Kinerja APBN, Kabinet dan BUMN

Oleh : Defiyan Cori
Ekonom Konstitusi

sorot24.id | JAKARTA – Visi-Misi Asta Cita Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto sebenarnya sungguh mulia. Visi yang pertama, sangat mendasar dan substansial yaitu memperkokoh Ideologi Pancasila, Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM). Selanjutnya, yang kedua sampai kedelapan adalah pilar yang menyokongnya terbagi dalam tiga (3) aspek, yaitu kedaulatan negara (pertahanan), pembangunan industri atau hilirisasi dan pengembangan koperasi mengacu kepada konstitusi (Pasal 33 UUD 1945) serta politik dan hukum lingkungan berdasar norma agama.

Visi-misi tersebut, kemudian diwujudkan dalam program prioritas yang tampak jelas diantaranya adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan transformasi BUMN melalui pembentukan perusahaan induk utama (super holding) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau beroperasi dengan nama Danantara Indonesia. Setidaknya, semua instrumen ekonomi dan non ekonomi harus mampu mendukung Visi-Misi Asta, sasaran pertumbuhan ekonomi dan tujuan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Pertanyaannya, sudahkah alokasi, postur dan struktur APBN, organisasi kabinet dan BUMN melalui Danantara Indonesia mampu bergerak, bekerja, atau berfungsi bersama dengan serasi, cocok, dan tanpa konflik (kesesuaian) atau compatibleb ? . Ternyata belum, untuk mewakili ungkapan tidak sama sekali. Mengapa demikian? Jawabannya diawali oleh struktur dan komposisi Kabinet Merah Putih yang sangat gemuk. Belum pernah dalam sejarah pembantu Presiden RI se-“jumbo” ini. Lalu, Presiden memerintahkan seluruh potensi dikerahkan untuk mempercepat pencapaian sasaran dan tujuan Asta Cita. Masuk akalkah ? .

Selanjutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) jelas sudah sangat terbatas (budget constraint). Penerimaan negara lebih kecil dari belanja atau pembiayaan pembangunan. Tak mungkin diharapkan APBN akan menutup semua kewajiban pemerintahan. Sebagai kantong kanan keuangan negara APBN tak mungkin diharapkan dalam jangka pendek. Pasti akan terus mengalami defisit berkelanjutan. Apalagi, utang jatuh tempo sudah menguras lebih dari 20 persen dari total belanja APBN 2026 yang berjumlah Rp3.842,7 triliun.

Lalu, tinggal kantong kiri keuangan negaralah yang harus menjadi tumpuan, yaitu Danantara yang mengumpulkan laba-laba BUMN. Pengurus DANANTARA dan BP BUMN tidak boleh melakukan kelalaian profesional dalam mengelola kinerja BUMN. Termasuk dalam hal ini adalah pengelolaan laba-laba BUMN yang diinvestasikan untuk cabang produksi bukan penting dan tidak menguasai hajat hidup orang banyak, seperti industri peternakan, pengolahan sampah dan perkebunan yang bisa dikelola oleh masyarakat luas.

Investasi Danantara harus diarahkan untuk tujuan penguatan BUMN strategis dengan kebutuhan permodalan yang besar dan berteknologi tinggi yang berorientasi pelayanan publik dan kepentingan industri dasar dan menengah di dalam negeri. Salah satu diantaranya adalah pembangunan industri transportasi publik kereta api antar pulau selain untuk alokasi pembiayaan BUMN Energi (Pertamina dan PLN) dan Pertambangan (Mind ID, Krakatau Steel, PT PAL dll). Seperti halnya kasus yang menimpa Garuda Indonesia harus dicarikan formulasi kebijakan yang tepat untuk menyehatkan dan menyelamatkan bisnis inti dan keuangan korporasinya.

Oleh karena itu, tidak relevan pembentukan Danantara dan pengumpulan laba-laba BUMN hanya digunakan untuk kepentingan investasi jangka pendek atau relatif dapat diupayakan oleh badan usaha Koperasi atau pengusaha swasta nasional. Sektor usaha atau bisnis yang lebih rendah resiko investasinya dan berteknologi rendah-menengah tidak perlu diintervensi oleh Danantara. Harta kekayaan (asset) seluruh BUMN harus ditujukan bagi penyehatan, penyelamatan dan pengembangan BUMN strategis. Bukan untuk aksi korporasi bisnis maaf “ecek-ecek”yang justru mematikan usaha rakyat !

red24

Buka Pekan Olahraga Buruh 2026, Bupati Tangerang : Peringatan May Day Diisi Kegiatan Positif

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Pekan Olahraga Buruh Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) tingkat Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut digelar di Stadion Mini Kecamatan Cikupa, Minggu (3/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa peringatan May Day di Kabupaten Tangerang dilaksanakan dengan pendekatan yang berbeda, yakni melalui kegiatan-kegiatan positif yang merupakan hasil kesepakatan bersama antara pemerintah daerah, Forkopimda, dan serikat buruh.

Parade Peserta Pekan Olahraga Buruh 2026. foto/dok : istimewa. [red24] .
“Setiap agenda tahunan ini, sebelumnya kita selalu bertemu dengan serikat buruh untuk merumuskan kegiatan apa yang akan dilaksanakan. Tahun ini, buruh menginginkan agar May Day diisi dengan kegiatan positif, salah satunya olahraga,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama unsur Forkopimda seperti Kapolres, Dandim, Dansatrad, dan Kejari turut hadir dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen menjaga kondusivitas wilayah.

Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Buruh ini meliputi sepak bola, bola voli, bulu tangkis, dan catur. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang terus dilanjutkan sebagai ruang silaturahmi dan penguatan solidaritas antarburuh.

“Para buruh sepakat bahwa peringatan May Day lebih baik diisi dengan kegiatan yang bermanfaat daripada aksi turun ke jalan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. Ini merupakan hasil musyawarah bersama, bukan arahan sepihak,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa rangkaian puncak kegiatan May Day akan dilaksanakan pada 10 Mei 2026 mendatang dengan berbagai kegiatan sosial seperti mancing bersama, donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat dan buruh.

“Ini bukti bahwa buruh di Kabupaten Tangerang sudah semakin dewasa dan sadar akan pentingnya menjaga ketertiban. Kegiatan ini tidak hanya untuk buruh, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh buruh di Kabupaten Tangerang yang telah berperan aktif sebagai panitia penyelenggara dalam seluruh rangkaian kegiatan May Day tahun ini.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Forkopimda mengucapkan terima kasih dan bangga kepada buruh-buruh di Kabupaten Tangerang. Selamat melaksanakan Pekan Olahraga Buruh 2026, semoga berjalan lancar, aman, dan tertib,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 36 federasi buruh yang turut berpartisipasi dalam berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.

“Kegiatan ini diawali dengan tasyakuran pada malam 1 Mei, dan hari ini resmi dibuka Pekan Olahraga Buruh. Selain olahraga, puncak perayaan nanti juga akan diisi dengan kegiatan sosial seperti donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menyediakan wadah positif bagi buruh sekaligus menjaga stabilitas dan keamanan wilayah Kabupaten Tangerang selama peringatan May Day.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan suasana yang kondusif, aman, dan penuh kebersamaan antara buruh, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/03-Prokopim/V/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

Angka Putus Sekolah dan Pemerataan Kualitas Pendidikan di Sorot BEM PTNU Banten 

sorot24.id | SERANG – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Provinsi Banten diwarnai sorotan tajam terhadap tingginya angka putus sekolah dan ketimpangan akses pendidikan. Berdasarkan data tahun ajaran 2023/2024, tercatat sebanyak 13.684 siswa jenjang SMA/SMK di Banten tidak menyelesaikan pendidikannya.

‎Kondisi ini dinilai kontras dengan upaya pemerintah daerah yang telah meluncurkan program sekolah gratis pada Mei 2025 lalu. Ketimpangan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dengan daerah penyangga seperti Lebak dan Pandeglang masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Provinsi Banten.

‎Tingginya angka putus sekolah ini berbanding lurus dengan kondisi ekonomi makro di wilayah tersebut. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menempatkan Banten sebagai salah satu provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 6,64%.

‎Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan BEM PTNU Banten, Dimas Eka Prasetiyo, menilai kebijakan pendidikan saat ini masih terjebak pada persoalan administratif dan belum menyentuh akar masalah, yaitu kemiskinan dan pemerataan fasilitas.

‎”Ribuan anak terpaksa putus sekolah dan kualitas guru masih rendah. Program sekolah gratis jangan sampai hanya menjadi kebijakan simbolis tanpa menyentuh persoalan mendasar di lapangan,” ujar Dimas dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

‎Selain faktor ekonomi, akses terhadap kualitas tenaga pendidik dan sarana prasarana digital terpantau belum merata. Saat wilayah perkotaan mulai melakukan transformasi digital, sekolah-sekolah di pelosok daerah masih berjuang untuk mendapatkan fasilitas pembelajaran yang layak.

‎Menanggapi situasi tersebut, sejumlah elemen mahasiswa dan pemerhati pendidikan mendesak Pemerintah Provinsi Banten untuk melakukan lima langkah strategis :

‎1. Pemerataan kualitas pendidikan hingga ke daerah tertinggal.

2. Penjaminan akses sekolah gratis yang tepat sasaran.

‎3. Penguatan kompetensi guru dan perbaikan fasilitas fisik.

‎4. Reduksi ketimpangan pendidikan antarwilayah.

‎5. Penerapan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan humanis.

‎”Pemerintah Provinsi Banten diharapkan menjadikan peringatan Hardiknas 2026 ini sebagai momentum evaluasi total terhadap arah kebijakan pendidikan, guna memastikan akses belajar bukan lagi menjadi privilede kelompok tertentu, melainkan hak seluruh warga masyarakat,” pungkas Dimas.

red24_RAS

Bupati Tangerang Harap Kampus Politeknik Ismet Iskandar Segera Dibangun Di Kabupaten Tangerang

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara softlauncing Politeknik Ismet Iskandar Indonesia yang berlokasi di Kawasan Central Business Distrik (CBD) Kec. Karang Tengah Kota Tangerang, Sabtu (02/05/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid berharap pihak yayasan dan Civitas Akademika Politeknik Ismet Iskandar Indonesia bisa segera membangun kampusnya di Kabupaten Tangerang.

“Kami harap dan mendambakan nanti mudah-mudahan 2, 3 tahun Politeknik ini bisa mengembangkan sayap kampusnya di Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Menurut dia ada, Kabupaten Tangerang yang mempunyai penduduk sekitar 3,5 juta jiwa masih memerlukan adanya pengembangan sarana pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Ada 3 hal yang perlu terus diperkuat dalam penyelenggaraan layanan pendidikan di era global saat ini. Hal tersebut di antaranya: agama, pengetahuan dan kontribusinya, baik untuk orang lain maupun bagi kemajuan daerah.

“Dengan agama orang hidup akan lebih terarah, dengan seni orang akan lebih indah, dengan ilmu orang akan lebih mudah meraih kesuksesan dan dengan kesuksesan itu tidak hanya dapat memberikan kontribusi pada orang lain tapi juga kemajuan daerah,” ungkapnya.

Pihaknya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Yayasan Ismet Iskandar atas peluncuran operasional Politeknik Ismet Iskandar Indonesia.

“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih dan paresiasi kepada bapak Dr. Haji Ahmed Zaki Iskandar dengan Yayasan Ismet Iskandarnya. Mudah-mudahan Politeknik ini bisa terus berkembang dan melahirkan calon-calon pemimpin masa depan,” pungkasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Wabup Intan. Dia berharap Politeknik Ismet Iskandar bisa mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan tangguh yang mampu memberikan kontribusinya terhadap kemajuan dan pembangunan daerah.

“Mudah-mudahan Politeknik Ismet Iskandar ini bisa mencetak SDM-SDM unggul yang ke depannya bisa juga jadi calon-calon pemimpin di Kabupaten Tangerang serta bisa berkontribusi di pembangunan Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Ahmed Ismet Iskandar, A. Zaki Iskandar mengungkapkan bahwa Politeknik Ismet Iskandar akan diresmikan pada bulan Juni 2026 mendatang dan memulai tahun akaran baru pada bulan Juli 2026.

“Mudah-mudahan, insyaAllah, minta dukungan doa semuanya untuk kita bisa resmikan nanti di bulan Juni dan menerima tahun ajaran baru di Juli 2026,” ungkap Zaki.

Dia menambahkan, pihaknya juga akan membangun gedung baru di wilayah Kec. Legok sekitar 2-3 tahun ke depan. Selain itu, pihaknya juga akan mengembangkan sayapnya untuk membangun kampus Politeknik Ismet Iskandar di Tangerang Utara.

“InsyaAllah, 2-3 tahun ke depan, kampus di wilayah Legok bisa diresmikan dan mudah-mudahan ke depan, kita juga punya rencana untuk membangun kampus yang berada di wilayah Tangerang Utara,” imbuhnya.

Pihaknya berharap Politeknik Ismet Iskandar tersebut bisa menyelenggarakan layanan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan program kita ini, anak-anak Tangerang khususnya dan pada umumnya anak-anak Banten dan Indonesia bisa merasakan program pendidikan yang bisa meningkatan kualitas pendidikan dan juga karya mereka melalui Politeknik Ismet Iskandar,” ujarnya.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/01-Prokopim/V/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

Ketua DPD KNPI Banten : Hardiknas 2026 Harus Jadi Momentum Partisipasi Semesta Dalam Pendidikan

sorot24.id | BANTEN – Memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026, Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Banten menyampaikan dukungan penuh terhadap tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Ketua DPD KNPI Provinsi Banten, H. Tito Istianto, SE., M.Si, menyatakan bahwa tema tersebut menjadi refleksi atas tantangan pendidikan di daerah. Menurutnya, pendidikan bermutu tidak dapat diwujudkan tanpa keterlibatan seluruh komponen masyarakat.

“Hardiknas 2026 bukan hanya seremonial. Ini momentum untuk memastikan pendidikan di Banten relevan dengan kebutuhan industri, teknologi, dan karakter bangsa. Pemuda, orang tua, sekolah, dan dunia usaha harus saling menguatkan,” ujar Tito.

KNPI Banten mengidentifikasi tiga prioritas strategis yang selaras dengan tema Hardiknas 2026. Pertama, penguatan pendidikan vokasi dan SMK agar lulusan terserap di kawasan industri di Banten, Kedua, perluasan literasi digital untuk pelajar di wilayah pesisir dan perdesaan. Ketiga, penguatan pendidikan karakter melalui nilai gotong royong dan kebangsaan.

“Jika partisipasi semesta berjalan, maka Pendidikan hari ini adalah kunci daya saing Banten di masa depan,” tutup Tito.

red24_RG

Anggota DPRD Dapil 5 Kabupaten Tangerang Fraksi PAN Sri Panggung Lestari,Tuntaskan Reses dan Serap Aspirasi Warga

sorot24.id | TANGERANG – Kegiatan reses yang digelar oleh anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Sri Panggung Lestari di Desa Ciakar Kecamatan Panongan menjadi rangkaian terakhir dari jadwal reses anggota DPRD Dapil 5 ini.

Anggota DPRD Sri Panggung Lestari yang juga Ketua DPD PAN Kabupaten Tangerang turun menyerap aspirasi warga di beberapa desa dan kelurahan wilayah Dapil 5 yang di mulai dari tanggal 27 April 2026 – 2 Mei 2026 di tiga Kecamatan Panongan, Cikupa dan Curug.

Anggota DPRD Dapil 5 Sri Panggung Lestari, Serap Aspirasi bersama warga. foto/dok : splpan. [red24] .

Aspirasi yang disampaikan didominasi oleh kebutuhan infrastruktur, akses layanan kesehatan, hingga fasilitas sosial kemasyarakatan.

‎Di Desa Sukamulya Kecamatan Cikupa,Ketua RW 006, Ishak Rahi, menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur dasar di wilayahnya. Ia mengusulkan peningkatan jalan lingkungan melalui hotmix sepanjang 100 meter di RT 14/06.

‎”Selain itu, kebutuhan pembangunan saluran air di RT 13/06 sepanjang 150 meter serta perbaikan drainase di RT 14 dinilai mendesak untuk mengatasi genangan dan banjir saat musim hujan,” ucapnya.

‎Keluhan juga datang dari salah satu warga, Ikin, yang menyoroti sulitnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Ia mengungkapkan bahwa berbagai pengajuan bantuan kesehatan yang telah disampaikan melalui RT dan RW kerap tidak berlanjut, sehingga tidak sampai kepada warga yang membutuhkan.

“Pengajuan sudah sering dilakukan, tapi tidak jelas prosesnya. Kami berharap ada kejelasan mekanisme agar warga benar-benar bisa mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Masalah banjir turut menjadi perhatian serius. Warga mengaku kerap dilanda banjir secara tiba-tiba saat hujan deras, meskipun usulan penanganan telah diajukan ke pihak kelurahan, namun hingga kini belum ada tindak lanjut konkret.

‎”Warga mengusulkan bantuan tenda untuk keperluan sosial seperti tahlilan, terutama bagi keluarga kurang mampu agar kegiatan tetap dapat berjalan meski dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, “ katanya.

‎Menanggapi berbagai aspirasi dari warga di beberapa desa dan kelurahan yang ada di Dapil 5 tersebut, Sri Panggung Lestari menyatakan komitmennya untuk menampung dan memperjuangkan seluruh usulan warga dalam pembahasan di tingkat legislatif.

“Semua aspirasi ini akan kami catat dan kawal. Ini menjadi bahan penting agar program pembangunan bisa tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

‎Reses ini, kata dia, menjadi gambaran nyata masih adanya kebutuhan mendesak di tingkat masyarakat, khususnya terkait pemerataan pembangunan dan akses layanan dasar.

‎”Aspirasi yang telah disampaikan akan segera saya tindaklanjuti menjadi program nyata di lapangan,” pungkasnya.

‎red24_J.U

Terkait Dapur SPPG Kadudamas Kecamatan Cirinten, Anggota DPRD Lebak Buka Suara

sorot24.id | LEBAK – Anggota DPRD Kabupaten Lebak Daerah Pemilihan (Dapil) 3 dari Fraksi Partai NasDem, H. Karim, akhirnya buka suara terkait polemik dapur SPPG Kadudamas yang berlokasi di Desa Karangnunggal, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak-Banten, jumat (30/04/2026).

H. Karim menyayangkan adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa makanan yang disalurkan oleh dapur SPPG Kadudamas dinilai kurang seimbang dari sisi gizi. Menurutnya, hal tersebut perlu ditelusuri secara objektif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Saya sangat menyayangkan jika memang benar ada temuan makanan yang dinilai kurang memenuhi standar gizi. Namun, kita juga harus melihat secara menyeluruh dan tidak langsung menyimpulkan tanpa klarifikasi dari pihak terkait,” ujar H. Karim.

Ia menegaskan bahwa program dapur SPPG sejatinya memiliki tujuan yang baik, yakni untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Oleh karena itu, apabila ditemukan kekurangan di lapangan, harus segera dilakukan evaluasi dan perbaikan.

Lebih lanjut, H. Karim juga mendorong pihak pengelola dapur SPPG Kadudamas untuk lebih memperhatikan kualitas serta komposisi makanan yang disalurkan agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Kita ingin program ini berjalan dengan baik dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Jika ada kekurangan, mari kita benahi bersama,” tambahnya.

Ia juga meminta instansi terkait untuk turun langsung melakukan pengecekan dan pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, diharapkan dapur SPPG Kadudamas dapat meningkatkan kualitas layanan dan kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat sekitar.

red24_RG

‎Poros Baru Tangerang Gelar Aksi May Day 2026

sorot24.id | ‎TANGERANG – Poros Baru Tangerang menggelar aksi peringati Hari Buruh Internasional sekaligus menyuarakan rangkaian persoalan yang terjadi di Indonesia, pada Jumat (1/5) 2026.

‎Berlokasi di Taman Gajah Kota Tangerang, aksi tersebut sebagai bentuk upaya penyadaran masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai masih jauh dari kesejahteraan masyarakat, terkhusus untuk buruh, guru dan generasi muda.

Poros Baru Tangerang menggelar aksi peringati Hari Buruh Internasional. foto/dok : istimewa . [red24] .
‎Diketahui, massa aksi yang tergabung Poros Baru Tangerang terdiri dari beragam unsur penggerak, seperti, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Tangerang, Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Banten, Tangerang Book Party, BEM PTNU Korwil Banten, Pelajar Islam Indonesia (PII) Tangerang, SAPMA PP Kota Tangerang.

Kekhawatiran Generasi Muda di Masa Depan

‎Koordinator Lapangan, Aditya Nugraha mengatakan bahwa aksi ini menegaskan kembali tuntutan para pekerja untuk mendapatkan hak atas kehidupan yang layak dan kesejahteraan.

‎”Kami menilai bahwa aturan yang ada saat ini masih belum berpihak pada rakyat kecil dan justru memperlebar kesenjangan sosial,” tegas Aditya.

‎Kekhawatiran akan masa depan, Aditya berkata, bahwa generasi muda (seperti lapangan kerja dan biaya pendidikan) jika kebijakan ekonomi tidak segera dibenahi maka nasib generasi bangsa akan terancam.

‎”Bisa jadi menjadi lost generation (generasi yang hilang) tenaga kerja muda, di mana banyak dari mereka terjebak dalam pengangguran,” ucap Aditya.

‎Desak Ratifikasi Konvensi ILO C190

‎Selanjutnya, Aditya juga mendesak pemerintah untuk segera meratifikasi Konvensi ILO No. 190 (C190) yang merupakan langkah krusial untuk menciptakan dunia kerja yang aman dan bermartabat.

‎”Pada tahun 2024 Komnas Perempuan telah mencatat sebanyak 17.305 terjadi kekerasan seksual di dunia kerja Indonesia ini bersifat sistemik dan berbasis gender, ditambah survei ILO 2022 mencatat 70,81% responden mengalami pelecehan,” katanya .

‎Berdasarkan hal itu, Aditya menilai ratifikasi akan memperkuat kerangka hukum di Indonesia dalam menangani kasus kekerasan seksual di tempat kerja dan memberikan standar yang lebih tegas bagi perusahaan untuk memiliki kebijakan internal anti-kekerasan.

‎Sekolah di Kota Tangerang Berhak Menolak MBG

‎Tidak hanya itu, aksi tersebut juga menyinggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai implementasinya belum efektif antara anggaran yang besar dengan kualitas gizi yang diterima anak-anak di lapangan.

‎”Yang membuat program ini dinilai gagal yakni rentetan kasus keracunan makanan yang terjadi sepanjang tahun 2025, belum lama di daerah Pinang Kota Tangerang juga terjadi keracunan,” ujar Aditya.

‎Dengan banyaknya kasus keracunan hingga anggaran porsi tidak mendorong kualitas gizi, Aditya menilai program ini gagal memenuhi hak anak atas pangan yang aman.

‎Oleh karenanya, dirinya mengatakan bahwa aksi ini juga bertujuan mengajak masyarakat Tangerang untuk lebih kritis dan peduli terhadap isu-isu sosial-ekonomi yang sedang terjadi di Indonesia.

‎”Oleh karenanya, Poros Baru Tangerang menyerukan untuk sekolah di Kota Tangerang berhak untuk menolak MBG demi menjaga kesehatan siswa,” pungkasnya .

‎5 Tuntutan Poros Baru Tangerang dalam Aksi May Day 2026 :

‎1. Memperkuat pengawasan ketenagakerjaan .

‎2. Menindak tegas perusahaan yang melanggar .

‎3. Mendorong ratifikasi Konvensi ILO C190 .

‎4. Menyusun strategi penanggulangan PHK dan pengangguran .

‎‎5. Sekolah Tangerang tolak Makan Bergizi Gratis (MBG) .

red24_RAS

Bupati Tangerang Jumling Di Kampung Besar Teluknaga

sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan kegiatan Jum’at Keliling (Jumling) di Kecamatan Teluknaga, sekaligus melaksanakan salat Jum’at bersama masyarakat di Masjid Baitul Makmur Kampung Besar Kec. Teluknaga, Jum’at (01/05/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan kembali kegiatan Jumling merupakan sarana untuk mempererat silahturahmi dan menghimpun langsung berbagai saran, usulan dan informasi masyarakat terkait dengan pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami hadir di sini bersilahturahmi dengan para tokoh agama dan masyarakat, para kyai dan tentu saja masyarakat dalam suasana yang lebih terbuka tanpa batasan. Selain itu juga mendengarkan aspirasi yang disampaikan untuk kami dapat bahas lebih lanjut nantinya,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Pihaknya berjanji apa yang telah disampaikan masyarakat termasuk juga kritikan akan menjadi bahan pertimbangan untuk memutuskan langkah-langkah perbaikan yang akan diambil nantinya.

“Insya Allah apa yang disampaikan tadi nanti bisa cepat kita kabulkan, sekiranya perlu waktu dan pembahasan lebih lanjut, kami mohon juga masyarakat bisa bersabar, menunggu giliran,” tandasnya.

Dia juga mengapresiasi masyarakat Kampung Besar atas sinergi dan kolaborasi dalam pembangunan, salah satunya memajukan dan memakmurkan Masjid Baitul Makmur. Lahan masjid yang hanya sekitar 500 meter persegi pada tahun 2017, kini telah berkembang menjadi 1.300 meter persegi.

“Ini membuktikan bahwa masyarakat Kampung Besar terus peduli terhadap pembangunan daerah, khususnya di bidang keagamaan, terus memakmurkan Masjid Baitul Makmur yang saat ini juga masih terus berproses agar lebih baik dan nyaman,” ungkapnya.

Pihaknya berharap setelah selesainya tahap pembagunan, Masjid Baitul Makmur bisa menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, pelestarian dan pengembangan seni budaya serta kegiatan sosial lainnya.

“Masjid Baitul Makmur ini bukan hanya untuk kegiatan-kegiatan keagamaan tetapi pendidikan dan kegiatan-kegiatan sosial yang muaranya kepentingannya untuk kepentingan umum,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, dia mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat Kampung Besar dalam pembangunan.

“Kami bersama jajaran mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan pertemuan ini bukan yang pertama ataupun yang terakhir. Mari kita kita dukung dan doakan bersama, insyaAllah pembangunan masjid ini bisa selesai sesuai dengan gambar dan waktu yang telah dirancang,” pungkasnya.

SIARAN PERS
NO: 400.14.4.3/01-Prokopim/V/2026 (Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang)

red24_KDL

Rp16.110.000,- untuk Jalan Desa, Warga Dayeuh Jonggol Kini Nikmati Akses Mulus

sorot24.id | BOGOR – Pemerintah Desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, merealisasikan pembangunan infrastruktur berupa pengaspalan jalan lingkungan desa pada tahun anggaran 2026. Proyek ini menjadi bagian dari upaya peningkatan akses dan kenyamanan mobilitas warga.

Kini jalan “mulus” sudah bisa dinikmati warga Desa Sukanegara Kec.Jonggol Kab.Bogor. foto/dok : [red24]
Berdasarkan informasi yang tertera pada papan kegiatan, pekerjaan pengaspalan dilakukan di wilayah Kampung Dayeuh RT 002 RW 001. Jalan yang dibangun memiliki volume panjang 22 meter, lebar 2,2 meter, dan ketebalan 0,03 meter.
Adapun anggaran yang digunakan dalam proyek ini sebesar Rp16.110.000, yang bersumber dari Dana Desa 2026 dan telah termasuk pajak. Pelaksanaan kegiatan melibatkan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) bersama masyarakat setempat, sebagai bentuk partisipasi warga dalam pembangunan desa.

Kepala Desa Sukanegara, Ahmad Yani, S.pd. menyampaikan bahwa pembangunan jalan lingkungan ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas warga, khususnya dalam menunjang aktivitas sehari-hari dan memperlancar distribusi barang.

“Pembangunan ini menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kami ingin memastikan warga dapat menikmati infrastruktur yang layak dan aman,” ujarnya, Jum’at (01/05/2026).

Warga setempat menyambut baik pembangunan tersebut. Mereka berharap pengaspalan jalan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi lingkungan sekitar.

Program ini sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah desa dalam mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa secara transparan dan tepat sasaran, sejalan dengan semangat “Desa Membangun Indonesia.”

red24_ER