Tuntut Solusi Nyata Bukan Sekedar Slogan ! Hendra Primitif : Sawah Tigaraksa Kekeringan DPKP ke Mana ?
sorot24.id | TANGERANG – Hendra menegaskan, DPKP harus menjawab persoalan ini dengan data dan tindakan nyata. Desa mana saja di Kecamatan Tigaraksa yang sudah menerima fasilitas pengairan ? Berapa luas sawah yang terlayani, apakah fasilitasnya berfungsi, dan sejauh mana kebutuhan air petani benar-benar terpenuhi ?
Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Kekurangan air dapat mengganggu masa tanam, mengancam produktivitas, bahkan berpotensi menyebabkan petani mengalami kerugian. Karena itu, DPKP harus segera turun langsung ke desa-desa, menemui kelompok tani, memeriksa kondisi persawahan, dan mengidentifikasi kebutuhan yang mendesak.
“Apakah petani harus berteriak terlebih dahulu baru pemerintah bergerak ? Tigaraksa merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Tangerang. Jangan sampai persoalan pertanian yang membutuhkan perhatian serius justru luput dari respons cepat pemerintah daerah,” ujarnya.
Hendra juga meminta agar petani lokal Tigaraksa diprioritaskan melalui pelayanan yang aktif dan responsif. Pegawai serta penyuluh pertanian harus melakukan jemput bola, bukan sekadar menunggu laporan. Penanganan jangka pendek harus berfokus pada pemenuhan kebutuhan air, sedangkan jangka panjang perlu mencakup pembenahan irigasi, pengembangan sumber air alternatif, dan perencanaan menghadapi musim kemarau berikutnya.
Ia menegaskan, GARI tidak bermaksud menafikan program pemerintah. Namun, keterbukaan informasi dan evaluasi kinerja diperlukan untuk memastikan bahwa anggaran serta fasilitas yang disediakan benar-benar memberikan manfaat kepada petani.
GARI meminta Kepala DPKP Kabupaten Tangerang memberikan penjelasan terbuka mengenai desa penerima fasilitas pengairan di Kecamatan Tigaraksa, tingkat pemanfaatannya, kondisi lahan terdampak, serta langkah konkret untuk mengantisipasi kekeringan saat ini dan pada musim mendatang.
Sebab, keberhasilan pemerintah bukan diukur dari banyaknya program yang diumumkan, melainkan dari kemampuannya menjawab kebutuhan rakyat. Petani membutuhkan air dan kepastian, bukan sekadar janji.
AJis













