Sorot24.id Tangerang Belum selesai dengan persoalan pembangunan Titik Nol Kabupaten Tangerang yang menggelontorkan anggaran sangat Fantastis senilai Rp2,3 miliar kini publik di kejutkan dengan Pembangunan Hutan Bambu di Kecamatan Cisoka dengan anggaran Rp1,8 miliar menegaskan satu hal: APBD Kabupaten Tangerang sedang diarahkan bukan untuk kebutuhan rakyat, melainkan untuk proyek simbolik yang minim manfaat nyata.
Dua proyek ini menjadi potret telanjang buruknya perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Bambu adalah tanaman yang secara ekologis murah, cepat tumbuh, dan dapat ditanam secara swadaya oleh masyarakat. Namun di Kabupaten Tangerang, bambu justru “disulap” menjadi proyek miliaran rupiah. Tidak ada justifikasi rasional yang mampu menjelaskan bagaimana penanaman bambu dapat menelan anggaran hampir dua miliar rupiah.
Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa proyek tersebut lebih berorientasi pada penyerapan anggaran daripada pemulihan lingkungan.
Lebih parah lagi, pemborosan ini dilengkapi dengan pembangunan Titik Nol Kabupaten Tangerang yang menghabiskan Rp2,3 miliar. Sebuah monumen simbolik yang tidak berdampak pada peningkatan kesejahteraan, tidak menyelesaikan persoalan banjir, tidak mengurangi sampah, dan tidak memperbaiki pelayanan publik. Titik nol hanya menjadi titik awal pemborosan, bukan titik awal pembangunan.
Jika digabungkan, lebih dari Rp4 miliar uang rakyat dihabiskan untuk proyek yang tidak memiliki urgensi publik. Ini bukan kesalahan teknis, melainkan kesalahan kebijakan yang serius dan patut diduga melanggar prinsip dasar pengelolaan keuangan negara.
Ketika rakyat masih bergulat dengan jalan rusak, banjir, pengangguran, dan krisis lingkungan yang nyata, Pemkab Tangerang justru menghamburkan anggaran untuk proyek simbolik bernilai miliaran rupiah. Ini bukan pembangunan, ini pemborosan yang dilegalkan melalui APBD.
Jika APBD hanya dijadikan bahan bacakan penguasa dan alat pencitraan, maka kejahatan anggaran akan terus berulang. Oleh karena itu, audit terbuka, evaluasi menyeluruh, dan pertanggungjawaban politik atas proyek hutan bambu dan titik nol adalah keharusan, bukan pilihan.
Hari ini bambu dan titik nol, esok hari bisa jadi monumen pemborosan berikutnya dan rakyat kembali hanya menjadi penonton.
Salam Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang
Endang Kurnia
Ketua Cabang GMNI Kab. Tangerang
J.U




![file-1767008006472-IMG_3975 foto / dok : kec.Kelapa Dua [red24]](https://sorot24.id/wp-content/uploads/2025/12/file-1767008006472-IMG_3975-148x111.jpeg)





