Massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia orasi di Tugu Adipura Kota Tangerang, Kamis 7/5/2026. Dengan toa dan banner “Hentikan MBG” – “Hapus Outsourching PKWT 5 Tahun”, GMNI sampaikan 5 tuntutan terkait buruh, guru honorer, dan transparansi RUU Hardiknas. (Dok: Polres Metro Tangerang Kota/Sorot24.id)
sorot24.id|Kota Tangerang – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menggelar aksi solidaritas dan mimbar bebas di Tugu Adipura Kota Tangerang, Kamis 7/5/2026. Massa menuntut penghentian program MBG, subsidi BBM, transparansi RUU Hardiknas, hingga penghapusan sistem outsourcing. Aksi 20 mahasiswa berlangsung kondusif di bawah pengamanan Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno.
Aksi yang diikuti ±20 orang dengan penanggung jawab Ahmad Ridwan itu digelar mulai pukul 15.00 WIB di Jl. Veteran Blok B12 No.1, Kel. Sukasari, Kec./Kota Tangerang. Tema aksi: “Merefleksikan berbagai bentuk kebijakan dan implementasi di Hari Buruh dan Hardiknas”.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari dalam laporannya ke Kapolda Metro Jaya menyebut aksi berjalan aman hingga selesai pukul 17.40 WIB.
5 Tuntutan GMNI:
1. Menolak program MBG yang dinilai tidak tepat sasaran
2. Menuntut subsidi BBM dan peningkatan kesejahteraan guru honorer
3. Mendesak transparansi pembahasan RUU Hardiknas dan integrasi Dana BOS
4. Menolak sistem outsourcing dan PKWT 5 tahun
Massa membawa banner bertuliskan “Hentikan MBG”, “Subsidi BBM – Guru Honorer”, “Transparansi RUU Hardiknas & Integrasi Dana Bos”, “Hapus Outsourching PKWT 5 Tahun”, serta toa dan 9 unit motor.
Apel Pengamanan: Cegah Bakar Ban

Apel dipimpin Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, S.H., M.H. pukul 15.00 WIB. “Pada prinsipnya, kita melaksanakan tugas pelayanan dan pengamanan terhadap adik-adik peserta aksi dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” ujarnya.
Ia tegaskan atensi pimpinan agar tidak terjadi aksi bakar ban. “Kepada personel di lapangan, apabila ditemukan massa aksi membawa ban bekas agar segera diamankan dan dilakukan langkah preventif,” kata Kompol Suyatno.
Isi Orasi: Tolak MBG, Sejahterakan Buruh-Guru
Massa tiba pukul 16.10 WIB dan orasi mulai 16.15 WIB. Ahmad Ridwan menegaskan: “Jika tidak ada buruh, maka pabrik ataupun pengusaha tidak akan dapat berjalan. Rakyat tidak butuh MBG, tetapi rakyat butuh pendidikan gratis. Hidup Mahasiswa, GMNI Jaya.”

Sdr. Hari menyoroti anggaran: “Kami sangat prihatin, karena banyak sekali dana pendidikan yang diserap oleh program MBG. Daripada menghamburkan dana MBG, lebih baik buat program pendidikan gratis hingga sampai tingkat perguruan tinggi.”
Elwin Mendrofa menuding: “Kami GMNI menolak keras adanya MBG, karena adanya MBG itu sudah pasti adanya keterlibatan Partai Politik. Banyak oknum-oknum yang memanfaatkan untuk melakukan korupsi. Kita juga menolak keras Outsourching PKWT 5 Tahun.”
Sdr. M. Rifqi minta pemerintah transparan soal anggaran pendidikan. Sdr. Nico tolak outsourcing berkepanjangan. Sdri. Putri desak kesejahteraan guru honorer: “Pendidikan merupakan hak seluruh rakyat Indonesia yang harus dipenuhi pemerintah.”
Pukul 17.20 WIB massa gelar mimbar bebas, dan pukul 17.30 WIB bubar tertib. “Secara keseluruhan kegiatan selesai pada pukul 17.40 WIB dalam keadaan aman dan kondusif,” tulis Kapolres.
Aksi digelar untuk memperingati Hari Buruh Internasional dan Hardiknas sebagai bentuk aspirasi isu ketenagakerjaan, pendidikan, dan pengawasan kebijakan pemerintah daerah.
avriyani-(molly)





