Ratusan Pelajar di Medan Diduga Keracunan MBG, Ini Kata Ekonom Konstitusi

sorot24.id | SUMATRA UTARA – Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memakan korban di Kabupaten Dairi Sumatra Utara, Senin (10/2/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada sekitar 159 pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sidikalang diduga keracunan MBG yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.

Menurut Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi mengatakan, bahwa MBG adalah program prioritas Presiden Prabowo yang secara substansial sangat baik, hanya caranya yang harus terus di evaluasi secara komprehensif.

“MBG nya program yang baik, menurut saya, caranya yang salah.kalau memang ingin meningkatkan gizi anak bangsa, serahkan pengelolaan ke daerah. Jangan tender di pusat, sehingga betul-betul menggerakkan perekonomian daerah, libatkan koperasi sekolah, bukan lewat yayasan yang bermitra dengan PT. Ini cari rente namanya,” katanya di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Lebih lanjut, ia mengingatkan, di era otonomi daerah ini, sudah selayaknya daerah diberikan kewenangan untuk pengelolaan MBG, pemerintah pusat hanya sebagai regulator dan pengawasan.

“Begini, Masak berpikirnya pemerintah pusat masih terpusat juga diera otonomi daerah. Kenapa semuanya harus proyek pusat?. Bandingkan saja cara berinvestasi di Vietnam, semua urusan perizinan di Provinsi, pemerintah (pusat) hanya regulator dan pengawasannya. Begitulah pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dibangun,” imbuhnya.

Cori juga berharap, agar evaluasi MBG dapat dilakukan secara objektif, sehingga program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini bisa berjalan sesuai dengan harapan.

“Janganlah sampai kita yang rasional terdidik justru jadi pendukung buta atau die hard nya Presiden Prabowo Subianto. Katakan SALAH, jika SALAH! Dan akui BENAR jika memang BENAR,” pungkasnya.

red24_LUNAS

Pengurus Karang Taruna Kecamatan Tigaraksa periode 2026 – 2031 Dikukuhkan

sorot24.id | TANGERANG – Pengurus Karang Taruna Kecamatan Tigaraksa dilantik dan dikukuhkan oleh Camat Tigaraksa, bertempat di Gedung Serba Guna, Senin malam, 09-02-2026 .

Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Camat Tigaraksa, Ketua LPTQ, Ketua MUI, Ketua KNPI, Sekjen Katar Kabupaten Tangerang, Lurah Kadu Agung, Ketua KOK, Ormas Kepemudaan,Ketua Katar se-Kecamatan Tigaraksa dan tamu undangan lainnya.

Saepul Rahayu, Ketua Katar Kecamatan Tigaraksa terpilih,yang baru saja di lantik mengatakan,Alhamdulillah malam ini pengurus Katar Kecamatan Tigaraksa telah dilantik dan dikukuhkan, setelah ini kami akan buktikan bahwa Katar akan selalu hadir bersama masyarakat dengan tagline BISA (Berkarya, Innovatif, Solid dan Aksi).

foto/dok : red24

“Program jangka pendek kami adalah Katar Care, yaitu dengan aksi peduli kepada anak yatim, jompo dan bencana, jumlah anggota yang baru saja dikukuhkan berjumlah 87 anggota yang terbagi dalam 10 bidang, kami akan hadir ditengah masyarakat dengan aksi nyata kami, sementara jangka panjangnya adalah dengan tagline BISA (Berkarya, Innovatif, Solid dan Aksi),” ucapnya.

Camat Tigaraksa, Cucu Abdurosyied usai melantik dan mengukuhkan pengurus Katar mengatakan bahwa pemuda harus hadir ditengah masyarakat, dengan aksi nyatanya dengan Kekompakannya, karena kecamatan Tigaraksa terkenal dengan kekompakannya di segala bidang.

“Selamat dan Sukses kepada pengurus Katar Kecamatan Tigaraksa yang baru saja dilantik, setelah ini kami tunggu aksi nyata dari para pemuda dengan kekompakannya, pemuda harus hadir ditengah – tengah masyarakat baik itu dalam musibah ataupun bencana, dan saya yakin dengan kekompakannya kawan – kawan dapat melakukannya, buktikan dengan aksi nyatanya,” ujar Cucu.

Sementara itu Sekjen Katar Kabupaten Tangerang H.Iyan Jariyan yang mewakili Ketua Katar, menyampaikan permohonan maaf karena ketua tidak dapat hadir, orangtuanya saat ini tengah dirawat di RS, namun tidak mengurangi rasa hormat,kami mengucapkan selamat dan sukses untuk pengurus Katar Kecamatan Tigaraksa yang baru saja dilantik dan dikukuhkan .

“Kedepannya pengurus Katar Kecamatan Tigaraksa dapat bersinergi dengan katar Kabupaten Tangerang, untuk mempersiapkan Raker, karena Katar Kabupaten Tangerang tanpa adanya Katar Kecamatan tidak ada apa apanya, sekali lagi kami ucapkan selamat dan sukses kepada pengurus Katar Kecamatan Tigaraksa,” pungkasnya.

red24_J.U

Menyalakan Obor di Ujung Lisan dan Laku

Oleh : Ocit Abdurrosyid Siddiq
Ketua Bidang Kaderisasi dan SDM Pengurus Besar Mathla’ul Anwar

sorot24.id | BANTEN – ​Aula Kanwil Kemenag Banten hari ini, Selasa, 10 Februari 2026, tak lagi sekadar ruang fisik. Ia telah bertransformasi menjadi ruang dialektika ruhani. Di sana, gema suara mungkin telah surut seiring berakhirnya acara, namun resonansi maknanya baru saja mulai bergetar di dalam dada setiap utusan dari Perguruan hingga Pengurus Wilayah.

​Duduk sejenak melepas penat pasca acara, saya, dalam kapasitas sebagai Ketua Bidang Kaderisasi dan SDM PBMA, merenung. Peristiwa hari ini adalah sebuah manifestasi nyata dari apa yang kerap kita diskusikan dalam ruang-ruang filsafat: bahwa esensi mendahului eksistensi, namun eksistensi membutuhkan pembuktian.

​Ketua Umum kita, Kiai Embay Mulya Syarief, dengan tajam menusuk jantung kesadaran kita tadi. Beliau mengingatkan sebuah kaidah ontologis bagi seorang juru dakwah: kefasihan bicara hanyalah ornamen, sementara substansinya adalah keteladanan.

Dalam bahasa hikmah yang sering kita dengar di bangku kuliah dulu, lisan al-hal afsah min lisan al-maqal—bahasa tindakan jauh lebih fasih, lebih tajam, dan lebih merasuk daripada bahasa lisan. Dai Mathla’ul Anwar tidak dicetak untuk menjadi sophist (kaum sofis) yang pandai bersilat lidah, melainkan menjadi filosof-praktis yang membumikan wahyu lewat perilaku.

​Kehadiran Kepala Kanwil Kemenag Banten, Bapak Amrullah, menegaskan posisi strategis kita. Ini adalah momentum eksistensi. Mathla’ul Anwar bukan sekadar nama dalam sejarah, tapi entitas yang hidup, bernapas, dan memberi warna pada birokrasi langit maupun bumi di Banten.

​Saya melihat energi yang meluap dari para peserta saat menyimak paparan Bapak Jazuli Juwaeni, Prof. Syibli Sarjaya, dan Kiai Zaenal Abidin Sujai. Ketiga narasumber ini tidak sekadar memberikan materi; mereka sedang menuangkan minyak ke dalam lampunya para dai.

Bekal untuk terjun ke pelosok negeri bukanlah sekadar hafalan dalil, melainkan kebijaksanaan membaca peta sosiologis umat.

Di sinilah letak irisan tugas saya

​Sebagai penanggung jawab kaderisasi, saya memandang helatan yang digagas oleh Panitia Muktamar di bawah komando Saudaraku Asep Rahmatullah ini sebagai sebuah overture—sebuah pembuka yang megah nan harmonis. Ini adalah pemanasan mesin organisasi yang brilian menyongsong Muktamar XXI April nanti di Serang. Jika pemanasannya saja sudah sehangat ini, bayangkan api semangat yang akan berkobar bulan depan.

​Saya juga harus menundukkan kepala sebagai tanda hormat kepada pemangku hajat, Ketua Bidang Dakwah, DR. Ahmad Hasani Said. Beliau tidak hanya piawai mengemas acara secara teknis, tetapi berhasil melakukan transfer “ruh” dakwah.

Ia mengajarkan bahwa mengelola dakwah itu sendiri adalah seni; seni menularkan cahaya tanpa membakar, seni menjadi obor yang menerangi jalan pulang bagi mereka yang tersesat, tanpa menyilaukan mata.

​Hari ini, kita tidak hanya membagikan sertifikat. Kita sedang menanam benih peradaban. Kita telah mengirim para kader kembali ke basisnya masing-masing bukan dengan tangan kosong, melainkan dengan dada yang penuh. Penuh dengan kesadaran bahwa mereka adalah agen Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang wajahnya ramah, yang merangkul, dan yang “nyaangan obor sorangan” untuk kemudian menerangi semesta .

red24