Evaluasi SAKIP 2026, Wakil Walikota Tangerang Maryono: Jangan Hanya Serap Anggaran, Tapi Harus Berdampak

Wakil walikota Maryono tegaskan SAKIP harus outcome bukan output di Tangerang Live Room
Wakil Wali Kota Tangerang H Maryono saat memimpin Evaluasi SAKIP 2026. Ia tegaskan anggaran harus berbuah kinerja dan manfaat bagi masyarakat. molly/SOROT24.ID

sorot24.id | TANGERANG – Wakil Wali Kota Tangerang H Maryono kasih warning keras ke seluruh OPD. Anggaran jangan cuma diserap, tapi harus berbuah kinerja.

Hal itu disampaikan saat Evaluasi SAKIP 2026 bersama Kemenpan RB via Zoom Meeting di Tangerang Live Room, Kamis 17/9/2026.

“Implementasi SAKIP tidak hanya berhenti pada pencapaian output, tetapi harus terlihat kontribusinya terhadap perubahan dan sasaran pembangunan. Kita ingin setiap program dan kegiatan benar-benar memberikan outcome bagi masyarakat,” tegas Maryono.

BACA JUGA : Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemkab Tangerang Atas Layanan Jemaah Haji, Ada Uang Saku Hingga Pembangunan Kantor

40 Perangkat daerah Pemkot Tangerang hadiri evaluasi SAKIP bersama Kemenpan RB
Suasana Evaluasi SAKIP Pemkot Tangerang 2026 di Tangerang Live Room. Pemkot terapkan reward and punishment dengan pemotongan TPK 25 persen bagi OPD yang serapan di bawah 75 persen. molly/SOROT24.ID

Berdasarkan data, 40 perangkat daerah rata-rata IKU capai 102,55 persen, indikator program 97,40 persen, subkegiatan 96,60 persen. Realisasi keuangan SP2D 93,35 persen. Tapi realisasi belanja APBD hingga akhir Agustus baru 48,68 persen.

Maryono minta OPD ngebut program yang langsung dirasakan warga.

“Target kita bukan hanya bagaimana anggaran terserap, tetapi bagaimana anggaran itu menghasilkan kinerja,” ujarnya.

BACA JUGA : Senkom Mitra Polri Tangerang Audiensi ke Kesbangpol, Dipuji Rajin Lapor Kegiatan

Pemkot juga terapkan reward and punishment. OPD yang hingga Agustus serapannya di bawah 75 persen kena konsekuensi pemotongan TPK 25 persen. Tiga OPD yang kena antara lain DPUPR, Badan Kesbangpol, dan DLH.

“Ini bagian dari mekanisme reward and punishment. Yang kinerjanya baik tentu kita apresiasi,” katanya.

Baginya SAKIP bukan soal nilai, tapi manajemen kinerja agar anggaran efektif dan efisien.

red24/molly 

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *