Dini hari 01.00 WIB, Rabu (27/5/2026), Polsek Tangerang + Brimob + Pokdar + Senkom Patroli Cipkon temukan remaja pesta miras di Cikokol. Langsung diberi imbauan dan dibubarkan. Cegah 3C & tawuran. Foto: Dok. Humas Pokdar Kamtibmas Resor Tangerang. (molly/sorot24.id)

Sorot24.id | Tangerang – Suasana sepi dini hari di Tangerang, tidak membuat aparat lengah. Polsek Tangerang Kota menggelar giat rutin patroli cipta kondisi, pada Rabu dini hari, 27 Mei 2026 pukul 01.00 WIB. Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin perwira pengawas dengan kekuatan 19 personel gabungan.

Dari jumlah tersebut, 16 personel berasal dari Polri dan 2 orang dari Pokdarkamtibmas. 1 personil Senkom. Patroli dilakukan secara mobile menggunakan kendaraan roda empat menyasar titik-titik keramaian, kantor pemerintahan, serta razia stasioner.

Lokasi yang menjadi fokus operasi yakni Jl. TMP Taruna depan Benteng Reborn , Taman Elektrik, dan Jl. Tol Buaran indah. Pada saat menyisir kawasan pendidikan di cikokol depan kantor pajak , telah di temukan sekelompok para remaja sedang duduk dan di temukan beberapa botol minuman Intisari, dan juga sepasang remaja yang mengaku sebagai suami istri , membawa istrinya yang sedang hamil 5 bulan duduk di antara bersama para pemuda.

Personil Brimob dan anggota dr Polsek Tangerang menghimbau agar area tersebut tidak di gunakan untuk tempat berkumpulnya para pemuda dan pemudi untuk mabuk mabukan, mengganggu dan meresahkan masyarakat sekitar. Petugas juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak warga ikut menjaga keamanan lingkungan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya rutin kepolisian menjaga situasi tetap kondusif di wilayah Tangerang Kota. setelah di kasih arahan oleh petugas baik dari Polsek Tangerang dan juga beberapa personil Brimob agar para sekelompok pemuda, untuk membubarkan diri , untuk kembali ke rumah masing-masing dan tetap menjaga keamanan dan keselamatan saat berkendara di jalan raya.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhary, S.H., S.I.K., menyatakan patroli ini bertujuan mengantisipasi tindak kejahatan jalanan, tawuran, dan kejahatan 3C yaitu curat, curas, dan curanmor.

Selain melakukan pengawasan, petugas juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di wilayah hukum Polsek Tangerang.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya rutin kepolisian menjaga situasi tetap kondusif di wilayah Tangerang Kota. Petugas juga memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak warga ikut menjaga keamanan lingkungan.

Patroli cipta kondisi merupakan kegiatan rutin kepolisian untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada jam-jam rawan.

Red2Molly

Nyaris Celaka Jelang Idul Adha, Sapi Qurban Ngamuk di Evakuasi dari Selokan

sorot24| BOGOR – Se- ekor sapi qurban mengamuk hingga terjun ke selokan di Kampung Pasir Maung, Desa Citaringgul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Selasa, 26/5/2026.

Wakil Komandan Damkar Sektor Sentul City Babakan Madang, Arman Riyanto, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu pemilik hendak memberi makan sapi tersebut.

“Tiba-tiba sapi mengamuk dan meloncat ke selokan,” ujar Arman kepada wartawan. Rabu,27/5/2026 .

Pemilik sempat berusaha mengevakuasi sendiri. Namun posisi sapi berada di selokan yang cukup dalam sehingga pemilik melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor.

Tim Damkar pun turun dengan tujuh personel. Berbekal peralatan mountaineering dan tali karmantel, petugas mengevakuasi sapi dari selokan.

“Tim yang turun ada tujuh orang dan sapi berhasil dievakuasi selama 45 menit dengan selamat,” pungkas Arman.

red24_IFUNK

Kondisi Jembatan Wika di perbatasan Gunung Putri-Klapanunggal, Kabupaten Bogor, yang akan dibongkar total mulai Juni 2026. Beton jembatan berusia 36 tahun dinilai tak layak dan ada bagian yang patah di atas penopang. Foto: Dok. istimewa/sorot24.id

sorot24.id | BOGOR – Pemerintah akan membongkar total Jembatan Wika yang menghubungkan Kecamatan Gunung Putri dan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, mulai Juni 2026. Jembatan di ruas Jalan Cileungsi–Cibinong KM.JK 62+440 itu berusia 36 tahun dan dinilai tak layak lagi.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Ujang Supardi, membenarkan rencana rekonstruksi total tersebut. “Jembatan Wika sudah berumur. Pertama kali dibangun sekitar 1990-an, sekarang 2026. Betonnya juga sudah tidak layak,” ujarnya, Ahad (24/5/2026).

Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu enam hingga tujuh bulan, dari Juni hingga Desember 2026. Selama itu, akses lalu lintas ditutup total. Kendaraan kecil dialihkan ke jalur Walahir–Nambo–Gunung Putri. Sedangkan kendaraan sedang dan besar wajib lewat Cileungsi–Cibubur.

Ujang mengaku khawatir dengan kondisi jalur alternatif. “Kalau anggaran saya tidak tahu pasti, karena status jalannya milik provinsi. Apakah bekerja sama dengan PT Wika, karena di sana juga ada tempat produksi gelagar jembatan,” katanya.

Kekhawatiran serupa disuarakan Sekretaris Desa Tlajung Udik, Abdul Harly. Ia menyebut kondisi fisik jembatan sangat mengkhawatirkan. “Ada bagian yang terlihat patah di atas penopang, kami khawatir jembatan bisa roboh atau amblas,” ujarnya.

Meski mendukung perbaikan demi keselamatan, pemerintah desa menyuarakan aspirasi warga. Mereka meminta jalur penghubung darurat untuk pejalan kaki dan sepeda motor. “Aktivitas masyarakat di sini sangat tinggi, terutama anak-anak sekolah dari Kampung Kedep, Desa Tlajung Udik, menuju Klapanunggal,” kata Harly.

Tanpa jalur darurat, warga harus memutar lewat jalur lain yang jaraknya jauh lebih jauh. Harly berharap Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat merealisasikan jembatan sementara sebelum penggalian untuk pemasangan sling dimulai.

Proyek ini tercatat sebagai penggantian Jembatan Kedep pada ruas Jalan Cileungsi–Cibinong. Harly mengapresiasi perhatian Gubernur Jawa Barat, namun menegaskan konektivitas harian warga tak boleh putus. “Proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keselamatan, tetapi juga memperlancar konektivitas,” ujarnya.

red24-bgx

Legenda AC Milan Marco van Basten saat masih aktif bermain periode 1987-1995. Ia nyaris diculik penjahat kelas kakap Renato Vallanzasca yang ternyata fans berat Rossoneri. Foto: Dok. AC Milan/Getty Images

sorot24.id | MILAN – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari dunia kriminal Italia. Marco van Basten, legenda AC Milan, ternyata pernah menjadi target penculikan oleh penjahat kelas kakap pada masa jayanya 1987-1995.

Hal itu diungkap Giampaolo Manca, mantan narapidana, dalam wawancara dengan harian _Corriere della Sera_. Manca mengaku mendapat cerita langsung dari Renato Vallanzasca, penjahat paling ditakuti di Italia, saat keduanya mendekam bersama di penjara.

“Vallanzasca sering menceritakan detail kejahatan dan rencananya kepada saya,” kata Manca. Salah satunya adalah rencana menculik Van Basten saat sang striker masih membela AC Milan.

Selama berbulan-bulan, Van Basten diintai oleh Vallanzasca dan anak buahnya. Namun rencana itu dibatalkan pada menit-menit terakhir. Alasannya unik: Vallanzasca takut AC Milan kehilangan bintang utamanya dan justru menguntungkan rival sekota, Inter Milan.

“Akhirnya dia membatalkannya karena tidak ingin memberi keuntungan bagi Inter,” ujar Manca. Jika Van Basten tidak berstatus bintang AC Milan, hasilnya mungkin berbeda.

Vallanzasca sendiri bukan penjahat sembarangan. Ia dikenal kejam dan terlibat banyak perampokan bersenjata, pembunuhan, dan penculikan. Ia dijatuhi hukuman empat kali seumur hidup plus 295 tahun penjara. Total ia menghabiskan 52 tahun di balik jeruji, tulis _De Telegraaf_.

“Kami bisa akur satu sama lain, karena dia sama seperti saya, pendukung AC Milan,” kata Manca soal persahabatannya dengan Vallanzasca. “Dia mengaku telah menyiapkan rencana menculik Marco van Basten dan meminta tebusan.”

Antara 1987 dan 1995, Van Basten adalah bintang dunia di AC Milan. Di bawah kepemimpinannya, Rossoneri meraih segudang trofi. Seandainya penculikan itu terjadi, dampaknya akan mengguncang dunia olahraga.

Sumber Primer : Wawancara Giampaolo Manca dengan harian _Corriere della Sera_[Italia]

red24

Petugas gabungan melakukan olah TKP penemuan mayat wanita di kebun warga Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (18/5/2026) malam. Foto: Istimewa/sorot24

sorot24.id|SERANG – Kasus penemuan mayat wanita tergantung di kebun milik warga Cipocok Jaya, Kota Serang, memasuki babak baru. Satreskrim Polresta Serang Kota mengamankan satu pria berinisial S yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan.

Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, membenarkan penangkapan tersebut. “Alhamdulillah, semalam sudah ditangkap terduga pelaku pembunuhan wanita tergantung,” ujarnya di Serang, Jumat (22/5/2026).

Sebelumnya, warga digegerkan dengan penemuan mayat wanita tanpa identitas di kebun rambutan milik almarhum SN, Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya. Kapolsek Cipocok Jaya AKP Juwandi mengatakan jasad ditemukan pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

“Kondisinya tergantung di pohon, berpakaian lengkap, tapi tubuh sudah menghitam dan membusuk. Diperkirakan meninggal sekitar lima hari,” kata Juwandi.

Dokter forensik RS Bhayangkara, Donald Rinaldi, memastikan korban tewas bukan karena bunuh diri. Hasil autopsi menemukan banyak luka memar di lengan kanan korban. Fakta lain, korban masih hidup saat digantung.

“Jadi pada saat digantung itu dia masih hidup. Kalau bunuh diri apa bukan, saya bilang bukan bunuh diri. Kalau dia mati karena dianiaya, saya bilang bisa,” tegas Donald, Rabu (20/5/2026).

Hingga kini, polisi belum mengungkap motif pembunuhan maupun hubungan pelaku dengan korban. Identitas korban juga masih dalam penelusuran.

red24

Puluhan mahasiswa BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang membentangkan spanduk bertuliskan “KAMI TIDAK LUPA, KAMI TIDAK TAKUT, KEKUASAAN MELAWAN” saat aksi unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026). dok:botay/molly/sorot24.id

sorot24.id|Tangerang – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (BEM UMT) menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Jl. Taruna Raya, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kamis (21/5/2026) sore.

Aksi yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut diikuti sekitar 25 orang dengan koordinator lapangan Fajar, Presiden Mahasiswa BEM UMT. Massa membawa sejumlah atribut berupa TOA, spanduk, poster, hingga ban.

Dalam orasinya, Presma BEM UMT Fajar menegaskan aksi ini sebagai pengingat runtuhnya Orde Baru dan alarm bagi pemerintah. “Kita ingin memberikan kesadaran kepada masyarakat karena kesewenangan pemerintah.

Disini terjadi perampasan ruang hidup, ada pembangunan berkedok penjajah, berkedok pangan dan iming-iming pekerjaan, namun itu semua ada perampasan tanah oleh orang besar dengan korporasi penjajahan modern,” ujar Fajar.

Mahasiswa BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) melanjutkan aksi malam hari dengan menyalakan lilin dan membakar ban saat unjuk rasa memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026). Di bawah spanduk bertuliskan “KAMI TIDAK LUPA KAMI TIDAK TAKUT #BEM UMT”, seorang orator menyampaikan tuntutan melalui megaphone. Aksi yang diwarnai pembacaan puisi dan teatrikal ini menyoroti isu oligarki, perampasan lahan, hingga pembungkaman kritik. Aksi berakhir pukul 19.50 WIB dalam keadaan aman dan kondusif.dok:molly/sorot24.id

Massa juga menyoroti isu pagar laut yang disebut masih berlanjut dan dikerjakan oleh Agung Sedayu Group, monopoli bisnis “9 Naga”, hingga kasus pembungkaman aktivis seperti Andre Yunus yang disiram air keras.

Selain orasi, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Kekuasaan Melupakan Rakyat” dan “KAMI TIDAK LUPA KAMI TIDAK TAKUT #BEM UMT”. Sejumlah poster tokoh juga dibawa, di antaranya Amien Rais, Fadli Zon, Budiman Sudjatmiko, dan Fahri Hamzah yang fotonya dicoret, serta poster Munir, Widji Thukul, dan Marsinah.

Rangkaian aksi diisi dengan pembacaan press release, sumpah mahasiswa, pembacaan puisi, menyalakan lilin, teatrikal, hingga pembakaran ban pada pukul 18.40 WIB meski sempat diimbau aparat untuk tidak dilakukan.

Jajaran personel Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Tangerang melakukan apel konsolidasi pengamanan usai aksi unjuk rasa BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) memperingati Hari Reformasi di depan Taman Gajah, Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026) malam. Dipimpin Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, SH, MH, pengamanan melibatkan 8 personel kepolisian, 2 personel Kodim 0506/Tgr, dan 1 personel Kesbangpol. Aksi yang berlangsung sejak pukul 17.00 WIB tersebut berakhir pukul 19.50 WIB dalam keadaan aman dan tertib.dok: botay-molly/sorot24.id

Pengamanan dilakukan oleh 8 personel Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Tangerang dipimpin Kapolsek Kompol Suyatno, SH, MH, 2 personel Kodim 0506/Tgr, dan 1 personel Kesbangpol Kota Tangerang. Turut hadir Kabag Ops AKBP Bayu Suseno dan Kasat Reskrim AKBP Parikhesit di lokasi.

Aksi berakhir pukul 19.50 WIB. Massa membubarkan diri dengan tertib. Apel konsolidasi pengamanan dipimpin Kapolsek Tangerang pukul 19.55 WIB. “Kegiatan pelayanan aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib,” demikian laporan petugas.

red24molly

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat saat memberikan keterangan kepada awak media terkait penangkapan 3 jurnalis Indonesia oleh militer Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina, Selasa (19/5/2026). Dewan Pers mendesak pemerintah memakai jalur diplomasi untuk membebaskan seluruh WNI yang ditahan.

sorot24.id|Jakarta – Dewan Pers mengecam keras tindakan tentara Israel yang menangkap sejumlah jurnalis yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Dewan Pers mendorong pemerintah memakai jalur diplomasi demi membebaskan jurnalis dan warga sipil.

“Mengecam tindakan militer Israel yang melakukan pencegatan dan penangkapan terhadap jurnalis Indonesia bersama awak sipil lainnya di perairan internasional saat dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina,” kata Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat dalam pernyataan resminya, Selasa (19/5/2026).

Untuk diketahui, dalam rombongan ini ada sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Tiga di antaranya adalah jurnalis. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Dewan Pers juga telah berkomunikasi dengan pemimpin redaksi dua media tersebut. Informasi penangkapan ini telah terkonfirmasi.

“Dewan Pers berkomunikasi dengan pemimpin redaksi dari Republika dan Tempo TV untuk mengetahui perkembangan peristiwa ini. Kedua media tersebut mendapatkan informasi yang terkonfirmasi soal penangkapan terhadap jurnalisnya pada Senin malam waktu Jakarta,” ungkapnya.

Dewan Pers pun mendorong agar Indonesia menggunakan jalur diplomatik untuk membebaskan jurnalis dan warga sipil. Hal ini termasuk pemulangan mereka.

“Meminta pemerintah Indonesia menggunakan jalur diplomatiknya untuk membebaskan wartawan dan warga sipil Indonesia lainnya yang ditangkap militer Israel. Termasuk membantu pemulangannya ke Indonesia,” ujarnya.

5 WNI Ditangkap Israel

Sebelumnya diberitakan, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengumumkan lima orang warga negara Indonesia (WNI) diculik dalam misi Global Sumud Flotilla. Mereka diculik oleh tentara Zionis Israel saat sedang berlayar di laut lepas Mediterania menuju Gaza, Palestina.

Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, mengatakan per Senin (18/5/2026) pukul 21.20 WIB, sejumlah kapal telah diintersep oleh tentara Israel. Kelima WNI yang ditangkap Israel adalah aktivis Andi Angga di kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di kapal Bolarize, lalu 3 WNI di kapal Ozgurluk, yakni jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo, jurnalis Republika Thoudy Badai, dan jurnalis iNews Heru Rahendro.

“Terkini, 5 delegasi diculik, 4 (WNI) masih berlayar,” kata Harfin kepada wartawan di kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026).

Sementara itu, saat ini masih ada empat WNI yang kapalnya masih berlayar sampai malam ini. Keduanya ialah Asad Aras dan Hendro Prasetyo dengan kapal Kasri Sadabad. Kemudian Zefiro, dua WNI juga masih berlayar di perairan Mediterania. Mereka ialah Herman Budianto dan Ronggo Wirsanu.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI turut mengecam tindakan Israel yang mencegat kapal dan menangkap aktivis yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla. Kemlu terus berkomunikasi untuk memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi kemanusiaan itu.

Kemlu saat ini juga masih menghubungi kapal yang membawa jurnalis Republika. Kemlu meminta Israel membebaskan kapal dan semua aktivis yang ikut dalam misi kemanusiaan itu. Kemlu mendesak agar bantuan sampai ke Palestina.

“Kementerian Luar Negeri RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” kata juru bicara 1 Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangannya, Senin (18/5).

red24

Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah memberikan keterangan kepada awak media terkait viralnya isu teror ‘pocong’ yang diduga menjadi modus kejahatan di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Selasa (19/5/2026). Polresta Tangerang meningkatkan patroli dan mengimbau warga mengaktifkan siskamling.(dok:istimewa/sorot24.id)

sorot24.id|TANGERANG — Kepolisian Resor Kota Tangerang merespons viralnya isu teror ‘pocong’ di Kecamatan Rajeg yang beredar di media sosial. Kapolresta Tangerang Kombes Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan kejadian tersebut diduga bukan peristiwa mistis, melainkan modus tindak kriminal.

Dalam narasi yang beredar, sosok menyerupai pocong sengaja digunakan untuk menakuti penghuni rumah agar panik dan membuka pintu. Setelah pintu dibuka, pelaku disebut melancarkan aksi perampokan.

“Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana seperti pencurian maupun perampokan,” kata Indra Waspada, Selasa (19/5/2026).

Menurut dia, aksi menyerupai teror itu diduga sengaja dilakukan untuk menciptakan rasa takut di tengah masyarakat. Situasi tersebut kemudian dapat dimanfaatkan pelaku kriminal saat lingkungan dalam kondisi tidak kondusif.

Guna memberi rasa aman, Indra memastikan Bhabinkamtibmas bersama unsur Babinsa dan perangkat lingkungan akan meningkatkan patroli di permukiman warga, khususnya pada malam hingga dini hari. Masyarakat juga didorong mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan atau ronda malam.

“Kami juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Indra meminta warga tetap tenang namun waspada, serta tidak menyebarkan informasi yang belum tervalidasi kebenarannya. Ia menegaskan masyarakat diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan call center 110 yang aktif 24 jam.

“Tingkatkan kewaspadaan, namun tenang dan tidak panik serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dengan tidak menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya,” kata Indra.

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan tetap melakukan penyelidikan terkait viralnya teror ‘pocong’ tersebut. “Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya,” pungkasnya.

red24-(molly)

Abaikan Keselamatan Pengguna Jalan, Warga Keluhkan Aktivitas Galian Kabel PLN di Jalan Raya Kresek

sorot24.id | TANGERANG – Aktivitas pekerjaan galian kabel PLN di sepanjang Jalan Raya Kresek menuai keluhan dari warga dan pengguna jalan. Pasalnya, proyek galian yang berada di tepi hingga badan jalan tersebut dinilai minim pengamanan serta tidak dilengkapi rambu-rambu lalu lintas yang memadai. Selasa,19 Mei 2026.

Warga mengaku khawatir dengan kondisi galian terbuka yang dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat malam hari maupun ketika arus lalu lintas sedang padat. Di lokasi pekerjaan, warga menilai tidak terlihat adanya pemasangan pembatas, garis pengaman, maupun papan peringatan yang dapat memberikan informasi kepada pengguna jalan.

Salah seorang warga,Pudin (34) mengatakan,

“Aktivitas galian tersebut sudah berlangsung beberapa waktu lalu, namun pengamanan di sekitar lokasi dinilai belum maksimal. Kondisi itu dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua yang melintas setiap hari”, ujarnya.

Selain persoalan keselamatan, dampak pekerjaan galian juga dikeluhkan masyarakat karena menyebabkan debu saat cuaca panas dan jalan menjadi licin ketika turun hujan. Material tanah bekas galian yang menumpuk di sekitar lokasi juga dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan serta berpotensi menyebabkan kemacetan.

Di sisi lain, pengawasan dari pihak PLN juga dinilai tidak terlihat secara langsung di lapangan. Kondisi tersebut turut menjadi sorotan warga karena sulitnya komunikasi untuk memperoleh informasi terkait pelaksanaan pekerjaan galian tersebut. Warga berharap adanya petugas atau pengawas yang dapat memberikan penjelasan apabila terjadi keluhan maupun kendala selama proyek berlangsung.

Warga meminta pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Mereka berharap standar keselamatan kerja diterapkan secara maksimal dengan menyediakan rambu lalu lintas, lampu peringatan, serta pengaman di area galian demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana pekerjaan galian kabel PLN belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut.

red24_JIS