Aksi evakuasi ini diprioritaskan bagi kelompok rentan Petugas gabungan dari Tramtib Kecamatan Ciledug dan Polsek Ciledug bergerak cepat ditengah kepungan banjir

 

Sorot24.id Kota Tangerang | Petugas gabungan dari Tramtib Kecamatan Ciledug dan Polsek Ciledug bergerak cepat melakukan aksi penyelamatan di tengah kepungan banjir yang merendam Perumahan Puri Kartika Baru, Kelurahan Tajur, Kota Tangerang, Jumat (23/01/26).

Aksi evakuasi ini diprioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk empat balita dan seorang lansia yang dalam kondisi sakit. Luapan Kali Angke yang terjadi sejak Jumat dini hari menyebabkan ratusan rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 140 sentimeter.

Dengan berjalan kaki menyusuri arus banjir yang cukup dalam, petugas menarik perahu karet menuju RW 09, titik terdampak paling parah. Di lokasi tersebut, petugas menjemput balita yang sebelumnya terjebak di lantai dua rumah mereka.

Keputusan warga untuk mengungsi diambil setelah kondisi di dalam rumah tidak lagi kondusif. “Warga awalnya bertahan di lantai dua, namun karena aliran listrik dipadamkan dan balita membutuhkan air panas serta kebutuhan lainnya, mereka akhirnya memilih untuk dievakuasi ke pengungsian,” ujar Kasi Tramtib Kecamatan Ciledug, Agung Wibawa.

Selain balita, petugas juga mengevakuasi seorang warga lansia yang harus segera mendapatkan penanganan medis. Lansia tersebut diketahui membutuhkan tindakan cuci darah rutin, sehingga petugas langsung membawanya menuju Puskesmas terdekat menggunakan ambulans setelah berhasil dikeluarkan dari area banjir.

Sebanyak 620 jiwa kini telah mengungsi di Aula Kelurahan Tajur Kecamatan Ciledug. Agung Wibawa mengonfirmasi bahwa seluruh kebutuhan dasar pengungsi mulai dari makanan, logistik, hingga layanan kesehatan telah disiagakan di titik pengungsian.

“Ketinggian air saat ini masih bertahan di angka 140 sentimeter. Kami mengevakuasi empat bayi dan balita, serta satu orang tua yang sakit untuk cuci darah. Saat ini sudah ada 620 warga yang mengungsi di aula kelurahan,” jelas Agung saat ditemui di lokasi kejadian.

Meski mayoritas warga telah mengungsi, masih ada sebagian masyarakat yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka dengan alasan menjaga harta benda. Menanggapi hal ini, petugas gabungan terus melakukan patroli rutin menggunakan perahu karet.

“Selain untuk memantau keamanan wilayah yang ditinggalkan penghuninya, patroli bertujuan mendistribusikan bantuan logistik dan makanan bagi warga yang masih bertahan,” pungkasnya.

Petugas mengimbau warga untuk segera melapor jika debit air terus naik atau jika membutuhkan bantuan darurat medis.

Red24

DPC KWRI Kab.Tangerang 2026 – 2029 resmi di lantik Insan Pers dan Pemerintah Daerah Beriringan membangun Kolaborasi Menjalin Sinergi

sorot24.id | TANGERANG – Membangun kolaborasi menjalin sinergi antara pers dan pemerintah daerah menjadi niat bersama pada pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia Kabupaten Tangerang periode 2026-2029 yang digelar di Aula Bola Sundul, Gedung Disdukcapil Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, pada Senin, 21 Januari 2026.

Acara yang mengusung tema “Pers Kolaborasi Mewujudkan Kabupaten Tangerang Semakin Gemilang, Lebih Baik, dan Bermartabat” ini menekankan pentingnya sinergi untuk mendorong pembangunan daerah.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah Effendi hadir mewakili Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid .

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang kami mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus KWRI yang baru. Kami berharap semangat kebersamaan dan integritas jurnalistik terus dijaga. KWRI memiliki peran strategis di tengah arus deras digitalisasi,” ucapnya .

Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendukung terhadap peran strategis pers terutama untuk pembangunan yang ada di Kabupaten Tangerang.

“Pers yang independen dan profesional menjadi mitra penting pemerintah. Kolaborasi ini memastikan program pembangunan tersampaikan secara objektif, mendorong partisipasi masyarakat, dan membangun kepercayaan publik,” ujarnya.

“Saya berharap kepengurusan KWRI Kabupaten Tangerang yang baru dapat terus meningkatkan profesionalisme jurnalis lokal dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak,” ujar PLH Sekda .

‎Hal senada juga disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang Muhammad Amud. Dikatakan Amud, “wartawan bukan hanya sekadar penyampai informasi namun bisa juga memberikan kontribusi yang baik untuk masyarakat,” ucapnya.

Pers merupakan mitra strategis dalam pembangunan, kehadiran wartawan dapat memperkuat ekosistem pemerintahan yang bermartabat dalam meningkatkan pemberitaan yang edukatif bagi masyarakat.

”Tentunya kami dari DPRD siap bersinergi dengan KWRI, dan membuka ruang untuk kritik, masukan dan saran dalam menjalankan fungsi legislasi DPRD Kabupaten Tangerang,” ujar Amud.

Sementara itu, Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang terpilih periode 2026-2029, Heri Yanto mengatakan bahwa tantangan terbesar pers saat ini adalah menghadapi perkembangan teknologi, sehingga pers dituntut tetap profesional.

“Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap secara fundamental. Hoaks dan disinformasi menyebar dengan cepat, sementara kredibilitas media konvensional terus diuji. Di tengah situasi ini, peran wartawan profesional menjadi sangat penting,” ujar Heri Yanto.

Empat program prioritas yang akan dijalankan pengurus baru KWRI Kabupaten Tangerang, diantaranya peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan .

“Kami akan menjalin kolaborasi dengan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Dengan kerja sama yang konstruktif, KWRI Kabupaten Tangerang siap berkontribusi mewujudkan Kabupaten Tangerang Semakin Gemilang, Lebih Baik, dan Bermartabat,” tambahnya.

Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD KWRI Provinsi Banten, Ari Ashari Marnan, dan disaksikan oleh sejumlah Kepala Dinas, perwakilan Forkopimda serta para tamu undangan. Pelantikan juga dihadiri oleh Ketua Bidang Hukum DPP KWRI Damai Hari Lubis, dan Sekjen DPP KWRI Miko Kasah.

red24_JU

Suara Warga Yang Terabaikan : ‎Dua Minggu Terendam Banjir Warga Perumahan Mutiara Tanjakan Mekar Keluhkan “Cuex” nya Pemerintah Desa

sorot24.id | TANGERANG – Warga Perumahan Mutiara Tanjakan Mekar, RT.008 RW.003, Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Pemukiman mereka telah terendam banjir selama hampir dua minggu tanpa ada tanda-tanda air akan surut.

‎Ironisnya, di tengah kesulitan yang dihadapi warga, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjakan Mekar hingga tingkat RW dinilai tutup mata. Hingga saat ini, belum ada satu pun pejabat Desa maupun Ketua RW setempat yang datang meninjau lokasi ataupun memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

‎Keluhan mendalam disampaikan oleh sejumlah warga yang rumahnya terendam. Mereka merasa ditinggalkan oleh pemimpin setempat di saat kondisi darurat.

‎Ari salah satu warga terdampak, mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya respons dari pihak Desa.

“Sudah hampir dua minggu air tidak surut-surut. Kami sudah melaporkan kondisi ini ke pihak Desa, tapi sampai detik ini tidak ada sentuhan atau kunjungan sama sekali dari Kepala Desa. Kami merasa dibiarkan berjuang sendiri di tengah banjir,” ujar Ari.

‎Senada dengan Ari, warga lainnya Ade Komarudin menyoroti ketiadaan koordinasi dari pengurus lingkungan terkecil.

“Boro-boro bantuan logistik atau pompa, nengok pun tidak. Baik Lurah, pihak Desa, sampai Ketua RW tidak ada yang monitoring ke sini. Padahal kami ini warga mereka juga yang sedang kesusahan,” tegas Ade.

‎Sementara itu, Muhtar mengkhawatirkan dampak kesehatan dan kerugian materiil yang terus membayangi warga, jika air tak kunjung surut dan tak ditangani pemerintah setempat.

“Kesehatan warga, terutama anak-anak dan lansia, mulai terancam karena air sudah menggenang terlalu lama. Kami butuh solusi nyata, bukan sekadar janji. Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang atau pihak terkait segera turun tangan karena pihak desa seolah tidak peduli,” kata Muhtar.

‎Warga berharap melalui informasi ini, Pemerintah Kecamatan Rajeg maupun Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat segera mengevaluasi kinerja Pemerintah Desa Tanjakan Mekar dan segera mengirimkan bantuan berupa penyedotan air (pompa) serta bantuan logistik.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Desa Tanjakan Mekar terkait alasan absennya pihak Desa dalam penanganan banjir di RT.008 RW.003 tersebut.

red24_RAS

Sungai Cibanten Kembali Meluap Akibat Hujan Deras: Rumah Warga Kendal Margaluyu Terendam Banjir

sorot24.id | KOTA SERANG – Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Kota Serang telah menyebabkan debit air Sungai Kali Cibanten kembali meluap. Sehingga beberapa rumah warga kembali terendam banjir.

Untuk saat ini warga masyarakat Kp. Kendal RT 009/003 Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang metasakan kembali kehawatirannya dan telah resah saat banjir menggenangi rumah pemukiman. Banjir dengan tinggi muka air kurang lebih 10 sampai 40 sentimeter yang merendam pemukiman tersebut juga sudah dibenarkan oleh Suhebi, selaku Ketua RT. 009/003. Pihaknyapun sudah menerangkan bahwa saat ini selaku RT dirinya sudah melakukan komunikasi dan kordinasi dengan pihak terkait. Seperti pihak tagana dan BPBD pada, Minggu (11-1-2026)

“Benar, bahwa air sungai kali cibanten mulai terlihat meluap sekitar sore hari ini diperkirakan pukul 15:30 wib, dan sudah beberapa rumah yang dataran nya rendah dan sejajar dengan sepadan sungai sudah terendam banjir”, papar Suhebi.

Agar bisa diketahui bersama bahwa sebagai bentuk harapan masyarakat Kp. Kendal, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemem Kota Serang. Meminta adanya peninjauan langsung pihak terkait, agar warga masyarakat bisa lebih merasakan nyaman dan tenang.

“Dalam hal tersebut maka apa yang sudah kami sampaikan kepada pihak pemerintahan Kota Serang melalui instansi terkait agar segera bisa merespon terkait apa yang sudah kami sampaikan. Kami warga masyarakat butuh pengakuan yang inten dan maksimal dalam satu pelayanan maupun penanganan pemerintah,” tutup Suhebi, saat dirinya dimitai tanggapan oleh media.

red24_RG

Kapolres Serang, AKBP Condro Sangsoko, S.Ik Resmi Serahkan Jabatan kepada AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.Ik, M.H

sorot24.id | SERANG – Polres Serang menggelar acara kenal pisah Kapolres Serang dari AKBP Condro Sangsoko, S.Ik kepada pejabat baru, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.Ik, M.H. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh keakraban, serta dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Serang, pejabat utama Polres Serang, para Kapolsek, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, AKBP Condro Sangsoko, S.Ik menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran Polres Serang, pemerintah daerah, serta masyarakat Kabupaten Serang atas dukungan dan kerja sama yang terjalin selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa berbagai capaian dan keberhasilan yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel serta sinergi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, loyalitas, dan dedikasi seluruh anggota Polres Serang serta dukungan masyarakat. Semoga Polres Serang ke depan semakin profesional, humanis, dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” ujar AKBP Condro Sangsoko.

Sementara itu, Kapolres Serang yang baru, AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.Ik, M.H dalam sambutan perdananya menyampaikan komitmen untuk melanjutkan program-program positif yang telah berjalan serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk menjaga soliditas internal dan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh lapisan masyarakat.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Saya berharap dukungan dari seluruh personel Polres Serang dan masyarakat agar kita dapat bersama-sama mewujudkan Kabupaten Serang yang aman, kondusif, dan sejuk,” ungkap AKBP Dr. Andri Kurniawan.

Acara kenal pisah ditutup dengan
pemberian cenderamata, ramah tamah, dan do’a bersama sebagai bentuk penghormatan serta harapan agar AKBP Condro Sangsoko, S.Ik sukses di tempat tugas yang baru, serta AKBP Dr. Andri Kurniawan, S.Ik, M.H diberikan kelancaran dalam mengemban amanah sebagai Kapolres Serang.

red24_RG

Forum Kewirausahaan Pemuda Kabupaten Tangerang Soroti Sulitnya NIB Akibat Keterbatasan RDTR

sorot24.id | Kab.Tangerang -ForumKewirausahaan Pemuda Kabupaten Tangerang menyoroti semakin seriusnya kendala penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dialami pelaku usaha di wilayah Kabupaten Tangerang. Kendala ini dinilai telah berdampak langsung terhadap keberlangsungan UMKM, Koperasi Desa, hingga unit pendukung program strategis nasional seperti dapur MBG yang ingin mengurus perizinan halal dan sebagainya.

Bagus Muhamad Rizal, Ketua Forum Kewirausahaan Pemuda Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa persoalan NIB bukan lagi kasus sporadis, melainkan masalah sistemik yang dialami oleh banyak pelaku usaha lintas sektor.

“Kami menerima banyak laporan dari anggota forum bahwa proses NIB terhenti bukan karena usaha mereka tidak layak, tetapi karena sistem OSS tidak dapat memproses perizinan akibat keterbatasan RDTR yang belum terintegrasi secara penuh,” ujarnya.

RDTR dan OSS : Persoalan Teknis dengan Dampak Nyata

Sejak diberlakukannya OSS Berbasis Risiko, penerbitan NIB sangat bergantung pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang terintegrasi secara digital. RDTR berfungsi menentukan apakah suatu kegiatan usaha diperbolehkan, bersyarat, atau tidak diperbolehkan pada suatu zona.
Namun hingga saat ini,tidak seluruh wilayah Kabupaten Tangerang memiliki RDTR yang tersusun, disahkan, dan terintegrasi ke OSS
Akibatnya, sistem OSS tidak dapat menerbitkan KKPR secara otomatis .proses NIB banyak yang tertahan pada tahap verifikasi tata ruang.

Situasi ini menimbulkan bottle neck perizinan, khususnya bagi :
• UMKM pemula
• Koperasi Desa Merah Putih
• Unit layanan seperti dapur MBG yang membutuhkan legalitas tersebut.

Dampak Nyata di Lapangan

Forum mencatat bahwa keterlambatan NIB berdampak pada banyak tertundanya operasional usaha.

Lebih memprihatinkan lagi, muncul fenomena “Adaptasi Terpaksa” di kalangan UMKM.

“Kami menemukan fakta di lapangan, ada pelaku UMKM yang akhirnya memindahkan alamat usahanya secara administratif dengan menggunakan virtual office di daerah lain yang RDTR-nya sudah terintegrasi, hanya agar NIB bisa terbit,” ungkap bagus.

Praktik ini bukan dilakukan untuk menghindari kewajiban, melainkan sebagai cara bertahan hidup usaha di tengah sistem yang belum sepenuhnya siap.

Risiko Jangka Panjang

Jika kondisi ini dibiarkan, Forum menilai akan muncul risiko lanjutan, antara lain:
• Data usaha daerah menjadi tidak akurat
• Potensi pajak dan retribusi daerah tidak optimal
• Usaha yang sebenarnya tumbuh di Kabupaten Tangerang tercatat berkembang di wilayah lain
• Menurunnya kepercayaan pelaku usaha terhadap sistem perizinan

Padahal secara ekonomi, Kabupaten Tangerang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan:
• Aktivitas industri dan UMKM yang tinggi
• Jumlah desa dan koperasi yang besar
• Basis kewirausahaan pemuda yang kuat

Dorongan Solusi Bukan Sekadar Kritik

Forum Kewirausahaan Pemuda Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa rilis ini bukan bentuk keluhan semata, melainkan dorongan konstruktif agar ada langkah percepatan.
Beberapa hal yang didorong Forum antara lain:
• Skema perizinan transisi bagi wilayah non-RDTR
• Penguatan mekanisme KKPR non-RDTR yang lebih cepat dan terukur
• Pendampingan aktif bagi UMKM, koperasi desa, dan unit strategis seperti dapur MBG
• Komunikasi yang lebih terbuka antara regulator dan pelaku usaha

“Perizinan adalah fondasi keberanian berusaha. Jika fondasi ini rapuh, maka semangat kewirausahaan yang sedang tumbuh bisa terhambat,” tegasnya.

red24_BMR

Wagub DKI Jakarta Ingatkan Warga Jakbar Waspada “Super Flu”

sorot24.id | JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat/warga Jakarta Barat untuk waspada terhadap penularan “Super Flu”.

Himbauan ini disampaikan saat dirinya kunjungan kerja dengan menyambangi sejumlah pelayanan untuk menjalin team work yang kuat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (5/1/2026).

Kedatangan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, disambut langsung Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Yuli Hartono, Sekretaris Kota, Firmanudin Ibrahim, para asisten serta pejabat di lingkungan Pemkot Jakarta Barat.

Menurut Rano, Super Flu yang sedang dikhawatirkan. Informasi (penularan) belum masuk ke Indonesia, namun diharapkan untuk tetap waspada.

Super Flu adalah istilah populer (bukan istilah medis resmi) yang digunakan untuk menyebut flu dengan gejala lebih berat, penyebaran lebih cepat, atau dampak lebih luas dibanding flu biasa.

Kendati belum terdeteksi di Indonesia, kata Rano, upaya mencegah perlu dilakukan, antara lain dengan menggunakan masker saat bepergian.

“Kita harus hati hati dan waspada terhadap penularan ‘Super Flu’ atau varian baru dari influenza tipe A (H3N2) yang belakangan sedang ramai dibicarakan,” ujar Rano dihadapan para ASN Pemkot Jakarta Barat .

Kunjungan Wagub DKI diawali dari Walkot Farm, Areal Urban Farming yang berada di komplek kantor Wali Kota Jakarta Barat. Sesaat kemudian, Rano Karno memberikan pengarahan kepada para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Barat.

“Alhamdulillah, di awal tahun ini, tentu belum berkunjung ke semua kantor wali kota. (Kantor wali kota) pusat, selatan sudah, hari ini ke Jakarta Barat. Ini menjadi awal saja, untuk saling mengenal dan tahu. Kalau buat Bu Iin (Wali Kota Jakbar) sudah kenal, tapi untuk semua jajaran, kalau yang namanya tim work bisa saling kenal jauh lebih kuat, intinya itu,” ujar Rano Karno.

Ditambahkan Rano, keberhasilan Jakarta bukanlah sekadar keberhasilan pimpinan saja, tapi Tim work yang baik dari semua yang telah bekerjasama.

Usai memberikan arahan, Wagub DKI Jakarta Rano Karno, didampingi Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, kembali menyambangi sejumlah kantor pelayanan yang berada di Gedung B, kantor Wali Kota Jakarta Barat.

Sejumlah kantor pelayanan yang dikunjungi adalah Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Sumber Daya Air, Kantor UP PTSP, TPA Negeri Bale Bermain Pelangi serta Gerai Dekranasda Jakarta Barat.

red24_PUJI

Sorot24.id |TANGERANG – Menandai empat dekade pengabdian dengan mengusung tema “Kokoh Ukhuwah Islamiyahnya, Pagar Nusa Kuat Juara, dan Bela Kyai Sampai Mati,” Pengurus Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Sepatan menggelar Istighosah Bersama dan Tasyakuran dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Pencak Silat Pagar Nusa ke-40 tahun.

‎Acara yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Aula Pondok Pesantren Attadzkir Nur Ghozali, Kampung Teriti, Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (03/01/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan spiritualitas sekaligus ajang silaturahmi bagi ratusan pendekar di wilayah Tangerang Utara.

‎Acara yang meriah ini dibuka langsung oleh Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Tangerang, Bapak Puji Wijanarko. Dalam sambutannya, beliau sangat mengapresiasi militansi kader Pagar Nusa di Sepatan yang konsisten menjaga tradisi pencak silat dan nilai-nilai ke-NU-an. Semoga bisa menjadi contoh untuk kader Pagar Nusa lainnya di Kabupaten Tangerang.,terangnya.



‎Ketua Pelaksana Kegiatan, Bilal Baihaki, menyatakan bahwa peringatan harlah ini adalah titik balik untuk memperkuat eksistensi dan integritas organisasi. “Kehadiran para pendekar hari ini membuktikan bahwa Pagar Nusa di wilayah Tangerang Utara sangat solid dan siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat,” ucapnya.

‎Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua PAC Pagar Nusa Sepatan, Ahmad Saefuri, menekankan filosofi “Lā ghaliba illā billāh” (Tiada yang menang kecuali dengan pertolongan Allah) dan pentingnya loyalitas pendekar. “Pagar Nusa bukan sekadar bela diri fisik, melainkan tentang pengabdian. Sesuai tema Harlah tahun ini, kami berkomitmen untuk membela Kyai sampai mati dan menjaga ukhuwah tetap kokoh,” ujar Saefuri.

‎Ustadz Aldi selaku Pengasuh Pondok Pesantren Attadzkir Nur Ghozali, menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas kepercayaan sahabat sahabat Pagar Nusa. Ia pun memohon maaf jika dalam penyambutan terdapat kekurangan.

‎”Kami sangat berterima kasih kepada keluarga besar Pagar Nusa yang telah mempercayakan Pondok Pesantren Attadzkir Nur Ghozali sebagai tempat pelaksanaan acara mulia ini. Merupakan suatu kehormatan bagi kami bisa menerima para pendekar dan ulama ditempat kami. Kami memohon maaf apabila fasilitas yang kami sediakan kurang memadai selama acara berlangsung,” ungkap Ustadz Aldi.

‎Acara inti ini diisi dengan Tausyiah Islami oleh Abah K.H. Irsyadul Munir, Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Sepatan. Beliau mengingatkan para pendekar untuk selalu menjaga akhlakul karimah dan menjadikan ilmu bela diri sebagai sarana ibadah serta benteng pertahanan bagi para ulama., tegasnya.

‎Sebagai Informasi bahwasanya Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya:

‎Abah KH. Irsyadul Munir (Rais Syuriah MWCNU Sepatan)
‎Gus Imam Fahruroji (Dewan Khos Pagar Nusa Kabupaten Tangerang)
‎Bapak Puji Wijanarko (Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Tangerang)
‎Bapak Muklis (Ketua IPSI Kecamatan Sepatan)
‎Ibu Hj. Neng Syukriah (Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Sepatan)
‎Ustadz Aldi (Pengasuh Ponpes Attadzkir Nur Ghozali)
‎Pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Sepatan
‎Delegasi Pengurus Pagar Nusa: Rayon Attadzkir, PAC Sepatan, Kosambi, Pakuhaji, Sukadiri, Pasar Kemis, hingga Kemiri.

‎Kemeriahan acara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur, doa bersama untuk keselamatan bangsa dan ulama, serta ramah tamah untuk mempererat ukhuwah antar-pendekar Pagar Nusa se-Kabupaten Tangerang.

‎Tentang Pagar Nusa: Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa adalah organisasi yang mewadahi seni bela diri di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Didirikan pada 3 Januari 1986 di Pondok Pesantren Lirboyo, Pagar Nusa berasas pada aqidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah dengan tugas utama menjaga ulama dan keutuhan NKRI.

red24_RAS

Sorot24.id Tangerang – BANJIR bandang yang menutup tahun 2025 di sejumlah wilayah Sumatera bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah kode keras bahwa hukum yang lalai dan korupsi yang dibiarkan telah menagih bayaran tunai dalam bentuk nyawa manusia, rumah yang hanyut, dan masa depan yang runtuh. Ratusan warga meninggal, ribuan lainnya mengungsi. Di balik deras air dan gelondongan kayu yang menghantam permukiman, tersingkap kembali kejahatan lama berupa pencurian aset negara melalui korupsi hutan.

Selama bertahun-tahun, korupsi kerap dipahami sebatas penggelapan anggaran atau suap proyek. Namun tragedi di Sumatera menunjukkan wajah lain korupsi yang jauh lebih brutal, yakni korupsi sumber daya alam. Ketika izin hutan diperjualbelikan, pembalakan liar dibiarkan, dan kawasan lindung dilubangi kepentingan ekonomi, dampaknya tidak menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan. Dampaknya hadir seketika, mematikan, dan menyasar rakyat yang paling rentan.

Berbagai kajian menunjukkan keterkaitan kuat antara deforestasi dan meningkatnya risiko banjir. Data Global Forest Watch mencatat Indonesia kehilangan jutaan hektare tutupan hutan alam dalam dua dekade terakhir. Di Sumatera, laju deforestasi masih tergolong tinggi akibat ekspansi perkebunan, tambang, dan pembalakan ilegal. Hutan yang semestinya berfungsi sebagai penyangga ekologi kehilangan kemampuannya menyerap air, sehingga hujan ekstrem – yang makin sering akibat krisis iklim – berubah menjadi bencana.

Pemerintah merespons dengan langkah-langkah normatif. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memanggil sejumlah perusahaan untuk audit lingkungan. Moratorium izin hutan alam primer dan lahan gambut kembali ditegaskan. Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melanjutkan program rehabilitasi ekosistem. Pemerintah juga menjanjikan kompensasi bagi korban serta pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.

Namun, catatan akhir tahun menuntut kejujuran bahwa kebijakan belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penegakan hukum. Korupsi hutan bukan kejahatan yang berdiri sendiri. Ia hampir selalu melibatkan jejaring panjang meliputi pemberi izin, pengusaha, aparat penegak hukum, bahkan aktor di dalam sistem peradilan. Tidak jarang, perkara berhenti di tengah jalan atau berakhir dengan hukuman ringan yang gagal menimbulkan efek jera.

Indonesia sesungguhnya memiliki rekam jejak panjang korupsi sumber daya alam. Laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) menunjukkan sektor sumber daya alam secara konsisten menyumbang kerugian negara triliunan rupiah setiap tahun. Pada 2019 saja, ICW mencatat potensi kerugian negara dari kasus korupsi sumber daya alam mencapai lebih dari Rp 6 triliun. Angka itu belum termasuk kerusakan ekologis yang nilainya nyaris mustahil dihitung dengan rupiah.

Hutan hanyalah satu bab. Korupsi juga merambah migas, pertambangan, perikanan, hingga sumber daya air. Kasus-kasus besar di sektor energi dan tambang, praktik illegal fishing, hingga sengkarut pengelolaan air menunjukkan pola serupa: lemahnya tata kelola, minim transparansi, dan penegakan hukum yang inkonsisten. Kasus-kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung sepanjang 2025 pun diyakini baru menyentuh puncak gunung es.

Inilah sebabnya korupsi layak disebut masalah sistemik. Ia tidak semata soal individu serakah, melainkan tentang sistem yang memberi ruang, bahkan insentif, bagi penyimpangan. Ketika transparansi rendah, pengawasan lemah, dan sanksi tak menakutkan, korupsi tumbuh subur dan menjelma budaya. Kepercayaan publik pun tergerus, sementara hukum kehilangan wibawanya.

Catatan akhir 2025 juga menyisakan pesimisme yang wajar. Aparat penegak hukum yang seharusnya menjadi garda terdepan, tak jarang justru terseret kasus korupsi. Tahun ini KPK meng-OTT kejaksaan, hingga berulang kali. Di sisi lain, masyarakat pun belum sepenuhnya steril dari praktik suap dan kompromi. Lingkaran setan ini membuat pemberantasan korupsi terasa berjalan di tempat.

Namun, pesimisme tak boleh berujung pada keputusasaan. Sejumlah prasyarat mendesak perlu dipenuhi jika 2026 ingin dijadikan titik balik. Pertama, penegakan hukum harus tegas dan konsisten, terutama terhadap korupsi sumber daya alam yang berdampak langsung pada keselamatan publik. Penguatan KPK, kepolisian, dan kejaksaan bukan slogan, melainkan kebutuhan nyata, baik dari sisi kewenangan, integritas, maupun keberanian politik.

Kedua, transparansi pengelolaan sumber daya alam mesti diperluas melalui sistem informasi terbuka dan pemanfaatan teknologi digital. Perizinan, konsesi, dan aliran penerimaan negara harus mudah diakses dan diawasi publik. Ketiga, partisipasi masyarakat lokal perlu ditempatkan sebagai pilar utama konservasi. Banyak program gagal karena menyingkirkan warga yang justru hidup paling dekat dengan hutan.

Keempat, pencegahan harus menjadi investasi jangka panjang. Pendidikan antikorupsi sejak dini – dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi – perlu dirancang serius, bukan sekadar sisipan kurikulum. Membuang generasi yang telanjur korup tidak akan menyelesaikan masalah. Yang dibutuhkan adalah menyiapkan generasi pengganti yang berintegritas, diberi ruang memimpin, dilindungi dari sistem yang kotor, dan bebas dari warisan turun temurun.

Banjir bandang di pengujung 2025 adalah pengingat pahit bahwa korupsi bukan isu abstrak. Ia nyata, mematikan, dan merampas hak hidup warga. Ketika hutan dirampok dan hukum berkompromi, alam akan mengambil alih peran hakimnya sendiri. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Indonesia mampu memberantas korupsi, melainkan seberapa besar harga yang masih harus dibayar jika pembiaran terus berlanjut.

 

Rengga

sorot24.id | Tangerang – Dalam memudahkan pelayanan ke masyarakat,Kecamatan Kelapa Dua melakukan soft launching inovasi pelayanan publik bertajuk “Pedas Dikit” (Pelayanan Dasar Digitalisasi Kecamatan Kelapa Dua Terintegrasi).

Platform layanan digital ini hadir sebagai solusi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan, khususnya pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK) secara lebih cepat, efisien, dan transparan.

Diketahui Kecamatan Kelapa Dua merupakan salah satu kecamatan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi di Kabupaten Tangerang. Wilayah ini terdiri dari 5 Kelurahan dan 1 Desa dikenal sebagai kawasan penyangga perkotaan yang berkembang pesat dengan karakter masyarakat yang heterogen, terdiri dari pekerja sektor industri, jasa, perdagangan, serta masyarakat perumahan dan permukiman padat penduduk.

Dalam penyampaiannya,Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat menjelaskan dengan jumlah penduduk yang didominasi oleh usia produktif dan keluarga muda, kebutuhan akan layanan administrasi kependudukan yang cepat dan mudah menjadi sangat penting.

Aktivitas masyarakat Kelapa Dua yang dinamis, mobilitas tinggi, serta kebiasaan menggunakan perangkat digital seperti ponsel pintar dan aplikasi daring menjadi latar belakang utama lahirnya inovasi “Pedas Dikit”.

“Pedas Dikit dirancang sebagai layanan digital terintegrasi yang memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan administrasi kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor kecamatan, mengurangi antrean, serta meminimalkan waktu dan biaya pelayanan. Namun tanpa menghilangkan eksistensi aplikasi SIAK, karena aplikasi “PEDAS DIKIT” merupakan pendukung”,ungkap Camat Kelapa Dua,Selasa (30/12/25).

Menurutnya Inovasi ini sebagai fungsi kecamatan dalam garda terdepan dalam pelayanan dasar di masyarakat. Pihaknya berharap nantinya dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung transformasi digital pemerintahan di tingkat kecamatan.

Sementara itu Sekretaris Camat Kelapa Dua, Dwi Chandra Budiman Sebagai Penggagas/inisiator menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bentuk komitmen kecamatan dan menjadi implementasi program unggulan PRIMA dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Bismillah semoga inovasi “Pedas Dikit” yang akan kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat Kelapa Dua yang menginginkan pelayanan administrasi yang praktis, cepat, dan mudah diakses. Dengan sistem digital terintegrasi ini, kami menghadirkan 15 layanan terverifikasi, berharap masyarakat tidak lagi terbebani oleh proses yang panjang dan berulang,” ujar DCB.

Ia juga menambahkan bahwa soft launching ini menjadi tahap awal untuk penyempurnaan layanan berdasarkan masukan dan kebutuhan masyarakat. Selain itu jam operasional aplikasi ini baru bisa di pergunakan jam 11.00 WIB s.d jam 13.00 WIB serta masyarakat bisa mendownload di App Store.

“Kami membuka ruang evaluasi dan masukan dari warga agar ke depan “Pedas Dikit” benar-benar menjadi layanan yang bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kelapa Dua,” tambahnya.

Salah satu warga Kecamatan Kelapa Dua, Eva juga berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan serta dikembangkan untuk layanan administrasi lainnya.

“Semoga ke depan layanan digital seperti ini bisa diperluas, karena sangat membantu masyarakat yang aktivitasnya padat,” ujarnya.

Melalui inovasi “Pedas Dikit”, Kecamatan Kelapa Dua menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital. Diharapkan inovasi ini mampu menjadi contoh pelayanan administrasi kependudukan yang modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

red24_J.U