Pelepasan ribuan calon keberangkatan menunaikan jamaah haji dimasjid Raya Al-A’zhom Kota Tangerang (foto red24-Avriyani)

Sorot24.id | Tangerang – Pelepasan Ribuan orang memadati Masjid Raya Al-A’zhom Kota Tangerang, Selasa (21/4). Mereka hadir mengantar sanak saudara yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2026 ini.

Pantauan di lokasi menunjukkan pelataran masjid, yang dikenal dengan ikon payung raksasa serupa Masjid Nabawi, sudah dipenuhi lautan manusia sejak siang hari. Keluarga, kerabat, hingga tetangga berkumpul dalam kelompok kecil, duduk beralaskan tikar atau berdiri berbincang hangat sebelum perpisahan.

Meski cuaca terik, keberadaan payung-payung besar di area masjid memberi kenyamanan bagi para pengantar yang setia menanti waktu keberangkatan bus rombongan.

Momen Sarat Makna

Suasana haru calon jamaah haji turut hadir Gubernur Banten Andra Soni dan walikota Tangerang Sachrudin

Bagi masyarakat Tangerang, Masjid Raya Al-A’zhom memang menjadi titik kumpul utama dalam prosesi keberangkatan jemaah haji. Momen ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan tradisi dengan nilai kekeluargaan yang kuat.

“Kami datang sejak tadi siang untuk memastikan bisa mengantar keberangkatan orang tua kami. Rasanya campur aduk, antara sedih berpisah namun juga sangat bahagia karena mereka akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci,” ujar Wanti, salah satu warga di lokasi.

Di antara kerumunan, tampak interaksi hangat antara calon jemaah haji dan keluarga mereka. Ada yang memanjatkan doa bersama, ada pula yang berpelukan erat sebagai dukungan moral sebelum perjalanan panjang ke Tanah Suci dimulai.

Rencananya, Gubernur Banten Andra Soni akan melepas keberangkatan ratusan jemaah haji secara seremonial di area Puspem Kota Tangerang. Para jemaah akan menginap di asrama haji Banten sebelum perjalanan perdana pada Rabu (21/4).

Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji Banten

Pelepasan jamaah haji kloter 1

Pelaksana Tugas (Plt) Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tangerang, Sahiyah, memastikan seluruh persiapan, mulai administrasi hingga pemeriksaan kesehatan, telah rampung dan berjalan lancar.

“Tahun ini jadi sejarah bagi keberangkatan haji di Banten, khususnya Kota Tangerang, karena untuk pertama kalinya semua rombongan diberangkatkan melalui embarkasi Cipondoh,” tambah Sahiyah.

Sahiyah juga menegaskan tidak ada perubahan jadwal signifikan bagi calon jemaah. Sebanyak 1.552 calon jemaah asal Kota Tangerang diberangkatkan secara berkala.

“Kami pastikan tidak ada perubahan jadwal pemberangkatan dari sebelumnya. Ada sekitar 1.500 calon haji Kota Tangerang diberangkatkan melalui dua gelombang, gelombang pertama pada 22 April dan 2 Mei, sedangkan gelombang ketiga pada 12-19 Mei 2026,” ujar Sahiyah, Selasa (21/4).

Bagi keluarga pengantar, berikut rincian jadwal pemberangkatan tujuh kloter jemaah haji Kota Tangerang tahun ini:

Kloter Pertama : 22 April 2026
Kloter Kedua : 2 Mei 2026
Kloter Ketiga : 12 Mei 2026
Kloter Keempat : 13 Mei 2026
Kloter Kelima : 16 Mei 2026
Kloter Keenam : 17 Mei 2026
Kloter Ketujuh : 19 Mei 2026

Diharapkan masyarakat di sekitar Cipondoh selalu mematuhi rambu lalu lintas dan bersabar. Volume kendaraan pengantar jemaah diprediksi meningkat pada tanggal keberangkatan tersebut.

(Molly)

foto dok/ Gubernur Banten Andra Soni dan walikota Tangerang Sachrudin meresmikan Instalasi Kardiocerebrovaskuler

 

Sorot24.id | Kota Tangerang – Gubernur Banten Andra Soni meresmikan operasionalisasi kerja sama layanan Instalasi Pelayanan Kardiocerebrovaskuler Terpadu (IPKT) atau layanan kesehatan pembuluh darah antara RSUD Kota Tangerang dengan BPJS Kesehatan, Sabtu (14/2/2026).

Fasilitas ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses layanan medis spesialis bagi masyarakat Banten.

Hadir dalam peresmian tersebut Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni, Wali Kota Tangerang Sachrudin, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti.

Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa kehadiran fasilitas IPKT yang dilengkapi dengan Cardiac Catheterization Laboratory (Cath Lab) merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan layanan rujukan kardiovaskular.

“Kehadiran fasilitas ini adalah langkah strategis untuk memperkuat sistem kesehatan di Provinsi Banten. Kami terus mendorong sinergi antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota guna memastikan layanan kesehatan yang berkualitas dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujar Andra Soni di RSUD Kota Tangerang, Jalan Pulau Putri Raya, Kota Tangerang.

Andra juga menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek kuratif dan preventif. Menurutnya, penguatan sistem kesehatan nasional menuntut kolaborasi lintas sektor agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pengobatan yang baik, tetapi juga teredukasi dalam pola hidup sehat.

“Penanganan kuratif memang mendesak, namun yang jauh lebih utama adalah bagaimana kita secara kolektif mencegah masyarakat agar tidak jatuh sakit melalui langkah-langkah preventif dan promotif,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, memberikan apresiasi atas kelengkapan fasilitas di RSUD Kota Tangerang.

Ia menilai standar pelayanan, teknologi medis, hingga ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan di lokasi tersebut telah setara dengan rumah sakit rujukan nasional.

“Fasilitasnya sangat mumpuni dan SDM-nya siap, mulai dari dokter spesialis hingga tenaga perawat. Kabar baiknya, layanan mutakhir ini dapat diakses oleh pasien BPJS tanpa dikenakan biaya. Ini adalah bentuk nyata negara hadir untuk rakyat,” tutur Benjamin.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam kasus serangan jantung dan stroke, waktu adalah faktor kunci (golden period).

Kecepatan penanganan medis maksimal enam jam sejak gejala muncul sangat menentukan tingkat keselamatan pasien.

Dengan adanya Cath Lab di Kota Tangerang, efektivitas waktu penanganan dapat ditingkatkan tanpa perlu merujuk pasien ke fasilitas yang lebih jauh.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menambahkan bahwa pengembangan RSUD Kota Tangerang akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Ia berkomitmen untuk terus membenahi fasilitas kesehatan agar seluruh warga Kota Tangerang mendapatkan haknya atas pelayanan medis yang profesional.

“Prinsip kami jelas, setiap warga berhak mendapatkan penanganan medis yang berkualitas tanpa terkendala oleh jarak, waktu, maupun kondisi ekonomi,” pungkas Sachrudin

Begexs