Ketua Umum LSM GARI,Hendra Primitif : Serukan Gerakan Bersama Cegah Tawuran dan Kekerasan 

Ketua Umum LSM GARI,Hendra Primitif. foto/dok : red24 .

Ketua Umum LSM GARI,Hendra Primitif : Serukan Gerakan Bersama Cegah Tawuran dan Kekerasan 

sorot24.id | TANGERANG – Maraknya isu tawuran pelajar dan kekerasan terhadap perempuan serta anak menjadi alarm bersama bahwa upaya pencegahan harus dilakukan lebih serius, terarah dan menyentuh hingga ke lingkungan masyarakat.

Hendra Primitif,Ketua Umum LSM Gema Rakyat Indonesia (GARI), menyerukan kepada APH, DP3A, pemerintah daerah, sekolah, orang tua dan seluruh elemen masyarakat agar memperkuat langkah preventif melalui penyuluhan dan edukasi secara merata.

Menurut Hendra, pencegahan tidak boleh hanya dilakukan ketika tawuran sudah terjadi atau setelah muncul korban. Edukasi tentang bahaya tawuran, perundungan, kekerasan, pergaulan berisiko serta perlindungan perempuan dan anak harus diberikan secara berkelanjutan, termasuk di luar lingkungan sekolah.

“Jangan menunggu ada korban baru kita bergerak. Mencegah jauh lebih bermakna daripada menyesal setelah masa depan anak menjadi taruhan,” tegas Hendra.

Ia juga mendorong agar pengawasan pada jam setelah sekolah menjadi perhatian bersama. Anak-anak yang berada di luar lingkungan sekolah tetap membutuhkan pendampingan dan ruang yang aman. Karena itu, sinergi antara orang tua, sekolah, pemerintah desa/kelurahan, masyarakat, DP3A dan APH dinilai penting untuk membangun sistem pencegahan yang tidak bersifat sesaat.

Hendra menegaskan, penanganan tawuran tidak semata-mata berbicara tentang penindakan. Pembinaan karakter, komunikasi dengan anak, pendidikan keluarga dan penyuluhan hukum harus berjalan beriringan dengan penegakan aturan.

“Anak bukan sekadar objek yang harus diawasi. Mereka adalah generasi yang harus dibimbing. Ketika kita mampu memberikan lingkungan yang aman, pendidikan yang baik dan keteladanan, sesungguhnya kita sedang menyiapkan masa depan bangsa,” ujarnya.

Menjaga Anak, Menjaga Masa Depan.
Hendra berharap seluruh pihak tidak berjalan sendiri-sendiri. Persoalan tawuran pelajar dan kekerasan terhadap perempuan serta anak membutuhkan kepedulian bersama dan konsistensi di lapangan.

Sebab, ketertiban bukan hanya tentang tidak adanya keributan, tetapi tentang hadirnya rasa aman. Perlindungan bukan hanya tentang menangani korban, tetapi tentang mencegah korban berikutnya. Dan menjaga anak hari ini berarti menjaga wajah peradaban Kabupaten Tangerang di masa depan.

“Mari kita ubah pola pikir dari menunggu kejadian menjadi mencegah sebelum kejadian. Anak-anak kita bukan generasi untuk diwarisi ketakutan, tetapi generasi yang harus kita warisi dengan keamanan, pendidikan, akhlak dan masa depan,” pungkas Hendra Primitif.

AJIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *