Sorot24.id | Tangerang – Palang Merah Indonesia PMI Kota Tangerang menggelar pelatihan kegawatdaruratan bagi calon relawan Korps Sukarela KSR Perguruan Tinggi Universitas Yatsi Madani Tangerang.
Pelatihan ini digelar selama lima hari. Tujuannya membekali calon relawan dengan keterampilan pertolongan pertama serta respon darurat medis dan bencana.
Ketua PMI Kota Tangerang Oman Jumansyah mengatakan pelatihan ini bentuk komitmen PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan di Kota Tangerang.
BACA JUGA : CKG Sekolah di Kota Tangerang Capai 203 Ribu Siswa, Temuan Terbanyak Kebugaran Kurang
Pelatihan ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjalankan misi kemanusiaan, khususnya di Kota Tangerang.


Kami memberikan pembekalan agar para calon relawan memiliki kemampuan dalam memberikan penanganan kegawatdaruratan secara tanggap dan cepat, ujar Oman, Sabtu 05 September 2026.
Materi Lengkap Hingga Water Rescue
Komandan KSR Universitas Yatsi Madani Siti Fitriyah menjelaskan, pelatihan tidak hanya fokus pada pertolongan pertama. Materi juga mencakup asesmen, perawatan keluarga, komunikasi kegawatdaruratan, sampai water rescue.
Kami menyusun pelatihan dasar DIKSI ini untuk membentuk karakter calon relawan yang siap memberikan perawatan yang diperlukan di lapangan, mulai dari lingkungan keluarga hingga merespon kondisi gawat darurat medis bila terjadi bencana di Kota Tangerang, tambah Siti.
BACA JUGA : Wabup Intan Canangkan INOVASI TERPA GANTUNG, Dorong Penanganan Stunting Kolaboratif di Desa Klutuk
Menurut Siti, calon relawan harus siap diterjunkan dalam aksi sosial dan kemanusiaan secara langsung. Karena itu materi yang diberikan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Pelatihan dasar ini juga bertujuan membangun mental dan fisik relawan. Agar saat terjadi bencana atau kejadian darurat, mereka bisa bergerak cepat dan tepat.
Simulasi di Kali Bayur Periuk
Selama pelatihan, calon relawan juga diajak melakukan simulasi penanganan kegawatdaruratan. Lokasinya di Kali Bayur Periuk untuk mematangkan kesiapan membantu masyarakat.
Tidak hanya penyampaian materi di kelas, hari ini kami juga mengajak calon relawan untuk melakukan simulasi water rescue dan penyelamatan darurat di medan air secara langsung, pungkas Siti.
Simulasi ini penting agar calon relawan terbiasa dengan kondisi nyata. Terutama saat harus mengevakuasi korban di air atau lokasi bencana.
BACA JUGA : Ketua RW 02 Babakan Tangerang: Kebersihan Lingkungan Tanggung Jawab Bersama, Bukan Cuma Pengurus
Dengan pelatihan ini, PMI Kota Tangerang berharap lahir relawan muda yang kompeten.
Relawan yang bisa menjadi garda terdepan saat terjadi bencana atau kejadian darurat di wilayah Kota Tangerang.
PMI Kota Tangerang terus mendorong kampus untuk aktif membentuk unit KSR. Karena peran relawan muda sangat dibutuhkan dalam kegiatan kemanusiaan.
Ke depan, PMI juga akan terus berkolaborasi dengan universitas lain. Tujuannya memperluas jaringan relawan yang siap siaga 24 jam.
red24/molly













Respon (1)