Tangerang, sorot24.id | Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar GP Ansor dan Banser atas kontribusinya dalam menjaga persatuan, keamanan, dan stabilitas sosial di Kabupaten Tangerang.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Apel 3.400 Ansor Banser dan Pelantikan Serentak Pimpinan Ranting GP Ansor Kelurahan/Desa se-Kabupaten Tangerang, di Kecamatan Curug, Sabtu (27/12/2025).

“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada ribuan kader Ansor dan Banser yang tidak hanya menunjukkan kekuatan organisasi, tetapi juga mencerminkan militansi, soliditas, serta komitmen kebangsaan yang kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa GP Ansor dan Banser merupakan organisasi kepemudaan mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan, stabilitas sosial dan keamanan, khususnya di Kabupaten Tangerang.

“GP Ansor dan Banser bukan sekadar organisasi kepemudaan, tetapi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, serta merawat nilai-nilai keislaman yang moderat dan kebangsaan,” tandasnya.

Lanjut dia, dalam berbagai momentum sejarah bangsa, Ansor dan Banser selalu hadir sebagai penjaga ulama dan pengawal nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, serta benteng ideologi Pancasila. Peran GP Ansor dan Banser mempunyai peran yang strategis
di tengah tantangan zaman seperti intoleransi, radikalisme, dan disintegrasi sosial.

“GP Ansor dan Banser memiliki sejarah panjang sebagai penjaga ulama, menegakan nilai-nilai Islam dan benteng ideologi Pancasila. Di tengah tantangan zaman saat ini seperti intoleransi, radikalisme, dan disintegrasi sosial, peran GP Ansor dan Banser semakin relevan dan strategis,” imbuhnya.

Pihaknya pun mengucapkan selamat kepada seluruh pimpinan ranting GP Ansor Kelurahan dan Desa yang dilantik secara serentak. Dia juga berpesan agar pimpinan ranting sebagai ujung tombak organisasi bisa bersentuhan dan memberikan dampak positif langsung kepada masyarakat.

“Pelantikan ini adalah amanah besar. Pimpinan ranting harus mampu menggerakkan kader, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menghadirkan program yang bermanfaat dan solutif bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan,” tegasnya.

Dia juga berpesan agar seluruh kader Ansor dan Banser senantiasa menjaga soliditas, kedisiplinan, dan loyalitas organisasi, serta menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, persaudaraan, dan gotong royong.

“Teruslah setia pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah dan teguh memegang komitmen kebangsaan terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” pungkasnya.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terbuka dan berkomitmen untuk terus menguatkan sinergi dan kolaborasi dengan GP Ansor dan Banser dalam berbagai bidang, mulai dari sosial kemasyarakatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, penanggulangan bencana, hingga penguatan wawasan kebangsaan.

Pada kesempatan tersebut, GP Ansor juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Tangerang yang diterima Bupati atas perhatian dan kepedulian pemerintah daerah kepada pesantren.

red

Tangerang, sorot24.id | Krisis lahan pemakaman yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu mendorong hadirnya inisiatif baru di Kabupaten Tangerang. Sebuah Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus Muslim dengan luas mencapai 30 hektare direncanakan akan dibangun di lahan persawahan Desa Tegalsari, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. TPU tersebut dikelola oleh PT INSIRA, perusahaan yang bergerak di bidang pemakaman khusus Muslim.

Direktur PT INSIRA, Rifqi, menjelaskan bahwa keberadaan TPU khusus Muslim ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam membantu penyediaan lahan pemakaman, khususnya bagi masyarakat DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya yang sejak era Gubernur Ali Sadikin telah mengalami krisis makam hingga tahun 2025.

“Secara prinsip, perusahaan saat ini belum melakukan pembangunan. Kegiatan yang dilakukan baru sebatas perapihan lahan,” ujar Rifqi saat ditemui, Rabu (24/12/2025).

Ia menegaskan bahwa PT INSIRA telah mengantongi Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) dari kementerian terkait untuk pengelolaan pemakaman khusus Muslim di Desa Tegalsari. Rencana pemanfaatan lahan seluas 30 hektare tersebut juga telah mendapatkan izin lingkungan berdasarkan persetujuan lebih dari 400 warga sekitar.

Menurut Rifqi, aspek kearifan lokal menjadi perhatian utama perusahaan. PT INSIRA berkomitmen untuk melibatkan masyarakat setempat agar kehadiran TPU khusus Muslim ini dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga Desa Tegalsari.

“Kearifan lokal kami prioritaskan agar keberadaan makam khusus Muslim PT INSIRA dapat bermanfaat dan mendongkrak ekonomi masyarakat lokal,” katanya.

Selain izin lingkungan, Rifqi menyampaikan bahwa PT INSIRA juga telah melengkapi sejumlah perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS). Perizinan tersebut meliputi Nomor Induk Berusaha (NIB) dari Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Tangerang, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) atau izin lokasi dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kabupaten Tangerang, serta koordinasi dengan Dinas Perumahan, Permukiman, Pemakaman, dan Pertanahan (DPPPP) Kabupaten Tangerang.

“Untuk perizinan lain yang berkaitan langsung dengan operasional makam saat ini masih dalam proses,” tutup Rifqi.

ynt

Bogor, sorot24.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah berbeda dalam pelaksanaan refleksi akhir tahun 2025. Anggaran yang selama ini digunakan untuk kegiatan hiburan dialihkan sepenuhnya untuk mendukung pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, saat menghadiri kegiatan Refleksi Akhir Tahun yang digelar di Masjid Raya Nurul Wathon, Pakansari, Jumat (26/12/2025).

Menurut Rudy, Pemkab Bogor ingin memastikan setiap kegiatan pemerintah memiliki dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menggerakkan roda perekonomian lokal. Oleh karena itu, para pelaku UMKM difasilitasi untuk berjualan secara gratis di sekitar kawasan masjid selama kegiatan berlangsung.

“Anggaran hiburan kami alihkan untuk UMKM. Masyarakat bisa hadir, berdoa bersama, sekaligus membantu ekonomi para pelaku usaha kecil,” ujar Rudy.

Ia menjelaskan, pendekatan ini tidak hanya menciptakan suasana religius dan khidmat dalam menyambut pergantian tahun, tetapi juga menjadi ruang interaksi ekonomi antara masyarakat dan pelaku UMKM lokal.

Kegiatan refleksi akhir tahun yang dipusatkan di Masjid Raya Nurul Wathon tersebut diisi dengan doa bersama dan kegiatan keagamaan, sekaligus diramaikan oleh stan-stan UMKM yang menjajakan berbagai produk makanan, minuman, dan kerajinan lokal.

red

Jakarta, sorot24.id | Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar) mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja di wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Tiga tersangka beserta barang bukti ganja dalam jumlah besar diamankan dari pengungkapan ini.

Adapun ketiga tersangka yang diamankan yakni sopir inisial APP (35), karyawan swasta AS (38) dan petaniS (53). Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait adanya aktivitas pengangkutan narkotika jenis ganja.

Petugas BNNP Sumbar kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menghentikan sebuah mobil Toyota Hiace berwarna silver dengan nomor polisi BA 7019 MA di Jalan Bukittinggi-Medan, Jorong Batang Palupuh, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, pada Rabu (17/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.

“Selanjutnya diamankan 2 (dua) orang laki-laki tersebut atas nama Andrey dan Andi,” demikian keterangan tertulis BNN Sumbar, Kamis (25/12).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan empat karung besar di bagian belakang mobil. Petugas mendapati 100 paket narkotika jenis ganja yang dibungkus plastik dan lakban cokelat.

“Di dalam 4 karung besar tersebut terdapat 100paket narkotika jenis ganja yang dibungkus dengan plastik lakban bewarna coklat,” ujarnya.

Kepada petugas, kedua pelaku mengaku ganja tersebut dijemput dari wilayah Penyabungan atas perintah seorang pria bernama S, untuk kemudian diantarkan ke rumah S. Berdasarkan pengakuan tersebut, petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan S di rumahnya di wilayah Kabupaten Agam.

“Menurut keterangan S memang betul dirinya yang menyuruh A untuk menjemput narkotika jenis ganja tersebut ke daerah Penyambungan,” ucapnya.

Selanjutnya, ketiga tersangka beserta barang bukti dibawa ke Kantor BNN Provinsi Sumatera Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Barang bukti narkotika yang diamankan:

  • 4 buah karung warna hijau berisikan keseluruhan 100 paket narkotika jenis ganja yang dibungkus dengan plastik dengan lakban bewarna coklat .

Non Narkotika :

  • 1 unit handphone merk XIAOMI warna Hitam.
  • 1 unit handphone merk Xiaomi jenis Redmi 12 warna Hitam.
  • 1 unit samsung lipat warna putih.
  • 1 unit Mobil merk Toyota Jenis HIACE warna silver nomor Polisi BA 7019 MAA

Sebelumnya, Komjen Suyudi menyatakan pemberantasan narkoba merupakan salah satu pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dia juga mengatakan pemberantasan narkoba menjadi syarat membangun sumber daya manusia unggul.

“Berperang terhadap narkoba demi kemanusiaan tentunya sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden. Khususnya poin ke-7 terkait pemberantasan narkoba sebagai bagian reformasi hukum dan ketahanan bangsa,” kata Suyudi dalam jumpa pers pengungkapan kasus narkoba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025).

Mantan Kapolda Banten itu kemudian menyebutkan masalah narkoba merupakan isu kemanusiaan. Dia mengatakan narkoba bukan sekadar kriminal.

“Narkoba dipandang sebagai isu kemanusiaan bukan hanya sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba sebagai korban yang harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara,” ujarnya.

red

Serang, Sorot24.id | Polda Banten melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika dan minuman keras (miras) hasil pengungkapan sepanjang tahun 2025. Kegiatan pemusnahan tersebut berlangsung di Aula Gawe Kita Baluwarti, pada Jumat (26/12/2025).

Pemusnahan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya penegakan hukum yang konsisten dilakukan Polda Banten. Sebelumnya, Polda Banten juga telah melaksanakan pemusnahan minuman keras hasil Operasi Pekat Maung pada Maret 2025, serta pemusnahan barang bukti narkotika pada September 2025.

Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, Kombes Pol Wiwin Setiawan, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya berhasil mengamankan berbagai barang bukti narkotika dan miras dari sejumlah pengungkapan kasus di wilayah hukum Polda Banten.

“Selama tahun 2025, Polda Banten telah mengumpulkan barang bukti yang hari ini dimusnahkan, antara lain sabu-sabu seberat 1.249 gram, ganja seberat 12.197 gram, serta berbagai jenis minuman keras sebanyak 8.617 botol,” ujar Wiwin.

Menurutnya, pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan sebagai bentuk transparansi pengelolaan barang bukti sekaligus menunjukkan komitmen tegas Polda Banten dalam memberantas peredaran narkoba dan minuman keras.

“Pemusnahan ini merupakan bentuk transparansi serta upaya nyata kami dalam memutus mata rantai peredaran narkoba dan miras di wilayah hukum Polda Banten,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wiwin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat agar terus berperan aktif mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus mendukung upaya penegakan hukum ini demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Banten,” jelasnya.

Di akhir keterangannya, Kombes Pol Wiwin menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam pemberantasan narkoba dan minuman keras, khususnya menjelang perayaan Tahun Baru 2026.

“Sebagai tindak lanjut komitmen Bapak Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, kami akan terus meningkatkan upaya preventif, preemtif, dan represif dalam pemberantasan narkoba dan minuman keras, terutama menjelang perayaan Tahun Baru 2026,” pungkasnya.

asp

Tangerang, sorot24.id | Polresta Tangerang mencatat tren positif dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Rilis Akhir Tahun, angka kriminalitas di wilayah hukum Polresta Tangerang mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 1.362 kasus tindak pidana, turun 16,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.635 kasus. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada menyebut penurunan tersebut merupakan hasil dari optimalisasi upaya preventif, patroli rutin, serta penegakan hukum yang konsisten.

“Penurunan angka kriminalitas ini menunjukkan bahwa upaya preventif, patroli, dan penegakan hukum yang kami lakukan mulai memberikan dampak,” ujar Indra Waspada.

Dari total kasus tersebut, Polresta Tangerang bersama jajaran Polsek berhasil mengungkap 207 kasus tindak pidana atensi. Sementara itu, kejahatan yang meresahkan masyarakat tercatat 457 kasus, menurun 12,9 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 525 kasus.

Adapun jenis kejahatan yang tercatat meliputi pencurian dengan pemberatan (205 kasus), pencurian dengan kekerasan (19 kasus), pencurian kendaraan bermotor (10 kasus), narkotika (187 kasus), penganiayaan berat (32 kasus), serta pembunuhan (4 kasus).

Selain itu, sepanjang 2025 juga tercatat 33 kejadian penemuan mayat yang seluruhnya telah ditangani secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Setiap kasus ditangani secara transparan dan profesional agar memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” tegas Indra.

Sejumlah kasus menonjol yang menyita perhatian publik sepanjang tahun ini antara lain pembunuhan bos rental mobil, perselisihan viral antara ojek pangkalan dan ojek online di Stasiun Tigaraksa, kasus anak membunuh ayah kandungnya di wilayah Mauk, serta penemuan mayat di kebun pisang.

Dalam upaya pemberantasan narkotika, Polresta Tangerang berhasil mengungkap 258 kasus dengan 359 tersangka, terdiri dari 341 laki-laki dan 18 perempuan. Barang bukti yang diamankan antara lain 1.315,04 gram sabu, 13.951,02 gram ganja, 46,64 gram cairan sintetis, 2.633,89 gram tembakau sintetis (gorilaz), serta puluhan ribu butir obat-obatan keras dan psikotropika.

Sementara itu, di bidang lalu lintas, sepanjang 2025 tercatat 698 kejadian kecelakaan, meningkat 11,1 persen dibandingkan 2024 sebanyak 565 kejadian. Korban meninggal dunia tercatat 169 jiwa, luka berat 116 jiwa, dan luka ringan 663 jiwa, dengan kerugian materiil mencapai Rp664.350.000.

Penindakan pelanggaran lalu lintas melalui tilang mencapai 12.783 perkara, dengan 12.780 perkara telah disidangkan.

Dalam bidang pengawasan internal, Polresta Tangerang mencatat 5 kasus pelanggaran disiplin dan 5 kasus pelanggaran kode etik profesi Polri, yang seluruhnya telah diselesaikan melalui sidang sesuai ketentuan.

Melalui Call Center 110, Polresta Tangerang menerima 11.863 panggilan terjawab, serta 2.911 panggilan tidak terjawab atau miscall. Sejumlah inovasi pelayanan publik terus dikembangkan, seperti Command Center, CCTV, dan layanan Halo Kapolresta.

Dalam mendukung program pemerintah, Polresta Tangerang telah mengoperasikan 3 unit SPPG dan menyiapkan 26 unit SPPG lainnya. Pada program ketahanan pangan, terdapat 192 titik lahan seluas 246,96 hektare, dengan hasil panen jagung kuartal ketiga sebanyak 30,28 ton yang telah diserap Bulog.

Melalui Gerakan Pangan Murah, Polresta Tangerang menyalurkan 200.500 kilogram beras SPHP, dengan 174.500 kilogram telah didistribusikan kepada masyarakat.

“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Indra Waspada.

Dalam rangkaian Rilis Akhir Tahun, Polresta Tangerang juga memusnahkan barang bukti berupa 135 dus berisi 1.860 botol minuman keras, 70 bilah senjata tajam, serta 27 knalpot brong hasil Operasi Patuh. Pemusnahan dilakukan dengan cara melindas miras menggunakan steam roller, sementara senjata tajam dan knalpot dimusnahkan menggunakan mesin gerinda.

asp