Cerminan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo,Pemuda Berdampak : Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih Menuju Indonesia Emas 2045
sorot24.id |JAKARTA – Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pemuda Berdampak menyampaikan apresiasi terhadap berbagai upaya pembangunan nasional yang dijalankan Kabinet Merah Putih. Di sisi lain, Pemuda Berdampak mendorong evaluasi berkelanjutan terhadap kebijakan pemerintah, khususnya di bidang pendidikan, pemenuhan gizi, pemberdayaan ekonomi, ketenagakerjaan, dan lingkungan hidup, agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Founder Pemuda Berdampak, Bagas Yulianto, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah program yang diluncurkan, tetapi juga dari dampak, pemerataan manfaat, serta efektivitas pelaksanaannya di tengah masyarakat.
“Kami mengapresiasi ikhtiar pemerintah dalam membangun Indonesia. Namun, evaluasi harus terus dilakukan agar kebijakan semakin tepat sasaran, transparan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Bagas.
Menurutnya, momentum dua tahun pemerintahan ini perlu menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat pelaksanaan program pembangunan sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Dalam bidang pendidikan, Pemuda Berdampak mendorong pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas, menekan angka putus sekolah, meningkatkan kompetensi guru, serta membuka kesempatan belajar yang lebih merata bagi masyarakat kurang mampu.
Pembangunan sumber daya manusia juga perlu ditopang oleh peningkatan kualitas layanan kesehatan, pemenuhan gizi, penguatan literasi digital, dan pengembangan keterampilan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja dan tantangan global.
Pemuda Berdampak menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi strategis dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, pelaksanaannya perlu disertai evaluasi dan pengawasan secara berkala, terutama terkait kualitas gizi, keamanan pangan, ketepatan sasaran, transparansi anggaran, serta efektivitas distribusi.
Selain itu, pelibatan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal perlu diperkuat agar pelaksanaan program turut mendorong perputaran ekonomi daerah.
Sementara itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pengelolaan koperasi perlu dilakukan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha serta manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.
Pemuda juga perlu mendapatkan ruang untuk berkontribusi dalam pengembangan koperasi, khususnya melalui digitalisasi, pemasaran, inovasi, dan pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal.
Di sektor ketenagakerjaan, Pemuda Berdampak mendorong perluasan lapangan kerja yang layak, penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi, serta dukungan terhadap kewirausahaan generasi muda.
Menurut Bagas, pemuda perlu diposisikan bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja dan penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, akses terhadap pelatihan, pendampingan usaha, dan peluang pengembangan ekonomi perlu terus diperluas.
Pada aspek lingkungan hidup, Pemuda Berdampak mendorong penguatan pengelolaan sampah, perlindungan hutan, perluasan akses air bersih, serta penanganan pencemaran dan dampak perubahan iklim. Pembangunan ekonomi, menurut organisasi tersebut, harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan demi menjamin keberlanjutan bagi generasi mendatang.
Bagas menegaskan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Keterlibatan generasi muda perlu diperkuat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan publik.
“Menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa. Pemuda harus dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan. Kami percaya bahwa apresiasi dan kritik yang membangun merupakan bagian dari kecintaan terhadap bangsa dan upaya mewujudkan Indonesia yang lebih baik,” tegas Bagas.
Ia menambahkan, peran pemuda sebagai mitra strategis pemerintah harus tetap disertai keberanian menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif, objektif, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, partisipasi pemuda dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas kebijakan publik dan mendorong pembangunan yang lebih inklusif.
Pemuda Berdampak menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi melalui gerakan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, penguatan ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan organisasi kepemudaan diharapkan dapat memperluas partisipasi publik serta memperkuat fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
RKas













