada sistem Integrated Charging Control Unit atau ICCU. Komponen krusial ini bertugas mengatur aliran daya dari baterai utama ke baterai 12 volt.

Bila ICCU rusak, pasokan listrik terhenti seketika secara otomatis. Akibatnya, kendaraan berubah layaknya batu seberat ratusan kilogram yang mustahil digeser oleh tenaga manusia.

Otak Pintar Bernama BMS

Meski terlihat seperti produk gagal, pakar otomotif memiliki pandangan teknis yang jauh berbeda. Insiden ini berkaitan erat dengan cara kerja Battery Management System (BMS).

Pakar otomotif Arief Hidayat menegaskan bahwa sistem pelindung tersebut justru bekerja sebagaimana mestinya.

“Mobil EV justru lebih aman. Sistemnya otomatis mencegah kerusakan lebih jauh demi keselamatan pengemudi,” jelasnya dilansir dari Instagram Wealthyotomotif..

BMS berfungsi sebagai otak yang memantau tegangan, suhu, dan keseimbangan antar sel baterai.

Sistem cerdas ini akan langsung mematikan suplai tenaga jika terdeteksi potensi korsleting atau panas berlebih.

Tanpa proteksi canggih ini, baterai justru berisiko tinggi mengalami gagal fungsi hingga meledak. Jadi, mesin yang mendadak mati adalah bentuk perlindungan aktif dari kerusakan fatal.

Edukasi Darurat di Perlintasan

Pengguna kendaraan berbasis baterai wajib memahami indikator peringatan di layar dasbor. Peringatan suhu panas atau baterai tidak mengisi biasanya muncul sebelum sistem memutus tenaga secara paksa.

Kejadian di Bekasi Timur ini menjadi teguran keras bagi semua pihak terkait. Evaluasi standar operasional penanganan darurat di perlintasan sebidang kini sangat mendesak untuk dilakukan.

Solusi evakuasi cepat bagi kendaraan berat yang mengunci otomatis harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Sembari menunggu perbaikan sistem, kepastian penyebab pasti kecelakaan ini tetap bergantung pada hasil investigasi resmi.

red24

Presiden Prabowo Datangi Jenguk Korban di RSUD Kota Bekasi Sampaikan. Belasungkawa Kecelakaan Kereta Api

 

sorot24.id | Bekasi – Presiden Prabowo Subianto prihatin atas kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Prabowo menyatakan pemerintah berbelasungkawa.

“Hari ini saya datang ke rumah sakit Bekasi, tentunya kita semua prihatin, kaget, dengan kecelakaan yang telah terjadi,” ujar Prabowo usai menjenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Prabowo kemudian menyampaikan belasungkawa. Dia juga berjanji akan melakukan investigasi.

“Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah, kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” tegasnya.

Dia kemudian menyoroti perlintasan kereta api yang banyak tidak dijaga. Dia pun mengatakan segera menyetujui pembangunan flyover.

“Tapi secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api banyak yang tidak dijaga, kita segera akan atasi,” katanya.

Peristiwa Kecelakaan

Berdasarkan rekaman video yang diterima redaksi, suasana di Stasiun Bekasi Timur tampak mencekam dan dipenuhi penumpang. Aksi heroik terlihat saat sesama penumpang saling bahu-membahu mengevakuasi korban di area peron.

Beberapa penumpang tampak tergeletak lemas dan terduduk di peron dalam kondisi syok usai benturan keras terjadi. Sejumlah orang juga terlihat mengalami luka di bagian kepala dan berusaha melakukan pertolongan pertama secara mandiri.

Kondisi rangkaian KRL yang tertabrak masih tertahan di sisi peron dengan pintu terbuka, namun seluruh lampu di dalam gerbong sudah dalam keadaan padam total.

Dalam potongan video lainnya, terlihat kerusakan parah pada salah satu rangkaian KRL Commuter Line yang ringsek setelah dihantam KA Jarak Jauh. Di dalam gerbong yang gelap gulita, kepanikan pecah saat sejumlah penumpang masih terjebak di dalamnya.

Suara teriakan histeris penumpang terdengar jelas dalam kegelapan gerbong, sementara beberapa orang lainnya berupaya mencari jalan keluar di tengah kondisi kereta yang mati lampu.

Red24

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Defiyan Cori: KAI dan Xanh SM Harus Bertanggung Jawab

 

sorot24.id | Jakarta – Ekonom Konstitusi Defiyan Cori menyampaikan duka cita mendalamnya atas tabrakan hebat KRL dengan KA Cepat Argo Bromo yang terjadi pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.01 WIB.

“Semoga para korban insiden tabrakan ini dapat menerima hak-haknya secara adil dan penuh sampai kesembuhannya. Apabila, ada korban meninggal dunia harus dipastikan keluarga yang ditinggalkan menerima haknya secara wajar. Semoga pemerintah dapat mengambil hikmah dari kejadian ini dan keluarga para korban mampu menghadapi musibah ini dengan kesabaran dan ketabahan,” katanya di Jakarta, Selasa (28/4).

Terkait insiden ini, ia meminta adanya investigasi menyeluruh secara empirik oleh aparat penegak hukum atas kemungkinan adanya kesalahan teknis dan kelalaian manusia (human error) sebagai petugas perjalanan kereta api yang harus berkonsentrasi penuh.

“Seharusnya komunikasi antara ruang operasi pusat KAI dengan masinis terkait tersendatnya sebuah kendaraan taksi dan arah KA Argo Bromo yang berkecepatan tinggi bisa dilakukan segera dengan mengambil keputusan resiko yang minimal,” ujarnya.

Selanjutnya, alumni Universitas Gajah Mada (UGM) ini menekankan, bahwa pengusaha taksi listrik Xanh SM untuk bertanggungjawab atas pelanggaran pemberhentian dijalur Kereta Listrik (KRL). Ketidakpatuhan menaati rambu-rambu perlintasan merupakan bentuk pengabaian hukum yang bisa saja menjadi indikator ketidakdisiplinan manajemen perusahaan taksi.

Selain itu, ia juga menuntut tanggungjawab para Direksi dan Komisaris PT. Kereta Api Indonesia (KAI) beserta jajaran pengurus DANANTARA dan BP BUMN atas kelalaian profesional dalam mengelola kinerja BUMN, termasuk dalam hal pengelolaan laba-laba BUMN yang diinvestasikan untuk cabang produksi bukan penting dan tidak menguasai hajat hidup orang banyak, seperti industri peternakan, pengolahan sampah dan perkebunan yang bisa dikelola oleh masyarakat luas.

Investasi Danantara harus diarahkan untuk tujuan penguatan BUMN strategis dengan kebutuhan permodalan yang besar dan berteknologi tinggi yang berorientasi pelayanan publik dan kepentingan industri dasar dan menengah di dalam negeri,” imbuhnya.

Salah satu diantaranya adalah pembangunan industri transportasi publik kereta api antar pulau selain untuk alokasi pembiayaan BUMN Energi dan Pertambangan.

“Oleh karena itu, tidak relevan pembentukan Danantara dan pengumpulan laba-laba BUMN hanya digunakan untuk kepentingan investasi jangka pendek atau relatif dapat diupayakan oleh badan usaha Koperasi atau pengusaha swasta nasional,” pungkas Cori.

 

LN98

Petugas Gabungan Evakuas 3 Orang Masih Terjepit 81 Korban kecelakaan Kereta KRL 7 Meninggal Dunia

sorot24.id | Bekasi – Korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta api jarak jauh (KAJJ) dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 7 orang. Sementara korban luka-luka berjumlah 81 orang. Lalu masih ada tiga korban yang masih terjepit. Hal itu diungkap drektur utama KAI Bobby Rasyidin dalam jumpa pers, Selasa pagi (28/4/2026).

Sementara itu Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan, evakuasi korban yang terjepit masih berlangsung. Berlangsung lama karena evakuasi tidak ingin menyebabkan cidera tambahan pada korban, karena korban yang terjepit masih memberi respons, artinya masih dalam kondisi hidup.

“Tiga korban yang masih terperangkap masih proses evakuasi,” katanya.

Jadi jumlah korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Selasa pagi, 28 April 2026, PT KAI menyebut total tujuh orang meninggal dunia dalam insiden nahas tersebut.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan proses evakuasi masih terus berlangsung karena masih ada korban yang terjebak di dalam rangkaian kereta.

“Meninggal dunia itu 7 orang dan luka-luka dan dirawat itu sebanyak 81 orang,” ujarnya di Stasin Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Selain korban meninggal, puluhan penumpang juga mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Daftar Korban Meninggal Dunia
Berikut nama korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi per Selasa pagi:

1. Nuryati, perempuan, 62 tahun
2. Enggar Retno K, perempuan, 35 tahun
3. Nurlaela, perempuan, 30 tahun

Sejumlah korban kecelakaan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dirawat di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).

Daftar Korban Luka-Luka

Sebanyak 81 korban luka-luka tercatat dalam insiden ini. Berikut beberapa nama yang telah dihimpun:

1. Desvita, perempuan, 56 tahun
2. Ahmad Nur Syahril, laki-laki, 28 tahun
3. Subur Sagita, laki-laki, 51 tahun
4. Shovy Salsabila, perempuan, 24 tahun
5. Siti Maryam, perempuan, 37 tahun
6. Rivan Mandara, laki-laki, 32 tahun
7. Anggita R. Utami, perempuan, 36 tahun
8. Hari Septiansah, laki-laki, 27 tahun
9. Dwi Apriliana, perempuan, 30 tahun
10. Ratri Intan A, perempuan, 26 tahun
11. Andi Saputra, laki-laki, 30 tahun (sudah pulang)
12. Sansan Sarifah, perempuan, 29 tahun
13. Dinasti Kusuma W, perempuan, 24 tahun
14. Yuliana, perempuan, 30 tahun
15. Ira Indira Putri, perempuan, 28 tahun
16. Hari Septiyansyah, laki-laki, 30 tahun
17. R. Rustiati, perempuan, 55 tahun
18. Amalia Hasanah Ulfa, perempuan, 31 tahun
19. Vira Oktaviani Putri, perempuan, 27 tahun (dirujuk ke RS Mitra Plumbon)
20. Yuliana Nur Pratama, perempuan, 24 tahun (dirujuk ke RS Siloam)
21. Nuryati, perempuan, 41 tahun
22. Nuriah Indah Rahmati, perempuan, 21 tahun
23. Fitria Husni, perempuan, 26 tahun
24. Anggita, perempuan, 36 tahun
25. Leni Julianti, perempuan, 33 tahun
26. Purwanti, perempuan, 54 tahun
27. Yunita Endang, perempuan, 41 tahun
28. A. Regita, perempuan, 29 tahun
29. Subandi, laki-laki, 42 tahun
30. Muchlis, laki-laki, 30 tahun
31. Riki, laki-laki, 25 tahun
32. Alivia, perempuan, 25 tahun
33. Dewi Sagita, perempuan, 29 tahun
34. Stevani Sofia, perempuan, 22 tahun
35. Eri Rustiati, perempuan, 55 tahun
36. Ester Rajagukguk, perempuan, 27 tahun
37. M. Anwar, laki-laki, 30 tahun
38. Laili, laki-laki, 26 tahun
39. Rivan, laki-laki, 32 tahun
40. Ayunda R, perempuan, 24 tahun
41. Mustika Ayu Pujiana, perempuan, 43 tahun
42. Suryati, perempuan, 51 tahun
43. Evi, perempuan, 52 tahun
44. Shofie, perempuan, 24 tahun
45. Iie Suendi, laki-laki, 42 tahun
46. Dewi Suryani, perempuan, 35 tahun
47. Despita, perempuan, 48 tahun
48. Choirunnisa R, perempuan, 25 tahun
49. Rista Triana, perempuan, 35 tahun (sudah pulang)
50. Pamilang Rani Situmorang, perempuan, 32 tahun.

Penyebab kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih dalam proses investigasi. Jalur kereta di sekitar lokasi juga masih mengalami gangguan akibat proses evakuasi dan pemeriksaan.

Red24

Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur

 

Sorot24.id| Bekasi – Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek menabrak kereta KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. KRL yang ditabrak sedang berhenti usai tertemper taksi.

“Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti,” kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, saat dihubungi, Senin (27/4/2026).

Gangguan tersebut terjadi akibat peristiwa tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B (KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di lokasi kejadian, yang berdampak pada operasional perjalanan kereta api di lintas tersebut. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa KAI menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.

“Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto.

KAI memastikan petugas di lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan. Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung–Bekasi Timur dan emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.

Adapun penyebab kejadian serta jumlah perjalanan KA yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut. Informasi akan terus diperbarui secara berkala. KAI juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan, khususnya di area jalur rel dan perlintasan sebidang, demi mencegah kejadian serupa.

Menurut Maksus, salah satu penumpang, kereta commuter line yang ia tumpangi ditabrak oleh kereta jarak jauh. “Kejadian sekitar pukul 20.57,” kata Maksus. Ia juga melihat bagian paling belakang commuter line yaitu gerbong wanita dalam keadaan ringsek.

Insiden bermula dari sebuah mobil yang mogok di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Akibat kejadian itu, KRL tak melanjutkan perjalanan.

“Sekitar lima menit kereta yang yang saya naiki jalan sendiri ndak taunya ditabrak dari belakang dari kereta jarak jauh,” tutur Maksus, saksi mata di lapangan.

Ia ketahui kemudian, gerbong perempuan yang terletak di bagian paling belakang rangkaian gerbong ditabrak kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek. “Gerbong di bagian wanita hampir setengah dimasuki kepala kereta jarak jauh,” kata Maksus.

Menurutnya, banyak dari penumpang yang kemudian terjepit di gerbong perempuan tersebut. Setengah jam berjalan, evakuasi masih terus berjalan. Ada yang terluka parah, ditaruh di mushala,” kata Maksus.

 

(red24-Bgx)

Dok/daycare di Jogja, yang diduga lakukan penganiyaan anak

 

Sorot24 | Jogja‘ – Jadi Sorotan Media sosial tengah diramaikan oleh kabar penggerebekan sebuah tempat penitipan anak, Daycare Little Aresha di wilayah Umbulharjo, Yogyakarta.

Lokasi tersebut diduga menjadi tempat terjadinya tindakan kekerasan terhadap anak-anak secara massal.

Polisi menyebut rata-rata balita yang dianiaya dan mendapatkan perlakuan tak manusiawi di daycare tersebut berusia kurang dari dua tahun.

Sebanyak 53 bayi dan batita (bawah tiga tahun) diduga menjadi korban penganiayaan di sebuah daycare yang berlokasi di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Tak hanya itu, 13 orang pengurus yayasan yang menaungi daycare tersebut juga ditetapkan tersangka.

Kasus ini pertama kali terbongkar setelah mantan pengasuh di sana membuat laporan karena mengetahui perbuatan tak manusiawi tersebut. Di laporannya, dia juga mempersoalkan ijazah yang ditahan karena mengajukan pengunduran diri. Berbekal laporan itulah, polisi melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4/2026) kemarin

dok/Dok/daycare di Jogja, yang diduga lakukan penganiyaan anak

“Awalnya dari (laporan) karyawan. Dia melihat bahwa perlakuan pada balita atau anak yang dititipkan ini tak manusiawi,” kata Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia.

Pengasuh Mundur karena Tak Tega
Selama bekerja di sana, pengasuh tersebut tak kuasa melihat perlakuan memilukan yang dialami bayi-bayi malang tersebut. Saking tak tahannya, dia memilih mengundurkan diri dari daycare itu.

“Merasa tak sesuai dengan hati nurani karena mungkin ada (balita) yang dianiaya, ditelantarkan. Akhirnya karena tak sesuai hati nurani dia memilih resign (berhenti kerja),” tutur Eva Guna.

Setelah resign, ijazah mantan pengasuh ini ternyata ditahan yayasan pengelola daycare tersebut. Hal itu makin menguatkan dirinya melaporkan kegiatan menyimpang di daycare tersebut ke polisi.

“Ijazahnya ditahan oleh pemilik (yayasan). Dia kemudian melapor ke kita. Sehingga kami dapat informasi seperti itu. Langsung kami tindaklanjuti (dengan penggerebekan),” tutup Eva Guna.

Seperti diberitakan sebelumnya, rata-rata balita yang dianiaya dan mendapatkan perlakuan tak manusiawi berusia lebih kurang dari dua tahun.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian menceritakan, saat penggerebekan petugas mendapati anak-anak ini dalam kondisi terikat di ruang penitipan anak. Para balita ini diikat di tangan maupun kaki.

“Ada juga yang kakinya diikat. Tangannya diikat dan sebagainya. Secara umum itu yang bisa saya jelaskan. Tapi memang secara kesimpulan memang itu tidak manusiawi,” terang Adrian.

Buka Layanan Pendampingan

Adrian menambahkan instansi pemerintah seperti UPT PPA membuka layanan pendampingan psikologis untuk anak-anak yang menjadi korban. Pendampingan psikologis ini diperlukan karena ada dugaan potensi gangguan kejiwaan pada anak.

Adrian menambahkan pihaknya mengamankan 30 orang terkait tempat penitipan ini. 30 orang ini telah diperiksa atau dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait aktivitas di tempat penitipan anak tersebut.

“Kemarin kita telah mengamankan 30 orang,” kata Adrian.

Adrian merinci 30 orang ini terdiri dari pengasuh, pimpinan yayasan hingga petugas keamanan. 30 orang ini diperiksa oleh personel dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Kota Yogyakarta.

 

Red24