Potret Buram Sekolah di Kabupaten Tangerang : SDN Prahu Satu Tak Bertuan Gedung Sekolah Menjadi Saksi Bisu Kemanakah Larinya Anggaran Perawatan ?

oleh -35 Dilihat
oleh
Ruang Kelas SDN Prahu Satu,menjadi "Saksi Bisu". foto/dok : istimewa. [red24] .

Potret Buram Sekolah di Kabupaten Tangerang : SDN Prahu Satu Tak Bertuan Gedung Sekolah Menjadi Saksi Bisu Kemanakah Larinya Anggaran Perawatan ?

sorot24.id | TANGERANG – SDN Prahu Satu dibiarkan “tak bertuan”,padahal gedungnya masih berdiri, ruang kelas layak masih bisa dipakai dan siswa di Sukamulya masih butuh tempat belajar.

Pada kenyataannya yang terjadi sebaliknya,perawatan nihil,halaman kotor, fasilitas rusak perlahan seiring waktu berjalan.Dan Aset Negara dibiarkan “Diam Membisu” .

SDN Prahu Satu, nasibmu kini … “tak bertuan” . foto/dok : istimewa. [red24] .
Kondisi bangunan SDN Prahu Satu belum masuk kategori rusak berat. Artinya, dengan perawatan rutin dan perbaikan kecil, sekolah ini masih bisa dipakai penuh.

Namun real nya kondisi dilokasi sekolah, tak seindah mata memandang. Tidak ada perawatan berarti. Cat mengelupas, saluran air mampet, lingkungan tidak dirawat. Bilamana di biarkan,kerusakan kecil jadi besar dan akhirnya biaya perbaikan pun ikut membesar.

“Miris melihat keadaan sekolah yang terbengkalai di kabupaten Tangerang. SDN Prahu Satu yang masih layak untuk digunakan, namun dibiarkan terbengkalai tak terurus. Sementara masih banyak yang membutuhkan sarana yang lebih layak,” kata warga setempat yang tak ingin disebutkan namanya.

Inilah Potret Buram Sekolah di Kabupaten Tangerang .Di satu sisi ada sekolah kekurangan ruang kelas dan mebeleur,di sisi lain ada gedung sekolah yang sengaja dibiarkan “mati berdiri”.

Perawatan Sekolah Dasar adalah tanggung jawab bersama Pemdes Prahu dan Dinas Pendidikan Kab.Tangerang. Dana BOS untuk pemeliharaan rutin juga turun tiap tahun. Terkesan ada unsur pembiaran. Lalu “lari” kemanakah anggaran perawatan itu ?

Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang dan Pemdes Prahu harus segera turun, jangan biarkan sekolah layak pakai, menjadi rusak dan akhirnya tak layak pakai,hanya karena “mengincar” anggaran yang lebih besar.

red24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *