Sorot24.id | TANGERANG – Puluhan mahasiswa dari Central Gerakan Mahasiswa Tangerang atau CGMT menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Tangerang, Jalan Nyimas Melati, Jumat sore, 26 Juni 2026. Aksi dimulai pukul 15.45 WIB dengan membawa spanduk dan sejumlah tuntutan.

Massa menyoroti dugaan praktik prostitusi terselubung di sebuah rumah kos di RT 002/15, Kelurahan Sukasari. Mereka menyebut tempat tersebut bahkan diduga melibatkan anak di bawah umur.

Baca Juga : Warga RW 001 Cikokol Geruduk Kantor Kelurahan, Desak Lurah Cabut SK Ketua RW dan Gelar PSU

“Pada hari ini sudah tidak ada tindakan yang nyata dari pemerintah setempat,” kata Ilal Walhamdi, orator CGMT. Ia juga menyebut penggerebekan yang dilakukan polisi dua minggu lalu tidak berujung pada penutupan lokasi.

Tuntut Penutupan Kos Berbasis Perda

Mahasiswa CGMT berdialog dengan Camat Tangerang dan aparat kepolisian di depan kantor kecamatan
Orator CGMT Ilal Walhamdi berdialog dengan Camat Tangerang Yudi Pradana didampingi aparat kepolisian Polsek Benteng Kompol Suyatno, Jumat 26/6/2026. dok: Molly/sorot24.id

Dalam aksinya, massa menyampaikan 5 poin tuntutan. Salah satunya merujuk pada pelanggaran Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2005 tentang Larangan Pelacuran.

Poin paling keras adalah ultimatum. CGMT memberi waktu 1×24 jam kepada Camat Tangerang, Yudi Pradana, untuk merekomendasikan penyegelan paksa lokasi tersebut. Jika tidak, massa mengancam akan menduduki kantor kecamatan.

Menanggapi hal itu, Camat Yudi Pradana menemui massa didampingi aparat dan tiga lurah. Ia menjelaskan kewenangan penutupan berada di Satpol PP. Namun ia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pimpinan.

“Kami berpijak pada peraturan yang berlaku. Sudah kami lakukan mitigasi dari tingkat terendah,” kata Yudi.

Baca Juga : Trantib Tangerang Bongkar Paksa Lapak Permanen di Situ Gede, Camat: Merusak Keindahan Kota

Kesepakatan Tenggat 7 Hari

Dialog berakhir dengan kesepakatan baru. Pemerintah Kecamatan diberi tenggat waktu 7 hari untuk menindaklanjuti tuntutan massa.

CGMT menegaskan jika dalam sepekan tidak ada tindakan nyata, mereka akan kembali dengan massa yang lebih besar.

Aksi yang membawa spanduk bertuliskan “Akhlaqul Karimah Sekedar Slogan!!!” itu berakhir pukul 17.10 WIB dengan pengamanan 24 personel gabungan.

red24/molly

sorot24.id | TANGERANG – Puluhan warga RW 001 Kelurahan Cikokol, Kecamatan Tangerang, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kelurahan Cikokol, Rabu (17/6/2026). Aksi ini buntut dari penetapan Ketua RW 001 yang dinilai tidak demokratis.

Aksi dimulai pukul 13.00 WIB. Massa yang menamakan diri Forum Aspirasi Masyarakat RW 001 tiba di lokasi sekitar pukul 13.45 WIB. Aksi dipimpin koordinator lapangan, Nahrudin, http://S.Sos.

Sejumlah spanduk protes dibentangkan warga. Di antaranya bertuliskan _“Kami Ingin Demokrasi, Bukan Dibelah Demi Sebuah Ambisi”_ serta _“Kami Warga RW 001 Cikokol, Menolak Segala Bentuk Kecurangan”_.

*Tuntut Cabut SK dan PSU*

Dalam aksinya, warga menyampaikan dua tuntutan utama kepada Lurah Cikokol, Solihin.

Pertama, mencabut Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Ketua RW 001 atas nama Dewi Aladih yang diterbitkan Lurah pada 4 Juni 2026. Kedua, meminta agar segera digelar Pemilihan Suara Ulang (PSU) sesuai Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 62 Tahun 2025.

Warga menilai proses pemilihan Ketua RW 001 sebelumnya cacat prosedur. Panitia pemilihan dituding dibentuk tanpa melalui musyawarah warga. Selain itu, ditemukan adanya pemilih yang berasal dari luar wilayah RW 001.

*Polisi Mediasi, Lurah Berdalih SK Hasil RDP DPRD*

Melihat situasi memanas, Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, S.H., M.H. langsung turun tangan memfasilitasi audiensi. Mediasi mempertemukan perwakilan warga dengan Lurah Cikokol Solihin dan Kasi Tapem Kecamatan Tangerang Rosyanti.

Dalam mediasi, pihak Kecamatan berdalih SK tersebut diterbitkan berdasarkan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Kota Tangerang pada 26 Mei 2026.

Alasan itu langsung dibantah warga. Mereka menyebut Lurah Solihin sebelumnya pernah berjanji akan menggelar PSU pada 16 April 2026. Namun janji itu tidak ditepati hingga SK diterbitkan.

*Keputusan Final Jumat Besok*

Setelah berdialog cukup alot, mediasi akhirnya menghasilkan kesepakatan. Pihak Kecamatan Tangerang berjanji akan memberikan tanggapan resmi atas dua tuntutan warga.

Jawaban tersebut akan disampaikan pada Jumat, 19 Juni 2026, pukul 14.00 WIB bertempat di Kantor Kelurahan Cikokol.

Aksi unjuk rasa berakhir pada pukul 15.22 WIB. Situasi berjalan aman dan kondusif di bawah pengamanan 15 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP Kecamatan Tangerang.

(avriyani)

sorot24.id | TANGERANG – Suasana meriah nonton bareng Piala Dunia 2026 di Kota Tangerang, Sabtu 14 Juni 2026 dini hari. Kegiatan yang digagas Polri bersama warga ini dihadiri Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, S.H., M.H. dan Kasat Intelkam Polres Metro Tangerang Kota Kompol Dodi Abdul Rohim,S.Sos., M.Krim.

Turut hadir jajaran Polsek Tangerang, Polres Metro Tangerang Kota, Senkom, serta Pokdar Kamtibmas Mitra Polri. Kegiatan ini menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk mendukung hiburan rakyat yang merakyat dan inklusif.

Di sela jeda pertandingan, jajaran Polres dan Polsek berdialog santai dengan warga. Polisi menyampaikan imbauan kamtibmas: antisipasi kenakalan remaja dan tawuran, cegah curanmor dengan kunci ganda, serta jaga kerukunan antarwarga.

Nobar turut menggerakkan ekonomi kerakyatan. Pedagang kaki lima dan UMKM di sekitar lokasi kebanjiran pembeli. Hal ini sejalan dengan komitmen Polri yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tapi juga mendorong pemulihan ekonomi daerah.

“Polri untuk Masyarakat” terasa nyata lewat suasana santai nobar. Stigma kaku antara penegak hukum dan warga dapat dilebur. Masyarakat melihat sisi humanis anggota Polri.

Sejumlah anggota polisi berseragam memeriksa pengendara motor di jalan pada malam hari dengan plang bertuliskan Maaf Ada Pemeriksaan Polisi saat hujan gerimis dok: Humas Pokdar Kamtibmas Resor Tangerang molly/sorot24.id

sorot24.id | TANGERANG – Jajaran Polsek Tangerang, Polres Metro Tangerang Kota, menggelar patroli cipta kondisi bertajuk “Jaga Jakarta: Jaga Lingkungan & Jaga Warga” pada Senin (25/5/2026) dini hari. Patroli dipimpin langsung Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, S.H., M.H.

Kegiatan dimulai pukul 01.00 WIB dengan kekuatan 16 personel. Kanit Provost IPTU Edy Makmur turut mendampingi patroli. Sasaran operasi menyisir dua titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tangerang.

Lokasi pertama berada di Jl. MT. Haryono, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang. Lokasi kedua di Jl. Baru Pinggir Tol Buaran Indah, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang. Kedua lokasi disisir melalui patroli mobiling.

“Adapun kegiatan dilaksanakan dengan cara patroli, Cipkon di wilkum Polsek Tangerang dalam rangka antisipasi terjadinya tindak kejahatan maupun 3C, tawuran dan Guantibmas lainnya,” tulis laporan resmi Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si.

Hasil patroli dini hari itu nihil temuan. Situasi dilaporkan kondusif meski wilayah diguyur rintik hujan. Kode 81.5, istilah kepolisian untuk kondisi hujan ringan, tercatat dalam laporan ke Polda Metro Jaya.

Polisi Provost cek kelengkapan motor warga saat Patroli “Jaga Jakarta” di Jl. MT Haryono, Sukasari, Senin (25/5/2026) pukul 01.00 WIB. Plang “Maaf Ada Pemeriksaan Polisi” dipasang di lokasi. Foto: Humas Pokdar Kamtibmas Resor Tangerang molly/sorot24.id

Program “Jaga Jakarta” menjadi agenda rutin Polsek Tangerang. Patroli difokuskan pada jam rawan untuk memastikan lingkungan aman dan warga terlindungi dari potensi kejahatan jalanan.

red24-molly

Kapolsek Tangerang KOMPOL SUYATNO, S.H., M.H. yang di dampingi oleh Waka Polsek AKP. Drs Ponco Anggriyanto memimpin Apel dan Personil Polsek Tangerang mengikuti apel pagi yang di gelar dalam rangka ” Jaga Jakarta Bersih dan Asri ” menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan Mako di halaman Polsek Tangerang.dok : molly/sorot24.id

Sorot24.id |KOTA TANGERANG – Polsek Tangerang, Polres Metro Tangerang Kota menggelar Apel “Jaga Jakarta Bersih dan Asri” di halaman Mapolsek, Sabtu [23/5/2026]. Kegiatan diikuti 25 personel untuk mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari sampah.

Apel dipimpin langsung Kapolsek Tangerang KOMPOL SUYATNO, S.H., M.H., pada pukul 08.30 WIB hingga selesai. Hadir dalam apel Waka Polsek AKP Drs. PONCO ANGGRIYANTO,. Kanit Intelkam KOMPOL JOKO SUPARTO, Kanit Propam IPTU EDI MAKMUR, S.H., Kanit Lantas IPTU JUHENDA, dan seluruh personel Polsek Tangerang.

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mewujudkan wilayah kerja yang bersih dan asri, bebas dari sampah organik, anorganik, maupun Bahan Berbahaya dan Beracun.[B3]

Personil memilah sampah organik, anorganik, dan B3 setelah kegiatan bersih-bersih di lingkungan Polsek Tangerang. Dok: Humas Pokdar Kamtibmas Resor Tangerang molly/sorot24.id

Usai apel, personel melakukan pengumpulan sampah di ruang kerja dan sekitar Mako. Sampah kemudian dipilah sesuai jenisnya sebelum dibuang ke tempat sampah yang telah disediakan.

Kapolres Metro Tangerang Kota KOMBES POL. Dr. RADEN MUHAMMAD JAUHARI, S.H., S.I.K., M.Si. melaporkan kegiatan tersebut kepada Kapolda Metro Jaya melalui laporan resmi.

Red24-Molly

Ribuan peserta memulai lari pada kegiatan IMPACT Fest Fun Run 5K di depan Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Minggu 24 Mei 2026. dok:molly/sorot24

Sorot24.id| TANGERANG — Stadion Benteng Reborn di Kota Tangerang dipenuhi ribuan peserta pada Minggu pagi, 24 Mei 2026. Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia menggelar IMPACT Fest dengan agenda utama Fun Run 5K bertema _”Strides For Harmony, Impact Beyond”_.

Kegiatan yang dimulai pukul 05.00 WIB ini diikuti sekitar 3.000 peserta. Hadir dalam acara tersebut Plt. BPSDM Kemenimipas Dr. Muhammad Tito Andrianto, Direktur Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Sigit Budianto, serta jajaran pejabat Poltekim-Poltekip.

Rangkaian acara dibuka dengan apel pengamanan yang dipimpin Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, S.H., M.H. Sebanyak 43 personil gabungan dikerahkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai pukul 10.10 WIB.

“Fun run ini merupakan rangkaian IMPACT Fest dalam rangka sosialisasi penerimaan taruna/i Poltekim-Poltekip yang rutin dilaksanakan setiap tahun,” ujar Sigit Budianto dalam sambutannya.

Peserta memulai lari pukul 05.45 WIB dengan rute mengelilingi pusat Kota Tangerang: Stadion Benteng Reborn – Jl. Satria Sudirman – Jl. Jend Sudirman – Jl. Daan Mogot – Jl. TMP Taruna – Jl. Windu Karya – Jl. Otista – Jl. KS Tubun – dan kembali finish di Stadion Benteng Reborn.

Usai fun run, acara dilanjutkan dengan penampilan Drum Corps Poltekimipas, pengumuman doorprize dan best costume, awarding ceremony, hingga penampilan band taruna. Puncak acara diisi konser guest star band Viera pada pukul 09.00 WIB.

Apel pengamanan personel Polsek Tangerang sebelum bertugas mengamankan IMPACT Fest di Stadion Benteng Reborn Dok:molly/sorot24.id

Polsek Tangerang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif. Pengamanan difokuskan di area utama stadion dan sepanjang rute lari untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan gangguan kamtibmas.

IMPACT Fest menjadi agenda tahunan Poltekim-Poltekip sebagai ajang promosi sekaligus memperkenalkan lingkungan pendidikan kedinasan kepada masyarakat luas.

red24- molly

sorot24.id|Tangerang – Empat narapidana kasus terorisme di Lapas Kelas I Tangerang menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Lapas Kelas I Tangerang mulai pukul 09.00 WIB dan berjalan aman serta kondusif.

Ikrar dipimpin langsung oleh para narapidana dengan pembacaan teks Pancasila, pengambilan sumpah NKRI, dan penciuman bendera Merah Putih. Prosesi ini disaksikan jajaran Kementerian Hukum dan HAM, BNPT, Densus 88 Anti Teror, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Banten, aparat kepolisian, TNI, serta pihak pengadilan.

Kalapas Kelas I Tangerang Beni Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil pembinaan kepribadian dan deradikalisasi yang berjalan di dalam lapas. “Proses ini menunjukkan bahwa pembinaan berjalan. Mereka sudah berada pada tingkat radikal hijau dan menyatakan komitmen kembali ke NKRI,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubdit Pembinaan Kepribadian & Kemandirian Ditjen PAS Moch. Maulana, Sub Koordinator Bina Narapidana BNPT Mallysa Fatma Paramita, Kompol Raditya dari Densus 88 Anti Teror, serta Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno. SH., MH.

Keempat narapidana yang mengikrarkan kesetiaan adalah Mohammad Jamhuri dari kelompok JAD Jakarta, serta Widodo alias Waris, Abdul Latief, dan Rahmat Nur Arif dari kelompok JI Riau. Mereka telah menjalani vonis antara 3 tahun 10 bulan hingga 5 tahun.

Keterangan foto Pembacaan Ikrar Setia NKRI oleh Narapidana Terorisme
Empat narapidana kasus terorisme membacakan teks ikrar setia NKRI disaksikan pejabat dari Kementerian Hukum dan HAM, BNPT, Densus 88 Anti Teror, dan aparat keamanan dalam kegiatan yang digelar di Aula Lapas Kelas I Tangerang. Para narapidana berasal dari kelompok JAD Jakarta dan JI Riau dengan tingkat radikal hijau yang telah menyatakan komitmen kembali ke NKRI

Rangkaian acara dimulai dengan apel pengamanan pukul 08.30 WIB, dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya, pembacaan doa, ikrar, pemutaran video kegiatan pembinaan di lapas, sambutan, dan ditutup dengan lagu Bagimu Negeri serta sesi foto bersama pada pukul 10.20 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program deradikalisasi pemerintah untuk mengembalikan warga binaan kasus terorisme ke dalam bingkai NKRI.

red24-molly

Massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia orasi di Tugu Adipura Kota Tangerang, Kamis 7/5/2026. Dengan toa dan banner “Hentikan MBG” – “Hapus Outsourching PKWT 5 Tahun”, GMNI sampaikan 5 tuntutan terkait buruh, guru honorer, dan transparansi RUU Hardiknas. (Dok: Polres Metro Tangerang Kota/Sorot24.id)

sorot24.id|Kota Tangerang – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia menggelar aksi solidaritas dan mimbar bebas di Tugu Adipura Kota Tangerang, Kamis 7/5/2026. Massa menuntut penghentian program MBG, subsidi BBM, transparansi RUU Hardiknas, hingga penghapusan sistem outsourcing. Aksi 20 mahasiswa berlangsung kondusif di bawah pengamanan Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno.

Aksi yang diikuti ±20 orang dengan penanggung jawab Ahmad Ridwan itu digelar mulai pukul 15.00 WIB di Jl. Veteran Blok B12 No.1, Kel. Sukasari, Kec./Kota Tangerang. Tema aksi: “Merefleksikan berbagai bentuk kebijakan dan implementasi di Hari Buruh dan Hardiknas”.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari dalam laporannya ke Kapolda Metro Jaya menyebut aksi berjalan aman hingga selesai pukul 17.40 WIB.

5 Tuntutan GMNI:

1. Menolak program MBG yang dinilai tidak tepat sasaran
2. Menuntut subsidi BBM dan peningkatan kesejahteraan guru honorer
3. Mendesak transparansi pembahasan RUU Hardiknas dan integrasi Dana BOS
4. Menolak sistem outsourcing dan PKWT 5 tahun

Massa membawa banner bertuliskan “Hentikan MBG”, “Subsidi BBM – Guru Honorer”, “Transparansi RUU Hardiknas & Integrasi Dana Bos”, “Hapus Outsourching PKWT 5 Tahun”, serta toa dan 9 unit motor.

Apel Pengamanan: Cegah Bakar Ban

Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, S.H., M.H. pimpin apel pengamanan aksi GMNI di Tugu Adipura, Kamis 7/5/2026. Ia instruksikan personel kedepankan humanis dan cegah aksi bakar ban. Aksi 20 mahasiswa berlangsung kondusif. (Dok: Polsek Tangerang/Sorot24.id)

Apel dipimpin Kapolsek Tangerang Kompol Suyatno, S.H., M.H. pukul 15.00 WIB. “Pada prinsipnya, kita melaksanakan tugas pelayanan dan pengamanan terhadap adik-adik peserta aksi dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” ujarnya.

Ia tegaskan atensi pimpinan agar tidak terjadi aksi bakar ban. “Kepada personel di lapangan, apabila ditemukan massa aksi membawa ban bekas agar segera diamankan dan dilakukan langkah preventif,” kata Kompol Suyatno.

Isi Orasi: Tolak MBG, Sejahterakan Buruh-Guru

Massa tiba pukul 16.10 WIB dan orasi mulai 16.15 WIB. Ahmad Ridwan menegaskan: “Jika tidak ada buruh, maka pabrik ataupun pengusaha tidak akan dapat berjalan. Rakyat tidak butuh MBG, tetapi rakyat butuh pendidikan gratis. Hidup Mahasiswa, GMNI Jaya.”

 

Personel Polsek dan Satpol PP Tangerang berjaga saat mimbar bebas GMNI di Tugu Adipura, Kamis 7/5/2026. Aksi yang dimulai pukul 15.00 WIB selesai pukul 17.40 WIB dengan tertib tanpa insiden bakar ban. (Dok: Humas Polres/Sorot24.id)

Sdr. Hari menyoroti anggaran: “Kami sangat prihatin, karena banyak sekali dana pendidikan yang diserap oleh program MBG. Daripada menghamburkan dana MBG, lebih baik buat program pendidikan gratis hingga sampai tingkat perguruan tinggi.”

Elwin Mendrofa menuding: “Kami GMNI menolak keras adanya MBG, karena adanya MBG itu sudah pasti adanya keterlibatan Partai Politik. Banyak oknum-oknum yang memanfaatkan untuk melakukan korupsi. Kita juga menolak keras Outsourching PKWT 5 Tahun.”

Sdr. M. Rifqi minta pemerintah transparan soal anggaran pendidikan. Sdr. Nico tolak outsourcing berkepanjangan. Sdri. Putri desak kesejahteraan guru honorer: “Pendidikan merupakan hak seluruh rakyat Indonesia yang harus dipenuhi pemerintah.”

Pukul 17.20 WIB massa gelar mimbar bebas, dan pukul 17.30 WIB bubar tertib. “Secara keseluruhan kegiatan selesai pada pukul 17.40 WIB dalam keadaan aman dan kondusif,” tulis Kapolres.

Aksi digelar untuk memperingati Hari Buruh Internasional dan Hardiknas sebagai bentuk aspirasi isu ketenagakerjaan, pendidikan, dan pengawasan kebijakan pemerintah daerah.

avriyani-(molly)