,

Ketua DPD KNPI Provinsi Banten

 

Sorot24.id Banten – Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Banten, Tito Istianto, SE, M.Si menilai Gubernur Banten Andra Soni memberikan corak tersendiri selama setahun menjabat sebagai orang nomor satu di Provinsi Banten. Sikap responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat disebut menjadi poin plus utama dalam kepemimpinannya.

“Selama setahun, Gubernur Andra Soni hadir di masyarakat, mendengarkan keluhan publik, hadir di agenda-agenda publik, Gubernur sangat merespons berbagai keluhan publik,” ucap Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Banten Tito Istianto, SE, M.Si pada, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, kehadiran langsung gubernur di tengah masyarakat mampu membangun jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga. Dengan komunikasi yang terbuka, kebutuhan riil masyarakat dapat segera dipetakan dan ditindaklanjuti melalui kebijakan yang tepat sasaran.

Tito menilai, langkah tersebut dapat mengakselerasi terwujudnya visi Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi. Namun, ia menekankan pentingnya kemampuan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas kebijakan yang paling mendesak agar dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat.

Selain itu, program prioritas Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta dinilai menjadi pembeda dibanding kepala daerah lain. Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang tengah menggodok kebijakan sekolah gratis untuk Madrasah Aliyah.

Bahkan, Gubernur Banten, Andra Soni, telah mencapai beberapa pencapaian signifikan dalam satu tahun kepemimpinannya. Beberapa program unggulan yang telah dilaksanakan antara lain:

Ketua DPD KNPI Provinsi Banten Nilai Kepemimpinan Andra Soni – Achmad Dimyati Natakusumah

– Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra): Program ini fokus pada pembangunan jalan desa untuk meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat pedesaan.
– Desa Tangguh: Program ini memberikan bantuan dana Rp 300 juta per desa untuk meningkatkan infrastruktur dan ekonomi lokal.
– Sekolah Gratis: Program ini menyediakan pendidikan gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Banten.
– Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Program-program Andra Soni telah membantu meningkatkan IPM Banten menjadi 77,25, masuk kategori tinggi.

Pencapaian-pencapaian ini menunjukkan komitmen Andra Soni dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banten dan mendorong pembangunan yang lebih adil dan merata.

Bandung Barat Darurat Obat Keras Aparat Diminta Bertindak Tegas

sorot24.id | BANDUNG BARAT – Maraknya peredaran obat keras golongan G di wilayah Mandalawangi, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, kian mengkhawatirkan dan memunculkan tanda tanya besar terhadap pengawasan aparat penegak hukum (APH) setempat. Aktivitas yang diduga berlangsung secara bebas dan terselubung ini dinilai telah merusak tatanan sosial serta mengancam masa depan generasi muda.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, obat-obatan keras seperti Tramadol dan Hexymer diduga beredar tanpa pengawasan medis dan tanpa resep dokter. Peredaran obat keras secara ilegal ini jelas melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ironisnya, peredaran tersebut disinyalir menyasar kalangan remaja dan usia produktif yang rentan terjerumus penyalahgunaan obat. Seorang warga Mandalawangi mengungkapkan keresahannya atas kondisi tersebut.

Ia menilai peredaran obat keras telah merusak moral generasi muda dan menciptakan rasa tidak aman di lingkungan masyarakat.

“Ini sangat merusak generasi muda. Anak-anak yang seharusnya sekolah dan punya masa depan malah terjerumus obat-obatan. Lingkungan jadi tidak aman dan warga merasa resah,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (28/01/2026).

Menurut warga tersebut, dampak peredaran obat keras golongan G tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga berpotensi memicu meningkatnya tindakan kriminal dan gangguan ketertiban umum. Ia pun mempertanyakan sejauh mana pengawasan dari pihak berwenang terhadap maraknya peredaran obat keras di wilayah Mandalawangi.
Landasan Hukum dan Ancaman Pidana
Peredaran obat keras tanpa izin dan tanpa resep dokter melanggar

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mengatur bahwa obat keras hanya boleh diedarkan oleh fasilitas pelayanan kefarmasian resmi dan dengan resep dokter.
Pasal 435 UU Kesehatan mengancam pelaku peredaran sediaan farmasi tanpa izin dengan pidana penjara maksimal 12 tahun dan/atau denda hingga Rp5 miliar.

Peraturan BPOM Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pengawasan Pengelolaan Obat yang menegaskan larangan penjualan obat keras di luar apotek resmi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait mengenai langkah konkret penindakan terhadap dugaan peredaran obat keras golongan G di wilayah Mandalawangi, sehingga memunculkan sorotan publik terkait lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di lapangan.

red24_ER

Petugas Kesehatan Pemkot Tangerang

 

Sorot24.id Kota Tangerang | Pemerintah Kota Tangerang melalui jajaran Dinas Kesehatan dan puskesmas terus memastikan kondisi kesehatan warga terdampak banjir tetap terpantau.

Dalam hal ini, meski harus menerjang genangan air, petugas kesehatan turun langsung ke permukiman warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara door to door.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi penyakit pascabanjir, seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, diare, hingga keluhan akibat kelelahan dan hipotermia.

“Petugas menyambangi rumah-rumah warga yang masih tergenang maupun yang sulit menjangkau posko kesehatan. Inilah yang kita pastikan seluruhnya terjamah,” tutur dr. Dini, Sabtu (24/1/26).

Ia menyampaikan, bahwa layanan jemput bola ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, dan warga dengan penyakit penyerta.

“Petugas kami terjun langsung ke lapangan, melakukan pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, serta memberikan obat dan vitamin sesuai kebutuhan. Ini penting agar kondisi kesehatan warga tetap terjaga di tengah situasi banjir,” jelasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada warga terkait pola hidup bersih dan sehat selama banjir, termasuk penggunaan air bersih, menjaga kebersihan lingkungan, serta kewaspadaan terhadap gejala penyakit yang kerap muncul saat kondisi cuaca ekstrem.

 

Red24

Tangerang Medical Response Menggelar Rapat Kerja Tahun 2026

sorot24.id | TANGERANG – Tangerang Medical Response adalah Wadah berkumpulnya relawan yang bergerak pada sektor sosial di bidang kesehatan, yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran diri untuk memberikan hal terbaik pada masyarakat.Organisasi ini di rancang sekitar tahun 2023 yang di gagas oleh beberapa penggagas salah satunya Arif Rahman Hakim.

Pada kesempatan Raker tahun 2026 ini Tangerang Medical Response atau yang kerap di sebut TMR mengusung Tema : “Loyal Profesional dan Humanis dalam pelayanan”

“Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 17-18 Januari 2026 bertempat di daerah Puncak Bogor,” ucap Ari Nanda prayoga Ketua Panitia dan Diaz Firdaus selaku Sekretaris.

Organisasi yang konsen pada pelayanan kesehatan ini,merumuskan program-program kerja untuk kemaslahatan masyarakat.Hal ini tentunya tak luput dari arahan dan bimbingan Imron Rosadi Lc selaku Pembina Umum TMR. Pembina Umum TMR yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten. “Beliau sangat responsif terhadap program Kemaslahatan masyarakat dan ini menjadi ghiroh kami dalam mengimpelmentasikan peran serta fungsi optimal kami,” ucap Zamroni inisiator TMR bersama Bung Arif Rahman Hakim .

Raker yang diikuti oleh berbagai relawan kesehatan ini mempunyai pemikiran yang beragam sehingga hasil-hasil yang dirumuskan dapat menjadi satu gagasan yang konstruktif sehingga keberadaan TMR dapat di rasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan Masyarakat khususnya di wilayah Tangerang.

“Dan dalam mengejawantahkan proker tahun ini TMR akan berkomunikasi, berkoordinasi dan berkolaborasi pada instansi-instansi Pemerintah khususnya pada unit-unit teknis pelayanan kesehatan. Sehingga harapan besar kami, TMR dapat membantu pemerintah menjadi lokomotif dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkas Zamroni.

red24

Peletakan Batu Pertama Dapur Santri Nusantara di Ponpes Roudhotus Sibyan Al-Amin Taktakan

sorot24.id | SERANG – Pembangunan Dapur Santri Nusantara (DSN) resmi dimulai di Pondok Pesantren Roudhotus Sibyan Al-Amin, Kampung Pancuran RT 001/006, Kelurahan Pancur, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis (8/1/2026). Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh unsur Muspika Kecamatan Taktakan bersama pimpinan pondok pesantren.

Pimpinan Ponpes Roudhotus Sibyan Al-Amin, Aminuddin Nasroh, mengatakan bahwa kehadiran DSN di lingkungan pesantren diharapkan dapat memberikan manfaat besar, baik bagi santri maupun masyarakat sekitar.

“Mudah-mudahan DSN ini bisa memberikan manfaat, terutama bagi santri, ibu hamil, dan balita, serta mampu mengangkat perekonomian masyarakat di wilayah Pancur,” ujar Aminuddin.

Camat Taktakan, Mamat Rahmat, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pembangunan DSN ini merupakan bagian dari upaya mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden RI.

“Alhamdulillah hari ini saya diundang untuk peletakan batu pertama pembangunan dapur MBG di Pondok Pesantren Roudhotus Sibyan Al-Amin. Ini merupakan dapur gizi ke-9 di Kota Serang dan yang pertama di Kecamatan Taktakan,” kata Mamat Rahmat.

Ia menjelaskan, dapur tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua bulan dan dapat melayani 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat, yang meliputi santri, ibu hamil, balita, serta kelompok masyarakat yang telah ditetapkan sesuai regulasi pemerintah.

“Yang paling penting, berdirinya dapur ini juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal, khususnya UMKM, sebagaimana harapan Presiden agar Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Pancur, Mahdi, menyambut baik pembangunan DSN di wilayahnya. Ia berharap keberadaan dapur santri tersebut dapat menekan angka gizi buruk dan stunting.

“Kami sangat berharap dengan adanya DSN ini, ke depan tidak ada lagi gizi buruk, sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kelurahan Pancur,” kata Mahdi.

Menurut Mahdi, jumlah penerima manfaat dari DSN ini diperkirakan mencapai sekitar 3.000 orang, dengan prioritas utama santri pesantren, namun juga mencakup warga sekitar, ibu hamil, dan balita.

Koordinator Dapur Santri Nusantara Provinsi Banten, Iip Arifianto, mengatakan bahwa pembangunan DSN di Ponpes Roudhotus Sibyan Al-Amin merupakan salah satu langkah awal pengembangan dapur santri di Banten.

“Untuk dapur santri ini tergolong baru di Banten. Harapannya bisa dibangun secara serempak dan berjalan lancar, karena ini bagian dari program Presiden Prabowo yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 50 titik DSN yang direncanakan tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

Salah satu pimpinan pesantren penerima DSN, H. Zamaksyari Riadussibyan, turut mendoakan agar pembangunan dapur santri ini berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Semoga ini bermanfaat bagi anak-anak, cucu-cucu kita, dan masyarakat luas,” ujarnya.

Pembangunan DSN tersebut memanfaatkan lahan milik pesantren dan diperkirakan akan menyerap sekitar 47 tenaga kerja lokal, sehingga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar.

Dengan dimulainya pembangunan ini, DSN Ponpes Roudhotus Sibyan Al-Amin diharapkan menjadi model dapur gizi berbasis pesantren yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Taktakan.

red24_RG

Temui Wakil Wali Kota Cilegon, Sahabat Yatim Indonesia Siapkan Gerakan Besar Lawan Stunting di Cilegon

sorot24.id | CILEGON – Lembaga sosial Sahabat Yatim Indonesia menyiapkan gerakan besar penanganan stunting di Kota Cilegon. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan silaturahmi dengan Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, di ruang kerjanya, Selasa 6 Januari 2026.

Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi program sosial, khususnya dalam sektor kesehatan dan pemenuhan gizi anak yatim dan dhuafa, sebagai upaya pencegahan stunting di wilayah Cilegon.

Manager jaringan dan relawan Sahabat Yatim Indonesia Muhammad Marwira Yuda menjelaskan, fokus utama kolaborasi adalah program pemenuhan gizi melalui makan berkah.

Itu adalah pemberian makanan bergizi gratis dan susu untuk anak-anak yatim dan dhuafa.

“Setiap hari kami menyalurkan sekitar 300 paket makanan bergizi. Program ini kami dorong sebagai langkah nyata pencegahan stunting,” kata Yuda ditemui usai pertemuan.

Secara wilayah kerja, kata Yuda, Sahabat Yatim Indonesia menjangkau seluruh provinsi Banten. Namun di awal 2026 ini, pihaknya memfokuskan implementasi program di Kota Cilegon.

“Itu karena kami sudah terjalin komunikasi dan kolaborasi dengan Pemkot Cilegon,” jelasnya.

Selain program gizi, Sahabat Yatim Indonesia juga merencanakan safari dakwah di Cilegon pada akhir Januari 2026. Itu bertepatan dengan momentum isra mikraj, menghadirkan penceramah nasional ustaz Das’ad Latif.

“Kegiatan ini juga akan disertai penggalangan dana untuk anak-anak yatim dan dhuafa,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo, menyatakan dukungan terhadap wacana kolaborasi tersebut. Menurutnya, program Sahabat Yatim Indonesia sejalan dengan visi Pemkot Cilegon dalam meningkatkan kualitas generasi muda, baik dari sisi kesehatan maupun pendidikan.

“Alhamdulillah silaturahminya nyambung. Program Sahabat Yatim Indonesia itu nyata, mulai dari bantuan makanan harian hingga kajian dan motivasi ke sekolah-sekolah,” kata Wakil Wali Kota.

Ia mengaku terkesan dengan skala organisasi Sahabat Yatim Indonesia yang telah berkembang secara nasional dan memiliki sistem relawan yang tertata dengan baik.

“Relawannya besar dan tersistem, hampir seperti perusahaan. Ini potensi yang besar untuk kolaborasi,” tuturnya.

Katanya, ke depan Pemkot Cilegon akan menjajaki kerja sama lanjutan, termasuk penguatan edukasi ke sekolah-sekolah. Selain itu, juga agenda keagamaan berskala besar, guna memperkuat identitas Cilegon sebagai kota santri.

“Insya Allah kami jajaki lebih lanjut, saya laporan dulu ke Pak Wali Kota,” tutupnya.

red24_RG

Generasi Z di Persimpangan antara Medsos dan Kesehatan Mental

Oleh : Lupia Hawanita
Mahasiswa Prodi S-1 Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNDHARI

sorot24.id | SUMATRA BARAT – Generasi Z, yang sekarang tumbuh di era digital, hidupnya berada di tengah-tengah kemajuan teknologi yang pesat. Media sosial menjadi bagian tak pernah terpisahkan dari kehidupan sehari-hari mereka. Namun, di balik manfaat yang ditawarkan, muncul kekhawatiran tentang dampaknya terhadap kesehatan mental.

Tekanan untuk menyesuaikan diri, media sosial seringkali menampakkan kehidupannya yang sempurna, membuat Generasi Z sekarang merasa tidak cukup baik ketika membandingkan diri dengan orang lain. Mereka mungkin merasa perlu memiliki penampilan fisik yang ideal, pencapaian akademis yang tinggi, atau kehidupan sosial yang aktif. Tekanan ini dapat memicu stres, kecemasan, dan depresi.

Generasi Z memang menghadapi hidup di sebuah persimpangan antara kemajuan teknologi dan tantangan kesehatan mental. Namun, dengan adanya kesadaran dan tindakan yang tepat, mereka bisa memanfaatkan media sosial secara positif tanpa mengorbankan kesehatan mentalnya seseorang.

Penting bagi orang tua, guru, dan masyarakat untuk mendukung Generasi Z dengan memberikan edukasi tentang penggunaan media sosial yang bijak dan pentingnya menjaga kesehatan mental. Dengan demikian, Generasi Z bisa tumbuh menjadi individu yang seimbang, cerdas, dan bahagia.

Generasi Z juga generasi yang sekarang tumbuh dan besar di tengah perkembangan teknologi yang sangat drastis. Sejak usia muda, mereka sudah akrab dengan internet, dan media sosial. Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk belajar, berekspresi, dan berinteraksi.

Namun, di balik manfaat tersebut, media sosial juga membawa tantangan besar, terutama bagi kesehatan mental generasi Z. Inilah yang membuat generasi ini berada di persimpangan antara memanfaatkan media sosial dan menjaga kesehatan mental di zaman sekarang.

Selain perbandingan sosial, pembulian menjadi masalah serius lainnya. Kata-kata pedas dan komentar negatif di media sosial dapat meninggalkan luka yang dalam. Generasi Z, yang aktif di dunia maya, lebih rentan menjadi korban atau bahkan pelaku pembulian tanpa menyadari dampaknya. Hal ini tentu berdampak buruk pada kesehatan mental mereka, seperti stres, kecemasan, hingga depresi.

Penggunaan berlebihan media sosial dapat menyebabkan masalah seperti kecemasan, depresi, dan perbandingan sosial yang tidak sehat. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z tumbuh dengan ekspektasi yang lebih tinggi dan tekanan untuk selalu terlihat sempurna secara online.

Namun, bagaimana sebenarnya lingkungan digital ini membentuk identitas diri mereka? Dalam dunia serba cepat ini, penting bagi kita untuk menemukan strategi efektif dalam mengelola stres. Komunitas juga memainkan peran kunci dalam mendukung kesehatan mental-apakah kita sudah cukup peduli satu sama lain?

Selain itu, tekanan untuk selalu terlihat bahagia dan sempurna di media sosial juga menjadi beban tersendiri. Banyak generasi Z merasa harus selalu aktif, membalas pesan dengan cepat, dan mengikuti tren agar tidak dianggap ketinggalan zaman. Tekanan ini dapat menyebabkan stres, kelelahan mental, bahkan gangguan tidur.

Tidak sedikit yang merasa lelah secara emosionalnya, tetapi tetap memaksakan diri untuk terus aktif di media sosial. Oleh karena itu, generasi Z sekarang perlu belajar menempatkan diri dengan bijak di tengah arus media sosial.

Mengatur waktu penggunaan media sosial, menyaring konten yang dikonsumsi, serta tidak terlalu membandingkan diri dengan orang lain itu adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mental. Selain itu, penting juga untuk tetap menjaga keseimbangan antara dunia maya dan dunia nyata, seperti meluangkan waktu untuk berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman, berolahraga, serta melakukan aktivitas yang disukai.

Generasi Z hidup di persimpangan antara kemajuan teknologi dan tantangan kesehatan mental. Namun, dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, mereka bisa memanfaatkan media sosial secara positif tanpa mengorbankan kesehatan diri mereka sendiri.

Penting bagi Generasi Z untuk membatasi waktu penggunaan media sosial, mengikuti akun-akun yang positif, dan tidak terlalu serius dengan postingan di media sosial. Orang tua dan masyarakat juga perlu berperan aktif dalam mendukung kesehatan mental Generasi Z.

Dengan demikian, Generasi Z bisa tumbuh menjadi individu yang seimbang, cerdas, dan bahagia. Peran lingkungan sekitar juga sangat penting dalam membantu generasi Z menjaga kesehatan mental.

Keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu memberikan dukungan, pemahaman, serta ruang aman bagi generasi Z untuk mengekspresikan perasaan mereka. Edukasi tentang penggunaan media sosial yang sehat dan kesadaran akan kesehatan mental perlu terus ditingkatkan.

Media sosial banyak dampak positif bagi generasi Z. Melalui media sosial, mereka bisa mendapatkan informasi dengan cepat, menambah wawasan, serta membangun relasi tanpa batas ruang dan waktu.

Banyak generasi Z yang memanfaatkan media sosial untuk belajar, berjualan, membangun personal branding, bahkan menyuarakan pendapat dan kepedulian sosial. Media sosial juga menjadi tempat untuk menghiburkan diri, menunjukkan bakat, dan menemukan komunitas yang memiliki minat yang sama.Hal ini tentu sangat membantu generasi Z dalam mengembangkan potensi diri mereka.

red24_RG