sorot24.id | TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid kembali menunjukkan gaya kepemimpinan blusukan. Kali ini, ia hadir langsung di tengah masyarakat Jayanti melalui kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Nurul Falah, Kecamatan Jayanti, Jumat (18/9/2026).
Kehadirannya bukan sekadar numpang salat Jumat. Jumling ini ia jadikan panggung untuk mempererat komunikasi yang selama ini jadi keluhan warga. Pemerintah datang, warga curhat, solusi dicari bareng.
Pantauan di lokasi, Bupati Maesyal yang mengenakan kemeja putih dan peci hitam tampak akrab berbaur dengan jamaah. Di atas karpet masjid, ia berdiri memberikan sambutan dengan mic di tangan kiri dan secarik kertas di tangan kanan. Di depannya, duduk bersila para tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga unsur TNI dan aparat desa dengan khidmat.
BACA JUGA : Pohon Tumbang di Teluknaga Tewaskan 1 Warga, Bupati Maesyal Tinjau dan Serahkan Bantuan


Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, kegiatan Jumling merupakan salah satu upaya pemerintah untuk terus menjaga kedekatan dengan masyarakat. Ia sadar, pembangunan di Kabupaten Tangerang yang super luas ini tidak bisa hanya dilihat dari atas meja.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur jalan dan gedung, tetapi juga membutuhkan komunikasi dan kebersamaan antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat.
“Jumling ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bertemu dan bersilaturahmi langsung dengan masyarakat. Kita bisa saling berdiskusi, mendengar apa yang menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati Maesyal dengan nada santai namun tegas.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang, termasuk wilayah ujung seperti Jayanti.
Menurutnya, masukan dari masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan program pemerintah tidak salah sasaran dan benar-benar memberikan manfaat secara nyata, bukan sekadar laporan di atas kertas.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan dukungan, masukan dan partisipasi masyarakat agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya yang disambut anggukan jamaah.
Kegiatan Jumling di Masjid Nurul Falah ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga. Kolaborasi tersebut dinilai penting dalam menjaga suasana lingkungan yang kondusif sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
BACA JUGA : PMI Kota Tangerang Latih Calon Relawan KSR Unma Tangani Kegawatdaruratan
Bupati Maesyal berharap melalui kegiatan Jumling, komunikasi, sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin dekat dan tidak ada sekat. Melalui kegiatan Jumling tersebut berbagai persoalan dan aspirasi yang muncul di tengah masyarakat dapat diketahui secara langsung dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta kemampuan pemerintah daerah.
“Yang paling penting adalah kebersamaan. Pemerintah hadir, masyarakat juga ikut berperan. Dengan komunikasi yang baik, insyaallah berbagai program pembangunan bisa kita jalankan bersama untuk kemajuan Kabupaten Tangerang,” pungkasnya sambil mengangkat tangan menyapa jamaah.
Warga Jayanti pun menyambut positif. Mereka mengaku senang bisa bertatap muka langsung dengan Bupati tanpa harus jauh-jauh ke Puspem Tigaraksa.
red24/ajis












