Ekonom Konstitusi Bongkar Skandal Transfer Pricing CPO : Modus Singapura Rugikan Negara Ratusan Triliun

sorot24.id | JAKARTA – Ekonom Konstitusi Defiyan Cori mendesak pemerintah membentuk tim independen untuk mengusut dugaan manipulasi harga ekspor minyak kelapa sawit mentah atau CPO.

Desakan ini muncul setelah pemeriksaan Kementerian Keuangan menemukan penyimpangan data akuntansi lewat skema – transfer pricing – yang dilakukan sejumlah grup eksportir sawit besar.

“Ini merupakan kejahatan perdagangan ekspor yang sangat serius serta berdampak pada penerimaan negara. Makanya, hasil pemeriksaan ini perlu ditindaklanjuti secara hukum atau – pro justitia – “, kata Defiyan, di Jakarta, Senin 1 Juni 2026.

Dia mengungkap modus yang dipakai yaitu pencatatan harga ekspor CPO lebih rendah melalui perusahaan perdagangan di Singapura. Komoditas kemudian dijual kembali ke pasar lain seperti Amerika Serikat dengan selisih harga hingga 50%. Sepanjang 2025, nilai ekspor CPO Indonesia tercatat US$35,87 miliar atau sekitar Rp590 triliun.

“Jika penggelembungan harga ekspor melalui – transfer pricing – sebesar 50 persen, maka sejatinya nilai ekspor menjadi Rp1.180 triliun. Angka kerugiannya luar biasa besar,” tegasnya.

Defiyan menekankan penyelidikan tidak boleh terbatas pada Wilmar International, Musim Mas Group, dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk.

“Perusahaan lain seperti Sinar Mas Group, PT Astra Agro Lestari Tbk, Asian Agri, Bakrie Sumatera Plantations, hingga Sampoerna Agro yang masuk daftar pemeriksaan pemerintah juga harus ditelusuri,” ujarnya.

Dia juga meminta penelusuran atas kemungkinan adanya keterlibatan oknum pejabat yang kongkalikong dengan pemilik perusahaan.

Menurut Defiyan,“nilai ekspor CPO yang dimanipulasi bisa saja tidak hanya untuk tujuan ke AS, mengingat lonjakan volume tertinggi juga terjadi ke pasar Afrika, China, Malaysia, Bangladesh, dan Pakistan”, pungkasnya .

red24_LUNAS

 

7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Membalas Chat dengan Cepat Menurut Ilmu Psikologi

sorot24.id | JAKARTA – Di era digital seperti sekarang, membalas pesan dengan cepat sering dianggap sebagai bentuk perhatian dan etika dalam berkomunikasi. Banyak orang merasa dihargai ketika pesan mereka langsung ditanggapi, sementara keterlambatan balasan bisa menimbulkan berbagai asumsi negatif. Tanpa disadari, kebiasaan kecil ini ternyata punya makna yang lebih dalam dari sekadar respons spontan.

Di balik kebiasaan membalas chat dengan cepat, ada banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari pola pikir, pengalaman masa lalu, hingga kondisi emosional seseorang.

Lalu, sebenarnya apa saja kepribadian yang sering dimiliki oleh orang yang selalu cepat membalas chat ?

1. Terorganisir

Orang yang membalas pesan dengan cepat sering kali memiliki sifat terorganisir dalam kehidupan sehari-hari. Mereka cenderung tidak suka menunda sesuatu, termasuk hal kecil seperti membalas pesan. Bagi mereka, menyelesaikan komunikasi dengan segera adalah bagian dari menjaga keteraturan aktivitas.

Dilansir dari American Psychological Association, orang yang terorganisir cenderung memiliki kontrol diri yang baik terhadap tugas-tugas kecil, termasuk komunikasi digital, sehingga mereka memilih merespons pesan sesegera mungkin agar tidak menumpuk.

2. Terbiasa dengan Pola Komunikasi Instan

Generasi yang tumbuh bersama teknologi seperti smartphone dan media sosial cenderung memiliki ekspektasi tinggi terhadap kecepatan komunikasi. Hal ini membuat mereka secara otomatis merespons pesan dengan cepat tanpa banyak pertimbangan.

Monica Anderson dari Pew Research Center menjelaskan bahwa pengguna aktif smartphone memiliki kecenderungan untuk langsung membalas pesan karena sudah terbiasa dengan ritme komunikasi yang cepat dan real-time dalam kehidupan sehari-hari.

3. Multitasking dan Terbiasa Efisien

Orang yang terbiasa melakukan banyak aktivitas sekaligus biasanya tidak ingin membiarkan pesan menunggu terlalu lama. Mereka memilih langsung membalas agar tidak mengganggu fokus di kemudian hari.

Bagi mereka, membalas chat adalah bagian dari efisiensi waktu. Orang yang terbiasa multitasking memiliki kemampuan berpindah fokus dengan cepat, sehingga mereka juga lebih responsif terhadap notifikasi, termasuk pesan masuk.

4. Tanda Kecemasan atau Ketergantungan Digital

Tidak semua kebiasaan ini bersifat positif, Beauties. Dalam beberapa kasus, seseorang merasa cemas jika tidak segera membalas pesan. Mereka takut dianggap mengabaikan atau khawatir kehilangan informasi penting.

Kebiasaan terus-menerus merespons pesan bisa menjadi bentuk kecemasan digital, di mana seseorang merasa tidak nyaman jika tidak selalu terhubung dengan perangkatnya.

5. Memiliki Rasa Tanggung Jawab yang Tinggi

Beberapa orang melihat pesan sebagai bentuk tanggung jawab yang harus segera ditanggapi. Terutama dalam konteks pekerjaan atau hubungan profesional, respons cepat dianggap sebagai bentuk profesionalisme.

Harvard Business School menjelaskan bahwa individu dengan tingkat conscientiousness tinggi cenderung lebih disiplin dalam komunikasi dan merasa wajib memberikan respons cepat untuk menjaga kepercayaan.

6. Tidak Suka Menunda-nunda

Ada tipe orang yang memang terbiasa menyelesaikan sesuatu saat itu juga, tanpa menunggu atau menunda. Membalas chat menjadi salah satu hal kecil yang langsung mereka tuntaskan agar tidak menjadi beban pikiran di kemudian hari.

Dr. Tim Pychyl, profesor psikologi membahas prokrastinasi di Psychology Today, menjelaskan bahwa orang yang minim kebiasaan menunda cenderung langsung bertindak terhadap tugas kecil, termasuk membalas pesan, karena mereka ingin menjaga kejelasan mental dan mengurangi beban kognitif.

7. Komunikator yang Baik

Orang yang cepat merespons pesan biasanya juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Mereka peka terhadap alur percakapan dan berusaha menjaga komunikasi tetap berjalan lancar tanpa jeda yang terlalu lama.

Respons yang tepat waktu merupakan bagian penting dari komunikasi efektif karena membantu menjaga koneksi emosional dan pemahaman antar individu.

Dari berbagai penjelasan di atas, terlihat bahwa kebiasaan cepat membalas chat bukan hanya soal kebiasaan sederhana, tetapi juga cerminan dari kepribadian, pengalaman, dan kondisi emosional seseorang.

Sumber : Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia

red24

sorot24.id | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Senin (01/06/26). 

Upacara tersebut diikuti unsur Forkopimda, ASN, TNI, Polri, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen daerah lainnya.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menegaskan peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, semangat kebangsaan harus terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat, khususnya di Kabupaten Tangerang.

“Semangat Hari Lahir Pancasila harus menjadi energi bersama dalam memperkuat persatuan dan mempercepat pembangunan di Kabupaten Tangerang,” tegas Bupati Maesyal.

Lanjut dia, kehadiran jajaran Forkopimda, ASN, TNI, dan Polri dalam upacara tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama untuk menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap sendi kehidupan  Menurutnya, kebersamaan seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa Pancasila masih menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Semangat tersebut harus terus dikumandangkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. 

“Kita semua menjalankan amanah dari Pemerintah Pusat dengan memastikan nilai-nilai dan norma-norma Pancasila terus dikumandangkan di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga pedoman dalam menjalankan tugas dan kehidupan bermasyarakat. Karena itu, penanaman nilai-nilai Pancasila harus terus dilakukan secara berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat.

“Sebagaimana kita tahu bahwa Pancasila adalah dasar negara dan pegangan hidup kita dalam menjalankan tugas sehari-hari. Upaya yang terus menerus dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, khususnya di Kabupaten Tangerang, sangat diperlukan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberagaman yang ada di Kabupaten Tangerang harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan. Nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghormati perlu terus dijaga agar kehidupan masyarakat tetap harmonis dan kondusif.

“Dengan Pancasila, kita hidup, duduk, berdiri dan juga menjalankan tugas bersama-sama. Dengan nilai-nilai Pancasila, kita pelihara, kita abadikan. Nilai-nilai Pancasila untuk toleransi juga terus kita kedepankan,” tegasnya.

Bupati Maesyal juga menekankan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam pelayanan publik yang semakin baik. Dia juga tidak menutup mata bahwa Pemkab Tangerang masih memiliki berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk menjawab harapan masyarakat.

“Pastinya, banyak PR yang harus kita kerjakan sebagai implementasi atau penjabaran dari nilai-nilai Pancasila terhadap kepentingan harapan masyarakat Kabupaten Tangerang. Untuk itu, kita jalankan dan kita tingkatkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, serta kapasitas kita sebagai pelayan masyarakat,” pungkasnya.

Sumber :                                            Diskominfo Kab. Tangerang/RS/nD

red24_KDL

Pengurus Pokdarkamtibmas Metro Jaya dan DIY berpose usai diskusi konsolidasi organisasi di Induk Sekretariat Wilayah Pokdarkamtibmas Mitra Polri Polresta Sleman, Sabtu 30 Mei 2026. Pertemuan menyepakati penguatan Pokdar hingga subsektor sebagai mitra Polri./Dok.humas pokdar Kamtibmas Resor Tangerang Molly/sorot24.id

sorot24.id | SLEMAN – Pukul 09.00 WIB, Sabtu 30 Mei 2026. Teh hangat dan Mars Pokdar membuka pertemuan di Sekretariat Pokdarkamtibmas Polda DIY, Gamping, Sleman. Rombongan dari Jakarta datang tak dengan tangan kosong. Pokdarkamtibmas Metro Jaya membawa pengalaman konsolidasi, tata kelola AD/ART, dan satu benda kecil yang menyita perhatian: HT model POC.

Rombongan dipimpin Sekretaris Daerah PMJ M. Husni. Bersama dia: Ketua Resor Metro Tangerang Kota Ade Jamaludin, B.Sc dan Wakil Hengky, Ketua Resor Jakarta Barat Budi Wijaya dan Kabid Ops Teddy A. Riyanto, Humas Bachtarudin, serta Dokumentasi Rizqi.

Tuan rumah menyambut lengkap. Ketua Pokdar DIY Sri Suharyadi hadir bersama Wakil Ari Yanto, Sekda 1 Ifan Buya, Sekda 2 Dwi Anggoro. Jajaran resor pun datang: Sleman Jumali, Bantul Bernandus Novan, Gunungkidul Sumarjo, Kulon Progo Kharisma, Kota Jogja Ariwibowo, dan tim RingOps DIY.

Setelah Indonesia Raya dan Mars Pokdar, diskusi dimulai. M. Husni membuka. Ia bicara pentingnya Pokdar “melekat” dengan Dirbinmas dan Kapolda. “Pokdar tidak bisa jalan sendiri. Sinergi itu kunci,” ujarnya.

Giliran Ade Jamaludin. Ketua Resor Tangkot itu mengupas AD/ART. Ia menekankan Raker, Rapim, dan satu hal yang jadi pembeda di Metro Jaya: SK pengurus resor ditandatangani langsung oleh Kapolres. “Legalitas itu penting untuk gerak di lapangan,” kata Ade.

Sekda Pokdarkamtibmas Metro Jaya M. Husni bicara dengan mikrofon saat kunjungan kerja di Sleman 30 Mei 2026, dok : humas pokdar Kamtibmas Resor Tangerang molly/sorot24.id

Sesi paling riuh saat Budi Wijaya dan Hengky unjuk HT POC. _Push-to-talk over cellular_. Bentuknya seperti HT biasa. Bedanya: ia bekerja lewat jaringan seluler. “Bisa koordinasi Jakarta-Jogja sekali pencet, asal ada sinyal,” kata Budi. Pengurus dari Bantul dan Gunungkidul langsung bertanya soal skema pengadaan dan biaya pulsa.

Empat jam diskusi mengerucut pada satu kesimpulan: Pokdar DIY harus lebih aktif hingga level subsektor. Solid, taat AD/ART, dan jadi mitra Polri yang efektif mengemban fungsi kepolisian terbatas.

Menjelang zuhur, acara ditutup. Tukar cinderamata, foto bersama, lalu santap siang. Di meja, sisa teh dan catatan rapat. Kerja menjaga kampung tak selesai di ruang rapat.

Keterangan Waktu dan Tempat Sabtu, 30 Mei 2026, 09.00 WIB – selesai
Sekretariat Pokdarkamtibmas Polda DIY, Jl. Baturan RT 02/019, Trihanggo, Gamping, Sleman, Yogyakarta

red24molly

Dialektika Ruang dan Esensi dalam Fikih Dam Haji

Oleh : Ocit Abdurrosyid Siddiq          (Ketua Departmen Pendidikan dan Pengembangan SDM Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten)

sorot24.id | BANTEN – SEBUAH tayangan video berdurasi pendek yang melintasi beranda gawai digital memperlihatkan keriuhan yang lazim dijumpai pada bulan Dzulhijjah. Di sebuah pelataran luas di salah satu sudut wilayah Banten, kepulan asap dari dapur umum membubung tinggi di sela-sela kesibukan puluhan warga yang sedang menguliti dan memotong daging hewan ternak.

Pada awalnya, ingatan kolektif kita akan langsung menyimpulkan bahwa aktivitas tersebut adalah ritual penyembelihan hewan kurban Idul Adha pada hari tasyrik yang melibatkan gotong royong masyarakat setempat. Namun, sebuah narasi penjelasan di dalam video tersebut seketika membalikkan asumsi awam; hewan-hewan yang disembelih itu bukanlah hewan kurban, melainkan hewan dam jemaah haji yang sedang berada di Tanah Suci.

Biaya pembelian hewan tersebut dikirimkan secara digital dari Makkah ke tanah air, untuk kemudian dieksekusi dan dibagikan langsung kepada kaum fakir miskin di pedesaan Banten. Fenomena sosiologis ini memicu sebuah perenungan filosofis mendalam mengenai elastisitas hukum Islam dalam merespons ruang, waktu, dan kemaslahatan umat manusia.

Realitas sosiokultural di atas tidak dapat dilepaskan dari desain sosiogeografis pelaksanaan ibadah haji modern yang dialami oleh sebagian besar jemaah asal Indonesia. Jemaah haji reguler, terutama yang tergabung dalam gelombang pertama, dipastikan telah tiba di Tanah Suci beberapa minggu sebelum prosesi Wukuf di Arafah dilaksanakan.

Jika mereka dipaksakan untuk mengambil skenario Haji Ifrad – yakni mendahulukan haji baru kemudian melaksanakan umrah – maka mereka harus mempertahankan kondisi ihram beserta seluruh larangannya yang sangat ketat selama hampir sebulan penuh. Menjaga kepatuhan ritual di bawah tekanan cuaca ekstrem dan kelelahan fisik tentu menjadi beban yang sangat berat bagi jemaah haji kontemporer.

Konsekuensinya, demi keselamatan jiwa dan kemudahan ibadah, hampir seluruh jemaah haji Indonesia secara sadar memilih skenario Haji Tamattu’ atau Haji Qiran sebagai pilihan manasik yang paling rasional dan aman.

Pilihan manasik yang masif ini membawa konsekuensi hukum yang bersifat kausalitas mutlak, di mana jemaah secara otomatis akan terkena “pasal” kewajiban membayar dam nusuk. Dalam diskursus fikih klasik, kata dam yang secara harfiah berarti darah, sering kali disalahpahami oleh sebagian jemaah sebagai sebuah bentuk hukuman atas kesalahan atau pelanggaran yang ternoda.

Padahal, dam dalam konteks Haji Tamattu’ dan Qiran sesungguhnya merupakan dam syukran, yaitu sebuah kompensasi finansial spiritual sebagai wujud rasa syukur atas kelonggaran dan kenyamanan yang diberikan oleh syariat. Syariat Islam memberikan dispensasi kepada jemaah untuk melepas ihram dan hidup normal di Makkah setelah umrah selesai, sebelum nantinya mengenakan ihram kembali untuk berhaji.

Dengan demikian, pengenaan denda ini tidak boleh dipandang sebagai kecacatan ritual, melainkan bagian integral dari paket efisiensi ibadah yang sah dan berpijak pada prinsip taisir*l (kemudahan).

Terobosan fikih yang memindahkan lokasi penyembelihan dan pendistribusian hewan dam ke tanah air, sebagaimana yang terekam dalam video di Banten tersebut, merupakan buah dari ijtihad kontemporer yang dinamis. Selama berabad-abad, pemahaman arus utama umat Islam mematok bahwa seluruh prosesi penyembelihan hewan hadyu atau dam wajib diselesaikan di dalam batas geografis Tanah Haram Makkah.

Namun, pertumbuhan jumlah jemaah haji global yang eksponensial di era modern memicu terjadinya surplus daging sembelihan yang sangat luar biasa di Mina dan Makkah. Persoalan logistik, potensi mubazir, dan higienitas lingkungan di Tanah Suci kemudian mendorong para cendekiawan muslim untuk meninjau kembali aspek substansi sosial dari ibadah tersebut.

Pertanyaan fundamental yang muncul adalah apakah letak geografis penyembelihan bersifat mutlak, ataukah asas kemanfaatan bagi penerima daging yang justru menjadi inti dari perintah syariat.

Untuk membedah fenomena ini secara akademis, kita harus melacak akar metodologi hukum yang diwariskan oleh para imam mazhab dalam fikih klasik. Mayoritas ulama dari Mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali memiliki pandangan yang sangat ketat mengenai keterikatan ruang dalam pelaksanaan penyembelihan hewan denda haji.

Menurut mereka, Tanah Haram Makkah bukan sekadar tempat distribusi, melainkan tempat ibadah itu sendiri yang sifatnya ta’abbudi atau ritual baku yang tidak dapat diganggu gugat. Mereka bersandar pada dalil-dalil tekstual Al-Qur’an, salah satunya Surat Al-Hajj ayat 33 yang menyatakan bahwa tempat penyembelihan hewan hadyu adalah di sekitar Baitul Atiq (Tanah Haram).

Berdasarkan logika mazhab ini, pemindahan lokasi penyembelihan ke luar dari wilayah Makkah, apalagi hingga lintas benua ke Indonesia, dipandang membatalkan keabsahan ibadah dam tersebut.

Di sisi lain, Mazhab Hanafi memberikan ruang interpretasi yang sedikit berbeda dan menjadi celah bagi perkembangan ijtihad kontemporer di kemudian hari. Meskipun Imam Abu Hanifah dan para pengikutnya tetap mewajibkan penyembelihan dilakukan di Tanah Haram untuk jenis dam tertentu, mereka memiliki kelonggaran dalam aspek waktu pelaksanaan.

Lebih jauh lagi, pendekatan metodologi hukum Hanafi dikenal sangat menekankan pada aspek illat (alasan hukum) yang bersifat rasional dan berorientasi pada kemaslahatan sosial (ta’aqquli). Konstruksi berpikir inilah yang kemudian dikembangkan oleh para ahli fikih modern untuk melihat bahwa sasaran utama dari penyembelihan hewan ini adalah memberi makan kepada manusia yang membutuhkan.

Jika fakir miskin di Makkah sudah mengalami surplus makanan, maka mengalihkan hewan tersebut kepada yang kelaparan di belahan bumi lain menjadi tindakan yang sangat logis.

Dalam lanskap keagamaan di Indonesia, perbedaan paradigma hukum ini terefleksi secara jelas melalui sikap kelembagaan yang diambil oleh organisasi kemasyarakatan Islam. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menjadi salah satu institusi keagamaan yang secara progresif memberikan legitimasi terhadap terobosan fikih penyembelihan dam di tanah air.

Muhammadiyah menggunakan pisau analisis Maqashid Asy-Syariah (tujuan-tujuan syariat) dengan argumen bahwa esensi dari pembayaraan dam adalah penegakan keadilan sosial dan pengentasan kelaparan. Ketika dana dam dikirim ke Indonesia, ia tidak hanya menyelesaikan kewajiban ritual jemaah, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi peternak lokal dan memperbaiki gizi masyarakat miskin.

Bagi Muhammadiyah, memilih kemaslahatan nyata bagi umat Islam di tanah air jauh lebih utama daripada mempertahankan formalitas ruang yang berisiko memicu kemubaziran di Makkah.

Pandangan yang berbeda secara diametral dipegang oleh Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang tetap berdiri kokoh pada jalur kehati-hatian fikih klasik. Melalui Fatwa MUI Nomor 41 Tahun 2011, lembaga ini menegaskan bahwa penyembelihan hewan dam yang dilakukan di luar batas Tanah Haram Makkah hukumnya secara syar’i adalah tidak sah.

MUI memandang bahwa keterikatan tempat dalam ibadah haji adalah aturan manasik yang bersifat dogmatis, sehingga manusia tidak memiliki otoritas untuk memindahkannya berdasarkan rasionalisasi ekonomi semata.

Kendati demikian, MUI tidak menutup mata terhadap problem kemaslahatan sosial, sehingga mereka menawarkan sebuah titik temu yang moderat.

Solusi dari MUI adalah hewan dam harus tetap disembelih di Makkah sesuai syariat, namun dagingnya dibekukan (frozen) lalu dikirimkan menggunakan kargo laut ke Indonesia untuk didistribusikan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI bertindak sebagai regulator yang mencoba menjembatani keragaman pemikiran hukum ini demi pelayanan jemaah yang optimal. Melalui Surat Edaran Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nomor 2 Tahun 2024, Kementerian Agama secara resmi memfasilitasi skema pembayaran dam yang akuntabel.

Pemerintah bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mengelola penarikan dana dam dari jemaah haji yang secara sukarela memilih mazhab fikih sosial.

Langkah ini diambil karena pemerintah menyadari bahwa potensi dana dari ratusan ribu jemaah haji Tamattu’ Indonesia dapat dikonversi menjadi program strategis nasional.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan hewan ternak di dalam negeri yang dagingnya disalurkan guna menyukseskan program penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

Keterlibatan BAZNAS RI dalam ekosistem ini bertindak sebagai amil resmi yang menjamin bahwa seluruh proses pengiriman uang, pembelian hewan, hingga penyembelihan berjalan transparan. Dari sudut pandang akuntansi syariah dan manajemen publik, BAZNAS berhasil mengubah tata kelola dam yang semula bersifat individual dan tidak terdata menjadi sebuah kekuatan ekonomi umat yang terorganisasi.

Hewan-hewan yang disembelih di berbagai daerah, seperti di pelosok Banten dalam tayangan video tersebut, dipastikan telah melalui uji kesehatan dan kelayakan syariat yang ketat. Dengan demikian, jemaah haji yang berada di Makkah dapat menunaikan ibadahnya dengan tenang, karena laporan penyembelihan disampaikan secara berkala melalui sistem informasi digital.

Pengintegrasian ibadah privat dengan dampak sosial publik ini menjadi percontohan bagi pengelolaan ibadah haji di negara-negara muslim lainnya.

Cendekiawan muslim kontemporer, seperti Yusuf Al-Qaradawi dan beberapa pemikir hukum Islam lainnya, sering kali mengingatkan pentingnya kontekstualisasi fikih di era modern.

Al-Qaradawi dalam berbagai literaturnya menekankan bahwa fikih harus selalu bergerak dinamis laksana air, tidak boleh beku dan mengeras hingga menyulitkan kehidupan umat manusia (al-haraj).

Ibadah dalam Islam selalu membawa dua dimensi kembar yang tidak boleh dipertentangkan, yaitu kesalehan ritual yang menghubungkan makhluk dengan Khalik, dan kesalehan sosial yang menghubungkan manusia dengan sesamanya. Ketika kondisi zaman menuntut adanya rekayasa hukum demi menghindari kemudaratan yang lebih besar – seperti pembuangan daging yang membusuk akibat surplus – maka ijtihad harus berani melangkah maju.

Oleh karena itu, perpindahan lokasi penyembelihan dam ke tanah air harus dibaca sebagai bentuk perluasan wilayah pengabdian sosial ibadah haji.

Melihat peta perbedaan pandangan yang begitu kaya dan berbasis pada argumen yang sama-sama kuat, kita dipanggil untuk melihat khazanah fikih ini dengan kacamata yang jernih. Keragaman pendapat antara ulama klasik yang memegang teguh teks ruang, dan ulama kontemporer yang membaca tanda-tanda zaman, sesungguhnya adalah sebuah berkah spiritual yang indah.

Tidak ada satu pihak pun yang berhak mengklaim kebenaran mutlak atau menuduh pihak lain telah merusak tatanan agama dalam wilayah ijtihad khilafiyah ini. Kedua belah pihak sejatinya memiliki niat yang sama mulianya, yaitu menjaga kesucian ibadah haji sekaligus memastikan bahwa syariat Islam tetap memancarkan rahmat bagi seluruh alam.

Sikap saling menghormati atas pilihan metodologi hukum masing-masing kelompok merupakan fondasi utama bagi kedewasaan beragama umat Islam di Indonesia.

Umat Islam, khususnya para jemaah haji Indonesia, harus disodorkan pilihan-pilihan keagamaan ini secara terbuka, jujur, dan edukatif tanpa ada unsur paksaan atau doktrinasi tunggal. Tugas para pembimbing haji dan ulama di tanah air adalah memetakan argumen-argumen hukum tersebut secara objektif, lengkap dengan segala konsekuensi spiritual dan sosialnya.

Jemaah yang memiliki kecenderungan hati pada aspek kehati-hatian ritual individual dapat memilih menyembelih di Makkah atau mengikuti opsi pembekuan daging dari MUI. Sementara itu, jemaah yang memiliki kepekaan sosial tinggi dan meyakini urgensi ketahanan pangan bangsa dapat memilih menyalurkan dana dam mereka melalui BAZNAS ke tanah air.

Kebebasan memilih ini akan melahirkan ketenteraman batin bagi jemaah, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah di Tanah Suci tanpa dibayangi rasa bersalah.

Peristiwa penyembelihan hewan dam di wilayah Banten yang semula dikira sebagai kurban Idul Adha adalah sebuah simbol nyata dari jembatan spiritual spiritualitas global. Jembatan ini menghubungkan ritual fisik jemaah haji yang sedang bergerak mengitari Kabah di Makkah, dengan pemenuhan kebutuhan gizi riil anak-anak yatim dan fakir miskin di pelosok nusantara.

Fikih Islam telah membuktikan dirinya mampu bekerja melintasi batas geografis dan ruang udara melalui pemanfaatan teknologi finansial dan kematangan berijtihad para ulamanya. Keragaman fatwa yang ada di tengah-tengah kita tidak sepatutnya memicu keretakan sosial, melainkan harus dipandang sebagai instrumen kekayaan intelektual yang memperkaya pilihan hidup umat.

Dengan hati yang lapang, kita dapat merayakan keragaman pendapat ini sebagai bukti bahwa Islam adalah agama yang senantiasa relevan di setiap waktu dan tempat. Wallahualam.

red24

Kapolsek Tangerang pimpin razia 3C di Tanah Tinggi, Sabtu dini hari. Satu pemuda diamankan bawa ganja. dok: Humas Pokdar Kamtibmas Resor Tangeran Molly/sorot24.id

Sorot24.id | Tangerang – Suasana sepi yang di sertai hujan rintik rintik dini hari di Tangerang, tidak membuat aparat lengah. Polsek Tangerang Kota menggelar giat rutin patroli cipta kondisi, pada Rabu dini hari, 31 Mei 2026 pukul 01.00 WIB.

Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin oleh Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno SH,MH. dan Perwira Pengawas Kompol Joko Suparto ( Kanit Intelkam Polsek Tangerang ), IPDA Krisna Paulus SH,MH ( Plh Kanit Reskrim Polsek Tangerang ) serta jajaran dengan kekuatan 14 personil.

Pada saat melintas di jalan Al.Muhajirim Kelurahan.Tanah Tinggi petugas patroli Cipta Kondisi Polsek Tangerang menangkap terduga pelaku narkoba pada jam 02.25 Wib saat razia 3C di Jl. Al Muhajirin, Kel. Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Minggu 31 Mei 2026 dini hari.

Penangkapan berawal dari kecurigaan petugas terhadap gerak-gerik pelaku , seorang pemuda yang Berinisial DS yang nongkrong bersama rekannya di Jl. Al Muhajirin, Kelurahan Tanah Tinggi.
Saat digeledah oleh Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno SH MH, ditemukan 1 paket ganja kering di dalam dompetnya.

Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno SH MH memimpin langsung penggeledahan terhadap DS, 28 tahun, yang terlihat gugup saat petugas melintas pukul 02.25 WIB. Dari dompet pelaku petugas menemukan 1 paket ganja kering.

“Pelaku mengaku membeli ganja secara online lewat Facebook dengan sistem COD. Barang itu digunakan bersama PUTRA SUCIPTO,” ujar Kompol Suyatno.

Kedua pelaku yang berprofesi karyawan swasta itu kini diamankan di Polsek Tangerang untuk penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno Rajia Pengendara motor Malam Hari Dijalan Muhajirin Tanah Tinggi kota Tangerang dok:humas pokdar Kamtibmas Resor Tangerang Molly/sorot24.id

Setelah melakukan penangkapan di area tersebut , Petugas Patroli Cipkon bagian dari program Jaga Jakarta melanjutkan perjalanan menyisir daerah titik rawan untuk antisipasi Curat, Curas, Curanmor, tawuran, dan balap liar.
Patroli yang melibatkan 14 personel itu menyasar kantor pemerintahan, pusat ekonomi, dan obyek vital serta jalan protokol.

Red24Molly

4 Cara Mengenali Orang dengan IQ Tinggi Dilihat dari Cara Bermain Media Sosial

sorot24.id | JAKARTA – Banyak orang menyebutkan jika IQ tinggi hanya dilihat dari cara berpikir dan prestasinya. Padahal, cara bermain media sosial juga dapat menggambarkan kecerdasan seseorang, lho !

Menurut Profesor Madya Psikologi di Universitas Negeri Michigan Gwendolyn Seidman dalam laman Psychology Today, lewat penggunaan media sosial, kamu bisa melihat cara seseorang mengontrol emosi, pemilihan konten yang relevan dengan mereka, interaksi sosialnya, hingga cara mereka mencari informasi. Penggunaan media sosial saat ini sangat masif, bukan sekadar tempat berbagi kabar dan aktivitas, tetapi juga ruang bagi seseorang menampakkan karakternya.

Lantas, bagaimana cara mengenali orang dengan IQ tinggi dilihat dari cara mereka bermain media sosial ? Simak ulasan berikut ini :

  1. Selektif dalam Memilih Informasi Salah satu ciri orang cerdas di media sosial adalah mereka cenderung selektif dalam memilih informasi. Sebagaimana yang diungkapkan dalam Psychology Today, orang cerdas akan lebih sadar dengan kebiasaan digitalnya dan tidak mudah terjebak dengan konten atau interaksi yang berdampak negatif. Mereka akan menghindari konten dengan judul clickbait, berita palsu, teori konspirasi, akun media sosial toxic, hingga konten viral yang menawarkan hiburan sesaat. Orang cerdas akan sadar jika kontien-konten tersebut bisa berdampak pada doom scrolling dan berakhir negatif baginya.
  2. Tidak Mudah Terpancing Perdebatan/pexels.com/Viralyft. Media sosial adalah platform yang menawarkan banyak hal, baik positif maupun negatif, tergantung penggunanya. Kamu bisa menjadikannya sebagai wadah membangun portofolio, promosi produk atau jasa yang kamu tawarkan, atau mencari informasi Di sisi lain, media sosial juga dapat menawarkan hal negatif. Beberapa konten sengaja dibuat agar cepat viral dengan memancing emosi penontonnya. Apabila kamu kurang selektif dan sulit mengontrol emosi, kamu akan terpancing perdebatan. Namun, berbeda dengan orang cerdas, mereka memiliki kesadaran diri. Bukan hanya untuk membatasi waktu layar, tetapi juga dalam memahami dan bereaksi. Pada umumnya, sebelum bereaksi, orang cerdas akan berhenti sejenak untuk memproses konten, reaksi, dan dampaknya. Hal itu membantu mereka dalam menahan diri.
  3. Interaksi Digital yang Sehat Interaksi digital yang sehat/pexels .com/dlxmedia.hu . Cara seseorang berinteraksi di media sosial juga dapat menunjukkan kecerdasannya Orang dengan IQ tinggi umumnya melakukan interaksi sehat dan tidak impulsif di media sosial. Mereka akan membangun interaksi digital yang positif. Misalnya, menggunakan media sosial untuk membangun relasi yang baik bagi perkembangan kariernya.
  4. Mampu Membatasi Waktu Layar Mampu membatasi waktu layar / magnific.com/azerbaijan_stockers . Banyak orang yang memilih untuk scroll media sosial saat istirahat dengan keputusan awal akan bermain dalam waktu 5 menit. Namun, mereka akan berakhir melakukannya hingga bermenit-menit, bahkan berjam-jam kemudian. Penggunaan media sosial yang demikian bukanlah suatu hal yang bijak. Di sisi lain, kebiasaan orang pintar di media sosial adalah mampu membatasi waktunya dalam bermain layar. Mereka tahu, kapan harus membuka media sosial, kapan harus benar-benar beristirahat, dan bekerja. Hal ini bisa dilakukan dengan mengatur batas waktu penggunaan platform media sosial di ponselnya. Nah, itulah sederet ciri orang dengan IQ tinggi berdasarkan cara bermain media sosial. Pada dasarnya, menggunakan media sosial adalah hal wajar, tetapi caramu dalam memainkannya bisa menunjukkan karaktermu.

Sumber :                                                  Elvin Nuril Firdaus | Beautynesia

red24

 

Bupati Tangerang Apresiasi Festival Tabuh Bedug Kecamatan Teluknaga

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Festival Tabuh Bedug ke-35 Kecamatan Teluknaga, Sabtu malam (30/05/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan festival tabuh bedug tersebut yang juga dihadiri oleh Gubernur Banten, Andra Soni beserta istri, Tinawati Andra Soni.

“Festival tabuh bedug tingkat kecamatan Teluknaga ini menjadi salah satu kebanggaan, salah satu warisan budaya yang senantiasa terus diabadikan dan dijalankan setiap tahun,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Festival Tabuh Bedug Kecamatan Teluknaga, dihadiri Gubernur Banten dan Bupati Kab.Tangerang. foto/dok : istimewa . [red24] .
Menurut dia, festival tabuh bedug bukan hanya merupakan kebanggaan masyarakat kecamatan Teluknaga dan Kabupaten Tangerang namun juga membuktikan wujud pelestarian budaya, kekompakan dan kebersamaan masyarakat Teluknaga yang luar biasa.

“Ini tidak hanya kebanggaan masyarakat Teluknaga dan Kabupaten Tangerang semata tapi merupakan wujud pelestarian warisan budaya, kekompakan dan kegotong-royongan untuk kemajuan bersama,” ungkapnya .

Pihaknya berharap kegiatan tersebut terus ditingkatkan ke depannya, tidak hanya tingkat lokal semata tapi juga bisa lebih luas lagi di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional.

“Kami berharap kegiatan ini terus dapat dijalankan dan ditingkatkan lebih luas lagi hingga tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional, sebagai wujud nyata kita cinta dan selalu ingat terhadap warisan budaya pendahulu kita,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir dan mendukung kegiatan tersebut.

“Kami atas nama masyarakat Kabupaten Tangerang khususnya masyarakat Kecamatan Teluknaga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur beserta ibu yang sudah hadir. Ini membuktikan bahwa pak gubernur selalu peduli dan mendukung kita semua, khususnya masyarakat Teluknaga,” ucapnya.

Gubernur Banten, Andra Soni mengungkapkan rasa kagum dan bangganya atas atusiasme dan kekompakan masyarakat Teluknaga untuk menyukseskan festival bedug tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, saya sangat bangga dan merasa terhormat bisa hadir bersama-sama dengan masyarakat Teluknaga. Atas kokompakan dan bimbingan pak bupati, pak camat dan seluruh forkopimcam, hari ini tumpah ruah mengikuti kegiatan festival tabuh bedug yang ke-35,” ujar Andra Soni.

Ia juga akan mendorong festival bedug tersebut bisa menjadi agenda yang lebih besar yaitu tingkat provinsi bahkan nasional.

“Ini keren dan luar biasa. Mudah-mudahan kita dikasih waktu yang cukup dan saya mendoakan acara ini sukses dan bisa berlanjut tahun depan dan mudah-mudahan bisa masuk ke event nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Teluknaga, Kurnia melaporkan bahwa acara festival bedug Kec. Teluknaga merupakan ciri khas dan icon warisan seni budaya Kecamatan Teluknaga yang telah menjadi agenda tetap setiap tahunnya.

“Kegiatan karnaval budaya tabuh bedug yang sudah kita laksanakan tadi siang hari, peserta dari 13 desa hadir, ada 1.000 kendaraan roda dua dan kurang lebih 200 kendaraan roda empat. Saat ini ada 16 peserta tabuh bedug yang akan kita dengarkan dan saksikan bersama,” ungkap Kurnia.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/59-Prokopim/V/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

Bagus Muhamad Rijal Kembali Terpilih Menjadi Ketua BM PAN Kabupaten Tangerang Periode 2026 – 2031

sorot24.id | TANGERANG – Musyawarah Daerah (Musda) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Se-Banten baru saja digelar pada Sabtu, 30 Mei 2026, menetapkan kembali Bagus Muhamad Rijal sebagai Ketua BM PAN Kabupaten Tangerang untuk kedua kalinya periode 2026 – 2031 . Terpilihnya kembali Bagus menjadi bentuk kepercayaan kader terhadap kepemimpinannya dalam membangun organisasi kepemudaan yang progresif, inklusif, dan berorientasi pada penguatan peran generasi muda dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya setelah terpilih, Bagus Muhamad Rijal menyampaikan komitmennya untuk menjadikan BM PAN Kabupaten Tangerang sebagai rumah besar bagi para aktivis, intelektual, dan pengusaha muda. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus menjadi wadah yang mampu menghimpun berbagai potensi anak muda untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat dan kemajuan daerah.

Musyawarah Daerah BM PAN se-Banten,baru saja menetapkan para Ketua Terpilih DPD BM PAN 8 Kab/Kota se-Banten. foto /dok : istimewa. [red24] .
“BM PAN Kabupaten Tangerang harus menjadi rumah besar bagi aktivis, intelektual, dan pengusaha muda. Kita ingin menghadirkan ruang yang terbuka untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan melahirkan gagasan-gagasan besar demi kemajuan Kabupaten Tangerang,” ujar Bagus Muhamad Rijal.

Lebih lanjut, Bagus menegaskan,BM PAN Kabupaten Tangerang akan terus berjalan beriringan dan memperkuat sinergi dengan DPD PAN Kabupaten Tangerang di bawah kepemimpinan Sri Panggung Lestari. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi sayap dan partai menjadi kunci dalam memperluas basis dukungan masyarakat sekaligus mencetak kader-kader muda yang siap menjadi pemimpin masa depan.

“BM PAN akan terus berdampingan dan menjadi bagian dari perjuangan besar PAN Kabupaten Tangerang. Kami siap mendukung kepemimpinan Ibu Sri Panggung dan seluruh jajaran DPD PAN dalam mewujudkan target besar PAN menjadi tiga besar di Kabupaten Tangerang pada kontestasi politik mendatang,” tegasnya.

Musda BM PAN Kabupaten Tangerang berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan optimisme. Para peserta berharap kepemimpinan Bagus Muhamad Rijal pada periode kedua ini dapat semakin memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas jaringan kaderisasi, serta meningkatkan kontribusi nyata BM PAN dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan politik di Kabupaten Tangerang.

Dengan semangat kolaborasi dan penguatan kaderisasi, BM PAN Kabupaten Tangerang optimistis mampu menjadi wadah lahirnya generasi muda yang berintegritas, inovatif, dan siap mengawal perjuangan Partai Amanat Nasional menuju prestasi yang lebih besar di masa mendatang.

red24_KANU

Final Liga Champions antara Paris Saint-Germain kontra Arsenal digelar malam ini 30 Mei 2026, 23.00 WIB

sorot24.id| BUDAPEST — Puskas Arena, Hungaria bersiap jadi saksi. Sabtu (30/5) pukul 23.00 WIB, Paris Saint-Germain bertemu Arsenal di final Liga Champions. Satu misi _back to back_ juara, satu lagi berburu trofi pertama.

Musim lalu, PSG mencabik Inter Milan 5-0 di final. Dembele dkk menang tanpa balas. Musim ini, mereka datang sebagai tim tersubur: 44 gol sepanjang Liga Champions. Jaminan hujan gol lagi?

Pelatih PSG Luis Enrique menolak besar-besarkan skor tahun lalu. “Final tahun lalu menunjukkan superioritas yang tidak nyata antara PSG dan Inter,” ungkapnya dilansir BBC.

Baginya, Arsenal beda cerita. “Final sekarang, saya tidak melihat adanya tim favorit. Arsenal pantas memenangkan Liga Inggris karena mereka konsisten. Kami dan mereka adalah tim yang sangat baik dalam bertahan dan menyerang.”

Enrique memprediksi laga ketat. “Final akan ditentukan oleh selisih tipis, oleh kemampuan untuk tetap fokus setiap saat,” ujarnya.

PSG datang dengan status juara bertahan dan mesin gol paling gacor di Eropa. 44 gol bukan angka main-main. Dembele, Kvaratskhelia, dan Barcola siap menguji lagi.

Arsenal tak kalah mengerikan. Konsistensi mereka di Liga Inggris jadi bukti. Meriam London lapar gelar. Trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub jadi taruhannya.

5-0 musim lalu adalah sejarah. Sabtu malam di Budapest, papan skor kembali 0-0. Enrique sudah kasih peringatan: tak ada yang superior di final.

Data Kunci Final:

1. Waktu*: Sabtu, 30 Mei 2026, 23.00 WIB
2. Venue*: Puskas Arena, Budapest, Hungaria
3. Rekor PSG*: Juara bertahan, hantam Inter 5-0 di final 2025, 44 gol UCL musim ini
4. Rekor Arsenal*: Juara Liga Inggris, incar trofi UCL pertama sepanjang sejarah
5. Kata Enrique*: “Tidak ada favorit. Ditentukan selisih tipis dan fokus”

red24