Mahasiswa Manajemen UNPAM Serang Ikuti Program Internasional Perkuat Kolaborasi Global

sorot24.id | TANGERANG – Program Studi Manajemen Universitas Pamulang (UNPAM) PSDKU Serang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui kegiatan International Inbound Student Mobility yang dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026, bertempat di Gedung Viktor Lantai 8, Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama internasional yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Malaysia, yaitu Universiti Malaysia Sarawak, Universiti Teknikal Malaysia Malaka, Universiti Malaysia Terengganu, dan Universiti Kebangsaan Malaysia.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa sekaligus memperluas wawasan global dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Dalam agenda tersebut, Program Studi Manajemen UNPAM PSDKU Serang mengirimkan dua mahasiswa terpilih, yakni Rifa Fauzatul Husnah dan Alfatha Abda. Keduanya berkesempatan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari diskusi akademik, pertukaran wawasan, hingga pengenalan budaya dan sistem pendidikan internasional.

Ketua Program Studi Manajemen UNPAM PSDKU Serang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan daya saing mahasiswa di tingkat global.

“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik internasional, tetapi juga meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya serta memperluas jaringan global,” ujarnya.

Lebih lanjut, kerja sama dengan universitas di Malaysia ini diharapkan dapat menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi berkelanjutan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu peserta, Rifa Fauzatul Husnah, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti program tersebut.

“Ini adalah pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Kami dapat belajar langsung dari lingkungan internasional serta memahami perbedaan budaya dan sistem pendidikan,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Alfatha Abda yang menilai kegiatan ini memberikan dampak positif dalam pengembangan diri mahasiswa. Menurutnya, program ini mampu meningkatkan rasa percaya diri serta kesiapan menghadapi persaingan global di masa depan.

Dengan terselenggaranya kegiatan International Inbound Student Mobility, Program Studi Manajemen UNPAM PSDKU Serang semakin mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif dalam membangun jejaring internasional.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.

red24_RG

‎Penutupan Kongres ke-V BEM Banten Bersatu, Pendidikan Berdampak untuk Indonesia Maju

sorot24.id | SERANG – Kongres ke-V BEM Banten Bersatu resmi ditutup dengan penuh khidmat di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang. Penutupan kongres ini menjadi momentum reflektif sekaligus penguatan arah gerakan mahasiswa ke depan, yang ditandai dengan pelaksanaan kuliah umum bertema :

“Pendidikan Berdampak untuk Indonesia Maju”.

Kuliah umum tersebut dihadiri dan diisi langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, yang memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya peran pendidikan tinggi dalam mendorong kemajuan bangsa.

foto/dok : istimewa . [red24] .
‎Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Fauzan menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berhenti pada aspek akademik semata, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

‎“Pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan zaman, melahirkan solusi atas persoalan bangsa, serta menciptakan generasi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global,” ujarnya.

‎Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan mahasiswa dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada kemajuan Indonesia.

‎Sementara itu, Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kongres ke-V ini bukan sekadar forum formal, melainkan ruang konsolidasi gerakan mahasiswa Banten dalam merespons dinamika sosial dan kebangsaan.

‎“Kongres ini menjadi titik tolak baru bagi BEM Banten Bersatu untuk terus memperkuat peran sebagai mitra kritis pemerintah sekaligus garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Kami percaya, mahasiswa harus hadir sebagai solusi, bukan hanya sebagai pengamat,” tegas Bagas.

‎Bagas juga menambahkan bahwa hasil kongres ini akan menjadi pijakan strategis dalam merumuskan agenda gerakan ke depan yang lebih terarah, progresif, dan berdampak.

‎Dengan berakhirnya rangkaian Kongres ke-V ini, BEM Banten Bersatu diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang visioner serta memperkuat sinergi antar kampus dalam mewujudkan gerakan mahasiswa yang solid dan berintegritas .

red24_RAS

Sinergi Nyata PG-PAUD FKIP UNDHARI : Laboratorium PAUD Dikembangkan Lebih Inovatif dan Kontekstual

sorot24.id | Kab.DHARMASRAYA – Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI) menggelar kegiatan yang bertajuk :

“Sinergi Prodi PGPAUD FKIP UNDHARI dan Mitra dalam Penguatan Laboratorium PAUD Sesuai Visi Keilmuan”

Pada Sabtu–Minggu, 11–12 April 2026 (12/4/2026), bertempat di G Coffee, Jorong Palo Padang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran laboratorium PAUD sebagai pusat pengembangan pembelajaran yang relevan, inovatif, dan aplikatif. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai mitra sekolah dari sejumlah daerah di Sumatera Barat, di antaranya Kabupaten Solok Selatan, Dharmasraya, dan Sijunjung. Turut hadir pula organisasi profesi seperti HIMPAUDI dan IGTKI, dosen PG-PAUD, serta pimpinan Universitas Dharmas Indonesia.

FKIP UNDHARI gelar kegiatan “Sinergi Prodi PGPAUD FKIP UNDHARI dan Mitra dalam Penguatan Laboratorium PAUD Sesuai Visi Keilmuan” . foto/dok : istimewa . [red24] .
Ketua Program Studi PG-PAUD, Sri Yunimar Ningsih, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan penguatan laboratorium PAUD yang mampu menjawab tantangan pembelajaran anak usia dini di era modern.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa laboratorium PAUD tidak hanya menjadi pelengkap akademik, tetapi benar-benar berfungsi sebagai pusat inovasi pembelajaran. Kolaborasi dengan mitra menjadi kunci dalam menghadirkan praktik-praktik terbaik yang kontekstual dan berdampak langsung bagi perkembangan anak usia dini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan mitra lapangan sangat penting dalam menyelaraskan teori dan praktik.

“Kami berkomitmen menjadikan laboratorium PAUD sebagai ruang belajar yang hidup, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta sejalan dengan visi keilmuan prodi yang berorientasi pada kualitas dan kebermanfaatan,” tambahnya.

Wakil Rektor III UNDHARI, Assoc. Prof. Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif Prodi PG-PAUD dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, penguatan laboratorium berbasis kemitraan merupakan langkah konkret dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya pada jenjang anak usia dini.

Senada dengan itu, Dekan FKIP UNDHARI, Assoc. Prof. Dr. Estuhono, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong inovasi pendidikan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Sementara itu, Ketua Bidang Kerja Sama, Dr. Fitria Sari, M.Pd., menekankan pentingnya keberlanjutan kerja sama antara kampus dan mitra sebagai fondasi pengembangan program yang berdaya saing.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, pemaparan materi, serta perumusan langkah strategis pengembangan laboratorium PAUD ke depan. Suasana kolaboratif yang terbangun diharapkan mampu menghasilkan model laboratorium PAUD yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aplikatif dan berdampak luas bagi masyarakat.

red24_RG

M. Abdurahman Resmi Terpilih Sebagai Koordinator Umum BEM Banten Bersatu periode 2026–2027

sorot24.id | SERANG – Kongres ke-V BEM Banten Bersatu secara resmi telah menetapkan saudara M. Abdurahman sebagai Koordinator Umum BEM Banten Bersatu periode 2026–2027. Penetapan ini merupakan hasil dari proses demokratis yang berlangsung secara musyawarah mufakat, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kolektif, partisipatif, dan semangat demi persatuan mahasiswa se-Banten.

‎Terpilihnya M. Abdurahman diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi, memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa, serta menghadirkan peran strategis BEM Banten Bersatu sebagai garda terdepan dalam merespons berbagai isu sosial, pendidikan, dan kebangsaan yang asa di Provinsi Banten.

‎Dalam momentum tersebut, Bagas Yulianto selaku Koordinator Umum demisioner menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap kepemimpinan yang baru.

‎“Alhamdulillah, proses panjang yang kita lalui bersama telah sampai pada titik estafet kepemimpinan. Saya mengucapkan selamat kepada saudara M. Abdurahman atas amanah yang diberikan. Ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk menjaga marwah gerakan mahasiswa Banten,” ujar Bagas.

‎Ia juga menambahkan : “bahwa kepemimpinan adalah tentang keberlanjutan dan kolaborasi” .

‎“Saya percaya, dengan semangat kolektif dan komitmen yang kuat, Abdur mampu membawa BEM Banten Bersatu menjadi lebih progresif, solid, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Terima kasih kepada seluruh kawan-kawan yang telah membersamai perjuangan ini. Kini saatnya kita memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan yang baru,” lanjutnya.

‎Kongres ke-V BEM Banten Bersatu tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang refleksi dan konsolidasi gerakan untuk menjawab tantangan ke depan.

‎”Dengan terpilihnya Koordinator Umum yang baru, diharapkan BEM Banten Bersatu semakin kokoh sebagai wadah perjuangan mahasiswa yang inklusif, kritis, dan berorientasi pada kepentingan rakyat”, pungkasnya .

red24_RAS

‎BEM Banten Bersatu Gelar Kongres Ke-V Perkuat Komitmen Kawal Demokrasi dan Pembangunan Daerah

‎​sorot24.id | SERANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Banten yang tergabung dalam aliansi BEM Banten Bersatu resmi membuka Kongres Ke-V yang dilaksanakan pada jum’at, 10 April 2026 bertempat di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Serang.

‎Agenda besar ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa dalam mengawal demokrasi serta memperjuangkan keadilan sosial di tanah jawara.

‎Dengan mengusung tema :

“Konsolidasi Gerakan Mahasiswa Banten untuk Kepemimpinan dalam Mengawal Demokrasi, Keadilan Sosial, dan Pembangunan Daerah”

Kongres ini dihadiri oleh perwakilan elemen mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banten.

‎​Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto, menegaskan bahwa kongres ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan ruang refleksi untuk memastikan mahasiswa tetap menjadi penggerak utama dalam dinamika sosial-politik.

‎​“Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus hadir sebagai pengawal nilai-nilai demokrasi. Kongres ini adalah titik tolak untuk memperkuat kepemimpinan kolektif mahasiswa Banten yang progresif, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Bagas dalam sambutannya.

‎​Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah. Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, yang hadir memberikan pandangan strategis, menekankan pentingnya kompetensi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan di tengah tantangan dunia kerja yang dinamis.

‎​Senada dengan hal tersebut, Anggota DPD RI, Ade Yuliasih, menyoroti peran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah. Ia menekankan bahwa sinergi antara intelektual muda dan lembaga perwakilan sangat dibutuhkan untuk memastikan kebijakan pembangunan daerah tetap berpihak pada kepentingan rakyat.

‎​Melalui kongres ini, BEM Banten Bersatu menargetkan lahirnya rekomendasi strategis dan kepemimpinan baru yang berintegritas,dengan tagline :

“Mengabdi Tanpa Pamrih, Bergerak Tanpa Takut, Berdampak untuk Rakyat.”

Aliansi ini berkomitmen tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Banten .

red24_RAS

‎Dua Srikandi SD Teknologi Pilar Bangsa Sepatan Sabet Juara 2 dan 3 di FLS3N 2026 Tingkat Kecamatan Sepatan

‎​sorot24.id | TANGERANG – SD Teknologi Pilar Bangsa Sepatan kembali mengukuhkan eksistensinya di bidang non akademik. Dalam ajang bergengsi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 tingkat Kecamatan Sepatan yang berlangsung meriah pada hari ini, Selasa, 07 April 2026, dua siswi terbaik sekolah tersebut berhasil membawa pulang trophy kemenangan.

‎​Kegiatan yang mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa Melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya” tersebut dipusatkan di Komplek SDN Sepatan I, II, dan III. Dimulai sejak pukul 08.00 WIB s/d Selesai, kompetisi ini mempertemukan talenta-talenta muda berbakat dari berbagai peserta sekolah dasar di seluruh wilayah Kecamatan Sepatan.

‎​Dua siswi yang dijuluki sebagai “Srikandi Pilar Bangsa” ini sukses menonjol di antara puluhan peserta lainnya.

‎​Nafiisah Putri Irawan,berhasil meraih Juara 2 dalam cabang Lomba Menulis Cerita dan ​Zafira Sudirman,berhasil meraih Juara 3 dalam cabang Lomba Mendongeng.

‎​Dalam kesempatan tersebut, Nafiisah dan Zafira mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas pencapaian ini.

Nafiisah dan Zafira siswi SD Teknologi Pilar Bangsa Sepatan . foto/dok : istimewa . [red24] .
​”Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada orang tua yang selalu mendoakan, guru pembimbing yang sabar melatih kami, serta pihak sekolah yang terus memberikan dukungan penuh. Tanpa support mereka, kami tidak akan sampai di titik ini,” ujar mereka kompak.

Mengenai pengalaman berkompetisi di tingkat kecamatan, keduanya mengaku sangat antusias. ​Kesan kami tentu sangat senang dan bangga bisa ikut berlaga di FLS3N tahun ini.

‎”Persaingannya luar biasa, tapi itu justru memotivasi kami. Harapannya, kami bisa terus memperbaiki diri agar kedepannya bisa melaju hingga kancah nasional dan membawa nama baik sekolah serta daerah,” tambah Nafiisah.

‎​Tak lupa, dua Srikandi ini memberikan pesan penyemangat bagi teman-teman sejawatnya di SD Teknologi Pilar Bangsa Sepatan. ​”Untuk teman-teman semua, tetap semangat dan jangan pernah menyerah. Ingatlah bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Kita pasti bisa meraih cita-cita jika kita selalu berdoa dan terus berusaha keras,” pesan Zafira memotivasi.

‎​Kepala SD Teknologi Pilar Bangsa Sepatan, Alviyanti Damayanti, S.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya saat mendampingi anak didiknya. Ia menyatakan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kerja keras dan dedikasi siswa serta guru pembimbing.

‎​”Kami ucapkan selamat kepada Nafiisah dan Zafira atas prestasi yang didapatkan. Raihan juara ini bukan hanya sekadar piala, tapi bukti nyata potensi besar yang mereka miliki. Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh siswa untuk terus berani berkarya,” ujar Alviyanti.

‎​Keberhasilan di FLS3N 2026 ini semakin mempertegas komitmen SD Teknologi Pilar Bangsa Sepatan dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan minat di bidang seni dan sastra. Sekolah berharap tren positif ini terus berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi, sejalan dengan misi mencetak generasi yang kreatif dan berkarakter.

red24_RAS

Ilustrasi Potret Kasih Sayang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam

 

 

Sorot24.id | Religius – Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Nabi yang diutus sebagai rahmat untuk seluruh Alam, dan beliau adalah seorang Nabi yang sangat penyayang terhadap seluruh makhluk, baik manusia, binatang maupun tumbuhan. Berikut ini beberapa hadits yang menjelaskan kasih sayang Nabi terhadap sesama manusia, sekalipun manusia tersebut kafir dan menolak dakwah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya dia pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apakah Anda pernah melewati (merasakan) suatu hari yang lebih berat dibandingkan hari perang Uhud?”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab,

لَقَدْ لَقِيتُ مِنْ قَوْمِكِ مَا لَقِيتُ وَكَانَ أَشَدَّ مَا لَقِيتُ مِنْهُمْ يَوْمَ الْعَقَبَةِ إِذْ عَرَضْتُ نَفْسِي عَلَى ابْنِ عَبْدِ يَالِيلَ بْنِ عَبْدِ كُلَالٍ فَلَمْ يُجِبْنِي إِلَى مَا أَرَدْتُ فَانْطَلَقْتُ وَأَنَا مَهْمُومٌ عَلَى وَجْهِي فَلَمْ أَسْتَفِقْ إِلَّا وَأَنَا بِقَرْنِ الثَّعَالِبِ فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا أَنَا بِسَحَابَةٍ قَدْ أَظَلَّتْنِي فَنَظَرْتُ فَإِذَا فِيهَا جِبْرِيلُ فَنَادَانِي فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ وَمَا رَدُّوا عَلَيْكَ وَقَدْ بَعَثَ إِلَيْكَ مَلَكَ الْجِبَالِ لِتَأْمُرَهُ بِمَا شِئْتَ فِيهِمْ فَنَادَانِي مَلَكُ الْجِبَالِ فَسَلَّمَ عَلَيَّ ثُمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ فَقَالَ ذَلِكَ فِيمَا شِئْتَ إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمْ الْأَخْشَبَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

” Sungguh aku banyak merasakan gangguan (perlakuan jahat) dari kaummu. Dan gangguan paling berat yang datang dari mereka adalah ketika kejadian pada hari Al-Aqabah ketika aku menawarkan diriku kepada Ibnu ‘Abdi Yalil bin ‘Abdi Kulal namun dia tidak mau memenuhi keinginanku.

Lalu aku pergi dengan wajah sedih, aku tidak sadar kecuali aku telah berada di Qarnu ats-Tsa’aalib. Aku mengangkat kepalaku ternyata aku berada di bawah awan yang menaungiku, dan ternyata di atasnya ada Jibril ‘alaihissalam, lalu dia memanggilku seraya berkata, “Sesungguhnya Allah mendengar ucapan kaummu terhadapmu dan apa bantahan mereka kepadamu. Dan Dia (Allah) telah mengutus kepadamu Malaikat penjaga gunung, untuk kamu perintahkan sesuai kehendakmu terhadap mereka.

”Kemudian Malaikat penjaga gunung memanggilku, lalu memberi salam kepadaku kemudian berkata, “Wahai Muhammad, apa yang kamu inginkan katakanlah. Jika kamu ingin aku akan timpakan kepada mereka dua gunung Akhsyab (niscaya akan aku lakukan).” Maka Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ” Tidak (aku tidak ingin itu), akan tetapi aku berharap kepada Allah bahwa akan terlahir dari tulang sulbi mereka orang-orang yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” (HR. Al-Bukhari no. 3059 dan Muslim no. 4754 dan redaksi ini ada dalam Shahih al-Bukhari)

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,

أن امرأة وجدت في بعض مغازي رسول الله صلى الله عليه وسلم مقتولة . فأنكر رسول الله صلى الله عليه وسلم قتل النساء والصبيان >> رواه البخاري ومسلم

” Sesungguhnya pernah ada seorang perempuan yang terbunuh pada salah satu peperangan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengingkari (menolak dan tidak membenarkan) pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak.” (HR. Al-Bukhari (2851) Muslim (4645))

Dan dalam riwayat lain,

وفي رواية لهما ( وجدت امرأة مقتولة في بعض تلك المغازي . فنهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن قتل النساء والصبيان

” Ada seorang perempuan yang terbunuh pada salah satu peperangan tersebut. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak.” (HR. Al-Bukhari Muslim (4646))

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,

كان غلام يهودي يخدم النبي صلى الله عليه وسلم فمرض ، فأتاه النبي صلى الله عليه وسلم يعوده ، فقعد عند رأسه ، فقال له : أسلم . فنظر إلى أبيه وهو عنده ، فقال له : أطع أبا القاسم صلى الله عليه وسلم ، فأسلم ، فخرج النبي صلى الله عليه وسلم وهو يقول : الحمد لله الذي أنقذه من النار >> رواه البخاري

” Dahulu ada seorang anak Yahudi yang senantiasa melayani (membantu) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian ia sakit. Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatanginya untuk menjenguknya, lalu beliau duduk di dekat kepalanya, kemudian berkata, ” Masuk Islam-lah!” Maka anak Yahudi itu melihat ke arah ayahnya yang ada di dekatnya, maka ayahnya berkata, ‘Taatilah Abul Qasim (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam).

”Maka anak itu pun masuk Islam. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar seraya bersabda, ” Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari Neraka.”” [Shahih Bukhari, No. 1356, 5657]

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من قتل نفسا معاهدا لم يرح رائحة الجنة ، وإن ريحها ليوجد من مسيرة أربعين عاما . رواه البخاري

”Barang siapa yang membunuh seorang kafir Mu’ahad tidak akan mencium aroma Surga, padahal aroma Surga sungguh didapatkan dari jarak sejauh empat puluh tahun perjalanan.” (HR. al-Bukhari)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata,

قيل : يا رسول الله ! ادع على المشركين . قال ” إني لم أبعث لعانا . وإنما بعثت رحمة “. رواه مسلم

Dikatakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ”Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam! Doakanlah keburukan (laknatlah) atas kaum musyrikin.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ” Sesungguhnya aku diutus bukan sebagai pelaknat, namun aku diutus sebagai rahmat (pembawa kasih sayang).” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia berkata,

كنت أدعو أمي إلى الإسلام وهي مشركة . فدعوتها يوما فأسمعتني في رسول الله صلى الله عليه وسلم ما أكره . فأتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا أبكي . قلت : يا رسول الله ! إني كنت أدعو أمي إلى الإسلام فتأبى علي . فدعوتها اليوم فأسمعتني فيك ما أكره . فادع الله أن يهدي أم أبي هريرة . فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” اللهم ! اهد أم أبي هريرة ” فخرجت مستبشرا بدعوة نبي الله صلى الله عليه وسلم . فلما جئت فصرت إلى الباب . فإذا هو مجاف . فسمعت أمي خشف قدمي . فقالت : مكانك ! يا أبا هريرة ! وسمعت خضخضة الماء . قال فاغتسلت ولبست درعها وعجلت عن خمارها . ففتحت الباب . ثم قالت : يا أبا هريرة ! أشهد أن لا إله إلا الله ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله . قال فرجعت إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فأتيته وأنا أبكي من الفرح . قال قلت : يا رسول الله ! أبشر قد استجاب الله دعوتك وهدى أم أبي هريرة . فحمد الله وأثنى عليه وقال خيرا . قال قلت : يا رسول الله ! ادع الله أن يحببني أنا وأمي إلى عبادة المؤمنين ، ويحببهم إلينا . قال فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” اللهم ! حبب عبيدك هذا – يعني أبا هريرة – وأمه إلى عبادك المؤمنين . وحبب إليهم المؤمنين ” فما خلق مؤمن يسمع بي ، ولا يراني ، إلا أحبني .. رواه مسلم

” Dahulu aku senantiasa mengajak ibuku agar masuk Islam, saat itu dia adalah wanita musyrik.Pada suatu hari aku mengajaknya, namun dia justru memperdengarkan (berkata) kepadaku tentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sesuatu yang tidak aku sukai.

Maka aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan menangis, lalu aku berkata, ” Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku terus-menerus mengajak ibuku masuk Islam, lalu dia menolakku.

Kemudian pada hari ini aku mengajaknya untuk itu, namun dia justru memperdengarkan kepadaku mengenai dirimu sesuatu yang tidak aku sukai. Maka doakanlah kepada Allah agar memberikan petunjuk kepada ibu Abu Hurairah.

”Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: ” Ya Allah, berilah hidayah kepada ibu Abu Hurairah” Kemudian aku keluar dengan perasaan gembira karena do’a Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut. Ketika sampai rumah, lalu aku melihat ke pintu ternyata aku dapati pintu rumah sedikit terbuka, sehingga ibuku mendengar langkah kedua kakiku, lalu dia berkata:” Tetaplah di tempatmu wahai Abu Hurairah.”. Lalu aku mendengar suara gemericik air

Abu Hurairah berkata:“ Ternyata dia mandi lalu mengenakan pakaian rumahnya dan bergegas memakai kerudungnya, lalu membukakan pintu. Kemudian dia berkata:” Wahai Abu Hurairah, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.”. Abu Hurairah berkata:

“Aku pun kembali menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku menemui beliau sambil menangis karena bahagia.” Kemudian aku berkata:” Wahai Rasulullah, bergembiralah, sesungguhnya Allah telah mengabulkan doa anda dan memberikan hidayah (petunjuk) kepada ibu Abu Hurairah.

”Maka beliaupun memuji Allah, menyanjung-Nya dan mengucapkan kata-kata yang baik. Abu Hurairah berkata, “Aku berkata:” Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar menjadikan aku dan ibuku dicintai oleh hamba-hamba-Nya yang beriman dan agar Allah membuat kami pun mencintai mereka.

“Abu Hurairah berkata:“ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa:” Ya Allah, jadikanlah kedua hambamu ini –yakni, Abu Hurairah- dan ibunya sebagai orang yang dicintai oleh hamba-hamba-Mu yang beriman dan jadikanlah keduanya mencintai orang-orang yang beriman.” Maka sejak itu tidaklah ada seorang mukmin yang tercipta dan mendengar tentang diriku atau melihatku melainkan pasti mencintaiku.” (HR. Muslim dalam Kitab Fadha’il as-Shahabah)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata,

قدم طفيل بن عمرو الدوسي وأصحابه ، على النبي صلى الله عليه وسلم فقالوا : يا رسول الله ، إن دوسا عصت وأبت ، فادع الله عليها ، فقيل : هلكت دوس ، قال : ( اللهم اهد دوسا وأت بهم ) رواه البخاري

”Thufail bin ‘Amr ad-Dausi dan para Shahabatnya datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu mereka berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sesugguhnya suku Daus ingkar dan enggan (masuk Islam), maka doakanlah keburukan atas mereka.” Ada yang mengatakan, ”Celakahlah Daus.” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa, ”Ya Allah berilah hidayah kepada suku Daus dan datangkanlah mereka (dalam keadaan Islam).”

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya para Shahabat berkata,

يا رسول الله ! أحرقتنا نبال ثقيف ، فادع الله عليهم . فقال : اللهم اهد ثقيفا >> رواه الترمذي بسند صحيح

”Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, panah-panah Bani Tsaqif menyerang kami, doakanlah keburukan atas mereka. ”Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Ya Allah berilah hidayah kepada Bani Tsaqif.” (HR. at-Tirmidzi dengan sanad shahih)

Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menjelaskan tentang kasih sayang beliau terhadap manusia dan makhluk lainnya.

Sumber: Gambaran dari Kasih Sayang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, karya Dr. Muhammad bin ‘Adnan as-Saman. Diterjemahkan oleh Abu Yusuf Sujono/Alsofwah

Red24

Foto ilustrasi sedang niat dan berdoa

Sorot24.id | Religius – Di antara rahmat Allah ta’ala bagi hamba-Nya adalah Ia mensyariatkan puasa Syawal setelah bulan Ramadan, agar mereka bisa mendapatkan keutamaan seperti puasa setahun penuh. Berikut ini pembahasan ringkas mengenai fikih puasa Syawal, semoga bermanfaat.

Hukum Puasa Syawal
Puasa Syawal hukumnya mustahab (sunah), berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

“Barangsiapa yang puasa Ramadan lalu mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia mendapat pahala puasa setahun penuh” (HR. Muslim no. 1164).

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni mengatakan:

صَوْمَ سِتَّةِ أَيَّامٍ مِنْ شَوَّالٍ مُسْتَحَبٌّ عِنْدَ كَثِيرٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ

“Puasa enam hari di bulan Syawal hukumnya mustahab menurut mayoritas para ulama” (Al-Mughni, 3/176).

Dijelaskan dalam Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyyah (28/92): “Jumhur ulama dari Malikiyyah, Syafi’iyyah, Hanabilah dan ulama Hanafiyah yang muta’akhir (kontemporer) berpendapat bahwa puasa enam hari di bulan Syawal setelah puasa Ramadan itu mustahab.

Dan dinukil dari Abu Hanifah bahwa beliau berpendapat hukumnya makruh secara mutlak, baik jika dilaksanakan berurutan atau tidak berurutan. Dan dinukil dari Abu Yusuf (ulama Hanafi) bahwa beliau berpendapat hukumnya makruh jika berurutan, namun boleh jika tidak berurutan.

Namun jumhur (mayoritas) ulama Hanafiyah muta’akhirin berpendapat hukumnya tidak mengapa. Ibnu Abidin (ulama Hanafi) dalam kitab At-Tajnis menukil dari kitab Al-Hidayah yang mengatakan: ‘Pendapat yang dipilih para ulama Hanafi muta’akhirin hukumnya tidak mengapa.

Karena yang makruh adalah jika puasa Syawal berisiko dianggap sebagai perpanjangan puasa Ramadan, sehingga ini tasyabbuh terhadap Nasrani. Adapun sekarang, ini sudah tidak mungkin lagi’. Al-Kasani mengatakan: ‘Yang makruh adalah puasa di hari Id, lalu puasa lima hari setelahnya. Adapun jika di hari Id tidak puasa lalu besoknya baru puasa enam hari, ini tidak makruh, bahkan mustahab dan sunah’.”

Maka yang rajih adalah pendapat jumhur ulama yaitu puasa enam hari di bulan Syawal hukumnya mustahab (sunah) sebagaimana ditunjukkan oleh hadis.

Keutamaan Puasa Syawal

Secara umum, semua keutamaan ibadah puasa juga terdapat dalam puasa Syawal. Mengenai keutamaan ibadah puasa, simak artikel tulisan kami “Ternyata Puasa Itu Luar Biasa”

Namun puasa Syawal memiliki keutamaan khusus, yaitu menyempurnakan ibadah puasa Ramadan sehingga senilai dengan puasa setahun penuh. sebagaimana disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

من صام ستَّةَ أيَّامٍ بعد الفطرِ كان تمامَ السَّنةِ من جاء بالحسنةِ فله عشرُ أمثالِها

“Barangsiapa yang puasa enam hari setelah Idul Fitri, maka baginya pahala puasa setahun penuh. Barangsiapa yang melakukan satu kebaikan, baginya ganjaran sepuluh kali lipatnya“

Dalam riwayat lain:

جعل اللهُ الحسنةَ بعشر أمثالِها ، فشهرٌ بعشرةِ أشهرٍ ، وصيامُ ستَّةِ أيامٍ بعد الفطرِ تمامُ السَّنةِ

“Allah menjadikan satu kebaikan bernilai sepuluh kali lipatnya, maka puasa sebulan senilai dengan puasa sepuluh bulan. Ditambah puasa enam hari setelah Idul Fitri membuatnya sempurna satu tahun” (HR. Ibnu Majah no. 1402, dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Ibni Majah no.1402 dan Shahih At-Targhib no. 1007).

Imam An-Nawawi mengatakan:

وَإِنَّمَا كَانَ ذَلِكَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ لِأَنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا فَرَمَضَانُ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ وَالسِّتَّةُ بِشَهْرَيْنِ

“Pahala puasa Syawal seperti puasa setahun penuh. Karena satu kebaikan senilai dengan sepuluh kebaikan. Puasa Ramadan sebulan senilai dengan sepuluh bulan, dan puasa 6 hari senilai dengan dua bulan (60 hari)” (Syarah Shahih Muslim, 8/56).

Buah Dari Puasa Syawal

Puasa Syawal menyempurnakan pahala puasa Ramadan sehingga senilai dengan puasa setahun penuh.
Puasa Syawal dan puasa Sya’ban sebagaimana salat sunah rawatib sebelum dan sesudah salat, ia menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada pada ibadah yang wajib. Karena ibadah-ibadah wajib akan disempurnakan dengan ibadah-ibadah sunah pada hari kiamat kelak.

Kebanyakan orang, puasa Ramadannya mengandung kekurangan dan cacat, maka membutuhkan amalan-amalan yang bisa menyempurnakannya.
Terbiasa puasa selepas puasa Ramadan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadan. Karena ketika Allah menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberikan ia taufik untuk melakukan amalan saleh selanjutnya. Sebagaimana perkataan sebagian salaf:
ثواب الحسنة الحسنة بعدها

“Balasan dari kebaikan adalah (diberi taufik untuk melakukan) kebaikan selanjutnya”

Maka barangsiapa yang melakukan suatu kebaikan, lalu diikuti dengan kebaikan lainnya, ini merupakan tanda amalan kebaikannya tersebut diterima oleh Allah. Sebagaimana barangsiapa yang melakukan suatu kebaikan, namun kemudian diikuti dengan keburukan lainnya, ini merupakan tanda amalan kebaikannya tersebut tidak diterima oleh Allah.

Orang-orang yang berpuasa Ramadan disempurnakan pahalanya di hari Idul Fitri dan diampuni dosa-dosanya. Maka hari Idul Fitri adalah hari pemberian ganjaran kebaikan. Sehingga puasa setelah hari Idul Fitri adalah bentuk syukur atas nikmat tersebut. Sedangkan tidak ada nikmat yang lebih besar selain pahala dari Allah ta’ala dan ampunan dari Allah.

Tata Cara Puasa Syawal

Tata cara puasa Syawal secara umum sama dengan tata cara puasa Ramadan. Silakan simak tata cara puasa Ramadan pada artikel kami Ringkasan Fikih Puasa Ramadan. Perbedaannya ada pada beberapa hal:

1. Boleh niat Puasa Setelah Terbit Fajar

Telah kita ketahui bersama bahwa disyaratkan untuk menghadirkan niat pada malam hari sebelum puasa, yaitu sebelum terbit fajar. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

من لم يبيِّتِ الصِّيامَ قبلَ الفَجرِ، فلا صيامَ لَهُ

“Barangsiapa yang tidak menghadirkan niat puasa di malam hari sebelum terbit fajar, maka tidak ada puasa baginya” (HR. An-Nasai no. 2331, dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih An-Nasai)

Namun para ulama menjelaskan bahwa ini berlaku untuk puasa wajib. Adapun puasa nafilah (sunah) maka boleh menghadirkan niat setelah terbit fajar. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan hal tersebut. Sebagaimana dalam hadis Aisyah radhiyallahu ‘anha:

قال لي رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ ، ذاتَ يومٍ

يا عائشةُ ! هل عندكم شيٌء ؟

قالت فقلتُ : يا رسولَ اللهِ ! ما عندنا شيٌء

قال فإني صائمٌ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepadaku pada suatu hari: ‘Wahai Aisyah, apakah engkau memiliki sesuatu (untuk dimakan pagi ini?)’. Aku menjawab: ‘wahai Rasulullah, kita tidak memiliki sesuatupun (untuk dimakan)’. Beliau lalu bersabda: ‘kalau begitu aku akan puasa’” (HR. Muslim no. 1154).

Imam An-Nawawi mengatakan:

وَفِيهِ دَلِيلٌ لِمَذْهَبِ الْجُمْهُورِ أَنَّ صَوْمَ النَّافِلَةِ يَجُوزُ بِنِيَّةٍ فِي النَّهَارِ قَبْلَ زَوَالِ الشَّمْسِ

“Hadis ini merupakan dalil bagi jumhur ulama bahwa dalam puasa sunah boleh menghadirkan niat di siang hari sebelum zawal (matahari mulai bergeser dari tegak lurus)” (Syarah Shahih Muslim, 8/35).

2. Tidak Harus Berurutan

Tidak sebagaimana puasa Ramadan, puasa Syawal tidak disyaratkan harus berurutan (mutatabi’ah) dalam pelaksanaannya. Boleh dilakukan secara terpisah-pisah (mutafarriqah) harinya. Syekh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan,

صيام ست من شوال سنة ثابتة عن رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ويجوز صيامها متتابعة ومتفرقة ؛ لأن الرسول – صلى الله عليه وسلم – أطلق صيامها ولم يذكر تتابعاً ولا تفريقاً ، حيث قال – صلى الله عليه وسلم

من صام رمضان ثم أتبعه ستاً من شوال كان كصيام الدهر

أخرجه الإمام مسلم في صحيحه

“Puasa enam hari di bulan Syawal telah sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. menyebutkan puasa Syawal secara mutlak (baca: tanpa sifat-sifat tambahan) dan tidak disebutkan harus berurutan atau harus terpisah-pisah. Beliau bersabda: ‘Barangsiapa yang puasa Ramadan lalu diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, ia mendapatkan pahala puasa setahun penuh‘ (HR. Muslim dalam Sahihnya)” (Majmu’ Fatawa wa Maqalah Mutanawwi’ah, 15/391).

3. Boleh Membatalkan Puasa Dengan Atau Tanpa Uzur

Dibolehkan membatalkan puasa nafilah (sunah) baik karena suatu uzur syar’i maupun tanpa uzur. Berdasarkan hadis Aisyah radhiallahu’anha,

دخل علي النبي صلى الله عليه وسلم ذات يوم فقال : هل عندكم شيء ؟ فقلنا : لا ، قال : فإني إذن صائم ، ثم أتانا يوما آخر فقلنا : يا رسول الله أهدي لنا حيس ، فقال أرينيه فلقد أصبحت صائما ، فأكل

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suatu hari masuk ke rumah dan bertanya: ‘Wahai Aisyah, apakah engkau memiliki sesuatu (untuk dimakan)?’. Aisyah menjawab: tidak’. Beliau bersabda: ‘kalau begitu aku akan berpuasa’. Kemudian di lain hari beliau datang kepadaku, lalu aku katakan kepada beliau: ‘Wahai Rasulullah, ada yang memberi kita hadiah berupa hayis (sejenis makanan dari kurma)’. Nabi bersabda: ‘kalau begitu tunjukkan kepadaku, padahal tadi aku berpuasa’. Lalu Nabi memakannya” (HR. Muslim no. 1154).

Juga berdasarkan hadis dari Ummu Hani’ radhiyallahu ‘anha, beliau bertanya:

لقدْ أفطرتُ وكنتُ صائمةً فقال لها أكنتِ تقضينَ شيئًا قالتْ لا قالَ فلا يضرُّكِ إنْ كانَ تطوعًا

“Wahai Rasulullah, aku baru saja membatalkan puasa sedangkan tadi aku berpuasa, bolehkah? Nabi bertanya: ‘apakah itu puasa qada?’ Aku menjawab: ‘bukan’. Nabi bersabda: ‘Jika demikian maka tidak mengapa, yaitu jika puasa tersebut puasa tathawwu’ (sunah)‘” (HR. Abu Daud no. 2456, dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abu Daud).

Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan:

إذا كان الصوم نافلة فله أن يفطر، ليس بلازم، له الفطر مطلقاً، لكن الأفضل ألا يفطر إلا لأسباب شرعية: مثل شدة الحر، مثل ضيف نزل به، مثل جماعة لزَّموا عليه أن يحضر زواج أو غيره يجبرهم بذلك فلا بأس

“Jika puasa tersebut adalah puasa sunah, maka boleh membatalkannya, tidak wajib menyempurnakannya. Ia boleh membatalkannya secara mutlak. Namun yang lebih utama adalah tidak membatalkannya kecuali karena sebab yang syar’i, semisal karena panas yang terik, atau badan yang lemas, atau ada orang yang mengundang ke pernikahan, atau hal-hal yang memaksa untuk membatalkan puasa lainnya, maka tidak mengapa.”

4. Bagi wanita hendaknya meminta izin kepada suaminya

Bila seorang wanita ingin mengerjakan puasa sunah, termasuk puasa Syawal, maka wajib meminta izin kepada suaminya terlebih dahulu atau ia mengetahui bahwa suaminya mengizinkan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يحِلُّ للمرأةِ أن تصومَ وزَوجُها شاهِدٌ إلَّا بإذنِه، ولا تأذَنْ في بيته إلا بإذنِه

Tidak halal bagi seorang wanita untuk berpuasa sedangkan suaminya hadir (tidak sedang safar) kecuali dengan seizinnya. Dan tidak halal seorang wanita membiarkan orang lain masuk kecuali dengan seizin suaminya” (HR. Bukhari no. 5195).

Dan puasa yang dimaksud dalam hadis ini adalah puasa sunah, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا تصومُ المرأةُ وبعلُها شاهدٌ إلا بإذنِه غيرَ رمضانَ ولا تأذنْ في بيتِه وهو شاهدٌ إلا بإذنِه

Tidak boleh seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya hadir (tidak sedang safar) kecuali dengan seizinnya, jika puasa tersebut selain puasa Ramadan. Dan tidak boleh seorang wanita membiarkan orang lain masuk kecuali dengan seizin suaminya” (HR. Abu Daud no. 2458, dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Sunan Abu Daud).

Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan:

قَوْلُهُ شَاهِدٌ أَيْ حَاضِرٌ قَوْلُهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْنِي فِي غَيْرِ صِيَامِ أَيَّامِ رَمَضَانَ وَكَذَا فِي غَيْرِ رَمَضَانَ مِنَ الْوَاجِبِ إِذَا تَضَيَّقَ الْوَقْتُ

“Sabda beliau [sedangkan suaminya hadir] maksudnya sedang tidak safar. [kecuali dengan seizinnya] maksudnya selain puasa Ramadan. Demikian juga berlaku pada puasa wajib selain puasa Ramadan jika waktunya sempit (maka tidak perlu izin, -pent.)”.

Beliau juga mengatakan:

وَفِي الْحَدِيثِ أَنَّ حَقَّ الزَّوْجِ آكَدُ عَلَى الْمَرْأَةِ مِنَ التَّطَوُّعِ بِالْخَيْرِ لِأَنَّ حَقَّهُ وَاجِبٌ وَالْقِيَامُ بِالْوَاجِبِ مُقَدَّمٌ عَلَى الْقِيَامِ بِالتَّطَوُّعِ

“Dalam hadis ini terdapat dalil bahwa hak suami lebih ditekankan bagi wanita daripada ibadah sunah. Karena menunaikan hak suami itu wajib dan wajib mendahulukan yang wajib daripada yang sunah” (Fathul Baari, 9/296).

Bolehkah mendahulukan puasa Syawal sebelum menunaikan hutang puasa?

Dalam masalah ini kami nukilkan penjelasan bagus dari Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi dan ini pendapat yang lebih kami condongi dalam masalah ini:

“Para ulama berbeda pendapat mengenai keabsahan dan kebolehan puasa sunah sebelum qada puasa. Mereka khilaf (berselisih) dalam dua pendapat dan dua riwayat dari Imam Ahmad ada pada dua pendapat tersebut. Dan yang sahih hukumnya boleh.

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis sahih yang marfu’:

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر

Barangsiapa yang puasa Ramadan lalu mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia mendapat pahala puasa setahun penuh” (HR. Muslim no. 1164).

Sabda beliau “…puasa Ramadan lalu mengikutinya…” dimaknai oleh sejumlah ulama kepada wajibnya menyempurnakan puasa Ramadan sebelum mengerjakan puasa sunah. Dan ini juga zahir perkataan dari Sa’id bin Musayyab yang dibawakan Al-Bukhari secara mu’allaq (tidak menyebutkan sanad secara lengkap), beliau berkata tentang puasa sunah sepuluh hari (bulan Zulhijah) sebelum qada puasa Ramadan:

لا يصلح حتى يبدأ برمضان

Tidak dibenarkan kecuali diawali dengan (qada) puasa Ramadan

Al-Baihaqi dan Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ats-Tsauri, dari Utsman bin Muhib, ia berkata: Aku mendengar Abu Hurairah ketika ditanya seseorang:

إن عليّ أياماً من رمضان أفأصوم العشر تطوعاً؟ قال: لا، ولم؟ إبدأ بحق الله ثم تطوع بعد ما شت

Saya memiliki beberapa hari hutang puasa Ramadan, bolehkah saya puasa sunah sepuluh hari? Abu Hurairah menjawab: tidak boleh. Orang tersebut bertanya: mengapa? Abu Hurairah menjawab: dahulukan hak Allah, kemudian baru kerjakan yang sunah semaumu“.

Dan diriwayatkan oleh Abdurrazzaq, dari Ibnu Juraij, dari ‘Atha bahwa beliau menganggap hal itu makruh.

Dan diriwayatkan oleh Abdurrazzaq, dari Sufyan, dari Hammad bahwa ia berkata:

سألت إبراهيم وسعيد بن جبير عن رجل عليه أيام من رمضان أيتطوع في العشر؟ قالا: يبدأ بالفريضة

Aku bertanya kepada Ibrahim bin Sa’id bin Jubair tentang seorang lelaki yang memiliki beberapa hari hutang puasa Ramadan, bolehkah ia puasa sunah sepuluh hari? Ibrahim bin Sa’id berkata: tidak boleh, dahulukan yang wajib.

Dan mengakhirkan qada puasa Ramadan hingga bulan Sya’ban hukumnya boleh, berdasarkan perbuatan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Sebagaimana diriwayatkan Al-Bukhari dari Abu Salamah, ia berkata: aku mendengar Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

كان يكون عليَّ الصوم من رمضان فما أستطيع أن أقضي إلا في شعبان

Aku pernah memiliki hutang puasa Ramadan, dan aku tidak bisa menunaikannya hingga di bulan Sya’ban

Pendapat yang sahih adalah boleh mengakhirkan qada puasa Ramadhan walaupun bukan karena darurat, dengan cacatan bahwa menyegerakannya lebih utama. Jika tanpa darurat saja boleh, tentu mengakhirkannya karena mengerjakan puasa Syawal lebih layak untuk dibolehkan. Dan ini adalah salah satu riwayat dari pendapat Imam Ahmad rahimahullah. Dengan catatan, bahwa ulama sepakat bahwa yang lebih utama adalah mendahulukan qada puasa dan melepaskan diri dari tanggungan. Dalam pandangan kami, inilah makna yang diinginkan oleh Abu Hurairah, Sa’id bin Musayyib, Atha, Sa’id bin Jubair, Ibrahim bin Sa’id pada riwayat-riwayat di atas.

Dan perlu dicatat juga, bahwa orang yang tidak puasa Ramadan karena suatu uzur maka ditulis baginya pahala puasa untuk hari yang ia tinggalkan tersebut walaupun ia belum menunaikan qada puasanya. Karena orang yang terhalang karena suatu uzur itu dihukumi sebagaimana orang yang mengamalkan amalan yang sah. Sebagaimana dalam sebuah hadis:

إذا مرض العبد أو سافر كتب له ما كان يعمل وهو صحيح مقيم

Jika seorang hamba sakit atau sedang safar, maka ditulis baginya pahala amalan yang biasa ia lakukan dalam keadaan sehat dan tidak safar” (HR. Bukhari no. 2996).

Dan qada puasa Ramadan waktunya luas, sedangkan puasa Syawal waktunya terbatas, sempit dan cepat berlalu”

Menggabung niat puasa Syawal dengan puasa lainnya

Masalah ini dikenal dalam ilmu fikih sebagai masalah tasyrik an niyyat atau tasyrik ibadatain fi niyyah (menggabung beberapa niat dalam ibadah). Ada tiga rincian dalam masalah ini, yaitu sebagai

berikut:

فَإِنْ كَانَ مَبْنَاهُمَا عَلَى التَّدَاخُل كَغُسْلَيِ الْجُمُعَةِ وَالْجَنَابَةِ، أَوِ الْجَنَابَةِ وَالْحَيْضِ، أَوْ غُسْل الْجُمُعَةِ وَالْعِيدِ، أَوْ كَانَتْ إِحْدَاهُمَا غَيْرَ مَقْصُودَةٍ كَتَحِيَّةِ الْمَسْجِدِ مَعَ فَرْضٍ أَوْ سُنَّةٍ أُخْرَى، فَلاَ يَقْدَحُ ذَلِكَ فِي الْعِبَادَةِ؛ لأِنَّ مَبْنَى الطَّهَارَةِ عَلَى التَّدَاخُل، وَالتَّحِيَّةُ وَأَمْثَالُهَا غَيْرُ مَقْصُودَةٍ بِذَاتِهَا، بَل الْمَقْصُودُ شَغْل الْمَكَانِ بِالصَّلاَةِ، فَيَنْدَرِجُ فِي غَيْرِهِ.

أَمَّا التَّشْرِيكُ بَيْنَ عِبَادَتَيْنِ مَقْصُودَتَيْنِ بِذَاتِهَا كَالظُّهْرِ وَرَاتِبَتِهِ، فَلاَ يَصِحُّ تَشْرِيكُهُمَا فِي نِيَّةٍ وَاحِدَةٍ؛ لأِنَّهُمَا عِبَادَتَانِ مُسْتَقِلَّتَانِ لاَ تَنْدَرِجُ إِحْدَاهُمَا فِي الأْخْرَى

“[1] Jika latar belakang pelaksanaan kedua ibadah tersebut karena sifatnya tadakhul (saling bertemu satu sama lain), sebagaimana mandi Jum’at dan mandi janabah (ketika dalam kondisi junub di hari Jum’at, -pent.), atau mandi janabah dan mandi haid, atau mandi Jum’at dan mandi untuk salat Id, atau [2] salah satu dari ibadah tersebut ghayru maqshudah bidzatiha (yang dituntut bukan zat dari ibadahnya, -pent.) sedangkan ibadah yang lain adalah ibadah wajib atau sunah, maka ini tidak mencacati ibadah (baca: boleh). Karena landasan dari taharah memang at-tadakhul dan salat tahiyyatul masjid dan yang semisalnya yang dituntut bukan zat dari ibadahnya, namun yang dituntut adalah mengerjakan salat ketika masuk masjid (apapun salat itu, -pent.). Maka ibadah tersebut bisa masuk pada ibadah

yang lain. Adapun [3] menggabungkan niat antara dua ibadah maqshudah bi dzatiha (yang dituntut adalah zat ibadahnya), seperti menggabungkan salat zuhur dengan salat rawatib zuhur, maka tidak sah menggabungkan keduanya dalam satu niat, karena keduanya adalah dua ibadah yang berdiri sendiri, yang tidak bisa masuk antara satu dengan yang lain” (Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyyah, 12/24).

Maka dari kaidah ini bisa kita jawab permasalah-permasalahan berikut:

1. Menggabung puasa Syawal dengan qada puasa

Hukumnya tidak boleh dan tidak sah, karena puasa Syawal dan qada puasa Ramadan keduanya adalah ibadah yang maqshudah bi dzatiha. Keduanya adalah ibadah yang berdiri sendiri, sehingga tidak sah jika digabungkan dalam satu niat.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan:

أما أن تصوم الست بنية القضاء والست فلا يظهر لنا أنه يحصل لها بذلك أجر الست، الست تحتاج إلى نية خاصة في أيام مخصوصة

“Adapun jika anda puasa Syawal dengan menggabung niat puasa qada dan puasa Syawal, maka saya memandang puasa Syawalnya tidak sah. Karena puasa Syawal membutuhkan niat khusus dan membutuhkan hari-hari yang khusus”

2. Menggabung puasa Syawal dengan puasa ayyamul bidh

Hukumnya boleh dan sah. Karena puasa ayyamul bidh adalah ibadah yang ghayru maqshudah bidzatiha. Ketika seseorang melaksanakan puasa 3 hari dalam satu bulan, kapanpun harinya dan apapun jenis puasa yang ia lakukan (yang disyariatkan) maka ia sudah mendapatkan keutamaan puasa ayyamul bidh.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menyatakan:

إذا صام ست أيام من شوال سقطت عنه البيض ، سواء صامها عند البيض أو قبل أو بعد لأنه يصدق عليه أنه صام ثلاثة أيام من الشهر ، وقالت عائشة رضي الله عنها : ” كان النبي صلى الله عليه وسلم يصوم ثلاثة أيام من كل شهر لا يبالي أصامها من أول الشهر أو وسطه أو آخره ” ، و هي من جنس سقوط تحية المسجد بالراتبة فلو دخل المسجد

“Jika seseorang berpuasa enam hari di bulan Syawal, gugur darinya tuntutan puasa ayyamul bidh. Baik ia puasa Syawal ketika al-bidh (ketika bulan purnama sempurna), sebelumnya atau setelahnya, karena ia telah berpuasa tiga hari dalam satu bulan.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa berpuasa tiga hari setiap bulan, tanpa peduli apakah itu awal bulan atau tengah bulan atau akhirnya’. Ini sejenis dengan gugurnya tuntutan salat tahiyatul masjid dengan mengerjakan salat rawatib jika seseorang masuk masjid”

3. Menggabung puasa Syawal dengan puasa Senin-Kamis

Hukumnya boleh dan sah. Karena puasa Senin-Kamis adalah ibadah yang ghayru maqshudah bidzatiha. Karena puasa Senin-Kamis disyariatkan bukan karena zatnya, namun karena diangkatnya amalan di hari itu sehingga dianjurkan berpuasa, apapun puasa yang dilakukannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

bersabda:

إن الأعمال ترفع يوم الاثنين والخميس فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم

Sesungguhnya catatan amalan diangkat pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika catatan amalanku diangkat ketika aku sedang puasa” (HR. Ibnu Wahb dalam Al-Jami’, dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 1583).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengatakan:

إذا اتفق أن يكون صيام هذه الأيام الستة في يوم الاثنين أو الخميس فإنه يحصل على أجر الاثنين بنية أجر الأيام الستة، وبنية أجر يوم الاثنين أو الخميس

“Jika puasa Syawal bertepatan dengan hari Senin atau Kamis, maka ia mendapatkan pahala puasa Senin-Kamis dengan niat puasa Syawal atau dengan puasa Senin-Kamis” (Fatawa Al-Islamiyah, 2/154).

Demikian pembahasan singkat mengenai fikih puasa Syawal. Semoga menjadi tambahan ilmu bagi kita semua, dan semoga Allah ta’ala memudahkan kita untuk mengamalkannya.

Wabillahi at-taufiq was-sadaad.

Red24

Bakti Sosial SMAN 24 Tangerang, “Bahagiamu Bahagia Ku” Menebar Kepedulian di Panti Asuhan Izmi

sorot24.id | TANGERANG – Semangat kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh siswa-siswi SMAN 24 Kabupaten Tangerang melalui kegiatan bakti sosial bertajuk “Bahagiamu Bahagia Ku”.

Kegiatan tersebut digelar di Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Izmi, Kampung Enle, Tegal Nyaring, Kutabumi, Kecamatan Pasar Kamis, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi wujud nyata empati generasi muda terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim piatu dan dhuafa.

Dalam suasana penuh kehangatan, para siswa membagikan berbagai bantuan berupa paket sembako, makanan, serta bingkisan yang disambut dengan wajah ceria anak-anak panti asuhan.

Pengurus Panti Asuhan Yatim Piatu dan Dhuafa Izmi, Mevi Amirullah, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan para pelajar SMAN 24.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada siswa-siswi SMAN 24 yang telah meluangkan waktu dan perhatian untuk anak-anak di panti ini. Ini menunjukkan bahwa mereka tumbuh menjadi generasi yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Kami juga mengapresiasi para orang tua dan dewan guru yang telah mendidik mereka dengan baik,” ujarnya.

Perwakilan siswa SMAN 24 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menanamkan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kami di panti asuhan,semoga bantuan yang kami berikan tidak hanya bermanfaat secara materi, tetapi juga dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi mereka,” ungkapnya.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan buka puasa bersama, doa bersama, serta interaksi hangat antara siswa dan anak-anak panti.

Suasana penuh kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Para guru siswa turut hadir mendampingi kegiatan tersebut, memberikan dukungan serta memastikan kegiatan berjalan dengan lancar dan penuh makna.

Kegiatan bakti sosial ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga membangun karakter kepedulian, empati, dan solidaritas sosial di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ini,SMAN 24 Kabupaten Tangerang kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta semangat berbagi kepada masyarakat.

red24_RG

Perkuat Akses Pendidikan Sri Panggung Tinjau Langsung Program Beasiswa Sinar Pendidikan Lestari

sorot24.id | TANGERANG – Di Bulan Suci Ramadhan yang penuh berkah, Sri Panggung Lestari melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) sekaligus silaturahmi bersama para penerima beasiswa Program Sinar Pendidikan Lestari, yang merupakan program bantuan pendidikan melalui sekolah Paket C bagi para pemuda di Kecamatan Panongan. Kamis,5/3/2026 .

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan bahwa program bantuan pendidikan tersebut berjalan dengan baik serta benar-benar memberikan manfaat bagi para penerimanya.

Sri Panggung Lestari bersama tim manajemen SINAR PENDIDIKAN LESTARI. foto /dok : red24

Dalam suasana Ramadhan yang hangat dan penuh kebersamaan, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara para peserta program, pendamping, serta pihak penyelenggara.

Melalui program ini, diharapkan 30 pemuda yang sebelumnya terkendala melanjutkan pendidikan formal tetap memiliki kesempatan untuk meraih ijazah setara SMA melalui jalur Paket C.

Bagus Muhamad Rijal, tim manajemen SINAR PENDIDIKAN LESTARI. foto/dok : red24

Pendidikan diyakini sebagai jalan untuk membuka masa depan yang lebih baik, sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

Sri Panggung Lestari menyampaikan,  “bahwa program ini bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi juga bentuk komitmen untuk menghadirkan harapan baru bagi generasi muda”, ujarnya .

Bulan Suci Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, serta semangat berbagi demi kemajuan masyarakat.

“Program Sinar Pendidikan Lestari diharapkan dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi para pemuda untuk melanjutkan pendidikan, meningkatkan kualitas diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih cerah bagi diri mereka dan lingkungannya”, pungkas Sri Panggung Lestari yang beken disapa SPL.

red24_ BMR