DPK KNPI Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan Adakan Diskusi dan santunan Yatim

sorot24.id | JAKARTA – Komite Nasional Pemuda lndonesia Setiabudi mengadakan agenda acara diskusi dan santunan anak Yatim serta di tutup dengan buka puasa bersama di gedung muhammadiyah 15 Karet Setiabudi Jakarta Selatan.

Acara ini dihadiri oleh Richard Achmad Supriyanto Pimpinan KNPl Kota Adm Jakarta Selatan , Pimpinan OKP serta tokoh masyarakat dan para undangan.

Dalam diskusi , Richard Achmad mrnyampaikan,”pemuda adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemuda harus kritis dalam menyikapi situasi nasional saat ini serta situasi geopolitik dunia yang akhir akhir ini tidak ada kepastianya”, ungkapnya .

foto/dok : Istimewa . [red24] .
Pria yang juga berprofesi sebagai akademisi ini menambahkan bahwa pemuda adalah kontrol sosial dalam menjaga keseimbangan program pemerintah.

Sementara di tempat yang sama,Ketua Panitia khomaini Malak menambahkan,  “bahwa pemuda/ KNPl Setiabudi siap mengawal serta mengkritisi program – program pemerintah yang tidak sesuai pelaksanaanya untuk masyarakat”, pungkasnya .

Setelah berdiskusi dan memberikan santunan kepada anak yatim acara di tutup dengan tausyiah ramadhan oleh ustad gofur dan di akhiri dengan menyantap hidangan buka puasa bersama yang telah disiapkan oleh panitia.

red24_KANU

Pemkab Tangerang Apresiasi Inisiatif Tangerang Youth Center dalam Program Santunan Anak Yatim di Tigaraksa

sorot24.id | TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memberikan apresiasi tinggi terhadap kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh organisasi Tangerang Youth Center (TYC) melalui kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama. Acara yang berlangsung khidmat di Rumah Joglo Ardes Cafe, Tigaraksa ini menjadi bukti nyata peran aktif pemuda dalam mendukung program kesejahteraan sosial pemerintah. Sabtu,15/03/26

Hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Camat Tigaraksa Cucu Abdurrosyid menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah mulia yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menyambut hari kemenangan.

“Hari ini saya ditugaskan oleh Pak Bupati dan Bu Wakil menghadiri acara santunan anak yatim piatu dan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Tangerang Youth Center. Ini merupakan kegiatan yang luar biasa dan tentunya sangat bermanfaat buat masyarakat yang hari ini sedang persiapan untuk merayakan Idul Fitri,” ujar Camat Cucu.

Lanjutnya, ia juga berharap dengan diadakan nya santunan anak yatim ini, bisa membantu masyarakat yang kurang beruntung, dan bisa lebih bahagia lagi dalam menyambut perayaan Idul Fitri.

“Mudah-mudahan santunan ini juga membantu masyarakat kita yang belum beruntung untuk bisa lebih bahagia dalam menyambut hari raya idul fitri,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Banten fraksi PAN  sekaligus Dewan Pembina Tangerang Youth Center, Riyan Hidayat, menggarisbawahi pentingnya kehadiran pemerintah di tengah-tengah kreativitas pemuda. Ia menilai kolaborasi ini memiliki nilai spiritual yang mendalam bagi jalannya roda pemerintahan.

Alhamdulillah Pemerintah Kabupaten Tangerang selalu hadir di kegiatan Tangerang Youth Center. Artinya, pemerintah selalu peduli terhadap kegiatan anak muda. Santunan anak yatim itu merupakan satu bentuk kepedulian tidak hanya sosial, tapi juga spiritual. Anak yatim itu punya energi tersendiri di dalam mendoakan dan men-support pemerintah,” ungkap Riyan Hidayat.

Direktur Eksekutif Tangerang Youth Center, Febri. foto/dok : Istimewa . [red24] .
Dalam laporannya, Direktur Eksekutif Tangerang Youth Center, Febri, menyebutkan bahwa terdapat 27 anak yatim yang menjadi penerima manfaat dalam agenda tahunan ini. Ia menegaskan komitmen organisasi untuk terus menjadi mitra strategis Pemkab Tangerang dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Kegiatan ini sebagai wujud komitmen kita dalam mitra strategis dan mitra kritis Pemkab Tangerang untuk partisipasi aktif dalam pembangunan, tidak hanya infrastruktur tapi juga pembangunan sumber daya manusianya,” jelas Febri.

foto/dok : Istimewa . [red24] .
Ia juga optimis bahwa dengan dukungan pembina yang kini berada di tingkat legislator, sinergi pemuda dan pemerintah akan semakin kuat.

Tahun ini ada dewan pembina kita yang sekarang sudah duduk di legislator, itu justru akan menjadi power bagi kita untuk lebih giat lagi melaksanakan kegiatan semacam ini,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Tangerang Youth Center berharap kolaborasi positif seperti ini dapat terus berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi organisasi kepemudaan lainnya untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah.

red24_J.U

Ketua MPC PP Lebak Mendukung Penuh Panitia Dalam Giat Santunan Bagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

sorot24.id | LEBAK – Acara buka puasa bersama yang diselenggarakan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Lebak berlangsung sangat meriah pada hari Minggu sore (15/03/2026). Kegiatan yang digelar di Kantor Sekretariat MPC PP  Kabupaten Lebak tidak hanya menghadirkan ratusan anggota dan keluarga besar Pemuda Pancasila, tetapi juga dihadiri oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Lebak mewakili Bupati Lebak, dan Kapolsek Rangkasbitung mewakili Kapolres Lebak.

Dalam giat Bukber di bulan Ramadhan tahun ini, MPC PP Kabupaten Lebak menyediakan hidangan buka puasa bagi seluruh peserta serta melakukan kegiatan berbagi  ratusan paket takjil yang disalurkan kepada masyarakat sekitar dan sebanyak 50 paket santunan juga diberikan kepada anak yatim. Setiap paket santunan berisi uang tunai dan paket makanan.

Kabag Kesra Kabupaten Lebak, Iyan Fitriyana yang menjadi tamu kehormatan dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada MPC PP Kabupaten Lebak atas inisiatif yang sangat positif.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya mempererat tali silaturahmi antar warga masyarakat, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai gotong royong dan kepedulian yang terkandung dalam Pancasila. Ormas sebagai agen perubahan telah menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan kepedulian kepada masyarakat, seperti kegiatan di bulan suci Ramadhan ini,” ucap Iyan dalam sambutannya.

Sementara, Ketua MPC PP Kabupaten Lebak, M.Y Sutrisna menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama dan berbagi ini merupakan bagian dari program tahunan yang bertujuan untuk memperkuat hubungan antara organisasi dengan masyarakat serta memberikan dukungan nyata kepada mereka yang membutuhkan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Ormas PP di Kabupaten Lebak tidak hanya fokus pada pembinaan anggota, tetapi juga memiliki komitmen yang kuat terhadap pembangunan sosial masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi kecil namun bermakna bagi kesejahteraan saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” jelas Ketua MPC.

Ucapan terimakasih saya kepada bapak Sekjen Arif Rahman, S.H., yang juga sebagai anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Nasdem yang sudah mendukung terlaksananya acara santunan yatim, bagi2 takjil dan buka puasa bersama dengan memberikan bantuan berupa sembako untuk kader Pemuda Pancasila yang datang, semoga tetap menjadi wakil rakyat dan mewakili rakyat khususnya warga masyarakat Kab. Lebak dan Kab. Pandeglang Provinsi Banten yang amanah juga tetap dapat ada bagi masyarakat yang sangat membutuhkan, disamping itu tentunya dapat mendorong program- program yang dapat mensejahterakan dan turut mendukung pembangunan daerah.

Selain itu, Sutrisna juga menyampaikan terima kasih serta apresiasi tertinggi kepada seluruh keluarga besar Pemuda Pancasila Kabupaten Lebak, terlebih kepada segenap panitia pelaksanaan giat Bukber yang diisi dengan berbagi takjil dan pemberian santunan kepada anak yatim yang berjalan sukses dan meriah.

Menurutnya, kegiatan ini terselenggara berkat rasa tanggung jawab secara kolektif kolegial dan kepedulian yang tinggi ditunjukan oleh seluruh kader PP, mulai dari pengurus MPC dan PAC serta peran dari Srikandi PP yang saling bahu membahu untuk suksenya penyelenggaraan kegiatan sosial ini.

“Saya juga berterima kasih kepada semua pihak terutama kepada unsur Forkopimda Kabupaten Lebak yang telah mendukung acara ini,” ujarnya.

Pada bagian penutupan acara, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Lebak, Hj. Hesty Yuliawati mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk memperluas skala kegiatan serupa di tahun depan, dengan target memberikan bantuan kepada lebih banyak anak yatim dan keluarga kurang mampu.

“Kami berharap dapat mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Hesty.

Dikatakannya, kegiatan ini berhasil menunjukan semangat kebersamaan dan kepedulian yang tinggi dalam menyambut bulan suci Ramadhan, serta memperkuat peran Pemuda Pancasila sebagai organisasi yang peduli dengan kesejahteraan masyarakat.

Acara buka puasa bersama dan berbagi ratusan takjil serta santunan yatim yang dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Lebak ditutup dengan foto bersama seluruh peserta.

red24_RG

Bangunan Gedung Jakarta : Laboratorium Hidup, Ekosistem Ekonomi dan Bangunan Berkelanjutan

Oleh: Eduard B. Hutagalung
Direktur Eksekutif TERAS Institute

sorot24.id | JAKARTA – Jakarta adalah kota yang tak pernah tidur. Gedung-gedung tinggi menjulang, jalanan dipenuhi kendaraan, dan aktivitas ekonomi terus bergerak. Namun di balik gemerlap ini, tersimpan persoalan serius yang jarang terlihat: banyak gedung masih mengandalkan sumur dalam sebagai sumber air, sementara jutaan warga bergantung pada air bersih PAM JAYA. Pola ini menimbulkan ketidakadilan, beban lingkungan tersembunyi, dan kerugian ekonomi nyata.

Lebih dari 4.000 sumur bor dalam aktif di Jakarta, menyedot sekitar 20 juta meter kubik air tanah per tahun. Eksploitasi ini menyebabkan penurunan muka tanah 1–10 cm per tahun, intrusi air laut, meningkatnya risiko banjir, serta kerusakan infrastruktur. Kerugian ekonomi akibat penurunan tanah diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah, termasuk biaya perbaikan tanggul dan penguatan gedung. Penggunaan sumur dalam juga membebani energi kota: pompa sumur membutuhkan listrik besar dan menambah emisi karbon. Gedung yang masih bergantung sumur dalam menimbulkan biaya sosial dan ekonomi tersembunyi yang harus ditanggung seluruh kota.

Namun, Jakarta memiliki peluang besar untuk berubah. Gedung-gedung tinggi dapat menjadi laboratorium hidup bagi efisiensi sumber daya sekaligus ekosistem ekonomi produktif. Transformasi ini bukan sekadar renovasi fisik, tetapi perubahan menyeluruh dalam cara gedung mengelola air, energi, material, teknologi, dan aktivitas ekonomi.

Landasan Regulasi: Fondasi Strategis Transformasi

Transformasi gedung di Jakarta didukung oleh regulasi yang mengalir dan terintegrasi, menuntun langkah kota menuju efisiensi, keberlanjutan, dan keadilan sosial.

Pergub DKI No. 5 Tahun 2026 mendorong migrasi gedung dari sumur dalam ke sistem air perpipaan PAM JAYA, menekan eksploitasi air tanah, menjaga stabilitas muka tanah, dan memastikan akses air bersih yang adil bagi seluruh warga, termasuk UMKM. Gedung menjadi bagian dari upaya keadilan air kota.

Perda DKI No. 2 Tahun 2019 tentang Bangunan Gedung menekankan manajemen air dan energi secara sistematis. Gedung diwajibkan menggunakan smart meter, HVAC hemat energi, dan memanfaatkan air hujan. Penerapan standar ini tidak hanya memenuhi hukum, tetapi juga menurunkan biaya operasional, meningkatkan nilai properti, dan memperkuat daya saing ekonomi.

Perda DKI No. 1 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air menegaskan perlindungan sumber daya air kota, mengurangi tekanan terhadap akuifer, menjaga kualitas air tanah, dan menciptakan lingkungan stabil bagi aktivitas ekonomi dan sosial.

Regulasi nasional seperti Peraturan Menteri PUPR No. 14/2020 dan Peraturan Menteri ESDM No. 18/2020 mendorong penerapan smart building, sistem manajemen energi, dan energi terbarukan, sehingga gedung hemat energi menurunkan biaya, emisi karbon, dan memperkuat ketahanan energi kota.

SNI 03-2391:2017 tentang Bangunan Gedung Hijau memberikan panduan teknis menyeluruh: efisiensi air & energi, pengelolaan limbah, penggunaan material ramah lingkungan, serta kenyamanan dan kesehatan penghuni. Gedung hijau menjadi laboratorium nyata bagi inovasi kota berkelanjutan.

Dengan semua regulasi ini, Jakarta menegaskan satu prinsip utama: efisiensi air dan energi bukan pilihan, melainkan kewajiban strategis yang menyatukan kepatuhan hukum, perlindungan lingkungan, dan keadilan sosial.

Transformasi Gedung: Dari Sumur Dalam Menuju Efisiensi

Transformasi gedung adalah perjalanan menyeluruh yang menyentuh semua aspek: air, energi, lingkungan, ekonomi, dan masyarakat. Gedung yang sebelumnya mengandalkan sumur dalam kini menjadi laboratorium hidup dan ekosistem ekonomi bagi kota Jakarta.

Air dan Efisiensi Air

Gedung beralih ke air perpipaan PAM JAYA, menurunkan tekanan terhadap akuifer dan risiko penurunan tanah. Daur ulang air hujan dan greywater digunakan untuk toilet, pendingin, dan taman, menghemat 30–50% air bersih. Smart meter dan sensor memantau konsumsi real-time, mendeteksi kebocoran, dan mengoptimalkan penggunaan.

Energi dan Efisiensi Energi

HVAC hemat energi, LED, skylight, dan sistem smart building menurunkan konsumsi energi hingga 30–60%. Panel surya dan energi terbarukan lain menurunkan biaya listrik, emisi karbon, dan memperkuat ketahanan energi gedung.

Bangunan Hijau dan Lingkungan Sehat

Material ramah lingkungan, ruang hijau vertikal, dan taman atap menurunkan suhu mikro, meningkatkan kualitas udara, dan kenyamanan penghuni. Gedung hijau menjadi laboratorium hidup untuk praktik efisiensi air & energi yang dapat direplikasi di seluruh kota.

Laboratorium Hidup : Gedung yang Belajar dan Berinteraksi

Gedung Jakarta kini tidak hanya berdiri diam, tetapi berinteraksi dengan lingkungan dan penghuninya. Gedung ini memantau, mengukur, dan mengoptimalkan air, energi, dan kondisi mikroklimat secara real-time.

Air yang mengalir ke gedung tidak lagi pasif; sensor cerdas memantau setiap liter, menyesuaikan kebutuhan, dan mendaur ulang sumber daya. Energi dikelola layaknya organisme hidup: lampu, pendingin udara, dan peralatan listrik menyala sesuai kebutuhan, panel surya menyuplai energi bersih, dan emisi karbon berkurang drastis.

Ruang hijau vertikal dan taman atap menurunkan panas, meningkatkan kualitas udara, dan menyediakan kenyamanan psikologis bagi penghuni. Data dari gedung ini menjadi sumber nyata untuk perencanaan kota berkelanjutan, menciptakan model kota masa depan yang hijau, cerdas, dan resilient.

Gedung sebagai Ekosistem Ekonomi

Selain laboratorium hidup, gedung juga berfungsi sebagai ekosistem ekonomi yang hidup dan produktif. Efisiensi energi dan air menurunkan biaya operasional, menjadikan ruang fleksibel sebagai daya tarik bagi UMKM, start-up, dan perusahaan modern.

Perkantoran dan co-working space mendukung kolaborasi dan inovasi, sementara laboratorium teknologi, ruang pelatihan, dan fasilitas riset memfasilitasi eksperimen energi terbarukan, sistem air cerdas, dan praktik bangunan hijau. Pengetahuan dan keterampilan yang lahir dari laboratorium ini menciptakan dampak ekonomi dan sosial berlipat ganda.

Gedung menjadi motor ekonomi mini: menghasilkan nilai finansial, lapangan kerja, peluang usaha baru, dan ruang inovasi yang mendorong kreativitas dan kolaborasi. Setiap lantai, ruang, dan sistem berperan dalam membangun Jakarta yang efisien, hijau, dan tangguh secara ekonomi.

Bangunan Gedung Berkelanjutan

Transformasi gedung di Jakarta tidak berhenti pada efisiensi air, energi, atau peran ekonomi. Gedung yang terkelola dengan baik menjadi bangunan berkelanjutan, yang membawa dampak nyata bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan kota.

Bangunan berkelanjutan menekan tekanan terhadap akuifer, memperlambat penurunan tanah, dan mengurangi risiko intrusi air laut.

Sistem air cerdas dan daur ulang air hujan memaksimalkan pemanfaatan sumber daya, sementara penggunaan energi terbarukan menurunkan jejak karbon gedung secara signifikan.

Ruang hijau vertikal, taman atap, dan sirkulasi udara alami tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan internal gedung, tetapi juga menyumbang pada keseimbangan mikroklimat kota. Gedung berfungsi sebagai “paru-paru kota”, menurunkan suhu mikro, menyaring polusi, dan meningkatkan kenyamanan visual serta psikologis bagi warga sekitar.

Lebih dari sekadar dampak ekologis, bangunan berkelanjutan menjadi pilar ekonomi dan sosial. Efisiensi operasional menurunkan biaya, menarik UMKM dan start-up, serta mendorong inovasi. Gedung menjadi laboratorium nyata, menghasilkan data, pengetahuan, dan praktik terbaik yang dapat direplikasi di seluruh kota, mempercepat pembangunan Jakarta yang hijau, inklusif, dan tangguh.

Bangunan berkelanjutan menyatukan seluruh elemen: air, energi, ekonomi, teknologi, dan manusia. Setiap lantai, sistem, dan interaksi penghuni berkontribusi pada kota yang efisien dan resilient. Gedung bukan lagi beban lingkungan tersembunyi, melainkan motor perubahan kota, menegaskan bahwa pembangunan modern Jakarta harus selaras dengan keberlanjutan, inovasi, dan keadilan sosial.

Dengan demikian, bangunan gedung yang berkelanjutan bukan hanya simbol efisiensi, tetapi fondasi nyata bagi kota Jakarta yang hijau, cerdas, dan produktif, menutup narasi transformasi gedung dengan kekuatan dan visi masa depan yang jelas.

Kesimpulan

Transformasi gedung di Jakarta adalah perjalanan menyeluruh yang menggabungkan regulasi, teknologi, efisiensi sumber daya, ekonomi, dan keberlanjutan kota. Gedung bukan hanya tempat bekerja, tetapi laboratorium hidup, ekosistem ekonomi, dan bangunan berkelanjutan, menciptakan kota yang efisien, adil, dan resilient.

Regulasi yang jelas dan transformasi teknis yang terukur memastikan setiap gedung berkontribusi pada keadilan sosial, pengurangan dampak lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal. Gedung menjadi motor pengubah Jakarta yang modern, hijau, dan berkelanjutan, bukan sekadar beban lingkungan tersembunyi.

Saatnya bertindak. Gedung Jakarta bukan sekadar bangunan, tetapi laboratorium masa depan kota berkelanjutan dan ekosistem ekonomi yang nyata.

red24

DPD KNPI Kabupaten Tangerang : PEKAN AMALIYAH RAMADHAN 1447 H Perkuat Silaturahmi dan Peran Pemuda

sorot24.id | TANGERANG – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Pekan Amaliyah Ramadan 1447 H / 2026 M yang dirangkaikan dengan acara silaturahmi Ramadhan di Gedung Graha Pemuda, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang . Senin, 16/03/2026.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, anggota DPRD Provinsi Banten Muklis, Direktur Visi Nusantara Subandi, serta para senior KNPI dan pengurus KNPI Kabupaten Tangerang.

‎Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyampaikan apresiasi terhadap peran KNPI sebagai wadah berhimpunnya generasi muda dari berbagai latar belakang organisasi dan pemikiran.

Menurutnya, KNPI memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan kepemimpinan pemuda di daerah.

“KNPI merupakan kawah candradimuka bagi anak-anak muda dari berbagai latar belakang organisasi dan warna pemikiran. Di sinilah proses pembelajaran, pembentukan karakter, serta penguatan kepemimpinan pemuda berlangsung,” ujar Soma Atmaja.

Ia berharap organisasi kepemudaan tersebut terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

‎“Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap KNPI semakin maju dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan berdaya saing. Teruslah bergerak dan berkarya untuk masyarakat,” tambahnya.

‎Sementara itu, Ketua DPD KNPI Kabupaten Tangerang, M. Yusuf Basnar yang akrab disapa bung Basnar Chaniago, menegaskan bahwa momentum Ramadhan menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kebersamaan dan mempererat hubungan antar pemuda. Semangat persahabatan dan saling melengkapi antar elemen pemuda merupakan kunci bagi lahirnya berbagai gagasan dan gerakan positif di tengah masyarakat.

‎“Kami ingin KNPI menjadi rumah bersama bagi seluruh pemuda. Dalam suasana Ramadhan ini, kami memperkuat silaturahmi, membangun hubungan yang sehat dan saling melengkapi. Dari hubungan yang baik itulah akan lahir berbagai hal positif bagi kemajuan organisasi maupun masyarakat,” ujar Basnar.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Pekan Amaliyah Ramadhan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai momentum refleksi bagi pemuda untuk meningkatkan kepedulian sosial serta memperkuat peran organisasi kepemudaan dalam pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, sekaligus menjadi wadah mempererat hubungan antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan di Kabupaten Tangerang.

‎red24_J.U

Karang Taruna Kecamatan Tigaraksa : RAMADHAN CERIA Berbagi Kebahagiaan Dengan 55 Anak Yatim

sorot24.id | TANGERANG – Karang Taruna Kecamatan Tigaraksa menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadhan Ceria” dengan mengajak puluhan anak yatim mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari belanja pakaian Lebaran hingga buka puasa bersama . Senin,16/03/2026.

‎Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Camat Tigaraksa, Hj. Rita Wulan Sari, S.KM., S.IP., M.Si, yang mewakili pihak kecamatan. Hadir pula dalam kegiatan itu unsur Koramil, Lurah Tigaraksa, tokoh MUI, serta unsur organisasi kepemudaan yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut.

Ramadhan Ceria Karang Taruna Kecamatan Tigaraksa bersama Anak Yatim. foto/dok : KTI Tigaraksa . [red24] .

Dalam sambutannya, Sekretaris Camat Tigaraksa Hj. Rita Wulan Sari menyampaikan apresiasi atas inisiatif Karang Taruna yang dinilai mampu menghadirkan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yatim.

‎“Kami dari Pemerintah Kecamatan Tigaraksa sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan Ramadhan Ceria ini. Kegiatan seperti ini bukan hanya sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk kepedulian nyata dari generasi muda terhadap lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Ia juga mengaku bangga dengan semangat para pemuda Karang Taruna yang mampu menggerakkan berbagai pihak untuk bersama-sama berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan.

‎“Kami bangga melihat semangat gotong royong para pemuda Karang Taruna Tigaraksa. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin setiap Ramadhan,” tambahnya.

Belanja Baju Lebaran hingga Buka Puasa Bersama

‎Sebanyak 55 anak yatim dari 12 Desa dan 2 Kelurahan di Kecamatan Tigaraksa mengikuti kegiatan ini. Rangkaian acara diawali dengan program “Jemput Ceria”, kemudian dilanjutkan dengan Shopping Fun di Pasar Gudang Tigaraksa, di mana anak-anak diberi kesempatan memilih sendiri kebutuhan pakaian Lebaran mereka.

‎Setiap anak menerima uang belanja sekitar Rp200 ribu hingga Rp250 ribu, yang digunakan untuk membeli baju koko, celana, sepatu, hingga perlengkapan lain sesuai pilihan masing-masing. Bahkan, beberapa anak memilih membeli tas sekolah untuk digunakan setelah libur Lebaran.

Ketua Panitia Pelaksana Ramadhan Ceria,Bung M.Tajuddin berbagi santunan . foto/dok : KTI Tigaraksa . [red24] .

‎Setelah kegiatan belanja, rombongan melaksanakan shalat Ashar berjamaah di Mesjid Al-Amjad. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kuis interaktif untuk anak-anak, sebelum akhirnya mereka diajak ngabuburit dan bermain bersama di Alun-alun Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang (Puspemkab).

Kebersamaan tersebut ditutup dengan buka puasa bersama serta santunan anak yatim di McDonald’s, yang menjadi puncak acara Ramadhan Ceria tahun ini.

Karang Taruna bersama Anak Yatim laksanakan Sholat Magrib berjama’ah di Mesjid Al-Amjad Pemda Tigaraksa . foto/dok : KTI Tigaraksa . [red24] .

‎Kegiatan tersebut juga menghadirkan kebahagiaan bagi para orang tua maupun wali yang mengantar anak-anak yatim mengikuti acara tersebut.

Anis, seorang nenek yang mengantar cucunya dari Desa Tapos, mengaku sangat bersyukur dan terharu dengan kegiatan yang diselenggarakan Karang Taruna tersebut.

“Saya sangat senang melihat cucu saya bisa ikut kegiatan ini. Dari Desa Tapos ada lima anak yang ikut. Mereka bisa belanja baju Lebaran sendiri, jalan-jalan, dan bermain bersama teman-temannya. Terima kasih kepada panitia dan semua yang sudah peduli,” tuturnya.

‎Hal senada disampaikan Yuyun, orang tua dari salah satu peserta asal Desa Pasir Bolang. Ia menilai kegiatan tersebut sangat berarti bagi anak-anak, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

‎“Anak saya sangat senang bisa ikut kegiatan ini. Selain dapat santunan, mereka juga diajak belanja sendiri dan jalan-jalan. Ini pengalaman yang sangat membahagiakan bagi anak-anak,” katanya.

‎Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Tigaraksa, Saiful Rahayu, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Kecamatan Tigaraksa, pemerintah desa, para donatur, sponsor, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan Ramadhan Ceria ini,” ujarnya.

‎Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.

‎“Kami mohon maaf kepada adik-adik jika dalam kegiatan ini masih ada yang belum maksimal. Ini adalah kegiatan pertama yang kami selenggarakan, dan insya Allah ke depan akan menjadi agenda rutin setiap Ramadhan,” katanya.

‎Saiful berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan lebih besar lagi pada tahun-tahun mendatang dan ini sudah masuk dalam program kerja kami masa jabatan lima tahun kedepan.

“Tahun ini mungkin kegiatannya masih sederhana, hanya sampai buka puasa bersama di McDonald’s. Namun ke depan, dengan dukungan semua pihak, kami berharap bisa menghadirkan kegiatan yang lebih besar dan membawa adik-adik yatim ini menikmati pengalaman yang lebih luas lagi,” tambahnya.

‎Sementara itu, Ketua Pelaksana Ramadhan Ceria, Bung M.Tajuddin, juga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

‎“Alhamdulillah kegiatan Ramadhan Ceria ini dapat terlaksana berkat dukungan para donatur, sponsor, serta partisipasi seluruh anggota Karang Taruna,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan skala yang lebih meriah.

‎“Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa semakin meriah dan menjangkau lebih banyak anak yatim, sehingga semakin banyak yang merasakan kebahagiaan di bulan suci Ramadhan,” pungkasnya.

‎red24_J.U

DPW MOI Banten Berbagi Takjil dan Bukber serta Santunan di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

sorot24.id | SERANG – Media Online Indonesia (MOI) DPW Banten mengadakan acara buka puasa bersama dan bagi-bagi takjil serta nasi box kepada pengguna jalan di kawasan Kantor Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Banten pada. Minggu, 15/3/2026.

Acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara anggota MOI se-Provinsi Banten dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar, terutama mereka pengguna jalan yang sengaja untuk berbuka puasa diluar.

Dalam acara tersebut, Ketua MOI Banten juga memberikan pengarahan kepada seluruh tim-nya yang hadir tentang rencana program pasca idul fitri .

Ketua DPW MOI Provinsi Banten, Rengga, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian MOI terhadap sesama, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan dan membutuhkan makanan untuk berbuka puasa.

Acara ini dihadiri oleh pengurus DPW MOI dan seluruh DPC MOI se-Provinsi Banten, yang terdiri dari beberapa media online.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, MOI Provinsi Banten berharap agar Ramadhan tahun ini menjadi lebih bermakna, tidak hanya bagi pengurus dan anggota, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang merasakan manfaat dari kegiatan sosial ini,” tukas Rengga dalam sambutanya.

“Kita sebagai pelaku media online, tetap harus konsisten dengan tayangan pemberitaan yang aktual, lugas dan seimbang,” lanjut Rengga.

Acara buka bersama tersebut dilaksanakan di Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banten yang berlokasi di kawasan KP3B. Turut hadir ketua PWMOI Banten H. Mumu Munawar, SH, Waka PWMOI Rizky dan Ketua MOI Kab/kota.

red24_J.U

‎GEMPUR Tangerang Resmi Layangkan Surat Aksi ke Polres Metro Tangerang Kota

sorot24.id | TANGERANG – Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Untuk Rakyat (GEMPUR) Tangerang resmi menyerahkan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa kepada Polres Metro Tangerang Kota. Langkah ini diambil sebagai respons atas maraknya praktik prostitusi, baik offline maupun online, yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sepatan Timur, khususnya di Desa Tanah Merah dan Desa Jati Mulya.

‎Aksi massa yang direncanakan berlangsung pada hari Senin mendatang ini dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap penyalahgunaan hunian (kontrakan/kos-kosan) sebagai tempat asusila. GEMPUR menilai praktik haram tersebut sangat mencederai kesucian bulan Ramadhan dan melanggar Perda Kabupaten Tangerang Nomor 20 Tahun 2004 tentang Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Umum terdapat pada :

‎Pasal 9
‎Ayat (1) Setiap orang dilarang melakukan pelacuran di jalan, di dalam rumah, penginapan, pondokan, warung, kedai atau tempat-tempat lain baik yang bertindak sebagai pelacur atau sebagai pemakai jasa pelacuran.

‎Pasal 10
‎Ayat (1) Setiap orang atau badan hukum dilarang menyediakan tempat, mempromosikan atau menjadi perantara/mucikari dalam kegiatan pelacuran.

‎Sanksi Pidana
‎Terkait pelanggaran pada pasal-pasal di atas, ketentuan sanksinya diatur dalam Pasal 19, yang menyatakan:
‎Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 9 dan Pasal 10 diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah).

‎serta melanggar Dasar Hukum Utama Larangan Prostitusi di Indonesia tertuang dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) :

‎Pasal 296 : Mengancam pidana penjara maksimum 1 tahun 4 bulan bagi siapa saja yang memfasilitasi atau menjadi perantara (mucikari) perbuatan cabul.

‎Pasal 506 : Mengatur pidana kurungan paling lama satu tahun bagi mucikari yang mengambil keuntungan dari pelacuran.

‎Riki Ade Suryana, Aktivis Muda Tangerang (Sebagai Penanggung Jawab Aksi/Korlap),menyatakan pernyataan tajam dan kritik keras untuk hal tersebut.

‎”Kami tidak akan membiarkan wilayah Tangerang menjadi ladang maksiat yang dipelihara oleh pembiaran aparat. Praktik prostitusi di Sepatan Timur sudah dilakukan secara terang-terangan dan menantang hukum. Jika Satpol PP dan Camat tidak mampu menertibkan ini, lebih baik mundur secara terhormat,” ujar Riki dengan nada tegas.

‎Lebih lanjut Riki menambahkan, ia mendesak Bupati Tangerang untuk segera mengevaluasi kinerja pejabat yang ‘tuli’ terhadap jeritan moral masyarakat.

“Jangan sampai rakyat yang bergerak sendiri karena hilangnya kepercayaan pada sistem pengawasan di lapangan,” tambahnya .

‎Retno Diwanti,aktivis Perempuan Tangerang,yang bertindak sebagai Humas Aksi menyampaikan,

“Eksploitasi perempuan dalam lingkaran prostitusi di kontrakan dan kos-kosan ini adalah tamparan keras bagi martabat daerah kita. Kami menuntut tindakan tegas, bukan sekadar razia seremonial.,” cetus Retno dengan nada kesal.

‎Selain itu Retno juga mendesak kepada Polres Metro Tangerang Kota dan Satpol PP Kabupaten Tangerang untuk memberikan efek jera (shock therapy) bagi para penyedia tempat dan mucikari.

“Jangan ada main mata atau perlindungan terhadap bisnis haram ini. Keamanan dan ketertiban umum adalah hak masyarakat yang tidak bisa ditawar”, tutur retno .

‎Poin Tuntutan Utama GEMPUR

Tindakan Tegas & Pemberantasan :

‎1. Mendesak Satpol PP dan Aparat Kepolisian untuk menangkap penyedia tempat dan mucikari guna memberikan efek jera.

‎2. Meminta Satpol PP dan Aparat Kepolisian untuk memberantas dan menindak tegas PSK yang terlibat dan diproses sesuai regulasi serta berikan Sanksi Sesuai Perda yang berlaku.

‎3. Mendesak Bupati Tangerang untuk mengevaluasi Kinerja Kasatpol PP, Camat Sepatan Timur, serta Kepala Desa setempat terkait lemahnya pengawasan.

‎4. Menuntut razia berkala untuk memastikan ketentraman, ketertiban dan keamanan masyarakat di Sepatan Timur.

‎5. Menuntut Bupati Tangerang Untuk Mencopot Kasatpol PP Kabupaten Tangerang dan Camat Sepatan Timur jika gagal dalam menyelesaikan persoalan ini.

‎Rencana Aksi 

‎Aksi unjuk rasa damai akan diikuti oleh sekitar 50 massa aksi dengan titik kumpul di depan Perumahan Royal Living dan titik aksi di depan Kantor Kecamatan Sepatan Timur. Massa akan dilengkapi dengan mobil komando, spanduk, toa, ban dan perangkat aksi lainnya sebagai bentuk protes keras terhadap legalisasi terselubung kemaksiatan di wilayah Kecamatan Sepatan Timur.

‎Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Untuk Rakyat (GEMPUR) Tangerang, adalah wadah perjuangan mahasiswa dan pemuda di Tangerang yang berfokus pada kontrol sosial, penegakan keadilan, dan pembelaan hak-hak masyarakat serta nilai-nilai moralitas daerah.

red24_J.U

‎Warga Kelurahan Sepatan RT 004 RW 002 Keluhkan Terkait Kerusakan Jalan Lingkungan

sorot24.id | TANGERANG – Akses jalan yang layak nampaknya masih menjadi barang mewah bagi warga di wilayah RT.004 RW.002 Kelurahan Sepatan Kecamatan Sepatan. Riki Ade Suryana, salah seorang warga setempat, meluapkan kekecewaannya atas kondisi jalan paving block yang rusak parah selama bertahun-tahun tanpa ada solusi nyata dari pemangku kebijakan tingkat bawah.

‎Riki mengaku telah berulang kali melakukan koordinasi dengan pihak Ketua Rukun Tetangga (RT). Namun, ia justru mendapati pola jawaban yang sama antara Ketua RT lama maupun Ketua RT yang baru menjabat beberapa bulan lalu. Keduanya kompak berdalih bahwa perbaikan jalan telah diajukan dan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

‎”Jawaban mereka sama persis, katanya sudah didata dan mau diperbaiki segera. Tapi kenyataannya, sampai ganti kepengurusan RT pun, tidak ada satu pun batu paving yang diganti. Ini seperti hanya janji untuk menenangkan warga tanpa aksi nyata,” ujar Riki.

‎Lantaran tak kunjung mendapat perhatian pemerintah, Riki terpaksa mengambil inisiatif mandiri. Selama ini, ia dan warga berupaya menambal lubang-lubang jalan dengan puing-puing bangunan dan batu bekas seadanya agar jalan tetap bisa dilalui. Hal ini menjadi potret miris di mana warga harus bekerja sendiri di saat aparat lingkungan seharusnya menjadi jembatan pembangunan.

‎Kondisi semakin memprihatinkan saat hujan turun. Akibat buruknya drainase, gang tersebut kerap terendam banjir. Riki mengungkapkan bahwa jalanan menjadi mustahil dilewati dengan alas kaki biasa atau sandal.

‎”Kalau sudah hujan, kami seperti terisolasi. Mau lewat jalan kaki pakai sandal saja tidak bisa, harus pakai sepatu boot. Ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari,” keluhnya.

‎Penyebab utama banjir diduga kuat karena adanya kegagalan teknis dalam pembangunan infrastruktur. Saluran air (U-Ditch) yang dibangun justru memiliki elevasi yang lebih tinggi dibandingkan permukaan jalan paving block tersebut.

‎Bukannya mengalirkan air, konstruksi ini justru membuat air terjebak dan merendam jalanan pemukiman.
‎Kondisi ini memicu kritik tajam mengenai efektivitas pengawasan proyek di tingkat kelurahan.

‎Riki mendesak agar pihak  Pemerintah Kelurahan Sepatan dan Kecamatan Sepatan tidak menutup mata, ia meminta pemangku kebijakan segera turun ke lapangan untuk melihat langsung, juga mengambil langkah tegas dan aksi nyata untuk segera mengatasi dan memperbaiki terkait banjir serta kerusakan jalan paving block yang rusak parah selama bertahun-tahun .

red24_RAS

Ketika Aktivis Diserang, Demokrasi Dipertaruhkan : Seruan Melawan Teror terhadap Pembela HAM

Oleh : Ilham Rizafi (Pembelajar Demokrasi dan Hak Asasi Manusia)

sorot24.id | JAKARTA – Peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Andri Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), harus dipahami sebagai peringatan serius bahwa keselamatan para pembela hak asasi manusia di Indonesia masih berada dalam ancaman. Saya, Ilham Rizafi, Sebagai pembelajar demokrasi dan hak asasi manusia, melihat bahwa setiap kekerasan terhadap aktivis bukan hanya persoalan individu semata, melainkan cerminan dari kondisi demokrasi sebuah negara.

‎Peristiwa tersebut tidak dapat dipandang hanya sebagai tindakan kriminal biasa. Lebih dari itu, ia mengandung pesan intimidasi yang berbahaya: bahwa memperjuangkan keadilan dan bersuara kritis dapat berujung pada kekerasan. Ketika seorang aktivis HAM menjadi target serangan, pertanyaan yang muncul bukan sekadar tentang siapa pelakunya, tetapi juga tentang bagaimana negara menjalankan tanggung jawabnya dalam melindungi warganya yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan.

‎Hak asasi manusia pada hakikatnya merupakan hak yang melekat pada setiap individu sejak lahir. Hak ini tidak dapat dicabut oleh siapa pun karena ia merupakan karunia Tuhan kepada setiap manusia. Oleh karena itu, tidak ada otoritas apa pun yang berhak merampas martabat dan hak dasar seseorang. Dalam kondisi ketika hak tersebut dilanggar, negara tidak boleh bersikap pasif. Negara memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk berpihak pada korban dan memastikan perlindungan yang nyata.

‎Dalam perspektif hukum dan demokrasi, negara memiliki tiga kewajiban utama terhadap HAM: menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak tersebut bagi seluruh warga negara. Namun kenyataan di lapangan sering kali menunjukkan bahwa komitmen tersebut belum sepenuhnya terwujud. Kekerasan terhadap aktivis seperti yang dialami Andri Yunus menunjukkan bahwa ruang aman bagi para pembela HAM masih rentan dan membutuhkan perhatian serius.

‎Padahal nilai-nilai penghormatan terhadap kemanusiaan telah menjadi fondasi kehidupan berbangsa di Indonesia. Dalam Pancasila, sila kedua menegaskan prinsip “Kemanusiaan yang adil dan beradab.” Prinsip ini seharusnya menjadi landasan etis bagi negara dalam menjalankan kekuasaan. Ia menuntut agar setiap kebijakan dan tindakan pemerintah mencerminkan penghormatan terhadap martabat manusia.

‎Namun prinsip tersebut akan kehilangan makna apabila para aktivis yang berjuang membela korban ketidakadilan justru menjadi korban kekerasan.

‎Indonesia sebenarnya telah memiliki berbagai instrumen hukum untuk menjamin perlindungan hak asasi manusia. Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang menegaskan komitmen negara terhadap penghormatan HAM. Selain itu, terdapat pula lembaga-lembaga yang bertugas menjaga dan mengawasi pelaksanaan hak asasi manusia, seperti Komnas HAM, pengadilan HAM, serta organisasi bantuan hukum seperti Lembaga Bantuan Hukum yang berperan mendampingi masyarakat dalam mencari keadilan.

‎Lebih jauh lagi, jaminan terhadap hak asasi manusia juga tercantum secara tegas dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, khususnya pada Pasal 28A hingga 28J. Pasal-pasal tersebut menjamin berbagai hak fundamental warga negara, termasuk hak untuk hidup, hak untuk bebas dari perlakuan tidak manusiawi, serta hak untuk menyampaikan pendapat.

‎Namun keberadaan aturan hukum tidak akan memiliki arti jika tidak diiringi dengan pelaksanaan yang konsisten. Konstitusi bukan hanya dokumen hukum, melainkan komitmen yang harus diwujudkan dalam praktik penyelenggaraan negara.

‎Dalam konteks ini, aparat penegak hukum memegang peranan penting untuk memastikan keadilan dapat ditegakkan. Masyarakat berharap agar penyelidikan terhadap kasus kekerasan terhadap aktivis dapat dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Jika pelaku tidak segera ditemukan dan diadili, maka akan muncul persepsi bahwa kekerasan terhadap pembela HAM dapat terjadi tanpa konsekuensi hukum.

‎Kondisi tersebut berpotensi memperkuat anggapan di masyarakat bahwa hukum masih berjalan tidak adil keras terhadap masyarakat kecil, tetapi lemah terhadap kekuatan yang berada di atasnya. Jika keadaan ini terus dibiarkan, maka ketidakadilan akan perlahan dianggap sebagai sesuatu yang biasa.

‎Padahal menyampaikan pendapat adalah hak dasar setiap warga negara. Kritik terhadap kekuasaan bukanlah ancaman bagi negara, melainkan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Tanpa kritik dan partisipasi masyarakat, kekuasaan berisiko berjalan tanpa kontrol.

‎Suara masyarakat bukan sekadar ungkapan pendapat, tetapi juga merupakan bentuk partisipasi dalam menentukan arah kehidupan berbangsa dan bernegara. Hak untuk hidup tanpa rasa takut, bebas dari intimidasi, serta bebas menyampaikan pandangan merupakan hak fundamental yang harus dilindungi.

‎Sebagaimana pernah disampaikan oleh Mohammad Hatta, demokrasi berarti bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Dalam sistem tersebut, rakyat memiliki hak sekaligus kekuasaan untuk menentukan arah pemerintahan.

‎Sementara itu, kritik tajam terhadap praktik demokrasi semu pernah disampaikan oleh Soe Hok Gie :

‎“Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.”

‎Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa demokrasi tidak hanya diukur dari keberadaan pemilu atau lembaga formal, tetapi dari seberapa besar kebebasan masyarakat untuk menyampaikan pendapat tanpa ancaman.

‎Sebagai Pembelajar Demokrasi dan HAM saya Ilham Rizafi Meyakini bahwa kasus yang dialami Andri Yunus harus menjadi refleksi serius bagi negara. Perlindungan terhadap pembela HAM bukan hanya soal keamanan individu, melainkan bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi itu sendiri.

‎Apabila negara gagal memberikan perlindungan kepada mereka yang memperjuangkan keadilan, maka yang terancam bukan hanya keselamatan seorang aktivis, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap demokrasi.

‎Sejarah menunjukkan bahwa ketika masyarakat mulai takut untuk bersuara, ruang kebebasan akan semakin menyempit. Sebaliknya, ketika masyarakat berani mempertahankan haknya untuk berbicara, di situlah demokrasi dapat terus hidup dan berkembang.

red24