‎Pasca Muscab PKB Kabupaten Tangerang, Ketua DPAC PKB Rajeg Tegaskan Kesetiaan dan Soliditas Kader di Bawah Naungan DPP PKB

sorot24.id | TANGERANG – Dinamika Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Tangerang menjadi momentum penting bagi penguatan struktur internal partai.

‎Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) PKB Kecamatan Rajeg, Keri Supyanto, S.M., yang akrab disapa Anto, menyatakan sikap tegas demi menjaga marwah partai.

‎​Dalam pernyataannya, Anto menegaskan bahwa seluruh struktur PKB di Kecamatan Rajeg berada dalam satu barisan yang solid. Ia menilai Muscab merupakan proses transformasi organisasi yang harus didasari pada kepatuhan terhadap konstitusi partai.

foto/dok : istimewa . red24 .


‎​”Kami di tingkat DPAC memandang Muscab sebagai ajang konsolidasi besar. Tapi fokus utama kami bukan hanya sekadar mensuksesi muscab saja, melainkan bagaimana PKB di Kabupaten Tangerang tetap menjadi kekuatan politik yang melayani rakyat. Oleh karena itu, soliditas adalah harga mati,” ujar Anto kepada awak media.

‎​Anto juga menambahkan bahwa profesionalitas partai dalam menjalankan mekanisme organisasi merupakan bukti kedewasaan PKB Kabupaten Tangerang. Ia berharap kepemimpinan yang lahir dari proses ini mampu membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan kader dan masyarakat luas.

‎​”PKB Kabupaten Tangerang memiliki potensi besar dengan kader-kader terbaiknya. Kami siap bersinergi dengan siapa pun yang mendapatkan mandat untuk membesarkan partai ini ke depannya,” pungkasnya .

‎​Sehubungan dengan terlaksananya mekanisme Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Tangerang, Ketua DPAC PKB Kecamatan Rajeg, Keri Supyanto, S.M. (Anto), mewakili seluruh jajaran pengurus dan kader di wilayah Kecamatan Rajeg, menyampaikan poin-poin pernyataan sikap sebagai berikut :

‎​1. Kami menyatakan patuh, tunduk, dan setia sepenuhnya terhadap segala kebijakan serta keputusan yang ditetapkan oleh Ketua Umum DPP PKB dan garis kebijakan partai sesuai hasil Muktamar.

‎​2. Sebagai garda terdepan di tingkat bawah, kader PKB Kecamatan Rajeg tetap solid, merapatkan barisan, dan berkomitmen penuh untuk terus berjuang memenangkan partai di tengah masyarakat.

‎​3. Siapa pun tokoh yang terpilih nanti untuk memimpin DPC PKB Kabupaten Tangerang, kami menaruh harapan besar agar terdapat kemajuan, inovasi, dan progres yang nyata bagi pemberdayaan kader di seluruh tingkatan serta kesejahteraan masyarakat.

‎4. Kami menyerahkan sepenuhnya mekanisme Muscab sesuai dengan Mandat Muktamar kepada Ketua Umum sebagai Mandataris Tunggal Partai dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan.

‎​5. Kami memberikan dukungan penuh kepada kader-kader terbaik PKB Kabupaten Tangerang yang muncul sebagai kandidat Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang, sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan talenta internal partai.

‎​6. Kami menyatakan akan tetap setia dan taat terhadap Keputusan DPP PKB mengenai siapa pun sosok yang diberikan amanah sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang nantinya.

‎7. ​Di atas segala kepentingan individu maupun kelompok, kami selalu dan akan terus mengutamakan soliditas serta keutuhan Partai Kebangkitan Bangsa.

‎Dengan sikap tersebut, DPAC PKB Rajeg berharap seluruh elemen partai dapat terus menjaga kekompakan dan soliditas serta  dapat memperkuat peran politik PKB dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di Kabupaten Tangerang .

red24_RAS

M. Abdurahman Resmi Terpilih Sebagai Koordinator Umum BEM Banten Bersatu periode 2026–2027

sorot24.id | SERANG – Kongres ke-V BEM Banten Bersatu secara resmi telah menetapkan saudara M. Abdurahman sebagai Koordinator Umum BEM Banten Bersatu periode 2026–2027. Penetapan ini merupakan hasil dari proses demokratis yang berlangsung secara musyawarah mufakat, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kolektif, partisipatif, dan semangat demi persatuan mahasiswa se-Banten.

‎Terpilihnya M. Abdurahman diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi, memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa, serta menghadirkan peran strategis BEM Banten Bersatu sebagai garda terdepan dalam merespons berbagai isu sosial, pendidikan, dan kebangsaan yang asa di Provinsi Banten.

‎Dalam momentum tersebut, Bagas Yulianto selaku Koordinator Umum demisioner menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap kepemimpinan yang baru.

‎“Alhamdulillah, proses panjang yang kita lalui bersama telah sampai pada titik estafet kepemimpinan. Saya mengucapkan selamat kepada saudara M. Abdurahman atas amanah yang diberikan. Ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk menjaga marwah gerakan mahasiswa Banten,” ujar Bagas.

‎Ia juga menambahkan : “bahwa kepemimpinan adalah tentang keberlanjutan dan kolaborasi” .

‎“Saya percaya, dengan semangat kolektif dan komitmen yang kuat, Abdur mampu membawa BEM Banten Bersatu menjadi lebih progresif, solid, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Terima kasih kepada seluruh kawan-kawan yang telah membersamai perjuangan ini. Kini saatnya kita memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan yang baru,” lanjutnya.

‎Kongres ke-V BEM Banten Bersatu tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan konsolidasi gerakan untuk menjawab tantangan ke depan.

‎”Dengan terpilihnya Koordinator Umum yang baru, diharapkan BEM Banten Bersatu semakin kokoh sebagai wadah perjuangan mahasiswa yang inklusif, kritis, dan berorientasi pada kepentingan rakyat”, pungkasnya .

red24_RAS

‎Jaga Soliditas Pasca Muscab DPAC PKB Sepatan Tegaskan Loyalitas Tegak Lurus Pada Instruksi Pusat 

‎​sorot24.id | TANGERANG – Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Sepatan menyatakan sikap optimis pasca digelarnya Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Tangerang kemarin Jum’at, 10 April 2026 di Aula Kantor DPC PKB Kabupaten Tangerang.

Abdul Haer Ketua DPAC Sepatan Kab.Tangerang. foto/dok : istimewa . [red24] .
‎Di bawah kepemimpinan Abdul Haer, DPAC Sepatan berkomitmen menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah partai dan memperkuat basis massa di tingkat akar rumput (grassroots).

‎​Ketua DPAC PKB Kecamatan Sepatan, Abdul Haer, menyampaikan bahwa momentum Muscab adalah ajang memperkuat mesin partai, bukan sekadar pergantian struktur. Ia menekankan bahwa dinamika yang terjadi merupakan bagian dari pendewasaan politik yang bermuara pada satu tujuan : kejayaan PKB di Kabupaten Tangerang.

‎​”Kami melihat Muscab ini sebagai langkah strategis untuk membawa perubahan besar. Fokus utama kami saat ini adalah memastikan simpul-simpul perjuangan di tingkat desa tetap solid dan bergerak serentak sesuai dengan visi besar partai,” ujar Abdul Haer dalam keterangan resminya.

‎​Menurutnya, eksistensi PKB di Kabupaten Tangerang akan semakin kuat jika seluruh kader memiliki frekuensi yang sama dalam menjalankan mandat partai. Ia juga menyoroti pentingnya regenerasi dan kemunculan kader-kader potensial yang siap membawa progres nyata bagi kesejahteraan konstituen.

‎​”Siapa pun yang terpilih nantinya memimpin DPC PKB Kabupaten Tangerang ke depan, harapan kami hanya satu: kemajuan bagi seluruh kader dan kemaslahatan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Kami di Sepatan siap bergerak totalitas,” tegasnya.

‎​Menyikapi hasil dan mekanisme Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Tangerang, keluarga besar DPAC PKB Kecamatan Sepatan dengan ini menyatakan:

‎1. ​Kami menyatakan patuh dan setia sepenuhnya terhadap segala kebijakan serta keputusan Ketua Umum dan kebijakan DPP Partai.

‎2. ​Sebagai kader di garda terdepan (grassroot), kami tetap solid, bersatu, dan terus berjuang demi membesarkan nama partai di tengah masyarakat.

‎3. ​Siapa pun yang terpilih menjadi nakhoda baru, kami menaruh harapan besar adanya kemajuan dan progresivitas yang berdampak positif bagi kesejahteraan seluruh kader partai.

‎​4. Kami menyerahkan sepenuhnya mekanisme Muscab sesuai Mandat Muktamar kepada Ketua Umum sebagai Mandataris Tunggal Partai.

‎​5. Kami mendukung penuh kader-kader terbaik PKB Kabupaten Tangerang untuk tampil sebagai kandidat Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang demi keberlanjutan perjuangan daerah.

‎​6. Kami akan tetap setia dan taat terhadap Keputusan DPP PKB, siapa pun sosok yang diberikan amanah untuk menjabat sebagai Ketua DPC.

‎​7. Kami selalu mengutamakan soliditas dan keutuhan internal partai di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

red24_RAS

‎Sekjen PP IPNU Agus Tanjung : Isu Makar Ancaman Nyata, Kita Lawan Bersama

sorot24.id | JAKARTA – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU), Agus Tanjung melontarkan pernyataan tegas dan keras terkait maraknya isu ajakan makar dan narasi chaos yang belakangan berkembang di ruang publik. Ia menilai, gerakan tersebut bukan sekadar perbedaan pendapat, melainkan ancaman serius terhadap demokrasi dan keutuhan bangsa, Sabtu 11 April 2026.

‎“Ini bukan lagi soal kritik atau kebebasan berpendapat. Ajakan makar adalah bentuk nyata pengkhianatan terhadap konstitusi dan upaya merusak tatanan negara. Tidak boleh ada toleransi terhadap gerakan yang ingin menyeret Indonesia ke jurang kekacauan,” tegas Tanjung.

‎Ia menekankan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang menyediakan ruang luas untuk menyampaikan aspirasi secara sah. Oleh karena itu, segala bentuk mobilisasi yang mengarah pada delegitimasi pemerintahan secara inkonstitusional merupakan tindakan yang berbahaya dan harus ditolak secara kolektif.

‎“Kalau ada pihak-pihak yang sengaja memainkan isu chaos, menyebar ketakutan, dan memprovokasi masyarakat, maka itu bukan gerakan moral, tapi agenda destruktif yang mengancam masa depan bangsa,” lanjutnya.

‎Tanjung juga mengingatkan bahwa generasi muda, tidak boleh menjadi korban propaganda politik yang menyesatkan. IPNU, kata dia, akan berada di garis depan dalam menjaga stabilitas nasional dan melawan segala bentuk disinformasi.

‎Di sisi lain, Tanjung menegaskan bahwa kondisi global saat ini sedang berada dalam tekanan berat akibat konflik geopolitik dan perang di berbagai kawasan dunia. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara besar, tetapi juga oleh negara berkembang, termasuk Indonesia.

‎“Harus diakui, dunia sedang tidak baik-baik saja. Krisis energi, gangguan rantai pasok, hingga ancaman resesi global adalah realitas yang dihadapi semua negara. Tapi di tengah situasi itu, Indonesia justru mampu menjaga stabilitasnya dengan cukup baik,” ujarnya.

‎Kita lihat dan langsung merasakan bahwa pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis yang berpihak pada rakyat, contoh nyata sebagaimana kita ketahui disaat terjadinya gangguan rantai pasok energi, harga minyak dunia melambung tinggi dan hampir kebanyakan negara-negara yang terkena imbasnya menaikkan harga minyak, Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan yang pro kepada rakyat dengan tidak menaikkan harga minyak sehingga ditengah situasi global yang kesulitan harga kebutuhan pokok di Indonesia bisa stabil.

‎Menurut Tanjung, capaian tersebut menunjukkan bahwa negara hadir dan bekerja di tengah situasi global yang tidak menentu. Oleh karena itu, upaya menggiring opini publik ke arah ketidakstabilan justru sangat tidak bertanggung jawab.

‎“Ketika pemerintah sedang bekerja menjaga stabilitas dan melindungi rakyat, justru ada pihak yang ingin merusaknya dengan narasi makar dan chaos. Ini harus dilawan, karena yang dipertaruhkan adalah nasib seluruh bangsa,” katanya.

‎Tanjung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap tegas: menolak segala bentuk provokasi, memperkuat persatuan nasional, serta menjaga ruang publik dari narasi kebencian dan disinformasi.

‎“Jangan beri ruang bagi perusak bangsa. Indonesia tidak boleh mundur hanya karena ambisi segelintir kelompok. Kita harus berdiri tegak menjaga konstitusi, menjaga persatuan, dan memastikan masa depan bangsa tetap aman,” tutup Agus Tanjung.

red24°PR

Candu Pinjol Kinerja OJK Jebol

Oleh: Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi

sorot24.id | TANGERANG – Sungguh fantastis dan luar biasa kinerja utang Pinjaman Online (Pinjol) per Februari 2026 telah tembus Rp100,69 triliun.

Tumbuh sebesar 25,75 persen secara tahunan (year on year/yoy), padahal tidak mengelola Dana Pihak Ketiga (DPK). Mengalahkan kinerja perbankan umum konvensional yang hanya tumbuh 9,37 persen secara tahunan menjadi Rp8.559 triliun. Menurut OJK, data ini melambat dibanding bulan Januari (9,96%) akibat dari kehati-hatian perbankan dan masih lemahnya permintaan. Justru pinjol yang membuat kinerja OJK jebol !

Data utang pinjol yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini juga sekaligus menunjukkan kinerja Dewan Komisioner (DK) OJK yang jebol. Dan, dapat dipastikan ditangan Ketua OJK yang baru ditetapkan oleh DPR RI, Frederica Widyasari Dewi kinerjanya akan semakin ambrol. Mengapa demikian ? Faktor utamanya, adalah latar belakang Frederica Widyasari Dewi yang berasal dari pemain saham dan mantan pengurus Bursa Efek Indonesia (BEI). Artinya, Ketua OJK saat ini menjadi wasit sekaligus merangkap pemain serta diperburuk oleh rekam jejak (track record) keartisannya dulu.

Mengacu pada data Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) selama periode 2019-2024 terdapat sekitar 3.500 lebih pengaduan konsumen yang didominasi oleh persoalan perbankan dan pinjaman online (pinjol). Hal ini menunjukkan, bahwa ada permasalahan serius atas sistem dan mekanisme perbankan umum dan pinjol yang tidak adaptif bagi konsumen. Lalu, bagaimana tindak lanjut penyelesaian pengaduan konsumen tersebut? Nyaris tidak ada sama sekali ! Laporan YLKI bersama Ekonom Konstitusi kepada OJK sebagai lembaga berwenang telah berulang kali disampaikan.

Kebiasaan masyarakat menyelesaikan masalah keuangan hidupnya sehari-hari melalui pinjaman atau berutang sudah menjadi CANDU. Walaupun tanpa pekerjaan tetap atau pengangguran dan berada dalam kondisi kemiskinan tetap harus bertahan (survive). Segala cara ditempuh agar pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari, pangan, sandang, pendidikan hingga rekreasi teratasi. Harta benda yang dimilikipun jika sangat terdesak mau tak mau harus dijual hingga akhirnya tak ada lagi yang tersisa.

Candu utang ini bisa membahayakan interaksi kehidupan sosial ekonomi masyarakat berbangsa dan bernegara. Berutang atau meminjam sejumlah uang, tidak saja disebabkan oleh adanya kebutuhan mendesak yang segera diatasi. Melainkan juga tidak adanya jangkauan (akses) lembaga perbankan umum konvensional yang bisa memberikan layanan secara praktis dan mudah berjangka pendek. Sebab, para debitur atau peminjam harus memenuhi persyaratan ketat 5C, yaitu : Collateral, Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition of Economy).

Persyaratan 5C ini tujuannya adalah untuk memastikan nasabah mampu melunasi pinjaman dan meminimalkan risiko kredit atau utang macet. Maka, kelompok masyarakat yang terdesak oleh masalah keuangan tersebut tidak lagi berasal dari kelompok keluarga miskin tetapi juga kelas menengah (middle class yang terjepit khawatir turun kelas. Tidak bisa lagi memenuhi persyaratan 5C perbankan umum, lalu beralih ke Pinjaman Online (Pinjol). Semoga pinjol tidak menyasar kelompok mahasiswa di berbagai Perguruan Tinggi (PT).

Alasannya, pinjol memberikan jangkauan (akses) keuangan yang mudah dan praktis bagi kelompok masyarakat menengah dan kecil. Tujuannya, ingin cepat memperoleh dana cair (kas) untuk kebutuhan hidup secara periodik agar terhindar dari jurang kemiskinan. Tidaklah aneh, angka penyaluran dana debitur pinjol telah tembus Rp100,69 triliun. Angka ini jelas tanda (alarm) bahaya dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.

Apalagi, persyaratan umum pinjol yang sah (legal) di Indonesia adalah WNI, berusia minimal 18-21 tahun (hingga 60-65 tahun), memiliki e-KTP, rekening bank atas nama pribadi, dan penghasilan tetap. Dokumen wajib biasanya hanya meliputi KTP, slip gaji/mutasi rekening, dan foto selfie. Sangat mudah dan praktis, bahkan slip gaji/mutasi rekeningpun bisa direkayasa tanpa verifikasi ketat dengan pinjaman perorangan berkisar Rp3-200 juta.

Hal mana tak mudah diperoleh dari perbankan umum yang berbelit dan rumit. Tentu, sudah bisa dipastikan kredit atau utang macet tak dapat dielakkan. Jika utang macet itu terjadi diperbankan umum, maka masih bisa dikompensasi oleh jaminan agunan (collateral) yang diberikan debitur. Lain halnya dengan utang macet pinjol bisa-bisa kehidupan debitur yang tak terjamin. Akhirnya, pengurus pinjol mengatasinya dengan menurunkan penagih utang (debt collector) yang seringkali bertindak kasar dan tak manusiawi.

Seringkali kasus keributan terjadi antara debitur dengan DC hanya disebabkan oleh utang macet yang jumlahnya kecil. Artinya, kepraktisan dan kemudahan proses berutang tentu bermasalah. Tapi, terlalu rumit dan berbelit berakibat kinerja penyaluran kredit juga lambat. Solusinya reformasi perbankan umum dalam penyaluran utang atau kredit harus segera dilakukan. Pertanyaannya, bagaimana halnya dengan pengawasan OJK sebagai otoritas berwenang melakukan antisipasi ?

Selain itu, negara melalui kewenangan pemerintah seharusnya juga memeriksa sumber dana pinjol yang sangat besar itu. Benarkah dana sejumlah Rp100,69 triliun bukan dari hasil kejahatan tindak pidana korupsi atau pencucian uang (money laundring). Hal ini perlu dipastikan kaitannya dengan dukungan atas penyelesaian kendala keuangan masyarakat. Tidak akan ada hasil positif dan kemanfaatan yang diperoleh masyarakat apabila sumber dana kredit berasal dari hasil kejahatan.

Lebih buruk dan fatal akibatnya jika OJK melakukan pembiaran perputaran sumber dana hitam hasil korupsi. OJK patut dipersalahkan atas longgarnya penyaluran pinjol yang berpotensi macet. Pada tahap macet inilah, OJK tidak bisa hanya menjatuhkan SLIK OJK kepada debitur sehingga tidak bisa mengajukan utang baru lagi. Cara lain dalam penanganan kredit/utang macet pasti masih banyak sebagai alternatifnya. Menggunakan DC adalah jalan pintas buruk serta bukanlah jalan pikiran yang semestinya ditempuh oleh para profesional di DK OJK.

Pengenaan daftar hitam (black list) pada kasus pinjol ini jelas tidak relevan. Alih-alih, ada perlakuan yang diskriminatif dalam berbagai kasus utang atau pinjaman debitur kecil. Debitur kecil ini seolah dianggap melakukan kejahatan yang tidak bisa dihapuskan atau diampuni sebelum utang dilunasi.

Meskipun macetnya pengembalian utang debitur diakibatkan oleh kondisi perekonomian yang krisis atau keadaan di luar kendali (force majeur). Tindakan ini jelas memiskinkan orang kaya dan membuat melarat masyarakat yang telah miskin.

Oleh karena itu, Ketua DK OJK, Gebernur BI, Ketua DK LPS bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa harus duduk bersama mengatasinya. OJK juga dituntut untuk menyelesaikan kasus seperti ini di masa depan melalui perencananaan strategisnya. Sudah adakah atau tidak tahu apa yang harus dikerjakan? Pemerintah melalui peran OJK harus melakukan intervensi kebijakan moneter bagi kelompok maskin yang terjerat pinjol.

Disamping itu, perlu adanya kebijakan transformasi struktural perekonomian Indonesia yang dilakukan melalui penyaluran kredit perbankan umum. Proses transformasi struktural inilah yang sangat dibutuhkan masyarakat dan mendesak (urgent) diupayakan pemerintah dalam mengatasi ketimpangan pendapatan akibat kondisi kemiskinan dan pengangguran. Agar visi-misi Asta Cita Presiden RI dapat tercapai untuk kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan dan pemerataan hasil-hasilnya .

red24

Musyawarah Cabang DPC PKB Kabupaten Tangerang Berjalan Lancar dan Sukses

sorot24.id | TANGERANG – DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Kabupaten Tangerang sukses menggelar acara Musyawarah Cabang. Acara tersebut dilaksanakan diruang aula kantor DPC PKB . Jumat,10 April 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pengurus dan kader untuk mengajukan diri sendiri atau mencalonkan orang lain untuk menjadi ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang.

foto/dok : istimewa . [red24]
Acara ini dihadiri oleh wakil ketua DPP, sekretaris Wilayah Provinsi Banten, jajaran pengurus harian DPC PKB Kabupaten Tangerang, para pimpinan kecamatan (DPAC), hingga tokoh-tokoh senior partai.

Ketua DPC PKB Kabupaten Tangerang M. Nur Kholis mengatakan, Alhamdulillah Musyawarah Cabang berjalan dengan baik, walaupun ada sedikit riak riak,hal ini merupakan sesuatu yang wajar. Karena muscab ini untuk mencari pemimpin terbaik.

“Dinamika dalam Musyawarah cabang hal yang biasa. Ini terbukti bahwa semua kader ingin mencari pemimpin terbaik untuk memimpin DPC PKB Kabupaten Tangerang,” ucapnya .

Saat ditanya sudah berapa orang yang di sahkan menjadi bakal calon Ketua DPC PKB, Cak Kholis menjelaskan sudah ada sembilan orang yang di sahkan saat muscab hari ini .

“Ada 9 calon yang di sahkan di musca kali ini,5 orang lewat penjaringan dan pemetaan yangg dilakukan DPW dan DPP,sementara 4 orang di usulkan oleh PAC di acara muscab”, pungkasnya .

red24_J.U

 “Jalanan Tangerang Menjadi Ladang Maut” : ‎​HMTU (Himpunan Mahasiswa Tangerang Utara) Gelar Aksi Unjuk Rasa

‎​sorot24.id | TANGERANG – Kondisi darurat keselamatan di jalan raya wilayah Kabupaten Tangerang telah mencapai titik nadir . HMTU (Himpunan Mahasiswa Tangerang Utara) bersama koalisi masyarakat yang terdiri dari pengemudi ojek online, buruh, dan relawan, menyatakan mosi tidak percaya terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menegakkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 12 Tahun 2022 terkait jam operasional truk tambang.

Pernyataan sikap HMTU (Perhimpunan Mahasiswa Tangerang Utara). foto/dok : istimewa . [red24] .
‎​Kelalaian yang terus berulang dalam menindak truk tanah yang melanggar aturan bukan sekadar masalah kemacetan, melainkan telah menjadi teror nyata yang merenggut nyawa warga. Tragedi di Kecamatan Kosambi yang menewaskan seorang anak sekolah menjadi bukti tak terbantahkan bahwa pemerintah daerah lebih memprioritaskan mobilitas industri ketimbang nyawa rakyatnya sendiri.

‎​Boy Dowi, Koordinator Aksi Himpunan Mahasiswa Tangerang Utara (HMTU), dalam orasinya menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh lagi bersembunyi di balik alasan administratif sementara darah warga terus tumpah di aspal.

HMTU ultimatum Pemerintah Daerah Kab.Tangerang . foto/dok : istimewa . [red24] .
‎​Kami melihat ada pembiaran yang terstruktur. Perbup Nomor 12 Tahun 2022 hanyalah macan kertas yang tidak bergigi di lapangan. Jika pemerintah daerah, Dishub, dan aparat penegak hukum tidak mampu menindak truk-truk nakal ini, maka jangan salahkan jika rakyat yang akan turun tangan melakukan penertiban paksa.

“‎Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto), dan hari ini hukum itu telah diinjak-injak oleh kepentingan segelintir pengusaha tambang !”, tegas Boy Dowi.

‎​Senada dengan hal tersebut, Ray Sukari, Relawan Perbup 12, menyoroti lemahnya realisasi kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat oleh POLRI, Pemkab, dan DPRD Kabupaten Tangerang.

‎​”Janji-janji yang disampaikan dalam musyawarah di Kecamatan Kosambi hingga saat ini hanya menjadi pepesan kosong. Kami menuntut peningkatan status Perbup ini menjadi Peraturan Daerah (Perda) agar memiliki sanksi hukum yang jauh lebih berat dan mengikat. Kami tidak butuh sekadar kata-kata prihatin; kami butuh tindakan konkret, pengawasan ketat di lapangan, dan sanksi cabut izin bagi perusahaan yang membandel”, ujar Ray Sukari dengan nada geram.

7 (tujuh) Pernyataan Sikap HMTU :

  1. ‎​Menindak tegas seluruh pelanggaran jam operasional truk tanah tanpa kompromi.
  2. ‎​Menghentikan pembiaran oleh aparat penegak hukum dan melakukan penertiban konsisten.
  3. ‎​Mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) bertanggung jawab penuh atas lemahnya pengawasan.
  4. ‎​Mendesak Satpol PP Kabupaten Tangerang aktif dan tegas dalam menegakkan aturan.
  5. Pemberian sanksi tegas hingga pencabutan izin bagi perusahaan yang melanggar.
  6. ‎​Mendesak eksekutif dan legislatif untuk segera meningkatkan status Perbup menjadi Peraturan Daerah (Perda).
  7. ‎Merealisasikan seluruh janji musyawarah di Kecamatan Kosambi secara instan.

‎HMTU dan seluruh elemen masyarakat memberikan waktu 7 (tujuh) hari bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk menunjukkan langkah konkret dan perubahan signifikan di lapangan.

‎Apabila dalam waktu tersebut tuntutan ini diabaikan, maka gelombang aksi massa dengan skala yang jauh lebih besar akan menutup akses jalan dan melakukan perlawanan total hingga keadilan serta keamanan bagi masyarakat Tangerang Utara terpenuhi.

‎​“Jika pemerintah tidak mampu menjaga nyawa rakyatnya, maka biarkan rakyat yang menjaga dirinya sendiri dengan cara kami!”, pungkas Ray Sukari .

red24_RAS

‎BEM Banten Bersatu Gelar Kongres Ke-V Perkuat Komitmen Kawal Demokrasi dan Pembangunan Daerah

‎​sorot24.id | SERANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Banten yang tergabung dalam aliansi BEM Banten Bersatu resmi membuka Kongres Ke-V yang dilaksanakan pada jum’at, 10 April 2026 bertempat di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Serang.

‎Agenda besar ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa dalam mengawal demokrasi serta memperjuangkan keadilan sosial di tanah jawara.

‎Dengan mengusung tema :

“Konsolidasi Gerakan Mahasiswa Banten untuk Kepemimpinan dalam Mengawal Demokrasi, Keadilan Sosial, dan Pembangunan Daerah”

Kongres ini dihadiri oleh perwakilan elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banten.

‎​Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto, menegaskan bahwa kongres ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan ruang refleksi untuk memastikan mahasiswa tetap menjadi penggerak utama dalam dinamika sosial-politik.

‎​“Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus hadir sebagai pengawal nilai-nilai demokrasi. Kongres ini adalah titik tolak untuk memperkuat kepemimpinan kolektif mahasiswa Banten yang progresif, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Bagas dalam sambutannya.

‎​Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah. Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, yang hadir memberikan pandangan strategis, menekankan pentingnya kompetensi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan di tengah tantangan dunia kerja yang dinamis.

‎​Senada dengan hal tersebut, Anggota DPD RI, Ade Yuliasih, menyoroti peran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah. Ia menekankan bahwa sinergi antara intelektual muda dan lembaga perwakilan sangat dibutuhkan untuk memastikan kebijakan pembangunan daerah tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

‎​Melalui kongres ini, BEM Banten Bersatu menargetkan lahirnya rekomendasi strategis dan kepemimpinan baru yang berintegritas,dengan tagline :

“Mengabdi Tanpa Pamrih, Bergerak Tanpa Takut, Berdampak untuk Rakyat.”

Aliansi ini berkomitmen tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Banten .

red24_RAS

Kapolsek Kronjo Iptu Bayu Sujatmiko Bersama Masyarakat Pagedangan Ilir Kompak Gelar Jumat Bersih

sorot24.id | TANGERANG – Dalam upaya sinergitas antara aparat kepolisian dan masyarakat, Kapolsek Kronjo Iptu Bayu Sujatmiko, SH., MH., menggelar kegiatan Jumat Bersih bersama warga Pagedangan Ilir . Jumat, 10/04/2026.

Kapolsek Kronjo Iptu Bayu Sujatmiko bersama masyarakat Pagedangan Ilir,gelar Jumat Bersih. foto/dok : istimewa . [red24] .
‎Kegiatan yang berlangsung di Jalan Pagedangan Ilir, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang ini melibatkan berbagai elemen masyarakat.

‎Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Kronjo, Babinsa Desa Pagedangan Ilir , Bhabinkamtibmas Desa Pagedangan Ilir, Pemerintah Desa Pagedangan Ilir serta tokoh masyarakat setempat.

‎Aksi Jumat Bersih dilakukan secara gotong royong dengan membersihkan lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

‎Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Kronjo Iptu Bayu Sujatmiko, menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Bersih merupakan salah satu langkah untuk membangun kebersamaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

‎“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Polri dan warga,” ujarnya.

‎Ia juga menegaskan, “bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam hal penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.” ucap Kapolsek.

‎Di sisi lain, Ketua GMPK Kabupaten Tangerang, TB Rais M. Fathoni, angkat bicara dan turut menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polsek Kronjo tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh langkah Polri dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan kondusif.

‎“Kami dari GMPK Kabupaten Tangerang siap mendukung penuh Polri, khususnya jajaran Polsek Kronjo, dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan bebas dari praktik pungli yang masih terjadi di wilayah Kronjo,” ungkapnya.

‎Ia juga berharap, “kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk sinergi nyata antara masyarakat dan aparat kepolisian.” ujar TB.Rais M Fathoni saat diwawancarai awak media di kantornya.

‎Dengan adanya kegiatan Jumat Bersih ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta meningkatkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

red24_RAS

Pernyataan Saiful Mujani, Joyo Kasto Wijoyo : Menyerukan “Turunkan Prabowo” Adalah Kemalasan Berpikir Kaum Intelektual

sorot24.id | LAMONGAN – Gelombang kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kian mengemuka, termasuk pernyataan kontroversial dari pengamat politik Saiful Mujani yang menyebut bahwa sang presiden “tidak bisa dinasehati” sehingga opsi satu-satunya adalah “menurunkannya”.

Menanggapi narasi tersebut, akademisi dan cendekiawan publik, Joyo Kasto Wijoyo, melontarkan kritik tajam. Ia menilai pernyataan semacam itu justru mencerminkan krisis kedewasaan berdemokrasi dan kemalasan intelektual di kalangan elite.

“Dalam tradisi akademik, menyimpulkan bahwa seorang pemimpin ‘tidak bisa dinasehati’ di awal masa jabatan adalah vonis yang prematur. Itu bukan bukti ketidakmampuan pemimpin mendengar, melainkan pengakuan kegagalan (admission of failure) kaum intelektual dalam merumuskan argumen yang persuasif,” ujar Joyo dalam pernyataannya, Jumat (10/4/2026).

Bukan Biner, Diam atau Jatuhkan

Joyo menolak keras dikotomi sederhana yang ditawarkan dalam narasi tersebut. Menurutnya, demokrasi tidak boleh direduksi menjadi arena biner antara “mendukung buta” atau “menghancurkan total”.

“Di antara kedua ekstrem itu, terdapat ruang luas bernama kritik konstruktif, kontrol sosial yang cerdas, dan perbaikan sistemik. Jika nasihat tidak didengar, tugas akademisi bukanlah berteriak ‘jatuhkan’, melainkan mengevaluasi metode penyampaiannya: apakah datanya kuat ? Apakah bahasanya terlalu elitis ? Atau salurannya yang salah ?”, tegasnya.

Ia menambahkan bahwa menyerah pada opsi “menurunkan” pemimpin tanpa melalui proses konstitusional yang jelas merupakan bentuk kemalasan berpikir yang berbahaya.

Bahaya Destabilisasi Negara

Lebih lanjut, Joyo memperingatkan risiko serius dari narasi instans tersebut. Menurutnya, seruan untuk menjatuhkan pemimpin tanpa dasar pelanggaran hukum yang berat seperti impeachment, hanya akan memicu instabilitas nasional.

“Sejarah mengajarkan, setiap kali energi politik terkuras untuk menjatuhkan figur, isu substansial rakyat seperti kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan justru terabaikan. Mengorbankan stabilitas negara demi kepuasan sesaat mengganti figur adalah tindakan tidak bertanggung jawab secara kenegaraan,” paparnya.

Joyo juga menyoroti bahwa narasi semacam itu mereduksi makna demokrasi menjadi sekadar power politics yang primitif, yang mencederai semangat reformasi untuk membangun institusi kuat, bukan sekadar bergantung pada figur.

Dari Protester Menjadi Solusionis

Alih-alih terjebak dalam retorika destruktif, Joyo mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum akademisi, untuk beralih peran dari sekadar protester menjadi solusionis.

Ia menawarkan tiga langkah strategis :

  1. Revitalisasi Kritik Berbasis Data . Mengganti seruan emosional dengan policy brief yang tajam dan data akurat. “Pemimpin mungkin bisa mengabaikan opini, tapi sulit mengabaikan fakta yang tak terbantahkan,” katanya.
  2. Penguatan Check and Balances . Fokus memperkuat fungsi DPR,MK, dan lembaga pengawasan untuk mengimbangi eksekutif secara konstitusional, bukan lewat jalan pintas.
  3. Konsolidasi Positif .        Membangun gerakan masyarakat sipil yang fokus pada pengawasan kebijakan dan advokasi rakyat, bukan mobilisasi massa untuk pergantian figur.

Indonesia Terlalu Besar untuk Emosi Sesaat

Menutup pernyataannya, Joyo menegaskan bahwa tugas utama kaum intelektual adalah mengangkat martabat bangsa, bukan menjatuhkan pemimpin.

“Indonesia terlalu besar untuk diurus dengan emosi sesaat. Indonesia terlalu berharga untuk digadaikan demi narasi instan yang tidak produktif. Mari kita kembalikan diskursus politik ke relnya: berpikir kritis, berbicara santun, dan bertindak konstitusional,” pungkas Joyo.

red24_LUNAS