Kolase foto Ketua Umum Madas Nusantara Drs. KRH. HM. Jusuf Rizal, SH, SE, http://M.Si (kiri) dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta (kanan). Keduanya hadir dalam pelantikan pengurus DPW Madas Nusantara Provinsi Bali di Gedung PWI Bali, Minggu 17/5/2026.

sorot24.id | Bali — Wakil Gubernur Propinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta minta Ormas Masyarakat Madura Asli Nusantara (Madas Nusantara) di Bali dapat menjaga toleransi serta turut membangun Bali dengan mengjawantahkan dan menyukseskan visi Nangun Sad Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

“Titiang menyambut baik kehadiran Ormas Madas Nusantara di Bali. Diharapkan Madas Nusantara jangan hanya menjadi organisasi yang ada di atas kertas. Jadilah organisasi yang hidup, yang bergerak di tengah masyarakat, yang hadir memberikan solusi saat ada kesulitan, dan yang menjadi garda terdepan dalam merawat toleransi,” tegas I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya di Bali

Pesan-pesan moral dan himbauan itu disampaikan Wagub Bali, I Nyoman Giri Prasta saat pelantikan pengurus DPW Madas Nusantara Propinsi Bali di Gedung PWI Bali, Minggu (17/05/2026). Pelantikan pengurus DPW Madas Nusantara Bali dilakukan oleh Ketum Madas Nusantara, Drs.KRH.HM.Jusuf Rizal, SH,SE,M.Si dan dihadiri Forkopimda Bali, seperti Kesbangpol, DPRD Bali, Tokoh Masyarakat. Ketua DPW Madas Nusantara Bali adalah Abdul Majid.

Lebih lanjut Wagub Bali, I Nyoman Giri Prasta mengatakan Madas Nusantara memiliki peran strategis sebagaimana tertuang dalam beberapa pilar Sad Kerthi yaitu

Atma Kerthi, setiap anggota Madas Nusantara adalah duta budaya Madura yang kehadirannya akan dinilai dan dirasakan oleh masyarakat Bali. Setiap anggota Madas Nusantara harus menunjukkan perilaku yang jujur, santun, bertanggung jawab, dan menghormati adat dan tradisi setempat.
Jana Kerthi, Madas Nusantara harus menjadi pelindung nyata bagi hak-hak warganya, menjadi suara yang lantang ketika ada ketidakadilan, dan menjadi jembatan yang menghubungkan warga dengan sumber daya yang menjadi hak mereka.

Jagat Kerthi, tercermin ketika Madas Nusantara berhasil menjaga harmoni antara komunitas Madura dan krama Bali. Ketika warga Madura ikut merawat alam dan budaya Bali, ketika persaudaraan lintas suku dan agama tumbuh subur di tanah ini.

“Dengan menanamkan dan menghidupi nilai Sad Kerthi, Madas Nusantara tidak hanya menjadi organisasi suku yang mengurus kepentingan internal warganya, tetapi ia juga akan tumbuh menjadi kekuatan moral yang berkontribusi nyata pada peradaban Bali secara keseluruhan,” tegas Wagub Bali, I Nyoman Giri Prasta yang dibacakan Kesbangpol Propinsi Bali, Aditiana.

Menurut Wagub Bali, I Nyoman Giri Prasta jika menelusuri lorong waktu sejarah, hubungan antara masyarakat Madura dan Bali bukanlah hubungan yang baru kemarin sore. Ia adalah hubungan yang telah teruji oleh zaman, hubungan yang dibangun di atas fondasi rasa saling hormat dan saling membutuhkan. Masyarakat Madura dikenal dengan karakter yang tangguh, jujur, dan memiliki loyalitas yang tak tergoyahkan.

Pelantikan kepengurusan DPW Madas Nusantara Bali, periode 2025-2028 bukanlah sekadar seremonial pertemuan biasa. Ini adalah momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan kita bersama. Bagi Titiang, warga Madura yang ber-KTP Bali dan menetap di Bali bukanlah pendatang, melainkan warga Bali itu sendiri. Saudara-saudara adalah bagian tak terpisahkan dari denyut nadi pembangunan daerah ini. Ingatlah, saudara adalah jembatan yang menghubungkan aspirasi warga dengan kebijakan pemerintah.

“Titiang mengajak Saudara sekalian untuk bersinergi tanpa batas dengan Pemerintah Provinsi Bali. Tantangan kita ke depan tidaklah mudah. Kita menghadapi pergeseran budaya dan tantangan ekonomi global. Oleh karena itu, sinergi antara organisasi masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat adalah kunci. Mari kita jaga Bali ini bersama-sama. Kita jaga taksu Bali dengan tetap memegang teguh jati diri dan warisan leluhur kita masing-masing dalam harmoni yang indah.

“Hentikan segala bentuk gesekan yang tidak perlu. Kedepankan musyawarah dan mufakat. Jadikan Madas Nusantara sebagai teladan organisasi yang santun, bermartabat, namun tetap tegas dalam prinsip menjaga kebenaran,” ujar Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta

Titiang berharap keluarga besar Madas Nusantara selalu mampu menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh komponen masyarakat Bali. Tunjukkan bahwa kehadiran Madas Nusantara di Bali benar-benar membawa kedamaian, mencegah gesekan sosial, dan menjadi garda terdepan dalam merawat NKRI dari Pulau Dewata.

Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, Titiang mengucapkan Selamat dan Sukses atas dilantiknya Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Bali Madas Nusantara Periode 2025-2028, tegas Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta

Sementara Ketum Madas Nusantara KRH.HM.Jusuf Rizal dalam sambutannya menekankan agar Madas Nusantara dapat menjadi rumah besar bagi warga Madura di Propinsi Bali sebagaimana programnya Bina,Lindung, Sejahtera. Selaku mitra pemerintah, TNI dan Polri harus turut Membangun Indonesia dan Menjaga Negeri, khususnya di propinsi Bali.

“Ormas Madas Nusantara tidak boleh arogan, tapi harus mampu menjaga sikap punya adab, etika dan moral yang baik. Prinsipnya di mana bumi dipijak disitu langit dijunjung. Ormas Madas Nusantara bukan ormas preman, tapi ormas yang membangun sumberdaya manusia berkualitas guna mempersiapkan Generasi Emas 2045,” tegas Jusuf Rizal, Relawan Prabowo keturunan Raja Sumenep, Arya Wiraraja itu

Lenih jauh, pria berdarah Madura-Batak, Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) dan Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu berpesan kepada pengurus DPW Madas Nusantara Bali agar melakukan konsolidasi organisasi dengan membentuk DPD (Dewan Pimpinan Daerah) dan Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK), konsolidasi program dan konsolidasi jaringan.

red24-(RG)

DEMA UIN SMH Banten Soroti Penegakan HAM dan Reformasi Peradilan Militer

sorot24.id | SERANG – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Banten pada sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi demokrasi, penegakan hak asasi manusia (HAM), serta sistem peradilan di Indonesia.

Aksi ini bertepatan dengan peringatan 27 tahun Tragedi Trisakti yang terjadi pada 12 Mei 1998, sebuah peristiwa penting dalam sejarah reformasi Indonesia ketika empat mahasiswa gugur dalam perjuangan menuntut perubahan. Hingga saat ini, penyelesaian kasus tersebut dinilai belum tuntas.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan pentingnya komitmen negara dalam menegakkan supremasi hukum, melindungi kebebasan sipil, serta menyelesaikan pelanggaran HAM berat masa lalu secara adil dan transparan.

Koordinator lapangan aksi, Fathurahman selaku Ketua DEMA Fakultas dakwah UIN SMH Banten, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk konsistensi mahasiswa dalam mengawal agenda reformasi.

“Reformasi tidak boleh berhenti pada peringatan seremonial. Kami menuntut negara hadir secara nyata untuk menuntaskan pelanggaran HAM berat, termasuk Tragedi Trisakti, serta memastikan hukum ditegakkan tanpa tebang pilih,” ujar Fathurahman pada Rabu (13/5/2026).

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kasus kekerasan terhadap aktivis HAM, Andri Yunus, yang dinilai sebagai ancaman terhadap kebebasan sipil. Mereka mendesak agar kasus tersebut diusut secara independen dan transparan.

Presiden Mahasiswa UIN SMH Banten, Muhamad Syahid, menegaskan bahwa perlindungan terhadap aktivis dan masyarakat sipil merupakan bagian penting dari demokrasi yang sehat.

“Ketika aktivis yang menyuarakan kepentingan rakyat justru mendapatkan kekerasan, maka demokrasi sedang dalam kondisi tidak baik. Negara harus menjamin keamanan dan kebebasan setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat,” tegasnya.

DEMA UIN SMH Banten juga mengkritisi praktik penanganan perkara yang melibatkan aparat militer melalui peradilan militer, khususnya dalam kasus tindak pidana umum. Menurut mereka, hal tersebut berpotensi melemahkan prinsip persamaan di hadapan hukum (equality before the law).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya :

  • Mendesak penyelesaian Tragedi Trisakti 1998 dan pelanggaran HAM berat lainnya secara adil dan transparan.
  • Mendorong pengusutan kasus kekerasan terhadap aktivis HAM Andri Yunus secara independen.
  • Menuntut agar tindak pidana umum yang melibatkan anggota militer diproses melalui peradilan umum.
  • Mendesak revisi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer.
  • Mendorong negara untuk memperkuat perlindungan terhadap kebebasan sipil dan ruang demokrasi.

Aksi berlangsung dengan penyampaian orasi dan pembacaan pernyataan sikap.

DEMA UIN SMH Banten berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan pemangku kebijakan dalam memperkuat demokrasi, menegakkan hukum secara adil, serta menjamin perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.

red24_RG

Jajaran Polres Metro Tangerang Kota menggelar konferensi pers terkait penangkapan satu pelaku kasus pelecehan dan kekerasan seksual di Cipondoh, Rabu 13/5/2026. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku utama yang melarikan diri ke wilayah Serang. (Dok: Istimewa/Sorot24.id)

sorot24.id| TANGERANG – Polres Metro Tangerang Kota berhasil menangkap satu pelaku dalam kasus dugaan pelecehan dan kekerasan seksual terhadap seorang wanita berinisial D di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang . Sementara pelaku utama berinisial Ivan masih dalam pengejaran .

Kapolres Metro Tangerang Kota, KOMBES POL Dr. Raden Muhammad Jauhari S.H, S.I.K. M.si , menyampaikan penetapan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi.
“Yang satu sudah ditangkap, dengan perannya mencabuli dan menyetubuhi korban saat kejadian,” ujar Jauhari dalam konferensi pers di Mapolres Metro Tangerang Kota, Rabu 13/5/2026.

Kapolres Metro Tangerang Kota KOMBES POL Dr. Raden Muhammad Jauhari S.H , S.I.K M.Si , menjelaskan tersangka yang ditangkap merupakan salah satu dari tiga orang yang berada di lokasi kejadian saat peristiwa terjadi. Pihaknya masih memburu pelaku utama yang teridentifikasi bernama Ivan.

“Informasi yang kami himpun, tersangka utama melarikan diri ke wilayah Serang, Banten. Kami sudah mengambil keterangan warga setempat, termasuk orang tua pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Parikhesit.

Kasus ini sebelumnya viral di media sosial melalui akun Instagram @tangkot24jam. Korban berinisial D diduga dijebak oleh pelaku yang dikenalnya dengan dalih diajak memperbaiki sepeda motor.

Peristiwa terjadi setelah korban berkumpul bersama beberapa teman pria di kawasan Cipondoh. Korban mengaku dipaksa mengonsumsi minuman beralkohol hingga tidak sadarkan diri. Keesokan harinya, korban menyadari dirinya menjadi korban kekerasan seksual dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Pihak keluarga korban telah melakukan visum dan membuat laporan resmi. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan meminta keterangan dari keluarga pelaku.

Saat ini, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara Ivan yang diduga sebagai pelaku utama masih berstatus buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polres Metro Tangerang Kota mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku untuk segera melapor. Kasus ini ditangani oleh Sat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dengan didampingi Unit PPA.

avriyani- (molly)

Suasana Seminar Hardiknas 2026 bertema “Peran Organisasi Pers dalam Menghadapi Wartawan Tidak Profesional serta Membangun Literasi Media yang Sehat” yang dihadiri Ketua DPRD Tangerang Rusdi Alam, Sekda Herman Suwarman, dan insan pers, Selasa 12/5/2026. (Dok: Humas PWI Kota Tangerang/Sorot24.id)

sorot24.id| TANGERANG – Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menyoroti tantangan besar dunia informasi di era digital dan kecerdasan buatan (AI) saat menghadiri seminar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang, Selasa 12/5/2026.

Kegiatan bertema “Peran Organisasi Pers dalam Menghadapi Wartawan Tidak Profesional serta Membangun Literasi Media yang Sehat” itu berlangsung di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Puspem Kota Tangerang.

Dalam sambutannya, Rusdi Alam mengapresiasi tema seminar yang dinilai relevan dengan kondisi saat ini. Ia menilai derasnya arus informasi digital kerap memunculkan berita bohong atau hoaks yang meresahkan masyarakat.

“Sekarang kita hidup di era digital dan AI. Informasi menyebar begitu cepat melalui media sosial, WhatsApp, dan berbagai platform digital. Kadang masyarakat sulit membedakan mana berita yang benar dan mana yang hoaks,” ujar Rusdi.

Menurutnya, perkembangan teknologi AI membuat masyarakat semakin sulit membedakan informasi yang benar dan tidak benar. Kondisi ini melahirkan fenomena post-truth, yakni situasi ketika sebuah informasi dianggap benar karena terus diulang, meskipun belum tentu sesuai fakta.

“Yang salah bisa dianggap benar karena diulang terus-menerus. Ini yang berbahaya. Maka masyarakat perlu dibekali kemampuan menyortir informasi dengan baik,” katanya.

Rusdi mendorong edukasi literasi media yang lebih masif di lingkungan sekolah, terutama bagi generasi Gen Z yang sejak kecil sudah akrab dengan media sosial dan gawai.

“Anak-anak Gen Z sekarang dari kecil sudah pegang handphone. Bahkan kadang pengaruh media sosial lebih kuat dibanding pola asuh orang tua. Maka mereka harus dibekali kemampuan memfilter informasi,” ujarnya.

Ia menegaskan media memiliki peran strategis dalam membangun pola pikir masyarakat. Karena itu, profesionalisme wartawan dan literasi media dinilai menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, media juga tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus membangun sinergi dan saling mendukung,” ungkapnya.

Seminar tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman, Ketua PWI Banten Rian Nopandra, Ketua PWI Kota Tangerang Herwanto, kepala sekolah, guru, serta insan pers.

Menutup sambutannya, Rusdi Alam menyampaikan pantun tentang pentingnya menjaga etika pers:

“Pergi ke pasar membeli pena, Pena dibawa bersama buku. Kalau pers dijaga dengan etika, Masyarakat cerdas, bangsa pun maju.”

avriyani-(molly)

Massa aksi dari warga Kadu Jaya dan Ampel Sakti Nusantara Law Office menyampaikan orasi di depan PN Tangerang, Rabu 13/5/2026. Mereka menuntut hakim bersikap adil dan menolak gugatan PT Bumi Sejahtera yang dianggap tidak memiliki alas hak sah atas lahan sengketa. (Dok: Istimewa/Sorot24.id)

Sorot24.id |TANGERANG – Sekitar 80 warga Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu 13/5/2026. Mereka menuntut majelis hakim bersikap objektif dan menolak gugatan PT Bumi Sejahtera atau Paramount terkait sengketa lahan di Desa Kadu Jaya.

Aksi yang dimulai pukul 09.30 WIB dikoordinir oleh Sdr. Sukmana dari Ampel Sakti Nusantara Law Office. Massa datang untuk menyuarakan keberatan atas gugatan perkara Nomor 1228/Pdt.G/2025/PN.Tng yang diajukan PT Bumi Sejahtera terhadap ahli waris Alm. Nasim bin Tian.

Dalam orasinya, koordinator aksi Sdr. Sarjono menilai gugatan tersebut cacat hukum. Ia menyebut pihak Paramount hanya memiliki fotokopi Akta Jual Beli (AJB) dan tidak bisa membuktikan batas-batas tanah yang diklaim.

“Hari ini kami datang membawa data-data. Beri kami keadilan. Kami minta dipertemukan dengan pihak Pengadilan Negeri Tangerang,” ujar Sarjono saat orasi.

Massa membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan “Tegakkan keadilan, lawan mafia tanah”, “Berantas mafia tanah di Desa Kadu Jaya”, hingga “Dokumen cacat harus ditolak, hukum jangan kalah oleh mafia tanah”. Aksi juga dilengkapi pengerahan 1 unit mobil komando, 2 mobil pribadi, 30 motor, dan pengeras suara.

Personel gabungan Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Benteng mengamankan aksi unjuk rasa warga Kadu Jaya di depan Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu 13/5/2026. Sekitar 80 warga menuntut hakim menolak gugatan PT Paramount terkait sengketa lahan di Desa Kadu Jaya, Curug. (Dok: Humas Polres Metro Tangerang Kota/Sorot24.id)

Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, S.H., M.H yang memimpin pengamanan menjelaskan aksi berlangsung aman dan tertib. Sebanyak 30 personel gabungan Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Tangerang dikerahkan untuk mengamankan kegiatan.

Pada pukul 13.50 WIB, perwakilan massa dan kuasa hukum ahli waris diterima audiensi oleh pihak PN Tangerang. Hadir Humas PN Tangerang Fathul Mujib, S.H., M.H, Wakil Humas Dr. Abdul Azis, S.H., M.H, dan Ketua Panitera Rotua Rossa Tampubolon, S.H., M.H.

Dalam audiensi, kuasa hukum tergugat mempertanyakan alasan PN Tangerang menerima gugatan padahal surat pelepasan hak milik Paramount dinilai cacat administrasi. Mereka juga menyatakan AJB yang dimiliki Paramount tidak terdaftar di kelurahan dan kecamatan.

Perwakilan massa aksi dan kuasa hukum ahli waris Alm. Nasim bin Tian melakukan audiensi dengan Humas PN Tangerang Fathul Mujib, S.H., M.H di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu 13/5/2026. Audiensi membahas gugatan sengketa lahan Perkara Nomor 1228/Pdt.G/2025/PN.Tng. (Dok: Humas PN Tangerang/Sorot24.id)

Pihak PN Tangerang menyatakan tidak dapat melakukan intervensi terhadap putusan perkara. Namun aspirasi dan masukan dari kuasa hukum tergugat akan diteruskan ke Ketua PN dan menjadi bahan musyawarah dalam memutus perkara seadil-adilnya berdasarkan bukti yang ada.

Audiensi selesai pukul 14.30 WIB. Massa kembali melakukan orasi singkat sebelum membubarkan diri dengan tertib pukul 14.40 WIB. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif.

Avriyani -(molly)

BREAKING NEWS : Resah,Warga Kelurahan Kadu Agung Sweeping Warung Remang – Remang di Area Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang

sorot24.id | TANGERANG – Warung Remang – Remang  yang menjamur di seputaran Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang yang beroperasi sampai pagi ini serta menyediakan berbagai macam minuman keras dan sudah meresahkan masyarakat sekitar,malam ini (Selasa,12 Mei 2026 Pkl. 21.00 wib,di sweeping oleh berbagai elemen gabungan masyarakat Kelurahan Kadu Agung dan sekitarnya .

Pantauan awak media sorot24.id dan informasi yang di dapat dari warga masyarakat sekitar lokasi,sweeping masih berlangsung.

“Sweeping masih pak, sampai malam ini jam 22.11 Wib,sekarang kerumunan massa menuju salah satu tempat hiburan remang – remang Sopo Sanggar”, ujar salah satu warga Tigaraksa kepada awak media sorot24.id,yang enggan di sebutkan namanya .

‎Sementara Penggiat Pemerhati Kebijakan Publik, Hendra Primitif, mengapresiasi langkah cepat dan kepedulian warga masyarakat Kampung Bugel, Kelurahan Kaduagung, Tigaraksa, atas dampak dari menjamur nya warung remang – remang yang sudah berlangsung lama ini dan terkesan di biarkan oleh pemangku kebijakan di wilayah tersebut .

Menurut Hendra,sikap warga tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial demi menjaga kenyamanan, ketertiban, dan marwah kawasan Pusat Pemerintahan sebagai simbol pelayanan publik dan pusat pemerintahan daerah.

“Langkah warga patut diapresiasi karena memiliki kepedulian terhadap ketertiban lingkungan. Jangan sampai ada pihak-pihak yang merasa memiliki aturan sendiri dan mengabaikan ketentuan yang berlaku di wilayah pusat pemerintahan,” tegas Hendra Primitif.

‎Ia juga meminta aparat terkait serta OPD yang memiliki kewenangan untuk lebih tegas dalam melakukan pengawasan dan penertiban, agar tidak muncul kesan pembiaran terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban umum di tengah masyarakat.

Hendra menambahkan bahwa aturan daerah harus ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu demi menjaga wibawa pemerintah daerah dan kenyamanan masyarakat sekitar.

‎“Kalau masyarakat saja peduli terhadap ketertiban umum, maka instansi terkait juga harus hadir dan membuktikan ketegasannya. Jangan sampai masyarakat bertanya, yang punya aturan sendiri sebenarnya ke mana? “, pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan,aksi sweeping masih berlangsung dan kerumunan massa semakin bertambah banyak .

red24

kasus pembunuhan di Pandeglang. Pria berinisial OK (28) cekik pacar 8 tahun DI (27) hingga tewas karena sakit hati ibu dihina. OK sempat menyesal, bersandar ke jasad korban, dan coba bunuh diri minum obat. (Ilustrasi: http://Sorot24.id)

sorot24.id | PANDEGLANG- OK (28), pria asal Desa Kadu Jangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang mengaku nekat mencekik leher kekasihnya, DI (27), sampai tewas karena sakit hati ibunya yang sedang sakit dihina. Usai kejadian, OK sempat menyesal, bersandar ke jasad korban, dan mencoba bunuh diri.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis 7/5/2026 di dalam kamar kediaman OK di Desa Kadu Jangkung, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang. Korban DI (27) ditemukan tewas di kamar pacarnya sendiri.

Menurut OK, saat itu dirinya gelap mata mendengar ucapan perempuan yang sudah 8 tahun dipacarinya itu. DI disebut menghina kondisi ibunya yang sedang sakit.

“Sakit hati, katanya saya lebih mementingkan Mamah saya yang penyakitan, bilang enggak berguna,” kata OK, Jumat 8/5/2026.

OK mengaku mencekik leher DI hingga tewas. Diakui OK, dirinya sempat bersandar ke jasad pacarnya lantaran menyesali perbuatannya sesaat mengetahui kekasihnya telah tewas.

Bahkan, lanjut OK, dirinya sempat mencoba melakukan bunuh diri dengan cara meminum sejumlah obat-obatan yang ada di kediamannya, namun tak berhasil.

“Pas saya minum obat itu sempat nyender ke dia, enggak lama saya keluar kamar. Dan menyerahkan diri,” ungkap OK.

*Hasil Olah TKP: Diduga Asfiksia*
Dari hasil olah TKP, polisi menemukan korban dalam keadaan sudah mengeluarkan sedikit busa yang diduga diakibatkan adanya cekikan kuat di bagian leher.

“Untuk hasil olah TKP dugaan sementara di dalam tubuh korban keluar buih kecil, sementara dugaan tanda-tanda asfiksia, kemungkinan korban dicekik,” ucap Kaur Identifikasi Inafis Polres Pandeglang, Bripka Bayu, Jumat 8/5/2026.

Kasus ini kini ditangani Polres Pandeglang. OK telah menyerahkan diri usai gagal bunuh diri.

sumber Berita : kumparannews

red24

Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, SH, MH (tengah) memberikan arahan kepada 20 personel gabungan Polsek Tangerang dan Pokdarkamtibmas sebelum Patroli Cipkon Jaga Jakarta, Sabtu 9/5/2026 malam. Patroli mobile menyisir 7 titik rawan guantibmas, balap liar, dan tawuran hingga Minggu dini hari. (Dok: Humas Pokdar Kamtibmas Sektor Benteng Resor Metro dan Polsek Tangerang/Sorot24.id)

sorot24|TANGERANG – Polsek Tangerang menggelar Patroli Cipta Kondisi dalam rangka program Jaga Lingkungan dan Warga (Jaga Jakarta), Sabtu malam hingga Minggu dini hari 9-10/5/2026. Patroli dipimpin langsung Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, SH, MH menyisir 7 lokasi rawan guantibmas, balap liar, dan tawuran.

Kegiatan patroli dimulai pukul 23.30 WIB hingga selesai, dipimpin Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, SH, MH didampingi Perwira Pengawas Kompol Joko Suparto selaku Kanit Intelkam Polsek Tangerang dan Zaenuri Sekretaris Pokdar Kamtibmas Sektor Benteng Resor Metro Tangerang Kota.

Patroli gabungan melibatkan 20 personel dengan rincian 15 personel Polsek Tangerang dan 5 personel Pokdarkamtibmas.

Rute Patroli Mobile

Personel gabungan Polsek Tangerang melakukan pengecekan di Pasar Anyar Jl. Kiasnawi saat Patroli Cipkon Jaga Jakarta, Sabtu 9/5/2026 malam. Sebanyak 7 lokasi disisir termasuk Taman Elektrik, Stasiun Tanah Tinggi, dan Kp. Bekelir. Situasi dilaporkan kondusif aman. (Dok:Humas Pokdar Kamtibmas Sektor Benteng Resor Metro Tangerang kota/Sorot24.id)

Patroli dilakukan secara mobile menggunakan kendaraan roda empat dengan rute: Komando Polsek Tangerang Jl. TMP Taruna, Jl. A Yani, Jl. Kisamaun, Jl. A Dimyati, Jl. KH Hasyim Ashari, Jl. Baru Pinggir Tol Buaran Indah,  Jl. Benteng Betawi, Jl. Satria Sudirman, Jl. Perintis Kemerdekaan, Jl. Pengayoman, Jl. TMP Taruna,  kembali ke Komando Polsek Tangerang.

7 Lokasi Sasaran Patroli

Sasaran patroli Cipkon meliputi kantor pemerintahan, sentra ekonomi, dan objek vital di wilayah hukum Polsek Tangerang. Tujuh lokasi yang disambangi:

1. Pasar Anyar Jl. Kiasnawi Kel. Sukarasa
2. Taman Elektrik Jl. Satria Sudirman Kel. Sukaasih
3. Stasiun Tanah Tinggi Jl. Benteng Betawi Kel. Tanah Tinggi
4. Pos Pantau Buaran Indah Jl. Baru Tol Buaran Indah Kel. Buaran Indah
5. Pos Kamling RT 06/01 Komp Pengayoman Jl. Jend Sudirman Kel. Buaran Indah
6. Kp. Bekelir Jl. Perintis Kemerdekaan Kel. Babakan
7. Pos Kamling RT 02/01 Kel. Sukasari

Antisipasi Guantibmas & Ajak Warga Jaga NKRI

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K.,M.Si. melalui laporan resmi menyebut patroli Cipkon dalam rangka Jaga Jakarta ini untuk antisipasi guantibmas, balap liar, maupun tawuran.

Patroli juga mengajak warga masyarakat Kota Tangerang untuk tetap saling menjaga keamanan NKRI, khususnya wilayah hukum Polsek Tangerang. Hingga patroli selesai, situasi terpantau kondusif aman.

Catatan: Monitoring Terus Dilakukan

Tim Patroli Cipkon Polsek Tangerang menyambangi Stasiun Tanah Tinggi Jl. Benteng Betawi, Minggu 10/5/2026 dini hari. Patroli mobile dipimpin Kompol Suyatno ini untuk antisipasi guantibmas dan ajak warga jaga keamanan NKRI. (Dok:Personel gabungan Polsek Tangerang melakukan pengecekan di Pasar Anyar Jl. Kiasnawi saat Patroli Cipkon Jaga Jakarta, Sabtu 9/5/2026 malam. Sebanyak 7 lokasi disisir termasuk Taman Elektrik, Stasiun Tanah Tinggi, dan Kp. Bekelir. Situasi dilaporkan kondusif aman. (Dok:Humas Pokdar Kamtibmas Sektor Benteng Resor Metro Tangerang/Sorot24.id)

Kegiatan patroli gabungan dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi giat masyarakat yang mengarah ke kantor instansi pemerintah, sentra ekonomi, maupun objek vital dan yang berpotensi tindak kejahatan di wilayah hukum Polsek Tangerang. Monitoring tetap dilakukan guna memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta antisipasi guantibmas.

Red24-(molly)

Suporter Persipura turun ke lapangan Stadion Lukas Enembe usai laga play-off promosi vs Adhyaksa FC, Jumat 8/5/2026. Sebagian membawa balok panjang dan membentangkan bendera Bintang Kejora. Persipura tetap di Championship usai kalah 0-1. (Dok: Tribun Papua/Sorot24.id)

sorot24.id | JAYAPURA – Persipura Jayapura dipastikan gagal promosi ke Super League musim depan usai dikalahkan Adhyaksa FC 0-1 di laga play-off promosi, Jumat 8/5/2026. Buntut kekalahan itu, oknum suporter merangsek ke lapangan Stadion Lukas Enembe, merusak fasilitas, menyalakan flare, hingga membakar 3 mobil di luar stadion.

Laga play-off promosi digelar di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat 8/5/2026. Gol semata wayang tim tamu dicetak Adilson Da Silva pada menit ke-45+1. Status tuan rumah tak mampu dimanfaatkan Persipura.

Sebagai informasi, Persipura mengakhiri babak Grup Timur sebagai runner-up. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu mengoleksi 56 poin dari 27 laga, sama dengan milik PSS Sleman yang berada di puncak klasemen. PSS Sleman berhak menempati posisi lebih baik karena unggul head to head atas Persipura.

Hasil ini sekaligus mengantarkan Adhyaksa FC promosi ke Super League musim depan. Di sisi lain, Persipura tetap akan bermain di Championship.

Kericuhan Pecah Usai Laga

Kekalahan ini membuahkan kekecewaan bagi para suporter Persipura. Dilansir dari Tribun Papua, ratusan suporter meluapkan kekecewaannya dengan terjun ke lapangan tepat setelah laga.

“Ratusan suporter dari berbagai penjuru merengsek ke lapangan. Mereka lalu merusak berbagai fasilitas pertandingan, termasuk bench,” tulis Tribun Papua.

Aksi tidak terpuji dilakukan beberapa oknum suporter. Ada yang melakukan pengrusakan terhadap fasilitas Stadion Lukas Enembe, menyalakan flare di lapangan hingga membuat kabut stadion, hingga membawa balok panjang untuk menghancurkan perangkat pertandingan dan kaca pintu masuk lapangan.

“Belasan ribu suporter meluapkan kekecewaannya atas keputusan wasit yang tak mengecek Video Asisten Referee (VAR),” tulis Tribun Papua. “Sebagian lagi berlari mengelilingi lapangan sembari membentangkan bendera Bintang Kejora.”

Gas Air Mata & Evakuasi Pemain

Pihak keamanan bergerak cepat melindungi para pemain Adhyaksa FC. Polisi yang berjaga saat mengevakuasi tim Adhyaksa menjadi sasaran amuk massa. Mereka dilempari berbagai botol dan kaleng.

“Kepulan asap gas air mata sempat membuat sesak para penonton yang hendak keluar tribun,” tulis Tribun Papua. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Kericuhan Meluas ke Luar Stadion

Dilansir dari http://Kompas.com, oknum suporter juga melanjutkan aksi kericuhan di luar stadion. “Aksi anarkis berlanjut ke luar area lapangan. Massa dilaporkan merusak sejumlah fasilitas stadion dan membakar ban di depan pintu utama untuk memblokade akses keluar bagi pemain Adhyaksa FC dan perangkat pertandingan,” tulis kompas.com

“Tak hanya itu, sedikitnya tiga unit mobil yang terparkir di jalan masuk pintu utama dibakar oleh massa. Beberapa kendaraan milik kepolisian dan pejabat setempat juga mengalami kerusakan akibat lemparan batu dan perusakan,” lanjut Kompas.com.

Sementara itu, belum diketahui kelompok suporter mana yang memulai provokasi hingga meletusnya kericuhan.

red24

Skuad Arsenal merayakan keberhasilan lolos ke final Liga Champions usai singkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1. The Gunners buka jalan dominasi Inggris di Eropa musim ini, selangkah lagi raih trofi UCL perdana. (Dok: UEFA/Sorot24.id)

sorot24.id|London – Klub-klub Inggris mencatat sejarah baru di kompetisi Eropa musim ini. Untuk pertama kalinya, wakil Premier League berhasil mencapai final di tiga turnamen antarklub UEFA dalam satu musim yang sama: Liga Champions, Liga Europa, dan Conference League.

Arsenal Jadi Pembuka Jalan di Liga Champions

Arsenal menjadi tim pertama yang memastikan tempat di final Liga Champions usai menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1. Tim asuhan Mikel Arteta menang 1-0 di Emirates dan imbang 1-1 di Wanda Metropolitano.

Keberhasilan itu menjadi pencapaian besar bagi The Gunners yang dalam beberapa musim terakhir terus berkembang di bawah Arteta. Arsenal kini tinggal selangkah lagi untuk meraih trofi Liga Champions pertama mereka.

Aston Villa ke Final Liga Europa via Comeback
Tidak lama berselang, Aston Villa memastikan tiket ke final Liga Europa setelah membalikkan keadaan secara impresif melawan Nottingham Forest. Sempat kalah 0-1 pada leg pertama, tim racikan Unai Emery bangkit dan menang agregat 4-1.

Villa tampil dominan pada leg kedua dan memastikan tempat di final yang akan digelar di Istanbul pada 20 Mei mendatang. Mereka akan menghadapi wakil Bundesliga, Freiburg. Keberhasilan ini memperlihatkan kapasitas Emery sebagai salah satu pelatih paling berpengalaman di kompetisi Eropa. Villa kini memiliki peluang meraih trofi Eropa pertama mereka dalam beberapa dekade terakhir.

Crystal Palace Lanjutkan Kisah Sensasional

Di saat bersamaan dengan keberhasilan Aston Villa, Crystal Palace juga memastikan tempat di final Conference League. Klub asal London tersebut mengalahkan Shakhtar Donetsk dengan agregat 5-2.

Palace sebelumnya menang 3-1 pada leg pertama sebelum kembali menang 2-1 di Selhurst Park. Hasil itu membawa mereka ke final Conference League menghadapi Rayo Vallecano pada 27 Mei.

Conference League sendiri baru diperkenalkan UEFA lima tahun lalu sebagai kompetisi antarklub Eropa ketiga setelah berakhirnya era Cup Winners’ Cup pada 1999. Meski masih tergolong baru, turnamen ini kini memberi peluang lebih besar bagi klub-klub nonelite untuk bersaing di level kontinental.

Inggris Pernah Dominan, tapi Belum Seperti Sekarang

Sebelum musim ini, Premier League sebenarnya beberapa kali hampir menguasai seluruh final Eropa. Pada 2019 misalnya, Liverpool mengalahkan Tottenham di final Liga Champions, sementara Chelsea menundukkan Arsenal di final Liga Europa.

Dua tahun kemudian, Chelsea kembali menjadi juara Liga Champions setelah mengalahkan Manchester City di final sesama klub Inggris. Pada musim yang sama, Manchester United juga mencapai final Liga Europa meski akhirnya kalah.

Meski begitu, belum pernah sebelumnya Inggris memiliki wakil di tiga final kompetisi berbeda sekaligus. Itulah yang membuat pencapaian musim ini terasa istimewa.

Catatan serupa terakhir kali terjadi pada era 1980-an. Pada 1984, Liverpool memenangkan European Cup usai mengalahkan AS Roma, sementara Tottenham menjuarai UEFA Cup setelah menundukkan Anderlecht. Liverpool juga pernah menjuarai European Cup pada 1981 setelah mengalahkan Real Madrid di Paris. Di tahun yang sama, Ipswich Town sukses memenangkan UEFA Cup dengan mengalahkan AZ Alkmaar.

red24