Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Maesyal dan Intan Raih Peningkatan Signifikan di Berbagai Sektor

sorot24.id | TANGERANG – Dalam kegiatan Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Moch.Maesyal Rasyid – Intan Nurul Hikmah,memaparkan berbagai capaian pembangunan strategis sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, kesehatan, pendidikan hingga infrastruktur.

Dalam paparan capaian Pembangunan Daerah, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah menyampaikan bahwa kualitas hidup masyarakat Kabupaten Tangerang terus mengalami peningkatan.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Maesyal-Intan di Aula Pendopo Kabupaten Tangerang.Selasa,10/3/2026.

Salah satu indikator yang menunjukkan kemajuan tersebut adalah pertumbuhan ekonomi daerah yang naik dari 5 persen pada tahun 2024 menjadi 5,27 persen pada tahun 2025.

‎”Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat dari 76,19 menjadi 76,74.,” ucap Maesyal.

Peningkatan juga terlihat pada usia harapan hidup masyarakat yang naik dari 75,34 tahun pada 2024 menjadi 75,63 tahun pada 2025. Sementara tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan dari 6,06 persen menjadi 5,94 persen, dan tingkat kemiskinan turun dari 6,55 persen menjadi 6,42 persen.

Maesyal mengatakan, dalam sektor kesehatan, prevalensi stunting berhasil diturunkan dari 7,7 persen atau 17.154 balita pada tahun 2024 menjadi 6 persen atau 12.388 balita pada tahun 2025.

‎”Pemerintah daerah juga telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) dengan cakupan 100,49 persen atau sekitar 3,53 juta penduduk yang mendapatkan perlindungan kesehatan,” tuturnya.

Program Cek Kesehatan Gratis telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1,38 juta masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan pemberian makanan tambahan bergizi kepada 7.620 balita dan 1.250 ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronis.

Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Tangerang memperluas akses pendidikan melalui program sekolah swasta gratis yang menjangkau 44 SD swasta dan 116 SMP swasta dengan total 35.784 siswa. Selain itu, beasiswa Tangerang Gemilang juga diberikan kepada 235 mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah.

Pemerintah daerah juga terus meningkatkan kualitas infrastruktur melalui pembangunan jalan baru sepanjang 20,5 kilometer, rekonstruksi jalan 10,3 kilometer serta rehabilitasi jalan sepanjang 13,3 kilometer.

‎Upaya peningkatan kualitas lingkungan juga dilakukan melalui pembangunan drainase sepanjang 9,29 kilometer, pembangunan enam stasiun pompa banjir, serta normalisasi sungai sepanjang 17,15 kilometer.

Berbagai capaian tersebut turut mengantarkan Kabupaten Tangerang meraih sejumlah penghargaan di tingkat Nasional maupun Provinsi. Salah satunya adalah Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan yang berhasil diraih selama 17 kali berturut-turut.

Selain itu, Kabupaten Tangerang juga meraih predikat “Sangat Inovatif” dalam ajang Innovation Government Award 2025 serta penghargaan Paritrana Award atas komitmen dalam perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa berbagai program pembangunan tersebut akan terus diperkuat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat kemajuan daerah.

red24_J.U

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/15-Prokopim/III/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

Bupati Tangerang Tinjau Langsung Lokasi Banjir Dan Serahkan Bantuan Logistik

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir di wilayah Kabupaten Tangerang . Minggu,8/3/2026 .

Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal Rasyid yang didampjngi oleh jajaran perangkat daerah terkait seperti BPBD, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Dinas Sosial, serta unsur PMI meninjau beberapa titik banjir di antaranya Kelurahan Bencongan Kecamatan Kelapa Dua, Desa Kadu Jaya Kecamatan Curug, serta Perumahan Nuansa Mekarsari 2 Desa Rajeg Mulya Kecamatan Rajeg.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan bahwa banjir yang terjadi di sejumlah wilayah disebabkan oleh tingginya intensitas hujan yang berlangsung cukup lama sejak malam hingga pagi hari.

“Saya mendapat laporan dari Kepala BPBD bahwa ada kurang lebih sekitar 15 kecamatan yang terdampak banjir akibat curah hujan yang sangat tinggi dan durasinya cukup lama,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama BPBD, Dinas Bina Marga, Dinas Sosial, serta PMI langsung turun ke lapangan untuk melakukan penanganan sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak banjir dan harus mengungsi di masjid maupun balai warga.

Menurutnya, dari hasil peninjauan di lapangan terdapat beberapa faktor penyebab banjir selain curah hujan tinggi, di antaranya kondisi pintu air yang tidak berfungsi optimal serta tingginya debit air di Sungai Cilongok yang bermuara ke Sungai Cirarab.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Tangerang akan melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya menyiagakan pompa air di wilayah yang merupakan daerah cekungan agar air dapat segera dipompa keluar menuju sungai.

“Pompa air akan kita siagakan, terutama di kawasan perumahan yang merupakan cekungan. Jika air tidak dapat mengalir ke sungai maka akan kita pompa menggunakan pompa berdiameter 12 inci seperti yang sudah dilakukan di Bencongan,” jelasnya.

Selain itu, Bupati juga memastikan kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik. Pemerintah daerah telah menyiapkandan menyiagakan petugas kesehatan dari Puskesmas, obat-obatan, tempat tidur bagi lansia, selimut, serta bantuan logistik berupa beras, mie instan, sarden, dan minyak goreng. Dapur umum juga akan didirikan untuk memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa warga terdampak.

“Tadi sudah disepakati bersama RT dan RW setempat untuk membuka dapur umum guna memenuhi kebutuhan makan warga yang mengungsi,” ungkapnya.

Selanjutnya, ke depan, Pemkab Tangerang juga akan melakukan berbagai langkah penanganan jangka menengah seperti pemasangan pompa air tambahan di Bencongan, pembangunan tanggul di Kali Sabi sepanjang sekitar satu kilometer dengan tinggi sekitar 1 meter, serta normalisasi dan pelebaran sungai di wilayah Kadu Jaya yang mengalami penyempitan.

Menyikapi prediksi cuaca ekstrem dari BMKG hingga beberapa hari ke depan, ia menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah terkait telah diinstruksikan untuk siap siaga dan melakukan langkah antisipasi menghadapi berbagai potensi bencana yang akan terjadi

“Saya sudah menginstruksikan para camat, BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Dinas Bina Marga untuk tetap standby menghadapi potensi cuaca ekstrem. Kita juga melakukan kerja bakti pembersihan sampah di sungai bersama DLHK serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta para camat untuk menyiapkan lokasi pengungsian seperti masjid, sekolah, maupun balai warga apabila sewaktu-waktu diperlukan.

“Semoga tidak terjadi banjir yang lebih luas, namun jika terjadi kita sudah melakukan berbagai upaya antisipasinya,” pungkasnya.

red24

Pemkab Tangerang Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al-Amjad

sorot24.id| TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Peringatan Nuzulul Qur’an yang dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Tangerang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Al-Amjad, Jumat (6/3/26).

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kita menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sebagaimana tema yang kita usung yaitu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman untuk meraih kemuliaan dunia dan akhirat, khususnya di bulan suci Ramadan yang penuh rahmat dan keberkahan dari Allah SWT,” ujar Bupati Maesyal Rasyid .

Ia menjelaskan, dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, di antaranya program Tarawih Keliling (Tarling) di 29 kecamatan serta Jumat Keliling (Jumling) yang digelar secara bergiliran di masjid-masjid yang berada di desa dan kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Bupati Kabupaten Tangerang,menghadiri malam Nuzulul Qur’an . foto/dok : forkompindo . [red24]
Selain itu, lanjut dia melalui Baznas Kabupaten Tangerang, pemerintah daerah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan dalam rangka program Gema Ramadan dan kegiatan Tarawih Keliling.

“Ini merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi Pemerintah Kabupaten Tangerang kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ungkapnya.

Di bidang pendidikan, Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa bagi mahasiswa asal Kabupaten Tangerang yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar daerah.

“Kami ingin memastikan generasi muda Kabupaten Tangerang memiliki kesempatan meraih pendidikan tinggi demi masa depan yang lebih baik, khususnya bagi masyarakat yang kondisi ekonominya terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, mulai tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Tangerang akan memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Sekolah Tinggi Penerbangan serta universitas yang memiliki program studi kedokteran.

foto /dok : Prokopim . [red24]
“Insyaallah mulai tahun 2026 ini masyarakat Kabupaten Tangerang berprestasi namun ekonominya terbatas bisa kuliah di Sekolah Tinggi Penerbangan hingga kelak menjadi pilot, ataupun menempuh pendidikan kedokteran hingga menjadi dokter. Mudah-mudahan ada putra daerah Kabupaten Tangerang yang menjadi pilot dan dokter dari keluarga sederhana,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat program keagamaan melalui pembangunan fasilitas pondok pesantren secara bertahap, termasuk pembangunan asrama serta peningkatan sanitasi di lingkungan pesantren.

“Hal ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan keagamaan sekaligus mempererat hubungan antara ulama dan umara di Kabupaten Tangerang,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam bekerja, memimpin, dan melayani masyarakat.

“Insyaallah dengan nilai-nilai Qur’ani, Kabupaten Tangerang akan terus semakin religius, maju, dan sejahtera. Mari kita jaga kondusivitas daerah, memperkuat kebersamaan, serta mengisi bulan Ramadan dengan amal ibadah terbaik,” pungkasnya.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/13-Prokopim/III/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab.Tangerang)

red24

Nuzulul Qur’an Bersama PAC GP Ansor Sepatan : Al-Qur’an Sebagai Pedoman Hidup Bukan Sekadar Pajangan

sorot24.id | TANGERANG – Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Sepatan menggelar kegiatan “Amaliah Pemuda Ansor” dalam rangka memperingati Malam Nuzulul Qur’an 17 Ramadhan 1447 H,bertempat di Musholla Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Arrahman, Sepatan, Kabupaten Tangerang . Jum’at,6 Maret 2026 .

‎Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pengurus dan kader Ansor serta Banser ini diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selawat, dan kajian keislaman. Acara dibuka dan dipimpin langsung oleh Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Sepatan, Sahabat Hans Aminullah.

‎Dalam sambutannya, Hans Aminullah menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi peringatan turunnya Al-Qur’an di tengah tantangan zaman modern. Beliau menekankan bahwa kecintaan kepada Al-Qur’an harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

‎”Nuzulul Qur’an bukan sekadar ritual tahunan atau peringatan sejarah semata. Ini adalah momentum bagi kita, khususnya pemuda Ansor, untuk melakukan refleksi diri. Al-Qur’an diturunkan bukan untuk menjadi pajangan di rak buku atau hiasan dinding yang berdebu, melainkan sebagai hudan pedoman hidup yang hidup dalam setiap denyut nadi dan perilaku kita sehari-hari,” ujar Hans Aminullah .

‎Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh kader untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas dalam berorganisasi dan bermasyarakat.

‎”Di era disrupsi informasi seperti sekarang, kita butuh pegangan yang kokoh agar tidak kehilangan arah. Jadikanlah nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan dalam menjaga keutuhan NKRI dan menebar kemaslahatan bagi umat. Orang yang bertakwa adalah mereka yang mampu menerjemahkan ayat-ayat Tuhan ke dalam akhlak yang mulia,” tambahnya .

‎Kegiatan Amaliah Pemuda Ansor ini merupakan bagian dari program PC GP Ansor Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan Serentak Bersama PAC GP Ansor se-Kabupaten Tangerang Melalui Zoom Meeting di Ramadhan 1447 H ini.

Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi antarkader sekaligus meningkatkan kualitas spiritualitas pemuda Ansor Se-Kabupaten Tangerang.

‎Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan bagi Agama dan Negara , dilanjutkan dengan ramah tamah antar anggota .

red24_RAS

Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami,Pelaku Diduga Istri Korban di Tigaraksa

sorot24.id | TANGERANG – Polresta Tangerang melakukan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di Kapling Pinang, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

Kasus itu diketahui setelah seorang perempuan berinisial EM mendatangi Mapolresta Tangerang, Jumat (6/3/2026) sekitar jam 11 siang. Kepada petugas, EM mengaku telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap suaminya berinisial J di kediamannya.

“Dari keterangan awal yang disampaikan kepada petugas, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB di kediaman mereka,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satreskrim Polresta Tangerang bersama Polsek Tigaraksa dan Pamapta langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara EM diamankan di Polresta Tangerang.

Di TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan dari saksi-saksi. Selain itu, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Balaraja untuk dilakukan autopsi.

“Langkah penyelidikan dilakukan untuk mengungkap secara jelas kronologi kejadian maupun motif dari peristiwa tersebut,” jelasnya.

Indra Waspada menambahkan, saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Termasuk memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti lainnya. Sedang untuk motif masih didalami.

“Proses penyelidikan masih terus berlangsung. Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kembali,” ujar Indra Waspada

Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Percayakan penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.

red24_ATR

Fahrizal Aktivis Tangerang, Prioritaskan Kepentingan Rakyat, Bukan Kemewahan Gedung Kekuasaan Baru DPRD Kota Tangerang

sorot24.id | TANGERANG – Wacana pembangunan kantor permanen dan representatif bagi DPRD Kota Tangerang kembali mencuat di tengah berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat. Rencana tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait prioritas kebijakan anggaran daerah. Di saat masyarakat masih menghadapi persoalan klasik seperti infrastruktur lingkungan yang belum merata, pengelolaan sampah yang belum optimal, ketersediaan lapangan kerja, hingga pelayanan publik yang belum maksimal, DPRD Kota Tangerang Dalam Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-33 Kota Tangerang justru menggagas pembangunan kantor baru yang berpotensi menghabiskan anggaran daerah dalam jumlah besar.

Secara prinsip, DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat yang seharusnya menjunjung tinggi nilai kesederhanaan, efisiensi anggaran, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas. Oleh karena itu, rencana pembangunan kantor baru yang bersifat permanen dan representatif patut dikaji ulang secara mendalam, baik dari aspek urgensi, efektivitas penggunaan anggaran, maupun dampaknya terhadap kepentingan publik.

Dalam perspektif tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, serta efisiensi. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus diprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang optimal.

Dalam kajian kebijakan publik, pembangunan fasilitas pemerintahan seharusnya didasarkan pada analisis kebutuhan (needs assessment) yang objektif dan terukur, bukan semata pada simbol representasi atau kemegahan institusional. Gedung yang representatif tidak serta merta menjamin peningkatan kualitas kinerja lembaga legislatif. Justru yang lebih dibutuhkan oleh masyarakat adalah representasi yang substantif: kebijakan yang berpihak, pengawasan yang tegas terhadap eksekutif, serta keberanian politik untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara menegaskan bahwa setiap pengeluaran negara maupun daerah harus didasarkan pada kebutuhan yang benar-benar prioritas serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat. Dalam konteks ini, pembangunan kantor baru DPRD Kota Tangerang tentu perlu diuji secara rasional: apakah benar menjadi kebutuhan mendesak?, atau justru hanya menjadi simbol kemewahan institusi politik yang berjarak dengan realitas sosial masyarakat.

Jika merujuk pada kondisi faktual, kantor DPRD Kota Tangerang yang saat ini digunakan sejatinya masih dapat difungsikan secara optimal dengan melakukan perbaikan, renovasi, atau penataan ulang fasilitas yang ada. Pendekatan ini jauh lebih rasional dan efisien dibandingkan harus membangun gedung baru yang berpotensi membebani APBD. Efisiensi anggaran semacam ini juga mencerminkan sikap empati terhadap kondisi masyarakat yang masih membutuhkan banyak intervensi kebijakan dalam bidang sosial, ekonomi, dan pembangunan dasar.

Sebagai lembaga yang memiliki fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, DPRD Kota Tangerang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap rupiah APBD digunakan untuk kepentingan rakyat. Alih-alih memprioritaskan pembangunan gedung baru, DPRD Kota Tangerang seharusnya lebih fokus memperjuangkan kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang.

Pada akhirnya, DPRD Kota Tangerang harus kembali mengingat bahwa keberadaan mereka adalah sebagai representasi rakyat, bukan sebagai simbol kekuasaan yang terpisah dari realitas sosial masyarakat. Gedung yang megah tidak akan memiliki makna apabila tidak diiringi dengan komitmen nyata dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

red24_RAS

Foto dok/ilustrasi truk alat berat banjir lahar dingin gunung merapi disungai Suwono Jawa Tengah

Sorot24 | Magelang – Hujan deras yang mengguyur puncak Gunung Merapi pada Selasa sore, 3 Maret 2026, langsung mengubah alur sungai menjadi arus lahar mematikan. Banjir lahar itu menewaskan tiga penambang pasir, melukai enam orang, dan membuat dua lainnya sempat dinyatakan hilang hingga pada Rabu (4/3/2026).

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang mencatat korban tewas atas nama Imam Setiawan (21) warga Semarang, Fuad Hasan (25) warga Magelang, dan Heru (24) warga Magelang. Tim gabungan terus menyisir alur sungai untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.

Hujan 144 Milimeter dan Sistem Peringatan Dini

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menjelaskan hujan mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung hampir empat jam. Curah hujan mencapai 144 milimeter, angka yang masuk kategori sangat lebat dan melampaui ambang aman potensi lahar.

Sistem pemantauan Merapi langsung mengirimkan peringatan dini kepada masyarakat dan para penambang sejak pukul 15.15 WIB. Namun, derasnya hujan di kawasan puncak membuat aliran material vulkanik turun cepat mengikuti gravitasi.

Sekitar pukul 16.30 WIB, lahar mulai mengalir melalui Sungai Gendol, Sungai Apu, Sungai Trising, Sungai Senowo, dan Sungai Pabelan. Sungai-sungai ini memang menjadi jalur utama material erupsi ketika hujan mengguyur lereng Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Penambang Jadi Korban Utama

Sebagian besar korban merupakan penambang pasir yang beraktivitas di alur sungai saat hujan mengguyur hulu. Aktivitas tambang rakyat di kawasan Merapi memang menjadi sumber penghidupan ribuan warga. Namun, pekerjaan ini selalu membawa risiko besar, terutama saat cuaca ekstrem datang tanpa kompromi.

Selain korban jiwa, sedikitnya 15 truk dilaporkan hanyut terseret arus. Kendaraan itu diduga parkir atau beroperasi di sekitar bantaran sungai ketika lahar turun. Kerugian material pun tidak kecil, karena satu unit truk tambang bisa bernilai ratusan juta rupiah.

Di balik angka korban, ada keluarga yang kehilangan tulang punggung ekonomi. Para penambang dan sopir truk biasanya bekerja harian. Ketika bencana datang, bukan hanya nyawa yang terancam, tetapi juga penghasilan rumah tangga mereka

Respons Pemerintah dan Risiko Berulang

Tim Badan Geologi melalui BPPTKG langsung berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan relawan untuk mempercepat pencarian serta penanganan dampak. Pada Rabu pagi, tim memfokuskan pencarian di bantaran Sungai Senowo dan Sungai Apu, lokasi dengan material paling tebal.

Agus mengimbau warga yang tinggal di sepanjang alur sungai berhulu di Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan sedang hingga lebat turun di kawasan puncak. Ia juga meminta para penambang menghentikan aktivitas di dalam alur sungai saat hujan terjadi.

Pemerintah daerah kini menghadapi tantangan klasik: menjaga keselamatan warga tanpa mematikan roda ekonomi lokal. Penambangan pasir Merapi selama ini menyokong pembangunan dan menjadi sumber nafkah masyarakat sekitar. Namun setiap musim hujan, ancaman lahar selalu kembali menghantui.

Merapi mungkin sedang tidak erupsi besar. Tetapi hujan ekstrem saja cukup untuk mengubah material vulkanik menjadi bencana. Pertanyaannya, sampai kapan warga harus memilih antara mencari nafkah atau mempertaruhkan nyawa di dasar sungai?

 

Red24

DPW JPMI Banten Soroti Dugaan Penyimpangan Anggaran Destinasi Wisata, Desak APH dan Gubernur Bertindak Tegas

sorot24.id | BANTEN – Dewan Pimpinan Wilayah Jaringan Pemuda Mahasiswa Indonesia (DPW JPMI) Banten menggelar aksi penyampaian pendapat di muka umum pada Senin, 02 Maret 2026, sebagai bentuk kontrol sosial terhadap realisasi Anggaran Pembangunan Destinasi Pariwisata di Provinsi Banten Tahun Anggaran 2022–2025.

Aksi tersebut dilaksanakan berlandaskan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, yang menjamin hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab.

DPW JPMI Banten menyoroti secara khusus pembangunan dan penataan tata kelola destinasi wisata Situ Cikoncang di Desa Ketapang, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, serta destinasi wisata Lembur Mangrove Citeureup di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Berdasarkan hasil kajian, investigasi, dan penelusuran lapangan, DPW JPMI Banten menduga adanya ketidakwajaran dalam serapan anggaran pembangunan destinasi wisata tersebut.

Pembangunan Situ Cikoncang disebut menghabiskan anggaran hingga puluhan miliar rupiah, dugaan dengan satu tahapan pembangunan mencapai sekitar Rp.9 miliar, disusul tahapan lanjutan yang kembali menyerap anggaran miliaran rupiah untuk berbagai fasilitas penunjang.

Namun demikian, besarnya anggaran tersebut dinilai tidak sebanding dengan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten maupun dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dugaan tersebut diperkuat dengan minimnya tingkat kunjungan wisata pasca pembangunan serta analisis terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Koordinator Aksi DPW JPMI Banten, Entis Sumantri, yang akrab disapa Tayo, dalam keterangannya menegaskan bahwa pihaknya juga menemukan indikasi lemahnya transparansi dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengelolaan pembangunan destinasi wisata yang berada di bawah kewenangan Dinas Pariwisata Provinsi Banten.

Menurut Entis bahwasanya Bulan Ramadhan, bukan menjadi persoalan dan hambatan untuk menyampaikan suara-suara kebenaran karena ramadhan adalah bulan yang suci yang penuh ampunan dan keberkahan, maka di bulan suci ini para kaum-kaum oligarki pun harus di sucikan agar tidak membuat rakyat murka, atas perbuatan yang mereka lakukan menggerogoti hak rakyat.

“Kami menduga kuat telah terjadi penyalahgunaan kewenangan atau abuse of power dalam pengelolaan anggaran pembangunan destinasi wisata di Banten. Anggaran yang begitu besar tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan PAD maupun kesejahteraan masyarakat. Ini harus diusut secara serius,” tegas Tayo.

Dalam aksi tersebut, DPW JPMI Banten menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kejaksaan Tinggi Banten maupun Polda Banten, untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan menyeluruh terhadap dugaan penyimpangan anggaran pembangunan destinasi wisata Situ Cikoncang pada tahun anggaran 2023, 2024, dan 2025.

Selain itu, DPW JPMI Banten juga mendesak Gubernur Banten agar segera memanggil dan mengevaluasi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten atas dugaan ketidaktransparanan dan penyalahgunaan kewenangan, termasuk dalam pembangunan destinasi wisata Lembur Mangrove Citeureup di Kabupaten Pandeglang.

“Kami menuntut keterbukaan informasi publik secara menyeluruh terkait perencanaan, realisasi, dan pengelolaan anggaran pembangunan pariwisata di Provinsi Banten. Bahkan, kami meminta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten untuk mundur dari jabatannya karena diduga gagal mengelola sektor pariwisata,” tambahnya.

DPW JPMI Banten juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal penggunaan anggaran publik agar benar-benar tepat sasaran, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat, bukan kepentingan segelintir pihak.

Maka ini bukan langkah akhir dalam mengawal persoalan tersebut, tetapi ini awal kita berjuang maka kami akan secepatnya menggelar aksi jilid II hingga Aksi di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

red24_RG

Gerakan Ramadhan Bahagia, PW IPNU Banten Berharap Remaja Menjadi Subjek Perubahan

sorot24.id | SERANG – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Banten memperkuat pembinaan remaja selama Ramadhan melalui pendekatan humanis dan program Ramadhan Bahagia guna menekan kenakalan remaja hingga momen Lebaran.

Ketua PW IPNU Banten, M. Riziq Shihab, mengatakan fenomena tawuran, balap liar, dan konvoi berlebihan menjelang sahur maupun malam takbiran masih menjadi perhatian serius. Ia menilai Ramadhan seharusnya menjadi momentum refleksi dan hijrah, bukan justru diwarnai tindakan yang meresahkan masyarakat.

Menurutnya, kenakalan remaja dipicu berbagai faktor, mulai dari lemahnya pengawasan, minimnya ruang ekspresi positif, hingga pengaruh lingkungan pergaulan. Karena itu, pencegahan tidak cukup dilakukan melalui imbauan atau penindakan semata, tetapi perlu pembinaan yang menyentuh aspek emosional, sosial, dan spiritual.

“Remaja tidak boleh hanya disalahkan. Mereka harus dirangkul, diberi ruang, dan dilibatkan dalam aktivitas yang membangun,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, PW IPNU Banten menguatkan kajian Ramadhan sebagai ruang edukasi keagamaan dan diskusi terbuka bagi pelajar untuk memahami nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin serta pentingnya menjaga ketertiban sosial. Selain itu, melalui gerakan bagi-bagi takjil dalam program Ramadan Bahagia, pelajar diajak turun langsung ke masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan empati sosial.

Organisasi ini juga mendorong kolaborasi dengan sekolah dan orang tua guna memperkuat pengawasan selama Ramadhan hingga libur Idulfitri. Kampanye remaja anti kenakalan digencarkan melalui media sosial dan forum diskusi sebagai upaya membangun kesadaran kolektif.

PW IPNU Banten turut menyoroti potensi meningkatnya kenakalan remaja saat malam takbiran dan pasca-Lebaran. Konvoi liar, penggunaan petasan berlebihan, hingga gesekan antar kelompok dinilai dapat mencoreng suasana Idulfitri yang seharusnya damai.

“Kami ingin Lebaran menjadi momentum silaturahmi, bukan ajang unjuk kekuatan. Karena itu pembinaan harus berkelanjutan, tidak berhenti di pertengahan Ramadhan, sehingga pasca ramadan dan lebaran, Kenakalan Remaja tidak terjadi kembali, serta terbentuknya akhlak dan karakter pelajar yang lebih baik,” kata Riziq.

Melalui Gerakan Ramadhan Bahagia, PW IPNU Banten berharap remaja menjadi subjek perubahan dan pelopor ketertiban di masyarakat, sehingga Ramadan dan Lebaran berlangsung aman, damai, serta penuh keberkahan.

red24_RAS

Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Bahas Kekosongan Kepala Sekolah hingga Program Rumah Guru

sorot24.id | TANGERANG – Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menggelar sosialisasi Permendiknas Nomor 7 Tahun 2025 tentang periodisasi Kepala Sekolah di SD Negeri Pasarkemis 3, Kamis (26/02/2026). Kegiatan ini dihadiri perwakilan Sekolah Dasar guna menyamakan persepsi terkait kebijakan terbaru tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna, menjelaskan bahwa kepala sekolah yang telah menjabat dua periode wajib kembali menjadi guru. Sementara itu, proses pengangkatan kepala sekolah baru tidak bisa dilakukan secara langsung, melainkan harus melalui tahapan seleksi dan pendidikan serta pelatihan (diklat).

“Karena harus melalui proses seleksi dan diklat, saat ini masih ada sejumlah sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif. Ini bukan hanya terjadi di Tangerang, tetapi juga di daerah lain,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan tersebut telah menjadi perhatian Bupati, Wakil Bupati, Sekda, dan Kepala Dinas Pendidikan, agar segera dicarikan solusi tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyampaikan bahwa program sekolah gratis Kabupaten Tangerang mendapat pengakuan di forum konsolidasi nasional yang digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Program tersebut dinilai memiliki keunggulan dibanding sejumlah daerah lain.

Selain kebijakan periodisasi kepala sekolah, Dinas Pendidikan juga memaparkan program peningkatan kesejahteraan guru. Saat ini tenaga honorer telah bertransformasi menjadi PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu. Pelayanan administrasi seperti kenaikan pangkat dan pensiun pun diklaim semakin dipercepat.
Dindik juga tengah menyiapkan program perumahan bagi guru bekerja sama dengan pengembang, guna menyediakan rumah layak, terjangkau, dan dapat dimiliki secara pribadi oleh para tenaga pendidik.

Di sisi lain, seluruh sekolah diwajibkan membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) sebagai langkah preventif dan penanganan awal terhadap kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang berharap tata kelola pendidikan semakin profesional serta mampu meningkatkan kesejahteraan guru dan kualitas layanan pendidikan.

red24_ER