‎Kelompok 37 PLP Integratif UIN SMH Banten Mulai Pengabdian dan Adaptasi di AGIS Primary School

Mahasiswa Kelompok 37 Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Integratif Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten memulai rangkaian kegiatan pengabdian dan adaptasi di AGIS Primary School. foto/dok : red24

‎Kelompok 37 PLP Integratif UIN SMH Banten Mulai Pengabdian dan Adaptasi di AGIS Primary School

sorot24.id | SERANG BANTEN – Mahasiswa Kelompok 37 Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Integratif Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten memulai rangkaian kegiatan pengabdian dan adaptasi di AGIS Primary School sejak Senin, 13 Juli 2026.

‎Kehadiran para mahasiswa calon pendidik ini disambut langsung oleh pihak sekolah untuk memahami lingkungan institusi, budaya kerja, serta dinamika proses pembelajaran secara langsung di lapangan.

‎Kepala AGIS Primary School menyambut positif kolaborasi ini dan berpesan agar para mahasiswa memaksimalkan waktu selama kurang lebih tiga setengah bulan ke depan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.

‎”Harapan ke depannya, semoga kerja sama antara UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan AGIS terus berlanjut dan semakin erat. Manfaatkan waktu selama kurang lebih tiga setengah bulan ini untuk mencari ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya,” ujar Kepala Sekolah.

‎”Apa yang dipelajari di ruang kelas tentu akan berbeda dengan praktik nyata di lapangan. Di sinilah mahasiswa dapat belajar langsung, memahami karakter peserta didik, budaya sekolah, serta berbagai praktik baik yang akan menjadi bekal berharga ketika nantinya menjadi seorang pendidik,” imbuhnya.

‎Rangkaian Kegiatan Pekan Pertama
‎Bertepatan dengan momentum awal tahun ajaran baru, keikutsertaan mahasiswa pada minggu pertama difokuskan pada pengenalan lingkungan institusi melalui keterlibatan aktif dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Para mahasiswa turut mendampingi jalannya kegiatan hingga acara penutupan bersama seluruh warga sekolah.

‎Langkah awal tersebut dirancang agar mahasiswa mampu mengenali karakter peserta didik secara mendalam, memahami kultur sekolah, serta membangun komunikasi yang baik dengan para tenaga pendidik. Selain itu, agenda pekan pertama juga diisi dengan observasi kelas dan asistensi kegiatan harian sekolah sebagai fondasi awal sebelum terjun ke dalam praktik mengajar mandiri.

‎Agenda Lanjutan dan Target Kompetensi
‎Memasuki pekan-pekan berikutnya, program PLP Integratif ini akan berfokus pada tahapan yang lebih teknis, yang meliputi :

‎Penyusunan Perangkat Ajar : Merancang modul dan instrumen pembelajaran bersama guru pamong.

‎Pendampingan Kelas : Terlibat aktif dalam proses transfer ilmu di dalam kelas.

‎Praktik Mengajar Intensif : Mengaplikasikan teori pedagogik secara langsung di bawah bimbingan pihak sekolah.

‎Program Pendukung : Berpartisipasi dalam berbagai agenda ekstrakurikuler dan kegiatan institusional sekolah.

‎Melalui seluruh rangkaian pengalaman tersebut, para mahasiswa diharapkan mampu mengasah serta memperkuat empat kompetensi utama pendidik, yakni kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

‎Pihak sekolah menegaskan bahwa penugasan dan arahan yang diberikan oleh guru pamong bukan sekadar pemenuhan syarat akademis semata, melainkan instrumen penting dalam pembentukan mental profesional guru masa depan.

‎Sinergi antara UIN SMH Banten dan AGIS Primary School ini pun diharapkan mampu mencetak pendidik yang adaptif, kreatif, serta siap menjawab tantangan dunia pendidikan modern, sekaligus memperkuat mutu kualitas pembelajaran yang berkelanjutan.

red24_RAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *