Asap TPA Jatiwaringin Ancam Kesehatan Warga Mauk, Dinkes Diminta Buka Posko

oleh -29 Dilihat
oleh
Hendra Primitif meminta Dinkes Kabupaten Tangerang bergerak cepat menangani dampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk
Hendra Primitif mendorong Dinkes Kabupaten Tangerang segera menurunkan tim kesehatan dan membagikan masker bagi warga terdampak asap TPA Jatiwaringin. Foto: Dok. Pribadi

sorot24.id | Tangerang – Asap pekat dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, mulai dikeluhkan ratusan warga sekitar. Kondisi ini mendorong adanya permintaan agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang segera bergerak.

Salah satunya datang dari Hendra Primitif. Ia menyoroti potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan.

“Saya meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang segera melakukan respons cepat dan serentak dengan menurunkan tim kesehatan, membuka posko pelayanan medis, membagikan masker, serta melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak asap kebakaran,” tegas Hendra, Rabu (2/7/2026).

Risiko ISPA dan Iritasi
Menurut Hendra, penanganan kebakaran tidak bisa hanya fokus memadamkan api. Asap hasil pembakaran sampah berpotensi menyebabkan sesak napas, iritasi mata, batuk, hingga meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) jika paparan terus terjadi.

Kondisi kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk yang menimbulkan asap pekat dan dikeluhkan warga sekitar
Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, menimbulkan asap pekat yang mulai dikeluhkan ratusan warga di sekitar lokasi. Foto: Dok. TPA

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah bekerja terpadu untuk mempercepat pemadaman sekaligus melindungi warga.

“Pemerintah harus hadir secara nyata di tengah masyarakat. Respons yang cepat, terukur, dan terpadu akan mengurangi dampak kesehatan serta memberikan rasa aman bagi warga,” tutupnya.

Sebelumnya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid telah mengawal pemadaman dengan mengerahkan 2 helikopter BNPB. Dinkes juga disebut telah siaga memantau kesehatan warga.

red24/HN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *