foto dok/Para berkendara terjebak tergenang banjir dijalan luas  ibukota jakarta 

Sorot24.id Jakarta | Cuaca di wilayah DKI Jakarta pada Senin, 26 Januari 2026, diprakirakan didominasi oleh hujan ringan dan sedang.

Pada hari sebelumnya, cuaca di Jakarta didominasi oleh cerah berawan.

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta Utara menjadi satu-satunya wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.

Masyarakat yang berada di wilayah Jakarta Utara diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Di Administrasi Kepulauan Seribu, cuaca diperkirakan hujan ringan dengan suhu berkisar antara 26 hingga 28 derajat Celsius dan tingkat kelembapan udara mencapai 78–82 persen.

Wilayah Jakarta Pusat juga diprediksi mengalami hujan ringan dengan suhu 24–28 derajat Celsius serta kelembapan relatif tinggi, yakni 72–93 persen.

Sementara itu, Jakarta Utara diprakirakan diguyur hujan sedang dengan suhu antara 24–28 derajat Celsius dan kelembapan 74–92 persen.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah titik rawan, terutama pada kawasan pesisir dan permukiman padat.

Untuk wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, BMKG memprakirakan hujan ringan dengan suhu berkisar 23–29 derajat Celsius.

Tingkat kelembapan udara di ketiga wilayah tersebut tergolong tinggi, mencapai 67 hingga 97 persen, yang dapat membuat kondisi terasa lebih lembap sepanjang hari.

BMKG mengimbau masyarakat DKI Jakarta untuk tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca, seperti genangan air dan penurunan jarak pandang saat hujan.

Warga juga disarankan menyiapkan perlengkapan hujan dan merencanakan aktivitas dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.

Berdasarkan data resmi BMKG untuk wilayah DKI Jakarta pada hari Senin, 26 Januari 2026, berikut adalah ringkasan prakiraan cuacanya:

Administrasi Kepulauan Seribu

Hujan Ringan

26–28 °C

78–82 persen

Kota Jakarta Pusat

Hujan Ringan

24–28 °C

72–93 %

Kota Jakarta Utara

Hujan Sedang

24–28 °C

74–92 %

Kota Jakarta Barat

Hujan Ringan

24–29 °C

71–94 %

Kota Jakarta Selatan

Hujan Ringan

23–29 °C

67–97 %

Kota Jakarta Timur

Hujan Ringan

23–29 °C

Red24

foto ilustrasi Al-Qur’an dan Sajadah

 

sorot24.id Religius | Sungguh mulia kebiasaan membaca Alquran secara rutin. Sebab, amalan tersebut diganjar dengan pahala yang berkali-kali lipat. Rasulullah Muhammad SAW telah bersabda,

“Siapa yang membaca satu huruf dari Alquran, maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut. Satu kebaikan menjadi 10 kali kebaikan. Saya tidak mengatakan bahwa ‘Alif Laam Mim’ itu satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Mim satu huruf.”

Tidak hanya itu, kebiasaan rutin membaca Alquran juga memunculkan ketenteraman. Rumah yang tidak diisi dengan tadarus Alquran terasa sunyi, bagaikan kuburan. Sifat itu bukan berarti jauh dari keramaian, melainkan hampa dari suasana islami.

Rasulullah SAW mengibaratkan perbedaan antara rumah yang diisi lantunan ayat-ayat Allah dan tidak. “Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti antara orang hidup dan mati.”

Maka dari itu, hidupkanlah rumah dengan selalu melaksanakan tadarus, sebagai pelengkap ibadah-ibadah wajib. Allah SWT akan memberikan rahmat bagi mereka yang mengharapkan ridha-Nya dengan membaca Kitabullah.

Sesungguhnya rumah yang dibacakan di dalamnya Alquran, maka rumah tersebut akan tampak bagi para penduduk langit seakan-akan terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi,” sabda Nabi SAW.

Tentu saja, tadarus Alquran bisa dilakukan di luar rumah, termasuk masjid-masjid. Mengenai hal ini, baginda shalallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah-rumah Allah untuk melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, (mereka) akan diliputi dengan rahmat, akan dilingkari oleh para malaikat, dan Allah pun akan menyebut (memuji) mereka di hadapan makhluk-Nya” (HR Muslim).

Banyak keutamaan mengkhatamkan Alquran. Di antaranya adalah, pertama, dengan banyak mengkhatam Alquran kita akan mendapatkan rahmat, ketenteraman, dan didoakan oleh malaikat, serta mendapatkan pujian dari Allah SWT.

Khatam Alquran merupakan suatu yang patut disyukuri. Namun, jangan berhenti pada sekali atau dua kali khatam, melainkan terus diulang-ulang sehingga menjadi rutinitas sehari-hari. Faedahnya adalah sebagaimana diungkapkan hadis berikut, yang diriwayatkan dari at-Tirmidzi.

Suatu ketika, ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang paling dicintai Allah?”

Beliau pun menjawab, “Al-hal wal murtahal.”

Sahabat pun bertanya lagi, “Apakah itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?”

“Yaitu yang membaca Alquran dari awal hingga akhir. Setiap kali selesai, ia mengulanginya lagi dari awal,” jawab Rasulullah SAW.

Dari Abu Amamah RA, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah Alquran, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat” (HR Muslim).

Red24

 

Michael Carrick saat memimpin latihan Manchester United (c) MUFC Official

 

Sorot24.id Olahraga | Manajer interim Manchester United, Michael Carrick mengakui bahwa timnya mendapatkan tugas yang berat ketika berhadapan dengan Arsenal nanti malam. Ia menyebut Setan Merah wajib hukumnya tampil sempurna jika mau membawa pulang tiga poin dari London Utara.

Manchester United akan memainkan laga tandang di pekan ke-23 EPL 2025/2026. Mereka harus bertandang ke Emirates Stadium untuk menghadapi sang tuan rumah, Arsenal.

Di musim 2025/2026 ini, The Gunners memang menunjukkan performa yang impresif. Mereka tampil konsisten baik di EPL maupun di UCL dan mereka jadi pemuncak klasemen di dua kompetisi tersebut.

Carrick mengakui bahwa MU bakal mendapatkan ujian berat untuk bisa mencuri poin daari kandang Arsenal nanti. “Seperti yang sudah saya bilang, mereka (Arsenal) adalah tim yang bagus,” buka Carrick dalam konferensi persnya baru-baru ini.

Simak komentar lengkap sang manajer di bawah ini.

Menurut Carrick, Arsenal benar-benar tampil luar biasa musim ini. Ia menilai The Gunners punya lini serang yang tajam dan pertahanan mereka sulit ditembus. Alhasil MU benar-benar harus bekerja keras jika ingin meraih poin di laga ini.

“Arsenal memiliki sejumlah cara untuk melakukan serangan. Mereka juga sangat terorganisir dan anda bisa melihat dengan jelas pertahanan mereka sangat rapat,” sambung Carrick.

“Saya rasa kami harus bertahan dengan jauh lebih baik ketimbang di pekan lalu. Di pekan lalu, kami tidak terlalu banyak untuk bertahan dan saya harus memberikan kredit kepada para pemain saya untuk itu.”

Siapkan Taktik yang Berbeda

Pada kesempatan yang sama, Carrick juga menampik bahwa ia akan menggunakan taktik yang sama seperti ketika MU menang di Derby Manchester. Ia menyebut akan ada beberapa perubahan agar mereka bisa mengalahkan Arsenal.

“Setiap pertandingan itu berbeda satu sama lain, bahkan dalam pertandingan yang sama, babak pertama dan babak kedua bakal berbeda. Itulah mengapa saya tidak akan bilang kami akan menggunakan taktik yang sama, karena setiap pertandingan itu berbeda,” sambung Carrick.

“Saya tidak akan copy-paste taktik pekan lalu di laga ini. Saya rasa ada beberapa elemen baru yang harus dimasukkan ke dalam taktik kami di laga ini. Kami harus siap, dan kami harus bermain dengan kemampuan terbaik kami, dan jika kami melakukan itu kami berpeluang untuk menang,” pungkasnya.

MU Sedikit Diuntungkan Jadwal

Jelang laga ini, Manchester United sedikit lebih diuntungkan ketimbang Arsenal perihal jadwal.

Pasalnya MU tidak bermain di tengah pekan kemarin sementara Arsenal harus memainkan laga berat di kandang Inter Milan. Alhasil kondisi kebugaran Setan Merah jauh lebih oke ketimbang Arsenal di laga ini.

Red24

foto dok/Gubernur Banten Andra Soni dan Jaringan Nasional Pemuda Hijau (JARNAS-PH) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibanten, Banten.

Banten — Jaringan Nasional Pemuda Hijau (JARNAS-PH) bersinergi dengan Generasi Muda Peduli Indonesia (GaMPI) menggelar aksi lingkungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibanten, Banten. Dalam kegiatan yang berlangsung Sabtu (24/1/2026) itu, sebanyak 1.500 pohon kelor ditanam di kawasan hilir Sungai Cibanten, tepatnya di Jalan Sukadana, Kecamatan Kasemen.

Aksi tersebut mengusung tema “Pemuda Jaga Bumi, Selamatkan Masa Depan”. Selain sebagai upaya rehabilitasi lingkungan, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan peran pemuda sebagai garda terdepan dalam menghadapi krisis ekologis.

Ketua Umum JARNAS-PH, Dr. G Borlak, S.Sos., MM, menegaskan bahwa krisis lingkungan merupakan persoalan multidimensi yang membutuhkan keterlibatan aktif lintas sektor, termasuk generasi muda.

“Krisis ekologis yang kita hadapi hari ini tidak bisa diselesaikan secara parsial. Kehadiran JARNAS-PH bersama GaMPI di DAS Cibanten bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam harapan dan tanggung jawab. Pemuda harus menjadi solusi, bukan sekadar penonton,” ujar Borlak dalam sambutannya.

Senada, Ketua Umum DPP GaMPI Nini Arianti, SM., MM menyebut aksi ini sebagai bentuk nyata komitmen pemuda dalam membangun kepedulian sosial dan ekologis yang berkelanjutan.

“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, bekerja bersama, dan meninggalkan dampak positif yang bisa dirawat secara kolektif. Kolaborasi dengan JARNAS-PH menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan gerakan lingkungan ini,” kata Nini.

Pemilihan pohon kelor dinilai tepat karena memiliki daya tahan tinggi serta manfaat ganda, baik bagi ekosistem sungai maupun potensi ekonomi masyarakat sekitar. Selain penanaman, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi lingkungan yang melibatkan relawan dan warga setempat untuk menumbuhkan kesadaran menjaga ruang hidup bersama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Wali Kota Serang H. Budi Rustandi, S.E., Ketua DPRD Kota Serang H. Muji Rohman, S.H., serta Kapolres Kota Serang AKBP Condro Sasongko, S.H., S.I.K., M.H., M.Si.

Di akhir kegiatan, dukungan Pemerintah Provinsi Banten juga ditegaskan melalui kehadiran Gubernur Banten Andra Soni, S.M., M.AP. Dukungan tersebut dinilai menjadi penguat sinergi antara gerakan pemuda dan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ke depan, JARNAS-PH dan GaMPI menyatakan komitmennya untuk menjadikan aksi ini sebagai program berkelanjutan yang akan dilaksanakan di 38 provinsi di Indonesia, sejalan dengan agenda pembangunan dan visi keberlanjutan nasional, termasuk arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Momen Amine Adli membobol gawang Liverpool di menit akhir dan membawa Bournemouth menang 3-2 di Liga Inggris. (Foto: Toby Melville/REUTERS)

 

Sorot24.id Olahraga | Pergantian tahun seharusnya menjadi momentum kebangkitan, tetapi tidak bagi Liverpool. Memasuki 2026, The Reds justru terjebak dalam rangkaian hasil yang memunculkan tanda tanya besar di Premier League.

Dalam lima laga liga sejak tahun baru, Liverpool tak sekalipun merasakan kemenangan. Pola permainan yang biasanya agresif dan efektif kini sering berujung hasil imbang atau kekalahan menyakitkan.

Kondisi itu kembali terlihat saat Liverpool bertandang ke markas Bournemouth. Laga yang berlangsung Minggu (25/1) dini hari WIB itu berakhir pahit setelah The Reds kalah dramatis 2-3.

Gol telat Amine Adli pada menit 90+5 menjadi simbol masalah Liverpool di awal 2026. Dominasi dan kerja keras tak lagi berbanding lurus dengan hasil akhir di papan skor.

5 Laga, 0 Kemenangan, dan Jarak yang Melebar

Kekalahan dari Bournemouth memperpanjang catatan minor Liverpool di Premier League 2026. Sebelumnya, pasukan Arne Slot hanya mampu meraih hasil imbang melawan Burnley, Arsenal, Fulham, dan Leeds United.

Hasil imbang 1-1 kontra Burnley dan 2-2 melawan Fulham menunjukkan rapuhnya konsistensi Liverpool. Sementara skor kacamata saat menghadapi Arsenal dan Leeds United menegaskan tumpulnya lini serang di momen krusial.

Akumulasi hasil tersebut membuat posisi Liverpool di klasemen semakin tertekan. Mereka kini berada di peringkat keempat dengan 36 poin, tertinggal cukup jauh dari Arsenal yang kokoh di puncak.

Selisih 14 poin itu bukan sekadar angka. Ia menjadi alarm keras bahwa Liverpool tak hanya kehilangan momentum juara, tetapi juga mulai terseret dalam persaingan ketat zona Liga Champions.

Arne Slot Bicara Jujur: Jadwal, Energi, dan Kesalahan Sendiri

Usai kekalahan di Bournemouth, Arne Slot tak menutupi kekecewaannya. Ia mengakui bahwa Liverpool harus bercermin pada diri sendiri, alih-alih mencari kambing hitam di luar lapangan.

“Mungkin itu merangkum musim kami. Setiap kali ada hal lain, setiap kali ada sesuatu yang istimewa, bagaimana kami kebobolan tetapi kami kebobolan. Satu-satunya yang harus disalahkan adalah diri kami sendiri,” kata Slot dikutip dari Sky Sport.

Slot juga menyinggung kondisi fisik pemain yang terkuras akibat padatnya jadwal. Menurutnya, beberapa pemain kehabisan energi saat laga memasuki fase akhir.

“Saya pikir aman untuk mengatakan mereka bisa mencetak gol 3-2 sedikit lebih awal. Beberapa pemain kami kehabisan energi, dan saya tidak bisa mengkritik mereka untuk itu,” tegas Slot.

 

Red24

Hadiri Musda KNPI Banten, Wagub Dimyati Ajak Pemuda Perkuat Persatuan

sorot24.id | SERANG – ​Wakil Gubernur (Wagub) Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda dalam organisasi kepemudaan. Menurutnya, organisasi menjadi ruang bagi generasi muda untuk membangun karakter, mengasah jiwa kepemimpinan, serta memperkuat persatuan.

​Pernyataan tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-VIII Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten yang mengusung tema “Satu Pemuda, Satu KNPI, Pemuda Banten Bersatu”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Le Dian, Kota Serang, pada Sabtu (24/1/2026).

Pemuda sebagai Pilar Pembangunan

​Dimyati menjelaskan bahwa pemuda merupakan penegak persatuan sekaligus energi pembangunan. Ia menekankan bahwa pemuda harus memiliki moral dan budi pekerti yang baik, unggul, memberikan dampak positif, serta melek teknologi.

​Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya dedikasi sebagai nilai dasar generasi muda. Dedikasi tersebut tercermin dari semangat dan loyalitas kepada bangsa dan negara, meskipun berasal dari latar belakang daerah, suku, dan agama yang berbeda.

​Sebagai agent of change atau agen perubahan, pemuda dituntut mampu memperbaiki berbagai persoalan, keterbatasan, dan ketertinggalan agar daerah menjadi lebih maju.

Wadah Kaderisasi Pemimpin

​Dimyati menilai KNPI sebagai wadah strategis untuk melatih kepemimpinan dasar dan membangun karakter. Melalui organisasi, pemuda dilatih mengelola berbagai elemen, berorganisasi, serta menanamkan nilai pelayanan kepada masyarakat.

“KNPI adalah organisasi senior yang diakui. Rata-rata Ketua Umum KNPI berkesempatan menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Itulah estafetnya,” tambah Dimyati.

​Ia berharap Musda ke-VIII ini menghasilkan pemimpin dan program kerja yang berorientasi pada penguatan peran pemuda guna melahirkan generasi Banten yang unggul dan berdaya saing.

Dukungan Pemerintah Provinsi

​Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten, Ahmad Syaukani, menyatakan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan kepemudaan yang positif. Hal ini dilakukan guna membangun kemampuan manajerial pemuda sebagai calon pemimpin masa depan.

​Di sisi lain, Ketua Umum DPP KNPI, Ali Hanafiah, menyampaikan bahwa KNPI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah. Salah satu aksi nyata yang telah dilakukan adalah program ketahanan pangan berupa panen raya jagung seluas 10 hektare di Kabupaten Lebak.

“DPP KNPI mendukung penuh seluruh program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” tegas Ali.

​Kegiatan juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni debus dan pemberian santunan kepada anak yatim.

red24_RG

DR (HC) Sri Panggung Lestari,S.E,M.M Terpilih sebagai Ketua Pengcab ISSI Kabupaten Tangerang

sorot24.id | TANGERANG – DR (HC) Sri Panggung Lestari,S.E,M.M resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Tangerang. Pemilihan yang diselenggarakan di Hotel Yasmin Curug ini,dilakukan secara aklamasi dalam forum musyawarah yang dihadiri dan disepakati oleh seluruh perwakilan komunitas sepeda yang tergabung dalam ISSI Kabupaten Tangerang. Minggu,25 – 01 – 2025 .

Terpilihnya Sri Panggung Lestari mencerminkan kepercayaan penuh dari para pegiat dan komunitas olahraga sepeda di Kabupaten Tangerang terhadap kepemimpinannya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih maju dan berprestasi.

Dalam sambutannya, Sri Panggung Lestari menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang diberikan serta menegaskan kecintaannya terhadap olahraga sepeda.

“Saya sangat mencintai olahraga sepeda. Dengan Amanah ini, saya berkomitmen untuk memasyarakatkan olahraga sepeda di Kabupaten Tangerang, sekaligus mencetak dan membina atlet-atlet sepeda agar mampu berprestasi di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional,” ujar Sri Panggung Lestari yang akrab disapa SPL ini.

DR (HC) Sri Panggung Lestari,S.E,M.M Terpilih sebagai Ketua Pengcab ISSI Kabupaten Tangerang. foto/dok : red24

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas, pelatih, pemerintah daerah, serta pihak swasta untuk membangun ekosistem olahraga sepeda yang sehat dan berkelanjutan.

Ke depan, Pengcab ISSI Kabupaten Tangerang di bawah kepemimpinan Sri Panggung Lestari akan fokus pada penguatan pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatihan, serta penyelenggaraan event-event sepeda yang mampu menjadi wadah prestasi sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat.

Sementara itu,di tempat yang sama Sekretaris Jendral KONI Kabupaten Tangerang,Adang Akbarudin yang biasa di sapa Abek, menyampaikan,“kami berharap ISSI dengan Kepemimpinan dan Kepengurusan yang baru, dapat menjadikan organisasi ISSI yang menaungi dan membina semua klub sepeda di kabupaten Tangerang juga mampu menghasilkan atlet-atlet sepeda yang terbaik dari tingkat daerah,nasional sampai tingkat internasional,” ujar Abek.

“Mudah-mudahan Atlet ISSI Kabupaten Tangerang mendapatkan peraihan medali emas terbanyak dalam ajang Pekan Olahraga Propinsi di tahun 2026 ini yang di selenggarakan di Kota Tangerang Selatan,” pungkasnya .

Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan olahraga sepeda di Kabupaten Tangerang semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan daerah.

red24_BMR

Ruang Belajar Tak Lagi Aman

oleh : Detyana Nurizani

sorot24.id | TANGERANG – Lingkungan pendidikan seharusnya menjadi ruang paling aman bagi siapa pun untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan. Namun ketika kekerasan seksual justru terjadi di sekolah, kampus, dan berbagai ruang mencari ilmu, ada kegelisahan yang tak bisa diabaikan. Ruang yang mestinya melindungi justru berubah menjadi tempat yang menimbulkan rasa takut. Dalam situasi ini, persoalannya tidak berhenti pada pelaku semata, tetapi menyentuh sistem pendidikan yang gagal memastikan rasa aman bagi mereka yang berada di dalamnya.

Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan bukan fenomena baru. Namun, meningkatnya laporan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa persoalan ini selama ini tersembunyi di balik budaya diam dan relasi kuasa yang tidak seimbang. Banyak korban baru berani bersuara setelah mengalami tekanan yang berkepanjangan. Fakta ini menegaskan bahwa kekerasan seksual di ruang pendidikan bukan kasus individual, melainkan masalah struktural yang membutuhkan perhatian serius.

Relasi kuasa menjadi faktor kunci. Di lingkungan pendidikan, relasi antara guru dan murid, dosen dan mahasiswa, atau senior dan junior menciptakan ketimpangan posisi yang rentan disalahgunakan. Ketika otoritas akademik bercampur dengan kekuasaan sosial dan psikologis, korban sering kali berada pada posisi yang lemah. Melapor bukan hanya soal keberanian, tetapi juga soal risiko terhadap masa depan pendidikan, reputasi, dan relasi sosial.

Dalam banyak kasus, korban justru dihadapkan pada pertanyaan yang menyudutkan. Sikap, cara berpakaian, atau kedekatan dengan pelaku kerap dijadikan alasan untuk meragukan pengalaman korban. Di sisi lain, institusi pendidikan tidak jarang lebih sibuk menjaga citra daripada memastikan keadilan. Kekerasan seksual lalu diperlakukan sebagai masalah pribadi, bukan sebagai kegagalan sistem yang perlu dibenahi.

Budaya patriarki turut memperkuat situasi ini. Cara pandang yang menormalisasi ketimpangan relasi kuasa membuat kekerasan seksual sulit dikenali sejak awal. Ketika korban disalahkan dan pelaku dilindungi oleh otoritas atau reputasi akademik, lingkungan pendidikan kehilangan nilai etikanya. Ruang belajar yang seharusnya memanusiakan justru berpotensi melanggengkan ketidakadilan.

Tidak sedikit korban yang akhirnya memilih diam. Ketakutan akan stigma, tekanan psikologis, dan ancaman terhadap kelangsungan pendidikan membuat banyak kasus tidak pernah terungkap. Dalam kondisi seperti ini, kekerasan seksual tidak hanya melukai individu, tetapi juga merusak kepercayaan terhadap institusi pendidikan itu sendiri. Lingkungan belajar yang tidak aman akan selalu gagal menjalankan fungsi pendidikannya.

Upaya negara dan lembaga pendidikan untuk mencegah kekerasan seksual patut diapresiasi. Regulasi dan kebijakan mulai disusun untuk memberikan perlindungan bagi korban. Namun kebijakan tidak akan efektif tanpa perubahan budaya institusional. Pencegahan kekerasan seksual tidak bisa berhenti pada pembentukan aturan, tetapi harus diikuti dengan komitmen nyata untuk menjalankannya secara konsisten dan berpihak pada korban.

Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan juga membawa dampak jangka panjang. Trauma, kecemasan, dan kehilangan rasa aman dapat menghambat proses belajar dan memengaruhi masa depan korban. Dalam konteks ini, kekerasan seksual bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap tujuan pendidikan itu sendiri.

Oleh karena itu, lingkungan pendidikan membutuhkan pembenahan yang menyeluruh. Pendidikan kesadaran gender, mekanisme pelaporan yang aman dan independen, serta aparat institusi yang berperspektif korban harus menjadi bagian dari sistem pendidikan. Lebih dari itu, lembaga pendidikan perlu berani menempatkan keselamatan dan martabat manusia di atas kepentingan citra dan reputasi.

Ketika kekerasan seksual terjadi di lingkungan pendidikan, yang dipertaruhkan bukan hanya nasib korban, tetapi juga nilai dasar pendidikan sebagai ruang pembentukan manusia. Sekolah dan kampus seharusnya menjadi tempat yang aman, adil, dan memanusiakan. Selama rasa takut masih menyertai proses belajar, maka tugas pendidikan belum sepenuhnya dijalankan.

Pada akhirnya, pendidikan yang sejati tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi dari kemampuannya melindungi dan menghormati setiap manusia di dalamnya. Lingkungan pendidikan harus kembali menjadi ruang aman, bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang diwujudkan dalam tindakan.

red24

Kepemimpinan perempuan:
“Perempuan Dan Beban Ganda Yang Tak Kunjung Usai”

oleh : Alifia Noer Kholisa                                         Cabang ( P ) Kab.Tangerang

sorot24.id | TANGERANG – Saat ini perempuan semakin banyak terlibat di ruang publik. Perempuan bekerja, berorganisasi, dan mengambil peran penting dalam kehidupan sosial. Namun, di balik keterlibatan tersebut, masih ada persoalan yang jarang benar-benar dibicarakan secara jujur, yaitu beban ganda yang terus melekat pada perempuan.

Beban ganda muncul ketika perempuan menjalani peran di luar rumah, tetapi pada saat yang sama tetap dibebani tanggung jawab penuh atas urusan domestik.

Mengurus rumah, mengasuh anak, dan memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi masih sering dianggap sebagai tugas utama perempuan. Akibatnya, meskipun perempuan bekerja seharian, pekerjaan di rumah tetap menunggu tanpa pembagian yang adil.

Kondisi ini masih dianggap wajar oleh sebagian masyarakat. Perempuan yang lelah sering diminta untuk lebih “mengerti”, sementara keterlibatan laki-laki dalam pekerjaan rumah tangga dipandang sebagai bantuan, bukan kewajiban.

Cara pandang seperti ini membuat perempuan berada dalam posisi yang serba terbatas, seolah tidak memiliki pilihan selain menerima keadaan.

Beban ganda yang terus berlangsung memberi dampak nyata.

Kesimpulan

Beban ganda yang dialami perempuan hingga saat ini menunjukkan bahwa perubahan peran di ruang publik belum sepenuhnya diikuti oleh perubahan cara pandang di ruang domestik. Perempuan masih dituntut untuk menjalankan banyak peran dalam waktu yang bersamaan, tanpa pembagian tanggung jawab yang adil.

red24

Kepemimpinan perempuan : “Membuka Ruang, Menguatkan Perempuan dalam Kepemimpinan”

oleh : Nurainah

sorot24.id | TANGERANG – Di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, satu pertanyaan mendasar terus mengemuka: siapa yang pantas memimpin? Selama berabad-abad, jawaban atas pertanyaan ini hampir selalu mengarah pada satu figur—laki-laki. Tradisi, budaya, dan struktur sosial telah membentuk keyakinan bahwa kepemimpinan adalah wilayah maskulin. Perempuan, sebaliknya, lebih sering ditempatkan di ruang domestik, jauh dari arena pengambilan keputusan.

Namun sejarah membuktikan, kepemimpinan tidak pernah ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kapasitas, integritas, dan visi.

Perempuan telah lama menunjukkan kemampuannya memimpin di berbagai sektor: pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, hingga politik. Mereka memimpin sekolah, rumah sakit, organisasi masyarakat, perusahaan, bahkan negara. Kehadiran mereka bukan sekadar pelengkap kuota, melainkan jawaban atas kebutuhan zaman yang menuntut kepemimpinan lebih inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemanusiaan.

Sayangnya, hingga hari ini, sebagian masyarakat masih memandang kepemimpinan perempuan sebagai pengecualian, bukan keniscayaan. Perempuan sering kali harus bekerja dua kali lebih keras untuk mendapatkan pengakuan yang sama. Kesalahan kecil mudah diperbesar, sementara keberhasilan kerap dianggap sebagai keberuntungan semata. Inilah wajah standar ganda yang masih membayangi kepemimpinan perempuan.

Padahal, kepemimpinan pada hakikatnya adalah fungsi sosial, bukan identitas biologis. Kepemimpinan adalah tentang kemampuan mengambil keputusan, mengelola konflik, membangun visi bersama, dan bertanggung jawab atas dampak kebijakan. Semua kualitas itu tidak melekat pada jenis kelamin tertentu.

Justru dalam banyak kasus, kepemimpinan perempuan menghadirkan pendekatan yang berbeda dan dibutuhkan: lebih peka terhadap relasi, lebih terbuka terhadap partisipasi, dan lebih responsif terhadap kelompok rentan. Kepemimpinan semacam ini penting di tengah masyarakat yang semakin majemuk dan kompleks.

Lebih jauh, memberikan ruang kepemimpinan kepada perempuan bukan semata urusan kesetaraan, tetapi juga strategi pembangunan. Banyak riset menunjukkan bahwa organisasi dan negara dengan keterwakilan perempuan yang kuat cenderung memiliki tata kelola yang lebih transparan, kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan, serta tingkat konflik yang lebih rendah.

Karena itu, pertanyaannya bukan lagi bolehkah perempuan memimpin? Pertanyaan yang lebih relevan adalah: mengapa kita masih membatasi setengah potensi bangsa hanya karena konstruksi sosial yang usang?

Kepemimpinan juga bisa, dan memang seharusnya, dipegang oleh perempuan. Bukan sebagai pengecualian, bukan sebagai simbol, melainkan sebagai hak dan kebutuhan bersama. Ketika perempuan diberi ruang memimpin, yang diuntungkan bukan hanya perempuan, tetapi seluruh masyarakat.

Sudah saatnya kita berhenti mengukur pemimpin dari jenis kelaminnya. Yang perlu kita ukur adalah dampak kepemimpinannya bagi keadilan, kesejahteraan, dan masa depan bersama.

red24