sorot24.id | JAKARTA — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerjunkan tim ahli untuk mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Skala VI MMI terukur di Wolowae, Kabupaten Nagekeo dan Kota Bajawa, Kabupaten Ngada. Sementara skala V MMI dirasakan di sejumlah kawasan sekitarnya seperti Riung di Kabupaten Ngada, Kota Ambai, serta hasil observasi langsung mikro di kawasan Manggarai dan Ruteng.
Guna mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana, BMKG menerjunkan tim ahli untuk mengelola survei pemetaan mikrozonasi dan makroanalisis. Tim BMKG Pusat bersama 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG se-NTT menyisir wilayah Ngada, Nagekeo, dan titik-titik rawan lainnya di Pulau Flores.
BACA JUGA : Hening Penuh Haru, Forkopimda Kota Tangerang Gelar Renungan Suci di TMP Taruna
Survei mikro-analisis ini bertujuan mengukur jenis tanah dan respons terhadap gempa bumi. BMKG akan langsung menyerahkan hasil analisis lapangan tersebut kepada stakeholder sebagai rujukan teknis utama dalam meletakkan dasar rekonstruksi maupun retrofitting atau penguatan struktur bangunan tahan gempa.
BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa mempercayai data rujukan resmi yang bersumber dari jaringan nasional yang ditopang oleh lebih dari 2.000 sensor kegempaan, termasuk 553 sensor seismograf khusus di seluruh Indonesia.
BMKG terus memperkuat koordinasi dan memberikan dukungan penuh di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, TNI, Polri, serta Pemerintah Daerah, Gubernur, Bupati/Wali Kota, BPBD, dan Pusdalops.
BACA JUGA : Kapolda dan Gubernur NTT Gerak Cepat Tangani Gempa Flores
BMKG meminta masyarakat untuk tidak terpancing oleh isu bohong atau hoaks yang tidak bertanggung jawab, tetap menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan, serta aktif mengonfirmasi pemutakhiran informasi kebencanaan melalui kanal resmi BMKG, aplikasi infoBMKG, media sosial @infoBMKG, dan situs resmi bmkg.go.id.
red24/bgx













