Bupati Tangerang Bersama Kapolresta Tangerang Terjun Langsung Bersihkan Sampah Di Balaraja

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Kapolresta Tangerang, Anggota DPRD, Kadis LH, Kadis Bina Marga SDA, Camat beserta jajaran Fokopimcam, organisasi kepemudaan, relawan dan mahasiswa bersama melakukan Corve Jum’at Bersih dalam rangka mendukung program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di Desa Tobat Kec. Balaraja, Jum’at (19/06/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa Corve Jum’at Bersih tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program Indonesia Asri yang telah dicanangkan pemerintah pusat

Hari ini kita serentak akan melaksanakan corve Jumat Bersih sebagai bentuk dukungan terhadap program Indonesia Asri yang telah dicanangkan Presiden Prabowo di Kecamatan Balaraja,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.

Dia mendorong elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, khususnya mahasiswa untuk lebih aktif dan rutin terlibat langsung dalam gerakan kebersihan di setiap kecamatan dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih, rapih dan sehat.

“Kami harap mahasiswa ini bisa menjadi contoh teladan dan mengajak temen-temen yang lain untuk ikut bergotong royong bersih-bersih. Ajak mahasiswa yang lain bersama-sama untuk gerakan kebersihan seperti ini, bukan hanya di Kecamatan Balaraja tapi juga kecamatan lainnya,” ujarnya.

baca juga : POPDA XII Banten Resmi Berakhir, Kabupaten Tangerang Bersiap Jadi Tuan Rumah 2028

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang yang terlibat langsung, bergotong royong bersama membersihkan sampah yang diharapkan juga bisa mendorong dan menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah dan lingkungannya.

“Banyak terima kasih untuk petugas kebersihan, relawan, TNI, Polri, Pak Kadis LH dan mahasiswa yang bergotong royong membersihkan sampah. Langsung turun tangan, turun kaki, turun segala-galanya ikut langsung dan ngotrol Jumat Bersih hari ini,” ucapnya

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengenakan kaos biru dan topi memegang garpu sampah bersama puluhan petugas TNI berseragam loreng, Polri, petugas kebersihan dan mahasiswa bergotong royong membersihkan tumpukan sampah di Desa Tobat Balaraja pada kegiatan Jumat Bersih 19 Juni 2026
Rame-rame nyerok sampah! Bupati Maesyal Rasyid mimpin pasukan gabungan TNI, Polri, petugas oranye, sampe mahasiswa buat beresin tumpukan sampah di Balaraja. Bukti kalo kerja bareng, sampah segunung juga minggat. Jumat Bersih (19/06/26). (Foto: Prokopim Setda Kab. Tangerang) dedi/sorot24.id

Bupati Maesyal Rasyid juga menegaskan bahwa sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, TNI dan Polri, namun juga tugas masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang asri, sehat dan nyaman. Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa untuk terus meningkatkan kepedulian dan kesadaran terhadap sampah dan lingkungannya.

“Buanglah sampah di tempat yg disediakan, buat lubang-lubang kecil untuk sampah organik dalam skala yang kecil rumah tangga. Mari bersama sama kita wujudkan lingkungan yang bersih dan asri,” pesannya

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/32-Prokopim/VI/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

sorot24.id | Ciputat — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama Aliansi Mahasiswa dan Santri (AMSI) serta Lingkar Studi Ciputat (LSC) menggelar aksi bertajuk “Khutbah Reformasi: Muharam Melawan” pada Rabu, 17 Juni 2026 pukul 16.00 WIB di kawasan Halte UIN Jakarta, Ciputat.

‎Aksi yang berlangsung secara kondusif tersebut menjadi ruang penyampaian sikap kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai semakin menjauh dari kepentingan rakyat.
‎Mengambil momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, massa aksi menegaskan bahwa Muharam bukan hanya peristiwa pergantian tahun dalam kalender Islam, melainkan momentum refleksi, keberanian moral, dan perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan. Dalam aksi tersebut, mahasiswa dan santri menyoroti berbagai persoalan nasional yang belakangan menjadi perhatian publik. Mereka menilai bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan partisipasi aktif masyarakat sipil, termasuk organisasi kemasyarakatan dan tokoh agama, untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

‎6 Tuntutan Utama Aksi “Khutbah Reformasi: Muharam Melawan”
‎Aksi ini membawa enam tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah dan elemen bangsa:

‎Aktivisme Ormas dan Tokoh Agama: Mendesak seluruh organisasi masyarakat Islam dan tokoh agama agar tidak bersikap pasif terhadap berbagai persoalan kebangsaan, melainkan aktif menjalankan fungsi kontrol dengan menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

‎Efisiensi APBN: Menuntut pemerintah menghentikan berbagai bentuk pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak.

‎Evaluasi Program Strategis: Menuntut penghentian total Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh karena berpotensi membebani keuangan negara serta belum menunjukkan efektivitas yang sebanding dengan besarnya anggaran yang digunakan.

‎Supremasi Sipil: Menolak segala bentuk praktik militerisme di ranah sipil dan mendesak pemerintah menjaga supremasi sipil sebagaimana amanat Reformasi 1998.

‎Tanggung Jawab Presiden: Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk bertanggung jawab atas berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, serta membuka ruang evaluasi secara terbuka terhadap kebijakan-kebijakan yang menuai kritik publik.

‎Jaminan Kebebasan Berpendapat: Menuntut aparat penegak hukum untuk menyatakan komitmennya dalam melindungi kebebasan berpendapat dan memastikan pengawalan penuh terhadap mahasiswa maupun masyarakat dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik, tanpa intimidasi, represi, kriminalisasi, maupun pembatasan terhadap hak-hak demokratis warga negara.

‎Koordinator Lapangan Aksi, Muhammad Rizal Padhli, menegaskan bahwa aksi Muharam Melawan lahir dari kepedulian mahasiswa dan santri terhadap kondisi bangsa yang membutuhkan kontrol publik yang lebih kuat.

‎“Aksi ini lahir dari kegelisahan kami melihat berbagai kebijakan yang semakin jauh dari kepentingan rakyat. Muharam bukan hanya momentum pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga momentum untuk menghidupkan kembali semangat perlawanan terhadap ketidakadilan dan keberanian menyampaikan kebenaran di hadapan kekuasaan. Karena itu, kami memilih untuk tidak diam,” ujar Rizal.

‎Sementara itu, Zain selaku Presiden DEMA Fakultas Ushuluddin menegaskan bahwa semangat Khutbah Reformasi yang diusung dalam aksi ini merupakan ikhtiar untuk menghidupkan kembali kesadaran kritis masyarakat terhadap berbagai persoalan kebangsaan.

‎“Tentu harapan kami sangat besar untuk negara ini agar menjadi lebih baik ke depannya. Melalui aksi hari ini, kami menyampaikan sejumlah tuntutan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa. Salah satu poin yang kami tekankan adalah mendorong organisasi-organisasi masyarakat yang ada di Indonesia untuk kembali mengambil peran kritis terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi negara ini. Kami melihat banyak isu nasional yang hari ini menjadi perhatian publik, namun belum mendapatkan respons dan pengawalan yang memadai dari berbagai elemen masyarakat sipil,” tegas Zain.

Kapolres Tangsel AKBP Boy Jumalolo tanda tangan pernyataan komitmen kawal kebebasan berpendapat mahasiswa UIN Jakarta di aksi Muharam Melawan Ciputat
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo menandatangani surat pernyataan sikap di hadapan perwakilan mahasiswa UIN Jakarta saat aksi “Muharam Melawan” di Ciputat, Rabu (17/6/2026). Kapolres menegaskan komitmen Polri mengawal kebebasan berpendapat mahasiswa tanpa intimidasi dan represi.

‎Komitmen dari Pihak Kepolisian
‎Menanggapi tuntutan keenam yang disampaikan massa aksi, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, menyatakan sekaligus menandatangani surat pernyataan sikap sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam mengawal kebebasan berpendapat serta memastikan mahasiswa dan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman dan kondusif.

‎”Kami siap mengawal mahasiswa dan rakyat dalam menyampaikan aspirasi,” tegas AKBP Boy Jumalolo.
‎Pernyataan dan penandatanganan tersebut disambut positif oleh peserta aksi karena dinilai sejalan dengan tuntutan massa yang meminta aparat penegak hukum menjamin ruang demokrasi tetap terbuka tanpa intimidasi, represi, kriminalisasi, maupun pembatasan terhadap hak-hak konstitusional warga negara.

‎Bagi peserta aksi, Muharam adalah momentum untuk menghidupkan kembali semangat keberanian dalam menyampaikan kebenaran dan melakukan kontrol terhadap kekuasaan. Kritik terhadap kebijakan negara dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab warga negara dalam menjaga demokrasi agar tetap berjalan sesuai prinsip keadilan dan kepentingan rakyat.

‎Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap dan seruan kepada seluruh elemen masyarakat, mahasiswa, santri, akademisi, organisasi masyarakat, serta tokoh agama untuk tidak apatis terhadap kondisi bangsa. Massa aksi menegaskan bahwa pengawasan terhadap kekuasaan merupakan tanggung jawab bersama demi terwujudnya pemerintahan yang transparan, demokratis, dan berpihak kepada rakyat.

red24/riki

Sebanyak 500 suporter Persija The Jakmania memadati Warung Mak Neng Jl. Veteran Kel. Sukasari saat nobar laga vs Persib Bandung, Minggu 10/5/2026. Sebagian suporter di luar menonton via HP Android. Pengamanan 24 personel TNI-Polri-Pokdar. Skor akhir 1-2 untuk Persib. (Dok:Humas Pokdar Kamtibmas Sektor Benteng Resor Metro Tangerang Kota/Sorot24.id)

sorot24.id|TANGERANG – Sebanyak 700 suporter Persija Jakarta, The Jakmania dan Ornge Cisadane, menggelar nonton bareng laga Persija vs Persib Bandung di dua lokasi wilayah hukum Polsek Tangerang, Minggu 10/5/2026. Meski pertandingan digelar di Kalimantan Timur dengan skor akhir 1-2 untuk Persib, kegiatan nobar di Kota Tangerang berlangsung kondusif di bawah pengamanan 24 personel gabungan TNI-Polri-Pokdar.

Lokasi 1: Warung Mak Neng Jl. Veteran Sukasari

Berdasarkan laporan FKDM Kecamatan Tangerang, monitoring nobar dimulai pukul 15.00 WIB di Warung Mak Neng Jl. Veteran Kel. Sukasari. Penanggung jawab suporter Ilham Maulana dan pemilik warung Bapak Didit

Sekitar 500 suporter Persija dari Kabupaten dan Kota Tangerang hadir dengan antusias. Suporter yang berada di luar warung menonton pertandingan melalui HP Android.

Pengamanan melibatkan 24 personel: 2 TNI, 15 Polri, dan 7 Pokdarkamtibmas. Hingga babak kedua berakhir, skor dimenangkan Persib 2-1 atas Persija. Kegiatan nobar di lokasi ini selesai pukul 18.00 WIB dengan aman dan kondusif.

Lokasi 2: Waroeng Babakan & Sambal Bakar Jl. Moch Yamin

Personel gabungan TNI 2 orang, Polri 15 orang, dan Pokdar 7 orang mengamankan nobar Persija vs Persib di Warung Mak Neng Jl. Veteran, Minggu 10/5/2026. Total 700 Jakmania nobar di 2 lokasi wilayah hukum Polsek Tangerang berlangsung kondusif. (Dok: HUMAS Pokdar Kamtibmas Sektor Benteng Resor Metro Tangerang Kota/Sorot24.id)

Lokasi kedua berada di Waroeng Babakan Jl. Moch Yamin Kel. Babakan. Nobar dimulai pukul 15.30 WIB dengan penanggung jawab Sdr. Tegar. Sekitar 200 suporter The Jakmania dan Ornge Cisadane Kota Tangerang hadir.

Pengamanan 9 personel gabungan Polres & Polsek Tangerang dipimpin Kanit Propam Iptu Edy Makmur. Personel: Wakapolsek AKP Ponco Anggriyanto, Aiptu Adi Permana, Aipda Budi Priyanto, Aipda Hery, Brigadir Sidik, Aipda Budi, Aipda Tarmuji, Aiptu Muhammad Hadi, dan Brigadir Bayu Sentot.

Bubarkan Sesi Hiburan Tak Berizin

Usai nobar pukul 18.00 WIB, kegiatan berlanjut ke lokasi Sambal Bakar Babakan Jl. M. Yamin dengan sesi hiburan musik. Karena tidak ada izin dari kepolisian, suporter Persija maniak/Cisadane Orenge sempat nego alot dengan petugas.

Setelah negosiasi cukup lama, sekitar 150 suporter Jakmania membubarkan diri masing-masing dengan aman dan tertib. Kegiatan berakhir pukul 19.30 WIB dalam keadaan kondusif.

Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, SH., MH (tengah) pimpin apel personel usai membubarkan 150 suporter Persija di lokasi Sambal Bakar Babakan Jl. M. Yamin, Minggu 10/5/2026 pukul 19.30 WIB. Sesi hiburan musik usai nobar dibubarkan karena tak berizin setelah nego alot. (Dok: Polsek Tangerang/Sorot24.id)

Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, SH., MH langsung memimpin apel di lokasi Sambal Bakar Babakan usai pembubaran.

Kapolres Metro Tangerang Kota melalui laporan Kapolsek Tangerang menyebut nobar di dua lokasi berjalan lancar.

Total 700 suporter menyaksikan laga Persija Jakarta vs Persib Bandung. Situasi keseluruhan terkendali aman.

Avriyani-(Molly)

Menko Polkam Djamari Chaniago pimpin Konferensi Pers Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Sumsel, Rabu 6/5/2026. Didampingi Wamen ATR Ossy Dermawan dan Kepala SAR Nasional, ia tegaskan tak ada toleransi bagi pembakar lahan. (Dok: Humas Kemenko Polkam/Sorot24.id)

sorot24.id |Palembang – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang setiap tahun berdampak pada kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi menjadi perhatian serius pemerintah. Dalam Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Palembang, Rabu (06/05/2026), Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, mengimbau para pemegang Hak Guna Usaha (HGU) untuk aktif melakukan langkah pencegahan kebakaran lahan.

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh pemegang HGU untuk wajib melakukan tindakan pencegahan kebakaran lahan sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 15 Tahun 2016,” tegas Ossy Dermawan.

Dalam Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 15 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pelepasan atau Pembatalan Hak Guna Usaha (HGU) atau Hak Pakai (HP), disebutkan bahwa pemegang HGU diwajibkan mengelola dan menjaga lahannya secara bertanggung jawab.

Kewajiban tersebut mencakup memelihara kesuburan tanah, mencegah kerusakan lingkungan, menyediakan sarana pengendalian kebakaran serta sumber air, hingga memastikan tata kelola lahan tetap aman dan tidak mudah terbakar.

Menko Polkam Djamari Chaniago (keempat dari kiri) bersama Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan (kelima dari kiri) dan jajaran pejabat lintas K/L serta TNI-Polri mengikuti Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Nasional Tahun 2026 di Palembang, Rabu 6/5/2026. Apel tersebut menegaskan komitmen pemerintah menindak tegas pemegang HGU yang buka lahan dengan cara dibakar. (Dok: Kemenko Polkam/Sorot24.id)

Wamen ATR/Waka BPN juga mendorong jajaran di daerah untuk melakukan pemantauan rutin terhadap wilayah HGU yang berpotensi mengalami kebakaran. Pengawasan dilakukan dengan membandingkan data bidang HGU dengan titik panas (_hotspot_) yang terpantau.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembukaan lahan dengan cara membakar tidak akan ditoleransi. Pemegang HGU yang terbukti melanggar akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. “Sanksi dapat berupa peringatan, evaluasi terhadap pemanfaatan tanah, hingga langkah administratif lainnya sesuai tingkat pelanggaran dan hasil pemeriksaan lintas instansi,” ujar Wamen Ossy.

Apel kesiapsiagaan ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago. Kegiatan diawali dengan pemantauan pasukan Satgas Karhutla, serta dilanjutkan dengan demonstrasi pemadaman api menggunakan berbagai peralatan oleh petugas di lapangan.

red24-(RG)