sorot24.id | TANGERANG,– Bukan sekadar upacara. Rabu, 1 Oktober 2026, Lapangan Raden Arya Yudhanegara Puspemkab Tangerang Tigaraksa dipenuhi biru KORPRI. Ribuan ASN berdiri tegap. Hening. Khidmat.
Di podium, Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid berdiri sebagai Inspektur Upacara. Jas hitam, peci hitam, suara tegas membelah pagi.
Tema tahun ini: “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”


Tapi Bupati tidak berhenti di tema.
Di depan Forkopimda, Wabup, Kepala OPD dan ribuan ASN, Bupati menegaskan satu kalimat kunci yang jadi sorotan:
“Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan pedoman moral dalam pelayanan publik yang berintegritas, berkeadilan, dan berdampak positif bagi kemajuan Kabupaten Tangerang.”
BACA JUGA : MusrenbangDes Lontar Bahas RKPDes 2027, Keluhan Warga soal Dugaan Dampak Cerobong PLTU Turut Dimediasi
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan seremoni rutin. Ini pengingat: para pahlawan revolusi gugur untuk mempertahankan Pancasila. Tugas ASN hari ini adalah membumikannya dalam kerja nyata.
Mengheningkan cipta. Pembacaan Pancasila. Pembukaan UUD 1945. Naskah Ikrar. Semua menggaung kembali di lapangan itu, mengikat komitmen menjaga NKRI.
Pemkab Tangerang mengajak seluruh ASN: jangan jadikan Pancasila pajangan di dinding. Jadikan kompas moral saat melayani rakyat.
red24/ajis












