sorot24.id | Tangerang – Asap pekat dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, mulai dikeluhkan ratusan warga sekitar. Kondisi ini mendorong adanya permintaan agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang segera bergerak.

Salah satunya datang dari Hendra Primitif. Ia menyoroti potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.

“Saya meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang segera melakukan respons cepat dan serentak dengan menurunkan tim kesehatan, membuka posko pelayanan medis, membagikan masker, serta melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak asap kebakaran,” tegas Hendra, Rabu (2/7/2026).

Risiko ISPA dan Iritasi
Menurut Hendra, penanganan kebakaran tidak bisa hanya fokus memadamkan api. Asap hasil pembakaran sampah berpotensi menyebabkan sesak napas, iritasi mata, batuk, hingga meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) jika paparan terus terjadi.

Kondisi kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk yang menimbulkan asap pekat dan dikeluhkan warga sekitar
Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, menimbulkan asap pekat yang mulai dikeluhkan ratusan warga di sekitar lokasi. Foto: Dok. TPA

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah bekerja terpadu untuk mempercepat pemadaman sekaligus melindungi warga.

“Pemerintah harus hadir secara nyata di tengah masyarakat. Respons yang cepat, terukur, dan terpadu akan mengurangi dampak kesehatan serta memberikan rasa aman bagi warga,” tutupnya.

Sebelumnya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid telah mengawal pemadaman dengan mengerahkan 2 helikopter BNPB. Dinkes juga disebut telah siaga memantau kesehatan warga.

red24/HN

sorot24.id | Tangerang – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, kobaran api yang sempat membesar telah berangsur berkurang, meskipun masih terdapat beberapa titik api yang tersebar di bagian atas tumpukan sampah. Kamis, (2/7/26)

Untuk mempercepat proses pemadaman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan dua unit helikopter guna melakukan pemadaman dari udara (water bombing) pada area yang sulit dijangkau oleh petugas di darat.

Baca Juga : Bupati Tangerang Bangga Kebangkitan SMK Satya Muda Gemilang, Lepas Purnasiswa Angkatan Pertama

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid l terus memantau dan hadir langsung di lapangan memonitoring proses penanganan kebakaran. Bahkan, sejak awal kejadian hingga saat ini, dirinya terus melakukan koordinasi intensif dengan BNPB Pusat, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta berbagai instansi terkait lainnya.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid memegang selang pemadam bersama petugas saat monitoring kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid ikut memegang selang pemadam bersama petugas saat memonitor penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kamis (2/7/2026). Foto: Prokopim Kab. Tangerang KDL/Sorot24.id

“Alhamdulillah kondisi kebakaran mulai berangsur terkendali. Namun kami tidak ingin lengah karena masih ada beberapa titik api yang harus terus dipadamkan. Seluruh kekuatan dan sumber daya kami kerahkan agar penanganan dapat berjalan maksimal,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Baca Jug : Bupati Maesyal Pimpin Langsung Penanganan Darurat Kebakaran TPA Jatiwaringin dan Evakuasi Warga

Selain mengerahkan seluruh armada dan personel pemadam kebakaran yang dimiliki Kabupaten Tangerang, Bupati juga bergerak cepat meminta dukungan lintas daerah. Ia telah berkomunikasi langsung dengan jajaran Pemerintah Kota Tangerang, meminta bantuan armada pemadam kebakaran tambahan untuk memperkuat personil dan armada yang ada saat ini

Tidak hanya itu, Bupati Maesyal Rasyid juga menghubungi langsung Wakil Wali Kota Tangerang guna meminta dukungan personel dan peralatan dari BPBD Kota Tangerang sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan di lokasi kebakaran.

“Penanganan kebakaran ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami bersyukur mendapat dukungan dari BNPB, Pemerintah Kota Tangerang dan seluruh unsur terkait yang bergerak bersama untuk mempercepat pemadaman,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memberikan perhatian serius terhadap kondisi kesehatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi terdampak. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang terus melakukan pemantauan kesehatan warga, terutama bagi masyarakat yang terdampak paparan asap akibat kebakaran.

“Tim kesehatan sudah disiagakan untuk memberikan pelayanan medis, pemeriksaan kesehatan serta langkah-langkah antisipasi guna memastikan kondisi masyarakat tetap terjaga selama proses penanganan kebakaran berlangsung,” imbuhnya

Bupati menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Oleh karena itu, selain fokus pada pemadaman api, pemerintah juga memastikan kebutuhan serta kesehatan warga terdampak serta kondisi kesehatannya

“Kami tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memastikan masyarakat tetap aman dan sehat. Seluruh perangkat daerah bergerak sesuai tugasnya masing-masing agar dampak kebakaran ini dapat diminimalkan,” tandasnya.

Baca Juga : Perkuat Kapasitas Aparatur Desa, DPMPD Gelar Sosialisasi Bimtek RKP Desa dan Pelaksanaan Musrenbang 2026. ‎

Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus dilakukan melalui jalur darat dan udara. Petugas gabungan tetap bersiaga selama 24 jam untuk mengantisipasi munculnya titik api baru hingga kondisi benar-benar aman dan terkendali.

(Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24/KDL