sorot24.id | TANGERANG — Aliansi mahasiswa Poros Baru Tangerang (PBT) menggelar aksi unjuk rasa di Taman Gajah Tunggal, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, Jumat (17/7/2026) pukul 13.50 WIB.
Aksi yang diikuti sekitar 15 orang massa ini digelar bertepatan dengan Hari Keadilan Internasional. Korlap aksi Sdr. Riswandi Ab’ur dari LMND Kota Tangerang menyebut aksi ini sebagai pengingat bahwa keadilan adalah fondasi negara demokrasi.
Poros Baru Tangerang merupakan gabungan SEMMI Kota Tangerang dan LMND Kota Tangerang. Dalam orasinya, massa menyoroti 4 isu strategis.


Pertama, supremasi hukum. Massa mendesak independensi aparat penegak hukum dan pengusutan terbuka dugaan penyimpangan keuangan negara.
Kedua, audit pengadaan sewa kendaraan dinas.* PBT mendesak Inspektorat Kota Tangerang melakukan audit menyeluruh dan Pemkot membuka informasi pengadaan ke publik.
Ketiga, reformasi DPAD Kota Tangerang. Massa meminta perpanjangan jam operasional perpustakaan, pembaruan koleksi buku, optimalisasi layanan digital, dan transparansi anggaran Rp21,4 miliar termasuk Rp826,7 juta untuk perpustakaan elektronik.
Keempat, kesejahteraan guru. PBT mendesak kesejahteraan guru jadi prioritas APBD 2026 Kota Tangerang yang nilainya sekitar Rp5,53 triliun, serta pengurangan kesenjangan antara guru ASN, PPPK, dan honorer.
Dalam aksi, massa membawa spanduk bertuliskan “Hentikan Proyek MBG, Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah” dan “Mosi Tidak Percaya Aparat Penegak Hukum”.


Aparat gabungan TNI-Polri terlihat melakukan pengamanan di lokasi aksi.
red24/molly













