Rusuh di Stadion Lukas Enembe! Persipura Gagal Promosi, Oknum Suporter Bakar 3 Mobil dan Rusak Fasilitas

oleh -271 Dilihat
oleh

Suporter Persipura turun ke lapangan Stadion Lukas Enembe usai laga play-off promosi vs Adhyaksa FC, Jumat 8/5/2026. Sebagian membawa balok panjang dan membentangkan bendera Bintang Kejora. Persipura tetap di Championship usai kalah 0-1. (Dok: Tribun Papua/Sorot24.id)

sorot24.id | JAYAPURA – Persipura Jayapura dipastikan gagal promosi ke Super League musim depan usai dikalahkan Adhyaksa FC 0-1 di laga play-off promosi, Jumat 8/5/2026. Buntut kekalahan itu, oknum suporter merangsek ke lapangan Stadion Lukas Enembe, merusak fasilitas, menyalakan flare, hingga membakar 3 mobil di luar stadion.

Laga play-off promosi digelar di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat 8/5/2026. Gol semata wayang tim tamu dicetak Adilson Da Silva pada menit ke-45+1. Status tuan rumah tak mampu dimanfaatkan Persipura.

Sebagai informasi, Persipura mengakhiri babak Grup Timur sebagai runner-up. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu mengoleksi 56 poin dari 27 laga, sama dengan milik PSS Sleman yang berada di puncak klasemen. PSS Sleman berhak menempati posisi lebih baik karena unggul head to head atas Persipura.

Hasil ini sekaligus mengantarkan Adhyaksa FC promosi ke Super League musim depan. Di sisi lain, Persipura tetap akan bermain di Championship.

Kericuhan Pecah Usai Laga

Kekalahan ini membuahkan kekecewaan bagi para suporter Persipura. Dilansir dari Tribun Papua, ratusan suporter meluapkan kekecewaannya dengan terjun ke lapangan tepat setelah laga.

“Ratusan suporter dari berbagai penjuru merengsek ke lapangan. Mereka lalu merusak berbagai fasilitas pertandingan, termasuk bench,” tulis Tribun Papua.

Aksi tidak terpuji dilakukan beberapa oknum suporter. Ada yang melakukan pengrusakan terhadap fasilitas Stadion Lukas Enembe, menyalakan flare di lapangan hingga membuat kabut stadion, hingga membawa balok panjang untuk menghancurkan perangkat pertandingan dan kaca pintu masuk lapangan.

“Belasan ribu suporter meluapkan kekecewaannya atas keputusan wasit yang tak mengecek Video Asisten Referee (VAR),” tulis Tribun Papua. “Sebagian lagi berlari mengelilingi lapangan sembari membentangkan bendera Bintang Kejora.”

Gas Air Mata & Evakuasi Pemain

Pihak keamanan bergerak cepat melindungi para pemain Adhyaksa FC. Polisi yang berjaga saat mengevakuasi tim Adhyaksa menjadi sasaran amuk massa. Mereka dilempari berbagai botol dan kaleng.

“Kepulan asap gas air mata sempat membuat sesak para penonton yang hendak keluar tribun,” tulis Tribun Papua. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kericuhan Meluas ke Luar Stadion

Dilansir dari http://Kompas.com, oknum suporter juga melanjutkan aksi kericuhan di luar stadion. “Aksi anarkis berlanjut ke luar area lapangan. Massa dilaporkan merusak sejumlah fasilitas stadion dan membakar ban di depan pintu utama untuk memblokade akses keluar bagi pemain Adhyaksa FC dan perangkat pertandingan,” tulis kompas.com

“Tak hanya itu, sedikitnya tiga unit mobil yang terparkir di jalan masuk pintu utama dibakar oleh massa. Beberapa kendaraan milik kepolisian dan pejabat setempat juga mengalami kerusakan akibat lemparan batu dan perusakan,” lanjut Kompas.com.

Sementara itu, belum diketahui kelompok suporter mana yang memulai provokasi hingga meletusnya kericuhan.

red24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *