705 Pesilat Ikuti Nyimas Banten Open Tournament II : Jadi Ruang Ekspresi Gender,Aktualisasi Diri dan Inspirasi Kaum Hawa

Nyimas Melati Open Tournament II tahun 2026 di hadiri oleh Wakil Gubernur Banten, Anggota DPR RI,DPRD dan para tokoh Banten. foto/dok : red24

705 Pesilat Ikuti Nyimas Banten Open Tournament II : Jadi Ruang Ekspresi Gender,Aktualisasi Diri dan Inspirasi Kaum Hawa

sorot24.id | TANGERANG RAYA – 705 pesilat dari berbagai wilayah di Provinsi Banten mengikuti Kejuaraan Pencak Silat Nyimas Banten Open Tournament II di Wisma Kitri Bakti Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang. Sabtu,15 /08/2026.

Hadir pada Pagelaran Nyimas Banten Open Tournament II ini diantaranya, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah,Anggota DPR RI Okta Kumala Dewi,Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dan para Tokoh Banten.

Melestarikan Pencak Silat sekaligus mengangkat kembali sosok perempuan dalam sejarah Banten,menjadikan event ini yang terbesar dalam pagelaran Pencak Silat di Tanah Jawara Banten.

Sri Panggung Lestari sebagai Penanggung jawab pagelaran Nyimas Banten Open Tournament II tahun 2026 mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk mengenalkan keteladanan tokoh-tokoh Banten kepada generasi muda dan khususnya kaum hawa.

foto/dok : red24 .

Pagelaran Nyimas Banten tahun ini mengalami perkembangan signifikan dibandingkan pagelaran perdana yang digelar di Kota Tangerang Selatan.

“Nyimas Banten yang kedua ini kita mengadopsi kejuaraan pencak silat Banten, sehingga di sini ada perempuan dan laki-laki,sebanyak 705 peserta ambil bagian dalam pagelaran kali iini,terdiri atas 352 peserta laki-laki dan 353 peserta perempuan”,ungkapnya.

Komposisi yang hampir seimbang, menunjukkan tingginya antusiasme generasi muda terhadap pencak silat sekaligus terhadap kegiatan yang membawa semangat Nyimas Banten.

Pada pagelaran tahun depan, berharap jumlah peserta bisa mencapai 1.000 orang dan digelar di Stadion Indomilk.

Lebih dari sekadar seni dan sebuah pertandingan pencak silat ,Nyimas Banten Open Tournament II ini, terinspirasi dari kisah dua tokoh perempuan Banten, yakni Nyimas Melati dan Nyimas Gamparan. Nyimas Gamparan disebut berasal dari Serang, sementara Nyimas Melati dalam cerita yang berkembang disebut memiliki kaitan dengan Tangerang.

Makam yang diyakini sebagai makam Nyimas Melati berada di Kampung Bunar, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang. Kisah tentang Nyimas Melati, menyimpan nilai sejarah dan keberanian yang patut dikenalkan kepada generasi saat ini.

“Banten punya dua tokoh perempuan hebat di masa lalu, namun sampai dengan sekarang belum ada yang mengangkat. Maka Nyimas Banten Open Tournament II ini,bertujuan bagaimana tokoh perempuan menjadi inspirasi bagi semuanya,” ujar Sri Panggung Lestari yang akrab di sapa SPL .

Sri Panggung Lestari yang juga Ketua DPD PAN dan  anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari fraksi PAN berharap, keberadaan Nyimas Banten dapat menjadi gerakan yang berkelanjutan. Setiap pagelaran diharapkan tidak berhenti pada kompetisi pencak silat, tetapi juga semakin memperkuat upaya mengenalkan sejarah, budaya, dan tokoh-tokoh inspiratif Banten.

“Nyimas Banten yang pertama, kedua, ketiga, dan ke depannya harus lebih baik lagi untuk Provinsi Banten,” pungkasnya.

red24_KANU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *