sorot24.id | Serang – Pengurus Provinsi Federasi Hoki Indonesia (FHI) Banten akan resmi dikukuhkan pada Jumat, 3 Juli 2026 bertempat di hotel Le dian serang.
Momentum ini menjadi babak baru bagi kebangkitan dan pembinaan olahraga hoki di Tanah Jawara.

Prosesi pelantikan pengurus baru ini dijadwalkan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) FHI Mayjen TNI (Purn.) Budi Sulistijono. Acara sakral ini juga akan dihadiri oleh Gubernur Banten beserta jajaran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan KONI Banten.

Baca Juga : 29 Kecamatan Masih Gelap, DPRD Kab. Tangerang Kejar PLN Biar PJU Masuk Pelosok Permukiman Baru

Ketua FHI Banten terpilih Dr. Ali Hanafiah, menyatakan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremonial. Acara ini merupakan komitmen besar seluruh pengurus untuk memajukan olahraga hoki, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, serta menjaring potensi atlet-atlet muda berbakat di wilayah Banten.

“Kami siap bergerak cepat setelah pelantikan ini. Fokus utama kami adalah membangun infrastruktur latihan yang memadai, menggelar kompetisi lokal, dan menyiapkan atlet terbaik Banten untuk berlaga di kancah nasional maupun internasional,” ujarnya menjelang acara pengukuhan di Serang, Kamis (2/7/2026).

Kehadiran Gubernur Banten dalam acara ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah provinsi terhadap perkembangan industri olahraga daerah.

Baca Juga : Kapolres Tangerang Kota Ajak Ojol Hingga Wartawan Adu Strategi di Lomba Domino, Rebutin Piala Kapolres

Sinergi antara FHI Banten dan Pemprov Banten diharapkan dapat melahirkan fasilitas olahraga hoki yang lebih representatif di masa depan.

Acara pengukuhan esok hari akan menerapkan protokol pelantikan resmi organisasi olahraga dan diisi dengan pemaparan visi misi strategis FHI Banten untuk masa bakti berjalan.

sorot24.id |Kabupaten Tangerang – Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten, Harison Mocodompis menghadiri kegiatan CEO Gathering & Economic Outlook 2026 bersama Gubernur Banten, yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP APINDO Banten di PT Adis Dimension Footwear, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/7/2026).

Menjawab salah satu pertanyaan audiens mengenai perijinan, Harison menyampaikan bahwa BPN terus berupaya memberikan kepastian hukum melalui penataan ruang yang jelas. Menurutnya, penyelesaian kebijakan terkait Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menjadi langkah penting agar dunia usaha dapat berkembang tanpa mengabaikan perlindungan terhadap lahan pertanian.

Harison menjelaskan bahwa angka 87 persen LP2B tidak dihitung berdasarkan luas wilayah administrasi, melainkan berasal dari hasil verifikasi terhadap luas Lahan Sawah yang Dilindungi yang telah ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, proses penetapan LP2B harus dilakukan secara cermat agar hanya mencakup lahan yang masih berfungsi sebagai kawasan pertanian.

Baca Juga : Reset Provinsi Banten : Menagih Janji Tanah Jawara di Tengah Ketimpangan Nyata

 Kepala Kanwil BPN Banten Harison Mocodompis menjelaskan soal penetapan LP2B dan data HGB di hadapan para CEO
Kepala Kanwil BPN Banten Harison Mocodompis menjelaskan pentingnya penetapan tata ruang yang cermat agar lahan industri tidak masuk LP2B, Kamis (2/7/2026). Foto: Dok. Apindo Banten RG/sorot24.id

“Kita harus mendorong supaya isu Lahan Sawah yang Dilindungi ini segera selesai sehingga dunia usaha tidak lagi terganggu oleh kebijakan-kebijakan yang saling mengunci. Langkah pertama yang harus segera dilakukan adalah menetapkan tata ruangnya,” ujar Harison.

Sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Provinsi Banten, Kanwil BPN Provinsi Banten telah menyerahkan data Hak Guna Bangunan (HGB) kepada pemerintah kabupaten/kota. Data tersebut menjadi dasar untuk mengidentifikasi bidang tanah yang telah dimanfaatkan sebagai kawasan industri, perumahan, maupun penggunaan nonpertanian lainnya sehingga tidak lagi masuk dalam penetapan LP2B.

“Kami mendukung penuh Pemerintah Provinsi Banten dengan memberikan data hak guna bangunan agar lahan yang memang sudah dimanfaatkan untuk industri, perumahan, maupun usaha nonpertanian dapat dikeluarkan terlebih dahulu sebelum penetapan LP2B dilakukan,” jelas Harison.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni mengajak pemerintah dan dunia usaha untuk terus berjalan bersama membangun perekonomian daerah. Menurutnya, pertumbuhan investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga : Polres Metro Tangerang Kota Pengamanan Acara Jambore Nasional Bismania ke-15 di Mall Bale Kota

“Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen menjaga iklim investasi yang aman, ramah, dan kondusif. Kami ingin memastikan pelaku usaha merasa diberikan kepastian, bukan dibuat ragu. Investasi bukan hanya soal angka, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan,” kata Andra Soni.

Turut hadir, Ketua Umum DPN Apindo Shinta Widjaja Kamdani, Ketua DPP Apindo Banten Tomy Rachmatullah, Owner PT Adis Dimension Footwear Haryanto, serta jajaran unsur Forkopimda Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang.

red24/RG

sorot24.id | Lebak – Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Akhirusaanah sukses menggelar acara Haflah dengan khidmat dan lancar pada Selasa (30/6/2026). Acara tahunan ini mengusung tema besar, yaitu “Mewujudkan Generasi yang Taat Beribadah dan Berakhlakul Karimah.

Apresiasi dari Kepala MadrasahKepala Sekolah MDTA Akhirusaanah, Umi Dede Nuraidah F., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan seluruh rangkaian acara.

Beliau memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia, wali murid, dan tokoh masyarakat yang ikut menyukseskan agenda ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung, baik secara moril maupun materil, sehingga acara Haflah ini dapat berjalan dengan sukses tanpa hambatan,” ujar Umi Dede Nuraidah F. dalam sambutannya.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan dari SDN 2 Sindangmulya, Kecamatan Maja, Dedeh Aprianti. Kehadiran pihak sekolah formal ini memperkuat sinergi pentingnya kolaborasi dalam membangun karakter generasi muda di wilayah Kecamatan Maja.

Dalam sambutannya, Dedeh Aprianti mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu memberikan perhatian lebih pada pendidikan agama anak-anak.

“Pendidikan agama adalah fondasi utama bagi anak-anak kita.
Dengan nilai agama yang kuat, generasi masa depan kita akan memiliki jalan yang lebih cerah, berkarakter mantap, serta mampu bersaing di era modern,” ungkap Dedeh.

“Sesuai dengan intruksi Bupati Lebak, Kamipun dari SDN 2 sindangmulya, akan terus menggejot pendidikan PAI di sekolah, karena ini sangat penting supaya anak anak kita mempunyai moralitas yang baik,” lanjutnya.

Melalui momentum Haflah ini, MDTA Akhirusaanah menegaskan komitmennya untuk terus menjadi lembaga pendidikan yang mencetak generasi muda yang taat ibadah sekaligus memiliki perilaku terpuji di tengah masyarakat.

red24/RG