Para pemain Como 1907 merayakan kemenangan 4-1 atas Cremonese yang memastikan tiket Liga Champions 2026/2027 di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Minggu (24/5/2026)

sorot24.id| Jakarta– Liga-liga elite Eropa musim 2025/2026 resmi berakhir pada Minggu (24/5). Sejumlah kejutan terjadi di pekan terakhir penentuan tiket Liga Champions 2026/2027.

Di Liga Italia, Juventus dan AC Milan gagal lolos ke Liga Champions. Juventus hanya bermain imbang melawan Torino, sementara Milan kalah dari Cagliari di laga pamungkas. Posisi 3-4 Serie A akhirnya ditempati Como dan AS Roma. Como menang telak 4-1 atas Cremonese, sedangkan Roma unggul 2-0 atas Verona. Keduanya akan menemani Inter Milan dan Napoli ke Liga Champions.

Kejutan juga terjadi di Bundesliga. VfB Stuttgart mengamankan posisi empat besar meski hanya imbang lawan Eintracht Frankfurt. Stuttgart lolos setelah TSG Hoffenheim kalah dari Borussia Monchengladbach dan gagal menggusur mereka. Stuttgart akan tampil bersama Bayern Munchen, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig.

Di Liga Inggris, Liverpool mengunci tiket terakhir ke Liga Champions. Hasil imbang atas Brentford cukup mempertahankan The Reds di peringkat lima. Liverpool akan berjuang bersama Arsenal, Manchester City, Manchester United, dan Aston Villa.

Lima wakil La Liga sudah diketahui sebelum pekan terakhir: Barcelona, Real Madrid, Villarreal, Atletico Madrid, dan Real Betis. Sementara dari Ligue 1 yang selesai pekan lalu, PSG, Lens, Lille, dan Lyon lolos ke Liga Champions.

Daftar Lengkap Tim Lolos ke Liga Champions 2026/2027 :

*Italia: Inter Milan, Napoli, AS Roma, Como

*Jerman: Bayern Munchen, Borussia Dortmund, RB Leipzig, VfB Stuttgart

Spanyol: Barcelona, Real Madrid, Villarreal, Atletico Madrid, Real Betis

*Inggris: Arsenal, Manchester City, Manchester United, Aston Villa, Liverpool

*Prancis: Paris Saint-Germain, RC Lens, Lille, Olympique Lyon

red24

Legenda AC Milan Marco van Basten saat masih aktif bermain periode 1987-1995. Ia nyaris diculik penjahat kelas kakap Renato Vallanzasca yang ternyata fans berat Rossoneri. Foto: Dok. AC Milan/Getty Images

sorot24.id | MILAN – Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari dunia kriminal Italia. Marco van Basten, legenda AC Milan, ternyata pernah menjadi target penculikan oleh penjahat kelas kakap pada masa jayanya 1987-1995.

Hal itu diungkap Giampaolo Manca, mantan narapidana, dalam wawancara dengan harian _Corriere della Sera_. Manca mengaku mendapat cerita langsung dari Renato Vallanzasca, penjahat paling ditakuti di Italia, saat keduanya mendekam bersama di penjara.

“Vallanzasca sering menceritakan detail kejahatan dan rencananya kepada saya,” kata Manca. Salah satunya adalah rencana menculik Van Basten saat sang striker masih membela AC Milan.

Selama berbulan-bulan, Van Basten diintai oleh Vallanzasca dan anak buahnya. Namun rencana itu dibatalkan pada menit-menit terakhir. Alasannya unik: Vallanzasca takut AC Milan kehilangan bintang utamanya dan justru menguntungkan rival sekota, Inter Milan.

“Akhirnya dia membatalkannya karena tidak ingin memberi keuntungan bagi Inter,” ujar Manca. Jika Van Basten tidak berstatus bintang AC Milan, hasilnya mungkin berbeda.

Vallanzasca sendiri bukan penjahat sembarangan. Ia dikenal kejam dan terlibat banyak perampokan bersenjata, pembunuhan, dan penculikan. Ia dijatuhi hukuman empat kali seumur hidup plus 295 tahun penjara. Total ia menghabiskan 52 tahun di balik jeruji, tulis _De Telegraaf_.

“Kami bisa akur satu sama lain, karena dia sama seperti saya, pendukung AC Milan,” kata Manca soal persahabatannya dengan Vallanzasca. “Dia mengaku telah menyiapkan rencana menculik Marco van Basten dan meminta tebusan.”

Antara 1987 dan 1995, Van Basten adalah bintang dunia di AC Milan. Di bawah kepemimpinannya, Rossoneri meraih segudang trofi. Seandainya penculikan itu terjadi, dampaknya akan mengguncang dunia olahraga.

Sumber Primer : Wawancara Giampaolo Manca dengan harian _Corriere della Sera_[Italia]

red24

Kapten Lautaro Martinez mengangkat trofi Scudetto bersama skuad Inter Milan usai mengalahkan Parma 2-0 di San Siro, Milan, Senin 4/5/2026. Inter memastikan gelar Serie A ke-21 musim 2025-2026. (Dok: Inter Milan/Sorot24.id)

Milan | sorot24.id – Inter Milan memastikan gelar Scudetto Serie A musim 2025-2026 usai menundukkan Parma 2-0 di Stadion San Siro, Senin 4/5/2026. Kemenangan ini membuat Nerazzurri tak terkejar di puncak klasemen dan mengakhiri upaya Napoli mempertahankan gelar.

Dua gol kemenangan Inter Milan dicetak Marcus Thuram pada menit 45+1 dan Henrikh Mkhitaryan pada menit ke-80. Hasil ini sekaligus memastikan Scudetto ke-21 dalam sejarah klub.

Keberhasilan tim asuhan Cristian Chivu tak lepas dari kontribusi sejumlah pemain kunci sepanjang musim. Berikut empat sosok yang menjadi fondasi Inter Milan.

Lautaro Martinez: Kapten dan Mesin Gol
Lautaro Martinez menjadi figur sentral di lini depan Inter Milan musim ini. Meski sempat diganggu cedera, penyerang asal Argentina itu mencetak 16 gol di Serie A.

Catatan itu membuatnya kini mengoleksi 173 gol untuk klub, menjadikannya pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah Inter. Lautaro juga menyamai capaian tiga gelar liga milik legenda Giuseppe Meazza.

Federico Dimarco: Ancaman dari Sisi Sayap

Federico Dimarco tampil menonjol dari posisi wing-back. Ia mencatatkan enam gol dan 17 assist di liga musim ini.

Jumlah assist tersebut menjadi rekor baru untuk pemain bertahan di Serie A sejak musim 2004/05. Perannya krusial dalam membuka ruang dan menciptakan peluang bagi Inter Milan.

Hakan Calhanoglu: Pengatur Irama Permainan

Pemain Inter Milan Hakan Calhanoglu merayakan gol pada laga Serie A/Liga Italia antara Inter vs Roma di Milan, Italia, Minggu, 5 April 2026 (c) AP Photo/Luca Bruno

Hakan Calhanoglu kembali menjadi motor permainan Inter di lini tengah. Meski kerap diganggu kebugaran, ia tetap konsisten dengan sembilan gol dan empat assist dari 22 penampilan.

Gelandang Turki itu masih jadi incaran klub lain, namun Inter Milan berupaya mempertahankannya.

Pio Esposito: Pelapis Efektif

Pio Esposito menjadi pelapis yang efektif di lini depan musim ini. Pemain 20 tahun itu mencetak enam gol dari 31 penampilan.

Kontribusinya terasa penting saat rotasi diperlukan di tengah jadwal padat. Kehadirannya memberi dimensi baru dan menjaga keseimbangan skuad.

red24