sorot24.id | TIGARAKSA – DPRD Kabupaten Tangerang gak mau diem liat masih banyak wilayah gelap gulita. Rabu (17/6/2026), mereka langsung gas pol ngajak PLN UP3 Cikupa rapat bareng buat beresin masalah Penerangan Jalan Umum (PJU).

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, Bimo Mahfudz Fudianto, bilang ini semua gara-gara keluhan warga pas reses. Banyak permukiman baru yang isinya warga baru pindah, tapi jalan lingkungannya gelap banget.

“Sebagian besar masyarakat yang buka kehidupan baru di permukiman baru. Salah satu kebutuhan utama ya penerangan jalan,” kata Bimo.

*Masalahnya Bukan Cuma Lampu, Tapi Listriknya Belum Masuk*

Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Muhamad Amud ini gak cuma dihadiri Komisi I dan IV, tapi juga Dishub sampai perwakilan DPR RI. Intinya, semua duduk bareng cari solusi.

Bimo jelasin, kendala paling gede bukan lampu PJU-nya. Pemda sebenernya udah punya lampu tenaga surya alias PLTS. Masalahnya, banyak lokasi yang butuh listrik konvensional tapi jaringannya belum ada.

Makanya, DPRD sama Dishub langsung bedah masalah ini bareng PLN. Dipetain mana aja titik yang butuh tambahan PJU, sekalian dibahas tahapannya harus gimana.

“Kami diskusi buat cari solusi terbaik. Tujuannya biar kebutuhan warga soal penerangan jalan bisa kepenuhin,” tegasnya.

*Target: Kabupaten Tangerang Gak Ada Lagi Wilayah Gelap*

Bimo negesin, sinergi DPRD, Pemda, dan PLN ini penting banget. Targetnya jelas, biar Kabupaten Tangerang makin terang dan gak ada lagi wilayah yang minim penerangan.

Soal lokasi, dia nyebut hampir semua dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang masih butuh tambahan PJU. Sekarang lagi proses penanganan dan bakal dipetain terus biar bertahap beres semua.

“Hampir semua dari 29 kecamatan butuh penerangan jalan. Sekarang beberapa wilayah lagi proses, ke depan terus kita petain biar kebutuhan warga kepenuhin,” tutup Bimo.

red24/Deddy

sorot24.id | TANGERANG – Sekitar 80 mahasiswa gabungan BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), STMIK Global, dan STMIK Raharja menggelar aksi unjuk rasa ke Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/6/2026). Aksi ini menuntut perbaikan ekonomi dan mengkritik kebijakan Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Massa aksi mulai berkumpul pukul 13.30 WIB di Aula Sudirman Kampus UMT, Jl. Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang.

Pukul 14.05 WIB, rombongan bertolak menuju Jakarta menggunakan 2 unit angkot dan 24 sepeda motor. Sebelum ke DPR RI, massa sempat melakukan konsolidasi di depan SMKN 3 Tangerang pukul 14.12 WIB.

Rute yang dilalui: UMT – Jl. Maulana Yusuf – Tugu Adipura – Jl. Veteran – Jl. Sudirman – Jl. Daan Mogot – Grogol – Tomang – Gedung DPR RI.

Dalam aksinya, mahasiswa membentangkan spanduk bernada kritik. Beberapa di antaranya bertuliskan “Negara Gagal Menjaga Kewarasan Rakyat”, “Tak Kuasa Melupakan Rakyat, Gagal Mengurus Negara”, dan “BEM UMT Menggugat, Negara Harus Berpihak Kepada Rakyat”.

Koordinator aksi, Fajar Anugerah, menegaskan demonstrasi ini merupakan bentuk keresahan mahasiswa atas kondisi ekonomi saat ini. “Kami mendesak negara lebih berpihak kepada rakyat kecil dan segera melakukan evaluasi kebijakan,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung di depan Gedung DPR RI dengan pengawalan aparat kepolisian.

sorot24TANGERANG, KOTA – Puluhan pengemudi dari Serikat Pengemudi Transportasi Indonesia [SEPETA] Indonesia Kota Tangerang pagi-pagi sudah bergerak. Mereka berkumpul di SPBU Vivo Modernland sebelum konvoi menuju Jakarta untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa gabungan di depan TVRI dan Gedung DPR RI.

Berdasarkan laporan resmi Polres Metro Tangerang Kota kepada Kapolda Metro Jaya, keberangkatan massa terjadi Selasa 20 Mei 2026 pukul 06.45-07.45 WIB. Sekitar 30 orang dengan 15 unit motor berangkat di bawah komando Ketua SEPETA Indonesia Kota Tangerang, Iwan Setiawan alias Toyang.

“Titik kumpul di SPBU Vivo Jl. Jend. Sudirman, seberang TangCity Mall. Massa memakai bendera SEPETA, seragam organisasi, dan jaket ojol Gojek,” bunyi laporan tersebut.

Konvoi melintasi rute Jl. Benteng Betawi – Jl. Maulana Hasanudin – Jl. Daan Mogot – Kalideres – Cengkareng – Fly Over Pesing – Grogol – Jl. Letjen S. Parman sebelum berhenti di Kantor TVRI dan Kantor DPR RI.

Ada 9 tuntutan utama yang dibawa massa. Inti tuntutannya: pengakuan status pekerja platform, upah layak, transparansi algoritma aplikator, jaminan sosial dan keselamatan kerja, serta hak berserikat.

Keterangan foto Ketua SEPETA Indonesia Kota Tangerang, Iwan Setiawan alias Toyang, memberikan briefing kepada massa sebelum konvoi berangkat menuju TVRI dan Gedung DPR. Dok: Botay/Molly sorot24.id

Mereka juga mendesak pemerintah membangun persatuan nasional berdasarkan Pasal 33 UUD 1945, mengesahkan UU Ketenagakerjaan baru yang lebih adil, dan merevisi Permenaker No. 7 Tahun 2026.

Menurut catatan laporan, aksi di Jakarta akan lebih besar. SEPETA menargetkan 300 massa dari wilayah Jabodetabek bakal berkumpul di Senayan.

Polres Metro Tangerang Kota memastikan kegiatan keberangkatan berjalan aman dan terpantau. Laporan ini ditembuskan ke Wakapolda, Irwasda, Karo Ops, dan Dirintelkam Polda Metro Jaya.

red24-molly

foto dok/kunjungan kerja Sosialisasi di Citra Raya tekankan peran Pancasila jadi filter budaya asing di era digital

sorot24.id | TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah dan Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Banten III, Andi Achmad Dara kompak menyerukan penguatan ideologi Pancasila di tengah gempuran globalisasi. Hal itu mengemuka dalam Kunjungan Kerja bertajuk Silaturahmi dan Sosialisasi Penguatan Ideologi Pancasila di GSG RW 10 Perum Graha Pesona Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kamis 30/04/2026.

Wabup Intan menekankan Pancasila harus jadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah menelan bulat-bulat informasi dan gaya hidup asing.

“Di era serba cepat dan mudah akses saat ini, kita sulit membendung derasnya budaya, informasi dan pengetahuan. Untuk itu, nilai-nilai ideologi Pancasila perlu terus diperkuat sebagai benteng agar tidak mudah terpengaruh hal yang bisa merugikan,” ungkap Wabup Intan.

Ia mengajak warga Graha Pesona Citra Raya menjadi teladan dalam mengamalkan Pancasila sehari-hari demi menjaga persatuan dan keharmonisan. “Mari bersama-sama jadi teladan bagi yang lain untuk jaga persatuan, kepedulian dan keharmonisan,” ajaknya.

Wabup Intan menilai kunker ini jadi momentum penting memperkuat sinergi pusat-daerah. “Ini momentum penting untuk memperkuat komunikasi dan memastikan kebijakan terus berpihak kepada masyarakat,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen pemda memperkuat kolaborasi demi percepatan pembangunan.

Sementara itu, Andi Achmad Dara menegaskan Pancasila adalah perekat utama bangsa. “Pancasila harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan zaman,” kata Andi.

Ia berharap forum ini jadi ruang dialog terbuka soal infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga pelayanan publik. “Melalui forum ini diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran,” harapnya.

Acara tersebut juga dihadiri anggota DPRD Kabupaten Tangerang M. Nur Rojab dan Ely Nurhaeni, Camat Panongan beserta Forkopimcam, Lurah Mekar Bakti, tokoh masyarakat dan warga setempat.

 

Red24