sorot24.id | KOTA TANGERANG – Warga Kota Tangerang yang kepesertaan JKN-nya didaftarkan Pemkot Tangerang mengaku sangat terbantu saat sakit.
Rina (42), warga Karawaci, jadi salah satunya. Juli 2026 lalu ia demam beberapa hari gak sembuh-sembuh. Akhirnya ia putuskan berobat ke puskesmas di Karawaci pakai JKN.
“Saya daftar pakai JKN, diperiksa dokter, dapat obat. Disuruh balik lagi kalau belum membaik,” cerita Rina.
BACA JUGA : PMI Kota Tangerang Latih Calon Relawan KSR Unma Tangani Kegawatdaruratan
Menurut Rina, prosesnya gampang. Tinggal tunjukin identitas, cek kepesertaan aktif, langsung daftar sesuai alur. Gak ribet.
Cerita sama datang dari Dedi (51), warga Cibodas. Agustus 2026 ia ngeluh nyeri di tubuh. Ia langsung ke puskesmas dan dilayani.
“Jelas alurnya. Daftar, tunggu, diperiksa, dapat penjelasan dokter dan obat. Karena JKN saya aktif, gak perlu mikirin biaya,” ujar Dedi.
Dua kisah ini jadi bukti pentingnya JKN aktif. Kalau aktif, warga bisa berobat tenang di puskesmas atau rumah sakit yang kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Pemkot Tangerang sendiri terus ngebut cakupan JKN. Tujuannya biar semua warga punya jaminan kesehatan.
BACA JUGA : CKG Sekolah di Kota Tangerang Capai 203 Ribu Siswa, Temuan Terbanyak Kebugaran Kurang
Data terbaru per 1 September 2026, cakupan kepesertaan JKN Kota Tangerang sudah 100,45 persen. Sedangkan yang aktif 87,30 persen. Artinya hampir semua warga sudah terdaftar, tinggal jaga biar tetap aktif.
Capaian ini bikin Kota Tangerang selangkah lagi menuju UHC 100 persen. Pemkot juga yang bayarin iuran bagi warga yang didaftarkan, jadi warga kurang mampu tetap bisa berobat.
Buat warga, jangan lupa cek status JKN secara berkala lewat Mobile JKN atau tanya ke kelurahan.
red24/molly












