Sorot24.id | Tangerang – Gelaran akbar Liga Santri Walikota Tangerang Cup 2026 akhirnya resmi berakhir dengan penuh haru dan bangga. Ajang sepak bola antar-pondok pesantren yang diinisiasi oleh Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangerang ini ditutup secara resmi oleh Wakil Walikota Tangerang, H. Maryono Hasan, AP, M.Si, di Stadion Benteng Reborn, Jumat (4/9/2026) sore.
Stadion kebanggaan warga Kota Tangerang itu sore itu benar-benar jadi saksi sejarah. Tidak hanya sekadar pertandingan bola, tapi jadi panggung pembuktian bahwa santri juga bisa berprestasi di lapangan hijau.
Kompetisi tahun ini diikuti oleh 14 klub dari berbagai pondok pesantren se-Kota Tangerang dengan total sekitar 300 santri yang ikut bertanding. Sejak babak penyisihan hingga semifinal, tensi pertandingan sudah panas. Semua tim tampil ngotot demi membawa nama baik pesantrennya.


Dan puncaknya terjadi di laga final yang mempertemukan dua tim kuat, Pondok Pesantren Ummul Rodiyah melawan Pondok Pesantren Al Kamil.
Pertandingan final berlangsung sengit, keras, tapi tetap penuh sportivitas. Jual beli serangan terjadi sejak menit awal. Al Kamil yang dikenal punya pertahanan kokoh beberapa kali mengancam gawang Ummul Rodiyah. Namun Ummul Rodiyah yang bermain lebih efektif akhirnya mampu memecah kebuntuan.
Gol tunggal yang menjadi penentu kemenangan tercipta di babak kedua. Skor 1-0 itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Seketika, tangis haru dan sujud syukur para pemain Ummul Rodiyah pecah di tengah lapangan Stadion Benteng Reborn.
BACA JUGA : PB TNI AU Tampil Gemilang, Nadia/Nimas Rebut Juara I Ganda Putri Piala Panglima TNI 2026
Teriakan takbir dan dukungan dari sesama santri yang memadati tribun membuat suasana final terasa sangat islami dan penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya sebelum penyerahan trofi, Wakil Walikota H. Maryono Hasan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengaku bangga melihat antusiasme para santri yang luar biasa.
Ia menekankan bahwa Liga Santri bukan sekadar ajang tanding fisik atau perebutan piala semata, melainkan wadah untuk membangun karakter, kedisiplinan, mental juara, dan yang paling penting adalah ukhuwah Islamiyah di kalangan santri.
“Kami berharap momentum ini menunjukkan bahwa santri tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga. Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen menciptakan generasi muda yang sehat, berakhlak mulia, dan kreatif,” ujar Maryono Hasan di hadapan para pimpinan pondok pesantren dan tokoh masyarakat yang hadir.
Maryono juga menambahkan, Pemkot Tangerang akan terus mendukung kegiatan positif seperti Liga Santri ini. Menurutnya, ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang tidak hanya pintar mengaji, tapi juga sehat jasmani dan rohani.
BACA JUGA : Jelang Asian Games 2026,ASTAF Terapkan Sistem Challenge Cabang Sepak Takraw
Acara kemudian ditutup dengan pembagian trofi, medali, dan uang pembinaan kepada para pemenang. Ummul Rodiyah sebagai juara pertama berhak membawa pulang trofi bergilir Walikota Tangerang Cup 2026. Sementara Al Kamil harus puas di posisi runner-up dengan permainan yang tetap membanggakan.
Ketua FSPP Kota Tangerang menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Tangerang dan semua pihak yang sudah mendukung penuh acara ini hingga sukses. Ia berharap tahun depan peserta bisa lebih banyak lagi dan hadiahnya lebih besar.
Dengan berakhirnya Liga Santri 2026 ini, pesan kuat tersampaikan bahwa pesantren di Kota Tangerang bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tapi juga kawah candradimuka untuk melahirkan atlet-atlet berakhlak mulia yang siap mengharumkan nama daerah.
red24/molly












