Sorot24.id Tangerang Belum selesai dengan persoalan pembangunan Titik Nol Kabupaten Tangerang yang menggelontorkan anggaran sangat Fantastis senilai Rp2,3 miliar kini publik di kejutkan dengan Pembangunan Hutan Bambu di Kecamatan Cisoka dengan anggaran Rp1,8 miliar menegaskan satu hal: APBD Kabupaten Tangerang sedang diarahkan bukan untuk kebutuhan rakyat, melainkan untuk proyek simbolik yang minim manfaat nyata.

Dua proyek ini menjadi potret telanjang buruknya perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Bambu adalah tanaman yang secara ekologis murah, cepat tumbuh, dan dapat ditanam secara swadaya oleh masyarakat. Namun di Kabupaten Tangerang, bambu justru “disulap” menjadi proyek miliaran rupiah. Tidak ada justifikasi rasional yang mampu menjelaskan bagaimana penanaman bambu dapat menelan anggaran hampir dua miliar rupiah.

Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa proyek tersebut lebih berorientasi pada penyerapan anggaran daripada pemulihan lingkungan.

Lebih parah lagi, pemborosan ini dilengkapi dengan pembangunan Titik Nol Kabupaten Tangerang yang menghabiskan Rp2,3 miliar. Sebuah monumen simbolik yang tidak berdampak pada peningkatan kesejahteraan, tidak menyelesaikan persoalan banjir, tidak mengurangi sampah, dan tidak memperbaiki pelayanan publik. Titik nol hanya menjadi titik awal pemborosan, bukan titik awal pembangunan.

Jika digabungkan, lebih dari Rp4 miliar uang rakyat dihabiskan untuk proyek yang tidak memiliki urgensi publik. Ini bukan kesalahan teknis, melainkan kesalahan kebijakan yang serius dan patut diduga melanggar prinsip dasar pengelolaan keuangan negara.

Ketika rakyat masih bergulat dengan jalan rusak, banjir, pengangguran, dan krisis lingkungan yang nyata, Pemkab Tangerang justru menghamburkan anggaran untuk proyek simbolik bernilai miliaran rupiah. Ini bukan pembangunan, ini pemborosan yang dilegalkan melalui APBD.

Jika APBD hanya dijadikan bahan bacakan penguasa dan alat pencitraan, maka kejahatan anggaran akan terus berulang. Oleh karena itu, audit terbuka, evaluasi menyeluruh, dan pertanggungjawaban politik atas proyek hutan bambu dan titik nol adalah keharusan, bukan pilihan.

Hari ini bambu dan titik nol, esok hari bisa jadi monumen pemborosan berikutnya dan rakyat kembali hanya menjadi penonton.

Salam Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang

Endang Kurnia
Ketua Cabang GMNI Kab. Tangerang

J.U

Sorot24.id Tangerang Selatan — Tepat pada 31 Desember 2025 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Ushuluddin dan Perguruan Tinggi Umum (Komfuspertum) Cabang Ciputat telah menapaki umur yang ke-43 Tahun.

‎Rangkaian Hari Lahir (Harlah) ini dimulai pada Minggu (28/12/2025) di Aula Padepokan Aswaja Ciputat. Kegiatan ini menandai dimulainya secara resmi rangkaian Harlah PMII Komfuspertum ke-43, sekaligus menjadi ruang konsolidasi kader.

‎Pembukaan rangkaian harlah ini ditempatkan sebagai momentum pembuka, baik secara simbolik maupun substantif. Sebelumnya, PMII Komfuspertum telah menggulirkan berbagai perlombaan kader —mulai dari kompetisi futsal, lomba content creator, MLBB fun battle, turnamen PlayStation, hingga lomba cerdas cermat —yang berfungsi sebagai pemantik partisipasi, kebersamaan, dan dinamika kader menjelang rangkaian kegiatan utama.

‎Harlah PMII Komfuspertum ke-43 mengusung tema “Eco Humanist Era: Merawat Khittah Pergerakan, Mengorganisir Masa Depan yang Berkelanjutan”. Tema ini menjadi penegasan arah gerak PMII dalam merespons tantangan zaman, khususnya krisis kemanusiaan dan ekologis, tanpa melepaskan diri dari khittah perjuangan organisasi.

‎Rangkaian acara dimulai dengan shalat Maghrib berjamaah, dilanjutkan pembukaan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars PMII, dan Yalal Wathan. Prosesi ini berlangsung khidmat dan sarat simbolisme, mempertemukan spirit keislaman, kebangsaan, dan keorganisasian dalam satu ruang.

‎Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Pembukaan Harlah PMII Komfuspertum 2025, Zafika Nazdi Syihabi, menegaskan bahwa opening harlah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal konsolidasi kader dalam membaca arah gerak organisasi dan tantangan sosial ke depan.

‎Sementara itu, Ketua PK PMII Komfuspertum, Kholil Umami, menekankan bahwa opening harlah harus dimaknai sebagai titik berangkat, bukan puncak perayaan. Menurutnya, tema eco-humanist menjadi panggilan bagi kader PMII untuk tetap berpijak pada nilai keislaman dan kemanusiaan, sekaligus responsif terhadap isu lingkungan yang kian mendesak.

‎Hal senada disampaikan oleh Ketua Kopri PMII Komfuspertum, Latifah Azzahra, yang menyoroti pentingnya keterlibatan seluruh kader—termasuk kader perempuan—dalam menghidupkan rangkaian harlah sebagai ruang penguatan peran, gagasan, dan kepemimpinan yang inklusif.

‎Secara simbolis, Opening Harlah PMII Komfuspertum ke-43 ditandai dengan Kentongan bambu sebagai simbolisme melambangkan kebersamaan, gotong royong, persatuan dan panggilan jiwa pergerakan untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandu dalam tubuh PMII.

‎Acara kemudian dilanjutkan dengan mimbar bebas, yang diisi pembacaan puisi, orasi dan deklarasi kader. Sesi ini menjadi ruang artikulasi gagasan dan ekspresi kritis kader serta mendeklarasikan komitmen dalam memperjuangkan nilai-nilai pergerakan. Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama, doa penutup sebagai simbol penguatan solidaritas dan kebersamaan kader.

‎Melalui Opening Harlah PMII Komfuspertum ke-43 ini, PMII Komfuspertum menegaskan komitmennya untuk menjadikan rangkaian harlah sebagai ruang kaderisasi, konsolidasi gerakan, dan pembacaan kritis atas realitas sosial, sekaligus meneguhkan peran PMII sebagai organisasi mahasiswa Islam yang terus relevan dengan tantangan zaman.

‎(RAS)

Tangerang, sorot24.id | Menyambut pergantian tahun dari 2025 ke 2026, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Istigosah dan Doa Bersama. Kegiatan ini sekaligus ditujukan untuk mendoakan saudara-saudara di berbagai wilayah Indonesia yang tengah terdampak musibah.

Istigosah dan doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kabupaten Tangerang, KH. Uwes Nawawi, dan berlangsung dengan khidmat serta penuh kekhusyukan. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat di sekitar Tigaraksa.

Acara semakin bermakna dengan kehadiran penceramah nasional, Ustadz Dr. Adi Hidayat, Lc., M.A. Dalam tausiyahnya, Ustadz Adi Hidayat mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjadikan momentum pergantian tahun sebagai ajang muhasabah dan perbaikan diri.

Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, doa bersama menjadi fondasi spiritual yang penting dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Momentum ini untuk dijadikan introspeksi dan memperkuat kebersamaan dengan semua elemen masyarakat agar Kabupaten Tangerang senantiasa diberikan keberkahan, keamanan, dan kesejahteraan,” tandas Bupati Maesyal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah di berbagai daerah.

“Mari kita berdoa agar keluarga dan saudara-saudara kita semoga cepat bangkit dan pulih kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada menyampaikan bahwa kegiatan istigosah dan doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar batin sekaligus upaya memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Melalui istigosah dan doa bersama ini, kita memohon perlindungan, keselamatan, dan kedamaian bagi Kabupaten Tangerang khususnya, serta Indonesia pada umumnya. Kami berharap di tahun yang akan datang, situasi kamtibmas semakin kondusif, masyarakat semakin aman, dan persatuan tetap terjaga,” ujarnya.

Kapolresta juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, terutama menjelang perayaan malam tahun baru.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Forkopimda Kabupaten Tangerang turut memberikan santunan kepada anak yatim, dilanjutkan dengan penghimpunan donasi secara langsung. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Adi Hidayat, dengan harapan agar tahun yang akan datang membawa kedamaian, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

(asp)

Bogor, sorot24.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menetapkan sejumlah program prioritas pembangunan pada tahun 2026, salah satunya rehabilitasi Masjid Raya di 40 kecamatan. Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Bogor dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan, sekaligus sebagai langkah nyata menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam rapat koordinasi rangka evaluasi program pembangunan Kabupaten Bogor tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Ciliwung-Bappedalitbang, Cibinong, Senin (29/12/2025). Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, jajaran kepala perangkat daerah, direktur RSUD, serta para camat se-Kabupaten Bogor.

Bupati Rudy Susmanto menegaskan bahwa pembangunan dan peningkatan sarana ibadah tidak hanya difokuskan di wilayah pusat pemerintahan seperti Cibinong, melainkan dilakukan secara menyeluruh di seluruh kecamatan.

“Pembangunan masjid bukan hanya di Cibinong. Kita ingin seluruh kecamatan merasakan perhatian yang sama, terlebih dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Masjid harus menjadi pusat ibadah, pembinaan umat, dan kebersamaan masyarakat,” ujar Rudy dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, rehabilitasi Masjid Raya di 40 kecamatan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Januari 2026. Setiap kecamatan akan menerima bantuan stimulus sebesar Rp100 juta, yang peruntukannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing masjid, baik untuk perbaikan bangunan, fasilitas pendukung ibadah, maupun peningkatan kenyamanan jamaah.

Menurut Rudy, Bulan Suci Ramadhan merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai keimanan, kepedulian sosial, serta persatuan umat. Oleh karena itu, keberadaan masjid yang layak, nyaman, dan representatif menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan ibadah serta berbagai kegiatan keagamaan masyarakat.

“Kami berharap Masjid Raya di setiap kecamatan dapat menjadi ruang ibadah yang nyaman sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan sosial, khususnya selama Bulan Suci Ramadhan dan seterusnya,” ungkap Rudy.

Selain itu, Pemkab Bogor juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan, dan kekhusyukan ibadah selama Ramadhan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan suasana religius dan kebersamaan dapat terus terjaga di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

(red)

Tangerang, sorot24.id | Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki memimpin kegiatan groundbreaking pembangunan 49 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Banten dan jajaran yang dilaksanakan di SPPG Pasar kemis Polda Banten, Kampung Pasar kemis, Desa Pasar kemis, Kecamatan Pasar kemis, Kabupaten Tangerang, Senin (29/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari groundbreaking 442 SPPG Polri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia melalui Zoom Meeting dan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo. Program tersebut menjadi wujud dukungan Polri terhadap program prioritas nasional Pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan, Irwasda Polda Banten Kombes Pol. Hendra Kurniawan, para Pejabat Utama Polda Banten, serta Kapolresta Tangerang Kombes Pol. M. Andi Indra Waspada.

Dalam sambutannya, Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyampaikan bahwa pembangunan SPPG merupakan langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas gizi anak-anak dan kelompok masyarakat rentan.

“Pembangunan SPPG ini bukan hanya program fisik semata, tetapi merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pemenuhan gizi anak-anak, ibu hamil, dan balita. Ini adalah implementasi nilai-nilai Presisi yang berpihak kepada rakyat,” ujar Kapolda Banten.

Irjen Pol. Hengki menjelaskan, dari target awal sebanyak 18 unit SPPG, Polda Banten kini telah berhasil mempersiapkan 64 titik lokasi SPPG. Rinciannya, sebanyak 8 unit telah diresmikan dan beroperasi, 4 unit dalam tahap persiapan operasional, 3 unit dalam tahap pembangunan, serta 49 unit melaksanakan groundbreaking pada hari ini.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan komitmen kuat antara jajaran Polda Banten, pemerintah daerah, Yayasan Kemala Bhayangkari, serta para mitra strategis lainnya.

Lebih lanjut, Kapolda Banten mengungkapkan bahwa SPPG Polda Banten saat ini telah melayani 102 sekolah, yang terdiri dari 33 TK, 49 SD, 12 SMP atau sederajat, serta 8 SMA atau sederajat, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 24.559 orang.

“Jika seluruh SPPG Polda Banten dan jajaran sudah beroperasi, kami optimistis pelayanan dapat menjangkau 586 sekolah dengan total penerima manfaat sekitar 202.349 orang, termasuk siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” jelasnya.

Kapolda Banten juga menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkelanjutan agar setiap SPPG dapat berfungsi secara optimal, profesional, dan penuh empati.

“Kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Karena itu, pengawasan, evaluasi, dan kolaborasi harus terus dilakukan secara berkesinambungan,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap operasional SPPG, Kapolda Banten turut menyerahkan 20 bantuan kepada relawan SPPG Polda Banten guna memperkuat pelayanan di lapangan.

Irjen Pol. Hengki berharap kegiatan groundbreaking ini menjadi tonggak awal komitmen bersama dalam mewujudkan generasi bangsa yang lebih sehat, kuat, dan sejahtera, serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Provinsi Banten dan masa depan Indonesia.

(red)

Serang, sorot24.id | Gubernur Banten Andra Soni melantik 64 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Pelantikan berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang, Senin (29/12/2025).

Puluhan pejabat yang dilantik terdiri atas 59 Pengawas Sekolah, tiga Auditor, satu Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD), serta satu Analis Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Banten Nomor 685, 697, dan 698 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Melalui Perpindahan ke Dalam Jabatan Fungsional.

Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov Banten dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan.

“Pelantikan 59 orang Pengawas Sekolah ini merupakan kado akhir tahun untuk para pendidik dan sebagai komitmen kami untuk mempercepat pelantikan Pengawas Sekolah Ahli Muda,” ungkap Andra.

Gubernur meminta para pengawas sekolah yang baru dilantik untuk memberikan perhatian khusus pada monitoring dan evaluasi sistem penjaminan mutu pendidikan. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap implementasi program sekolah gratis, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Selain itu, Andra juga menginstruksikan pengawas sekolah agar aktif mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk tawuran antar pelajar dan perundungan (bullying).

“Harus ada upaya bersama melalui pendidikan karakter, kegiatan ekstrakurikuler yang positif, pembinaan konseling, serta kerja sama dengan orang tua. Kita harus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua pelajar,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar peserta didik penerima fasilitas sekolah gratis tetap mematuhi etika dan tata tertib sekolah. Pengawas sekolah diharapkan mampu membangun sinergi dengan kepala sekolah, guru, komite sekolah, serta pemerhati pendidikan guna menekan angka putus sekolah di Provinsi Banten.

Selain sektor pendidikan, Andra Soni memberikan arahan khusus kepada Auditor, PPUPD, dan Analis SDM Aparatur agar memperkuat fungsi pengawasan terhadap kinerja pembangunan daerah. Menurutnya, pengawasan yang kuat akan mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

Khusus kepada Analis SDM Aparatur, Gubernur menekankan pentingnya penerapan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kalian memiliki peran strategis dalam memastikan pengelolaan ASN dilakukan secara terencana, objektif, dan berbasis data,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Andra Soni menegaskan pentingnya profesionalisme dan netralitas ASN. Ia meminta seluruh pejabat fungsional yang dilantik untuk fokus pada kinerja dan tidak terlibat dalam urusan politik praktis.

“Saya minta Bapak dan Ibu fokus pada fungsi pengawas. Tidak usah mengurusi hal di luar itu, apalagi urusan politik. Kemurnian sebagai Pegawai Negeri Sipil harus dijaga. Saya menilai dari kinerja, bukan dari kedekatan,” pungkasnya.

(red)

Tangerang, sorot24.id | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus berupaya meningkatkan kualitas dan akses pelatihan kerja bagi masyarakat. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi meluncurkan satu unit mobil training kejuruan teknik motor sekaligus menyerahkan bantuan alat service AC kepada peserta pelatihan, saat apel Senin pagi di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Senin (29/12/2025).

Bupati Maesyal Rasyid menjelaskan, mobil training servis motor tersebut disiapkan untuk mendekatkan layanan pelatihan keterampilan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan pengetahuan dan keahlian bengkel motor tanpa harus datang langsung ke Balai Latihan Kerja (BLK).

“Dengan adanya mobil training ini, masyarakat tidak lagi harus hadir ke BLK Kosambi atau BLK Jayanti karena pelatihannya bisa langsung kami bawa ke desa-desa,” ujar Maesyal.

Menurutnya, mobil training ini dilengkapi dengan sarana praktik berupa sepeda motor yang digunakan sebagai objek pelatihan sekaligus layanan servis. Dengan sistem jemput bola, pelatihan dapat dilaksanakan langsung di desa maupun kecamatan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Mobil training ini akan datang ke desa, lengkap dengan motor-motor sebagai contoh dan objek pelatihan, sehingga praktik servis bisa langsung dilakukan di dalam mobil,” jelasnya.

Selain peluncuran mobil training, Pemkab Tangerang juga menyerahkan bantuan alat service AC lengkap kepada 100 peserta pelatihan service AC yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan selama tiga minggu di BLK. Bantuan tersebut diberikan agar para peserta dapat langsung bekerja atau membuka usaha setelah menyelesaikan pelatihan.

“Alat service AC ini kami serahkan supaya setelah pelatihan mereka tidak lagi kesulitan mencari peralatan dan bisa langsung bekerja,” kata Bupati Maesyal.

Ia mengungkapkan, pengadaan peralatan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang serta didukung kerja sama dengan pihak ketiga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat kemandirian peserta pelatihan.

“Ini bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, sekaligus kolaborasi dengan pihak ketiga untuk mendukung peningkatan keterampilan dan kemandirian,” ungkapnya.

Bupati Maesyal berharap, melalui berbagai program pelatihan tersebut, masyarakat Kabupaten Tangerang dapat memiliki keterampilan yang memadai, membuka usaha secara mandiri, serta memperoleh pendapatan yang berkelanjutan. Ia juga menyebutkan bahwa mobil training saat ini baru tersedia satu unit dan akan dioperasikan secara bergilir, dengan rencana penambahan unit pada tahun mendatang.

Sementara itu, Agus, warga Villa Balaraja, mengaku mengetahui adanya layanan servis motor gratis tersebut dari temannya. Ia pun memanfaatkan kesempatan itu untuk melakukan servis motornya.

“Dari teman katanya ada servis gratis. Kebetulan motor ini belum diganti oli. Program servis motor gratis ini sangat meringankan, apalagi dengan sistem jemput bola,” ujar Agus.

Agus berharap program pelatihan dan layanan serupa dapat terus dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

(asp)

Tangerang, sorot24.id | Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten Andra Soni membuka dan melepas kegiatan Fun Bike Kolaborasi Gemilang dan Gowes Desa Wisata yang digelar di SMKN 5 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Mauk, Minggu (28/12/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Banten atas inisiasinya dalam menggelar kegiatan Fun Bike yang diikuti ribuan peserta dari berbagai wilayah.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Pak Gubernur atas perhatian dan kolaborasinya dengan Kabupaten Tangerang. Kegiatan fun bike ini sangat luar biasa, diikuti ribuan peserta dari berbagai wilayah,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus mendukung kegiatan olahraga masyarakat yang dikolaborasikan dengan pengembangan pariwisata desa. Salah satu contohnya adalah kegiatan Fun Bike yang menjadi ajang kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan desa wisata.

“Kami berharap dapat terus digelar secara rutin dan berkelanjutan karena manfaatnya sangat besar, baik untuk kesehatan masyarakat, promosi wisata maupun perekonomian daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menekankan pentingnya olahraga sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, selain pendidikan, olahraga merupakan faktor penting dalam membentuk masyarakat yang sehat jasmani dan rohani.

“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kolaborasi antara Pemprov Banten dan Pemkab Tangerang ini adalah bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Gubernur Andra Soni.

Lanjut dia, kegiatan Fun Bike tersebut juga memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan UMKM lokal karena mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

“Peserta yang datang pasti berbelanja, membeli makanan dan minuman. Ini tentu memberikan manfaat langsung bagi para pelaku UMKM. Ke depan, kami ingin kegiatan bersepeda bisa digelar di berbagai destinasi wisata di Banten dengan melibatkan desa-desa,” jelasnya.

Pihaknya pun mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah, seraya menegaskan bahwa dengan kerja bersama dan konsistensi, tujuan pembangunan akan tercapai dan berdampak langsung kepada masyarakat.

red

Tangerang, sorot24.id | Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong Fatayat NU dan seluruh kadernya untuk menjadi perempuan-perempuan yang berdaya, teladan dan berdampak bagi pembangunan mental, spiritual dan sosial.

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri pengajian Dua Bulanan Muslimat Fatayat PAR Nahdlatul Ulama Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Minggu (28/12/25).

“Saya mengajak seluruh jamaah, khususnya ibu-ibu muslimat dan kader Fatayat NU, untuk terus menjadi perempuan yang berdaya, teladan dan berdampak dalam menanamkan nilai keimanan, akhlakul karimah, serta semangat kebersamaan di tengah keluarga dan lingkungan sekitar maupun di Kabupaten Tangerang,” ujar Wabup Intan.

Menurut dia, peran ibu dan perempuan sangat strategis dalam membentuk generasi berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia dalam mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius, rukun, dan berdaya saing.

“Pengajian seperti ini memiliki peran strategis dalam membangun karakter umat, khususnya kaum ibu dan generasi muda perempuan, agar senantiasa berakhlak mulia, berilmu, serta berkontribusi positif dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” jelasnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen mendukung kegiatan keagamaan yang membawa kemaslahatan dan memperkuat persatuan umat. Melalui kegiatan tersebut, dia berharap selain dapat memberikan siraman rohani juga dapat memotivasi semua pihak untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan meningkatkan kepedulian sosial.

“Saya berharap, melalui pengajian ini, kita semua dapat mengambil hikmah dan keteladanan, serta semakin termotivasi untuk bersama-sama menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian sosial, dan berperan aktif dalam pembangunan Kabupaten Tangerang yang religius, harmonis, dan berdaya saing,” imbuhnya.

red

Bogor, sorot24.id | Dalam rangka mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas dan membludaknya jumlah wisatawan di kawasan Puncak pada perayaan Malam Tahun Baru 2026, Polres Bogor akan memberlakukan kebijakan Car Free Night (CFN) di sepanjang Jalur Puncak.

Kebijakan Car Free Night tersebut akan diterapkan mulai Rabu, 31 Desember 2025 pukul 18.00 WIB hingga Kamis, 1 Januari 2026 pukul 06.00 WIB. Selama pemberlakuan CFN, seluruh arus kendaraan dari arah Jakarta menuju Cianjur dan Bandung akan dialihkan sepenuhnya.

Pengalihan arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalur Sukabumi. Sementara itu, masyarakat yang hendak bepergian menuju wilayah selatan Jawa Barat diimbau menggunakan jalur alternatif Cibubur – Cileungsi – Jonggol – Cariu – Cikalong – Cianjur guna menghindari kepadatan di kawasan Puncak.

Selain CFN, Polres Bogor juga akan menerapkan penyekatan kendaraan di enam titik utama Jalur Puncak dengan waktu yang berbeda berdasarkan jenis kendaraan. Untuk kendaraan roda empat, penyekatan diberlakukan mulai pukul 21.00 hingga 02.00 WIB, sedangkan kendaraan roda dua akan disekat mulai pukul 22.00 hingga 00.30 WIB.

Enam titik penyekatan yang menjadi fokus pengamanan meliputi SPBU Patung Ayam, Simpang Pasir Angin, Simpang Megamendung, Simpang Lokawiratama, Simpang Taman Safari, dan kawasan Gunung Mas. Sebanyak 72 personel gabungan dari Satlantas Polres Bogor, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Samapta akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas di titik-titik tersebut.

Dalam rangka mengantisipasi potensi bencana alam, terutama longsor, Polres Bogor juga akan membangun Pos Terpadu di sepanjang Jalur Puncak. Selain itu, alat berat akan disiagakan di sekitar Simpang Gadog dan Gunung Mas sebagai langkah cepat penanganan apabila terjadi gangguan alam.

Rekayasa lalu lintas tambahan juga diterapkan di sejumlah lokasi lain. Di kawasan Lingkar Pakansari, jalur lingkar dalam akan difungsikan sebagai area parkir kendaraan, sementara lingkar luar digunakan sebagai jalur perlintasan. Adapun di Jalan Jenderal Sudirman, akan diberlakukan sistem contra flow serta penyediaan kantong-kantong parkir.

Polres Bogor mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang, mematuhi rambu dan petunjuk petugas, serta mengikuti rute yang telah ditetapkan demi terciptanya perayaan Malam Tahun Baru 2026 yang aman, tertib, dan lancar.