Puncak Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 62 Lapas Sumedang Adakan Tasyakuran
sorot24.id | SUMEDANG – Lapas Kelas IIB Sumedang memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 dengan penuh rasa syukur, Minggu (27/4/2026).
Rangkaian acara dipusatkan di Lapas Sumedang dan dihadiri jajaran petugas, mitra kerja, purnawirawan, serta keluarga warga binaan.
foto/dok : istimewa . [red24] .Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada mitra yang telah mendukung program pembinaan kemandirian dan kepribadian. Bentuk apresiasi juga diberikan melalui tali kasih kepada purnawirawan Lapas Sumedang atas dedikasi selama bertugas.
Sebagai wujud kepedulian, Lapas Sumedang menyalurkan bantuan gerobak usaha kepada keluarga warga binaan yang menjalankan usaha secara mandiri. Bantuan ini diharapkan memperkuat ekonomi keluarga sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial.
Hari ini juga menjadi puncak sekaligus penutupan Pekan Olahraga dan Seni di Lapas Sumedang. Kalapas Kelas IIB Sumedang, Bima Ganesha Widyadarma, secara langsung menyerahkan hadiah kepada para pemenang.
Kalapas pada sambutannya menegaskan,
“Bahwa peringatan HBP ke-62 menjadi momentum memperkuat komitmen pelayanan, pembinaan, dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk Pemasyarakatan yang semakin PASTI”, pungkasnya .
Dok/daycare di Jogja, yang diduga lakukan penganiyaan anak
Sorot24 | Jogja‘ – Jadi Sorotan Media sosial tengah diramaikan oleh kabar penggerebekan sebuah tempat penitipan anak, Daycare Little Aresha di wilayah Umbulharjo, Yogyakarta.
Lokasi tersebut diduga menjadi tempat terjadinya tindakan kekerasan terhadap anak-anak secara massal.
Polisi menyebut rata-rata balita yang dianiaya dan mendapatkan perlakuan tak manusiawi di daycare tersebut berusia kurang dari dua tahun.
Sebanyak 53 bayi dan batita (bawah tiga tahun) diduga menjadi korban penganiayaan di sebuah daycare yang berlokasi di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Tak hanya itu, 13 orang pengurus yayasan yang menaungi daycare tersebut juga ditetapkan tersangka.
Kasus ini pertama kali terbongkar setelah mantan pengasuh di sana membuat laporan karena mengetahui perbuatan tak manusiawi tersebut. Di laporannya, dia juga mempersoalkan ijazah yang ditahan karena mengajukan pengunduran diri. Berbekal laporan itulah, polisi melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4/2026) kemarin
dok/Dok/daycare di Jogja, yang diduga lakukan penganiyaan anak
“Awalnya dari (laporan) karyawan. Dia melihat bahwa perlakuan pada balita atau anak yang dititipkan ini tak manusiawi,” kata Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia.
Pengasuh Mundur karena Tak Tega
Selama bekerja di sana, pengasuh tersebut tak kuasa melihat perlakuan memilukan yang dialami bayi-bayi malang tersebut. Saking tak tahannya, dia memilih mengundurkan diri dari daycare itu.
“Merasa tak sesuai dengan hati nurani karena mungkin ada (balita) yang dianiaya, ditelantarkan. Akhirnya karena tak sesuai hati nurani dia memilih resign (berhenti kerja),” tutur Eva Guna.
Setelah resign, ijazah mantan pengasuh ini ternyata ditahan yayasan pengelola daycare tersebut. Hal itu makin menguatkan dirinya melaporkan kegiatan menyimpang di daycare tersebut ke polisi.
“Ijazahnya ditahan oleh pemilik (yayasan). Dia kemudian melapor ke kita. Sehingga kami dapat informasi seperti itu. Langsung kami tindaklanjuti (dengan penggerebekan),” tutup Eva Guna.
Seperti diberitakan sebelumnya, rata-rata balita yang dianiaya dan mendapatkan perlakuan tak manusiawi berusia lebih kurang dari dua tahun.
Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian menceritakan, saat penggerebekan petugas mendapati anak-anak ini dalam kondisi terikat di ruang penitipan anak. Para balita ini diikat di tangan maupun kaki.
“Ada juga yang kakinya diikat. Tangannya diikat dan sebagainya. Secara umum itu yang bisa saya jelaskan. Tapi memang secara kesimpulan memang itu tidak manusiawi,” terang Adrian.
Buka Layanan Pendampingan
Adrian menambahkan instansi pemerintah seperti UPT PPA membuka layanan pendampingan psikologis untuk anak-anak yang menjadi korban. Pendampingan psikologis ini diperlukan karena ada dugaan potensi gangguan kejiwaan pada anak.
Adrian menambahkan pihaknya mengamankan 30 orang terkait tempat penitipan ini. 30 orang ini telah diperiksa atau dimintai keterangan oleh pihak kepolisian terkait aktivitas di tempat penitipan anak tersebut.
“Kemarin kita telah mengamankan 30 orang,” kata Adrian.
Adrian merinci 30 orang ini terdiri dari pengasuh, pimpinan yayasan hingga petugas keamanan. 30 orang ini diperiksa oleh personel dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Kota Yogyakarta.
Relawan Dapur SPPG kadudamas Keluhkan Sering Dipindah Tugas Harapkan Kepastian Penempatan
sorot24.id |LEBAK – Sejumlah relawan dapur dalam program MBG yang bertugas di dapur SPPG Kadudamas yang beralamat di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak Banten mengeluhkan kebijakan pemindahan tugas yang di nilai terlalu sering di lakukan tanpa kejelasan waktu dan alasan yang pasti. Kondisi ini di sebut berdampak pada kenyamanan kerja serta efektivitas pelayanan di dapur, Minggu (26/04/2026).
Salah satu relawan yang enggan di sebutkan namanya mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini dirinya telah beberapa kali di pindahkan ke bagian berbeda, mulai dari bagian persiapan hingga ke bagian pengolahan.
“Baru juga mulai terbiasa di satu bagian, tiba-tiba sudah di pindahkan lagi. Kami jadi harus beradaptasi terus-menerus,” ujarnya.
Menurut para relawan, perpindahan yang terlalu sering tidak hanya menyulitkan mereka dalam mengembangkan keterampilan di satu bidang, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran operasional dapur. Mereka berharap adanya sistem penempatan yang lebih terstruktur dan mempertimbangkan pengalaman serta keahlian masing-masing relawan.
Selain itu, relawan juga menginginkan adanya komunikasi yang lebih terbuka dari pihak pengelola terkait alasan pemindahan tugas. Dengan begitu, mereka dapat memahami kebijakan yang di terapkan dan tetap menjaga semangat dalam menjalankan tugas sosial tersebut.
“Kami tetap ingin berkontribusi maksimal, tapi kalau terlalu sering di pindah tanpa penjelasan, tentu jadi kurang nyaman,” tambah relawan lainnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak pengelola SPPG di harapkan dapat segera melakukan evaluasi terhadap sistem penugasan relawan, guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif serta meningkatkan kualitas pelayanan
Relawan berharap, ke depan ada kebijakan yang lebih jelas dan konsisten, sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih fokus dan optimal dalam mendukung program yang di jalankan.
Polsek Kota Tangerang Bersama Pokdarkamtibmas Sektor Benteng
Resor Metro Tangerang Kota Gelar Patroli Rutin Cegah Tawuran Balap Liar
sorot24.id|Tangerang – jajaran Kepolisian Polsek Tangerang dan Pokdarkamtibmas Sektor Benteng Resor Metro Tangerang Kota melaksanakan apel malam gabungan dengan warga masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdarkamtibmas) di lapangan apel Mapolsek Benteng Tangerang Kota , Jl. TMP Taruna No. 39, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, pukul 23:30 Sabtu (25/04/2026)
Apel gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tangerang, KOMPOL SUYATNO SH yang di ikuti oleh Kekuatan Cipta Kondusif ( Cipkon ) , dengan jumlah kekuatan Polisi 10 personil, Kanit Reskrim 2 personil , Kanit Intel 2 Personil, Pokdar 8 personil.
Selesai diberikan arahan oleh Kapolsek Tangerang seluruh peserta apel langsung melakukan pengamanan di sejumlah titik dilanjutkan patroli wilayah dengan Rute ;
Kegiatan di awali dengan patroli mobile
– TMP taruna ( Polsek )
– Puspem ( Taman Elektrik )
– Tanah Tinggi
– Jl Benteng Betawi
– Jl Perintis kemerdekaan
– pusat pendidikan Cikokol
– TangCity
– Pasar Anyar
– Pasar Lama
– Jln Kali Pasir
– Kampung Bekelir
Selain melakukan Patroli Saya meminta peran aktif anggota Pokdarkamtibmas Sektor Benteng kecamatan Tangerang kota dalam menjaga, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat . Semoga kita dapat menjalin sinergi bagi anggota yang ada di lapangan ” jelasnya Guna Antisipasi Meningkatnya Kriminalitas ,balap liar dan Tawuran
HUMAS
Pokdar Kamtibmas Sektor Benteng
Resor Metro Tangerang Kota
Kegiatan ini digagas Pemerintah Pemkot Kota Sukabumi melalui Disnaker dengan melibatkan dunia pendidikan dan sektor swasta, termasuk PT Nusaraya.gelaran job fair 2026 (foto dok)
Sorot24.id|Sukabumi – Gelaran Job Fair Sukabumi 2026 di Politeknik Sukabumi menjadi magnet bagi para pencari kerja.
Sejak pagi, ribuan pelamar tampak memadati area kegiatan, memanfaatkan kesempatan untuk terhubung langsung dengan perusahaan.
Kegiatan ini digagas Pemerintah Kota Sukabumi melalui Disnaker dengan melibatkan dunia pendidikan dan sektor swasta, termasuk PT Nusaraya.
Sebanyak 20 perusahaan ambil bagian, menawarkan puluhan posisi di berbagai sektor strategis.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan, job fair menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka akses kerja yang lebih luas dan merata.
Ia menilai keterlibatan kampus memiliki peran kunci dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai.
“Sinergi ini harus terus diperkuat agar lulusan pendidikan dapat langsung terserap dunia kerja,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Disnaker Kota Sukabumi Punjul Saepul Hayat menyebutkan, total tersedia sekitar 45 jenis pekerjaan, mulai dari manufaktur, permesinan, konstruksi hingga otomotif.
Sejumlah perusahaan juga membuka peluang kerja ke luar negeri.
Jumlah pendaftar mencapai sekitar 1.600 orang. Namun yang mengikuti seleksi langsung diperkirakan sekitar 800 peserta karena banyak pelamar mengambil lebih dari satu kesempatan,” jelasnya.
Menurutnya, tingginya animo masyarakat menunjukkan kebutuhan akan akses informasi dan peluang kerja yang masih besar di Kota Sukabumi.
Hal ini juga sejalan dengan meningkatnya arus pendatang yang datang untuk bekerja maupun menempuh pendidikan.
Data tahun 2025 mencatat, angka migrasi masuk ke Kota Sukabumi mencapai sekitar 12.000 orang per tahun.
Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja baru.
Pemkot Sukabumi berkomitmen untuk terus menghadirkan program serupa secara berkelanjutan.
Rencananya, bursa kerja akan digelar hingga empat kali dalam setahun sebagai upaya konsisten menekan angka pengangguran.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan pendidikan, diharapkan peluang kerja bagi masyarakat semakin terbuka luas dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Aspirasi Warga Sepatan Tersumbat Tembok Birokrasi : Jalan Rusak dan Sering Banjir Dibiarkan
sorot24.id | TANGERANG – Kondisi infrastruktur di Lingkungan RT 004 RW 002 Kelurahan Sepatan Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang, kian memprihatinkan.
Alih-alih mendapatkan perbaikan, keluhan warga justru seolah membentur tembok tinggi sikap acuh tak acuh dari pemerintah setempat, baik di tingkat Kelurahan maupun Kecamatan.
Ketidakbecusan pembangunan terlihat jelas pada proyek U-Ditch (saluran air) yang posisinya justru lebih tinggi dibandingkan permukaan jalan paving blok. Akibatnya, alih-alih mengalirkan air, saluran tersebut justru membuat air hujan tumpah ke jalan dan menciptakan genangan air yang merusak jalan paving blok yang dimana menjadi akses utama aktivitas warga.
Nana, salah satu warga setempat, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas sikap pasif para pejabat dan wakil rakyat yang dulu datang mengemis suara.
”Saat pemilu, semua mengumbar retorika dan janji manis akan merealisasikan aspirasi warga di akar rumput. Namun faktanya, setelah duduk di kursi jabatan, mereka seperti kacang lupa kulitnya. Kami hanya butuh jalan yang layak, bukan janji yang menguap,” ujar Nana.
Warga bahkan telah melakukan upaya mandiri dengan mengurug jalan menggunakan puing bangunan yang dibeli dari kantong pribadi. Namun, inisiatif warga ini justru tidak mendapat apresiasi maupun tindak lanjut dari pemerintah kelurahan maupun kecamatan yang sebelumnya pernah mengeluh dan mempersoalkan ini.
Menyikapi kebuntuan ini, warga bersama Riki Ade Suryana Selaku Aktivis Muda Tangerang Sekaligus Pemuda setempat mendesak adanya solusi konkret, bukan sekadar survei tanpa realisasi :
Mendesak Dinas Perkim atau Bina Marga harus segera melakukan melakukan perbaikan dan peninggian badan jalan paving blok agar posisinya berada di atas bibir U-Ditch. Tanpa peninggian jalan, fungsi saluran air akan tetap nihil.
Perlu adanya audit terhadap perencanaan pembangunan U-Ditch di lokasi tersebut. Pembangunan yang memicu banjir membuktikan adanya kesalahan teknis dalam perencanaan (mismanajemen).
Mendesak Pihak Kelurahan dan Kecamatan Sepatan harus hadir di tengah warga dalam 3×24 jam untuk melakukan pemetaan anggaran darurat atau pengajuan dana swadaya mendesak, bukan justru bungkam dan tidak ada solusi konkret.
Mendesak Anggota Legislatif (DPRD Kabupaten Tangerang) Dapil setempat untuk turun langsung dan menjadikan titik ini sebagai prioritas pembangunan dalam APBD murni atau perubahan tahun ini melalui pokok-pokok pikiran (Pokir).
Jika dalam waktu dekat tidak ada itikad baik atau tanggapan resmi dari pihak Kelurahan Sepatan maupun Kecamatan Sepatan,maka warga akan melakukan aksi yang lebih masif atau membawa persoalan ini langsung ke tingkat atas yakni Pemerintah Kabupaten Tangerang.
”Kami punya hak suara yang memenangkan mereka. Jika keluhan dasar seperti jalan dan banjir saja diabaikan, jangan salahkan jika warga kehilangan kepercayaan sepenuhnya terhadap birokrasi di Sepatan,” tegas Riki.
393 Jemaah Kloter Pertama Dilepas, Bupati Tangerang Naikkan Uang Saku
sorot24.id | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi melepas 393 jemaah keberangkatan kloter pertama jemaah haji asal Kabupaten Tangerang. Sabtu,(25/4/2026) .
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur karena seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan siap menunaikan rukun Islam kelima. Kloter pertama ini menjadi bagian dari total 2.090 calon jemaah haji asal Kabupaten Tangerang yang terbagi dalam tujuh kloter keberangkatan .
“Ini kloter pertama untuk Kabupaten Tangerang, dan seluruh jemaah insyaallah dalam kondisi sehat. Kita doakan seluruh proses ibadah di Tanah Suci berjalan lancar dan seluruh jemaah kembali dengan predikat haji mabrur dan mabruroh,” ujar Maesyal .
Usai dilepas, para jemaah dijadwalkan menuju embarkasi Cipondoh untuk registrasi dan istirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan terbang ke Tanah Suci .
Pada momentum pelepasan ini, Pemkab Tangerang juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan dukungan kepada jemaah haji. Jika pada 2025 bantuan uang saku diberikan sebesar Rp500 ribu per orang, tahun ini nilainya naik menjadi Rp750 ribu per jemaah .
Menurut Maesyal, kenaikan uang saku tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah untuk membantu kebutuhan jemaah selama menjalankan ibadah di Arab Saudi .
“Walaupun nilainya mungkin tidak seberapa, ini bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada para jemaah agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan selama di sana,” katanya .
Selain uang saku yang bersumber dari APBD melalui pos hibah untuk Kementerian Agama, Pemkab Tangerang juga menyiapkan fasilitas transportasi berupa bus antar-jemput menuju embarkasi saat keberangkatan hingga penjemputan saat jemaah kembali ke tanah air .
Maesyal menegaskan, pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memberi kenyamanan sekaligus memastikan jemaah dapat beribadah dengan tenang sejak berangkat hingga pulang .
Tak hanya melepas keberangkatan, Bupati juga menitipkan doa kepada para jemaah agar turut mendoakan Kabupaten Tangerang tetap aman, maju, dan masyarakatnya sejahtera .
“Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang mendoakan seluruh jemaah sehat, ibadah lancar, pulang dengan selamat. Kami juga berharap para jemaah turut mendoakan daerah kita,” ujarnya .
Bupati Tangerang Hadiri Wisuda Ke-2 Universitas Syekh Nawawi Banten : Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri prosesi Wisuda Program Sarjana Ke-2 Universitas Syekh Nawawi Banten (USNB) Tahun Akademik 2025-2026 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Sabtu (25/4/2026).
Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI ke-13, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, serta civitas akademika USNB.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Syekh Nawawi Banten yang telah berkontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras, keteguhan, serta doa yang tidak putus dari keluarga dan dosen pembimbing,” ujar Bupati Maesyal.
Di hadapan Wakil Presiden, Bupati Maesyal memaparkan mengenai lompatan besar Pemkab Tangerang di sektor pendidikan. Ia menegaskan bahwa mulai tahun 2025, porsi perhatian terhadap dunia pendidikan ditingkatkan secara signifikan, terutama bagi masyarakat ekonomi lemah.
“Kami laporkan kepada Bapak Wakil Presiden, pada tahun 2025 kami telah memberangkatkan 235 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu untuk kuliah gratis hingga selesai. Sebanyak 20 orang dikirim ke Al-Azhar Kairo, 30 di Swiss German University, serta sisanya tersebar di PTN ternama seperti UI, ITB, dan Untirta,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati mengumumkan kabar gembira bahwa di tahun 2026 ini, kuota beasiswa tersebut meningkat drastis menjadi 540 mahasiswa. Tidak hanya itu, Pemkab Tangerang juga memberikan beasiswa pendidikan S1 bagi 430 guru PAUD untuk meningkatkan kompetensi pengajaran di Kabupaten Tangerang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap perguruan tinggi lokal, Bupati Maesyal berencana menjalin kerja sama strategis dengan USNB agar putra-putri daerah Kabupaten Tangerang dapat menempuh pendidikan di kampus tersebut melalui program beasiswa pemerintah daerah.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Tangerang yang putus sekolah karena biaya. Kami juga tengah menyiapkan program beasiswa untuk mencetak pilot dan dokter dari kalangan keluarga tidak mampu. SDM unggul inilah yang akan menjadi motor penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Selain pendidikan formal, Bupati juga berkomitmen melanjutkan kesuksesan program Sanitren (Sanitasi Pesantren) dengan menambah program pembangunan asrama pondok pesantren di kawasan Tangerang guna menunjang kenyamanan santri dalam menimba ilmu.
Diduga Ada Pengusiran Calon Pelamar Kerja dan Praktik Pungli oleh Oknum Aparat Desa,Publik Desak Tindakan Tegas
sorot24.id | TANGERANG – Dugaan praktik tidak terpuji kembali mencuat dalam proses rekrutmen tenaga kerja yang melibatkan calon pelamar kerja asal Desa Sukanagara.
Sejumlah laporan masyarakat menyebutkan adanya tindakan pengusiran calon pelamar kerja dari area perusahaan/pabrik oleh oknum yang diduga merupakan aparatur atau pegawai desa, dengan alasan yang tidak jelas, tidak transparan, dan tidak dapat dibenarkan secara prosedural.
Tindakan tersebut dinilai sangat tidak pantas dilakukan oleh pihak yang memiliki status sebagai pelayan publik, karena justru mencederai kesempatan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan secara adil dan terbuka.
APS (Aliansi Pemuda Sukanagara). foto/dok : istimewa . [red24] .Selain itu, juga mencuat dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli) kepada calon pelamar kerja dengan dalih tertentu yang tidak memiliki dasar aturan resmi. Praktik ini jika benar terjadi, merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan yang sangat merugikan masyarakat pencari kerja.
Tokoh pemuda, Lifren Apr Nando, menyoroti keras persoalan ini. Ia menilai tindakan pengusiran calon pelamar kerja serta dugaan pungli tersebut tidak mencerminkan etika sebagai aparatur desa dan telah mencoreng kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan desa.
“Jika benar ada oknum yang melakukan pengusiran dan meminta biaya kepada calon pelamar kerja, maka ini sudah sangat keterlaluan. Ini bukan hanya soal etika, tapi sudah menyangkut dugaan penyalahgunaan wewenang yang harus diusut secara serius,” tegas Lifren Apr Nando.
Aliansi Pemuda Sukanagara 1mendesak agar pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dugaan tersebut. Jika terbukti, mereka meminta agar oknum yang terlibat segera dicopot dari jabatannya dan diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Lebih jauh, publik juga menuntut agar proses rekrutmen tenaga kerja di wilayah desa dilakukan secara transparan, terbuka, dan bebas dari praktik pungli maupun intervensi pihak tertentu.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa tata kelola pelayanan publik di tingkat desa harus dijalankan dengan integritas, bukan dengan tindakan yang merugikan masyarakat kecil yang sedang berjuang mencari pekerjaan.
Kegiatan acara pengukuhan dan pelantikan Pokdarkamtibmas Resor Metro Jakarta Barat, dipimpin oleh Kapolres Metro Jakarta Barat bertempat Aula Wira Pratama, Polres Metro Jakarta Barat, Jum’at (24/04/26) siang. (foto dok/molly)
Sorot24.id | Jakarta – Pengukuhan dan pelantikan pengurus Pokdarkamtibmas (Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), bertujuan memperkuat sinergi antara polri dan masyarakat, bertindak sebagai mitra strategis, serta ujung tombak fungsi pre emtif dalam menjaga keamanan lingkungan, seperti yang terlihat pada pengukuhan pengurus Pokdarkamtibmas Resor Metro Jakarta Barat, periode 2026-2029.
Pokdarkamtibmas sebagai Mitra polri diwilayah Jakarta Barat ini berfokus pada pencegahan konflik serta penyebaran pesan positif.
Kegiatan acara pengukuhan dan pelantikan Pokdarkamtibmas Resor Metro Jakarta Barat, dipimpin oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H dan Ketua Pokdarkamtibmas Daerah Metro Jaya H. Wahyu B. Kordaning, S.H., M.H., bertempat Aula Wira Pratama, Polres Metro Jakarta Barat, Jum’at (24/04/26) siang.
Dalam sambutan Ketua Pokdarkamtibmas Daerah Metro Jaya H. Wahyu B. Kordaning, S.H., M.H., mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Metro Jakarta Barat beserta jajaran yang telah mewujudkan acara pengukuhan sekaligus pelantikan pengurus Pokdarkamtibmas Resor Metro Jakarta Barat sebagai wujud pembinaan.
foto dok/Kegiatan acara pengukuhan dan pelantikan Pokdarkamtibmas Resor Metro Jakarta Barat, dipimpin oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H dan Ketua Pokdarkamtibmas Daerah Metro Jaya H. Wahyu B. Kordaning, S.H., M.H., bertempat Aula Wira Pratama, Polres Metro Jakarta Barat, Jum’at (24/04/26) siang.
“Bahwa pada hakikatnya Pokdarkamtibmas ini adalah mitra polri dan pemerintah, pada umumnya sebagai ujung tombak fungsi preentif Kepolisian dimasyarakat, sedangkan polri sebagai organ negara atau pemerintah yang dimana keduanya harus bersatu padu bersama-sama membina masyarakat menjadi negeri yang seleras antara kebaikan alam dan kebaikan perilaku penduduknya.
Organisasi ini dalam kegiatannya selalu menjadi pohon dengan segala daya upaya yang terencana serta sistematis dalam menyiapkan, membentuk serta membina masyarakat agar peduli kamtibmas,” ucapnya.
H. Wahyu juga berharap Polres Metro Jakarta Barat dan jajaran untuk dapat membina dan mengurus anggota Pokdarkamtibmas dari tingkat Sektor/Kecamatan, hingga Kelurahan agar bermanfaat dan terus berpartisipasi aktif dalam membantu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan lingkungan yang aman dan tentram.
“Untuk membantu tugas polri dalam mengurus wilayah hukum Jakarta Barat ini adalah dengan menyiapkan Pokdarkamtibmas sebagai pendamping bagi petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang berada di setiap kelurahan,” harapnya.
H. Wahyu menerangkan, pengurus yang dilantik diharapkan aktif mendeteksi potensi konflik dan menjaga stabilitas keamanan.
foto dok/Ketua Terpilih Pokdarkamtibmas Resor Jakarta Barat, Bapak Budi Wijaya menerima Pataka Pokdarkamtibmas dari Ketua Tingkat Daerah
“Pokdarkamtibmas sebagai mata dan telinga polri, serta jembatan komunikasi untuk menyelesaikan masalah sosial di tingkat lingkungan tanpa harus ke jalur hukum. Keanggotaan Pokdarkamtibmas bersifat sukarela, tidak menerima gaji, dan merupakan perwujudan partisipasi warga dalam keamanan,” terangnya.
Dalam sambutan dan arahan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi, S.Sos., S.I.K., M.H menyampaikan bahwa polri telah membentuk kelompok sadar kamtibmas (Pokdarkamtibmas) yang telah dituangkan dalam aturan keputusan Kapolri tentang pengukuhan dan pembinaan kelompok sadar kamtibmas dengan visi, menjadi sahabat dan menjalin kemitraan masyarakat dengan polri dalam peningkatan kesadaran hukum dan mencegah tangkal gangguan kamtibmas dengan hadir ditengah masyarakat untuk memberikan penyuluhan dalam peningkatan kesadaran kamtibmas, membangun komunikasi dengan efektif dan intensif dengan masyarakat kelompok atau komunitas, membangun dan mengembangkan kemitraan segenap komunitas dalam memelihara setuasi kamtibmas dan partisipasi masyarakat dalam menumbuh kembangkan daya cegah tangkal dini terhadap segala bentuk gangguan kamtibmas.
“Sebagai Kelompok Sadar Kamtibmas bisa membantu program-program kegiatan pemerintah ataupun polri untuk bisa menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” ungkapnya.
Ruangan Aula Wira Pratama, Polres Metro Jakarta Barat, Jum’at (24/04/26) siang.
Lebih lanjut Twedi berharap dengan pengukuhan pengurus Pokdarkamtibmas ini untuk dapat mengajak masyarakat lain dalam menciptakan setuasi kamtibmas yang kondusif.
“Kami sadar bahwa anggota polri punya keterbatasan didalam pelaksanaan tugas khususnya untuk bisa mengajak masyarakat untuk memelihara setuasi dan kondisi yang kondusif, walaupun polri punya Bhabinkamtibmas dan dibantu oleh rekan kita Babinsa dari TNI.
Kami berharap dengan terbentuknya Kelompok Sadar Kamtibmas (Pokdarkamtibmas) bisa membantu polri dalam mengingatkan dan mengajak masyarakat lainnya, tidak hanya terpaku pada tugasnya Bhabinkamtibmas ataupun Babinsa, makin banyak masyarakat yang mengajak masyarakat lain untuk mengajak berbuat positif dalam menciptakan setuasi kamtibmas yang tentunya ini akan berpengaruh kepada situasi wilayah adalah semata-mata untuk kepentingan masyarakat dan bukan kepentingan Kelompok Sadar Kamtibmas, bukan kepentingan Polri/Tni maupun pemerintah, tapi kepentingan kita bersama seluruh warga Jakarta Barat,” jelasnya.