Opini  

Perubahan Harus Dimulai dari Kesadaran untuk Mau Melihat, Mendengar dan Peduli

Hendra Primitif (Pengamat Sosial dan Pemerhati Kebijakan Publik). foto/dok : red24 .

Perubahan Harus Dimulai dari Kesadaran untuk Mau Melihat, Mendengar dan Peduli

Oleh : Hendra Primitif (Pengamat Sosial dan Pemerhati Kebijakan Publik)

sorot24.id | TANGERANG RAYA -Membangun perubahan dan kemajuan bukan semata-mata tentang membuat pembangunan yang terlihat megah, tetapi tentang bagaimana setiap kebijakan mampu menyentuh kehidupan masyarakat.

Perubahan sejati harus dimulai dari kemauan untuk berpikir, kesadaran untuk melihat, dan keberanian untuk mendengar.

Kemajuan akan kehilangan makna apabila di tengah pembangunan masih ada masyarakat yang merasa tidak didengar, kesulitan mencari solusi, atau harus berjuang sendiri menghadapi persoalan kehidupan.

Menurutnya, pemimpin, pemerintah, tokoh masyarakat, maupun seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk saling membuka ruang komunikasi. Sebab, keluh kesah masyarakat bukan sekadar suara yang harus didengar, tetapi merupakan cermin dari kondisi yang perlu diperbaiki.

Jangan hanya melihat apa yang tampak di depan mata. Cobalah melihat lebih dalam, mendengar lebih dekat, dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Karena dari sanalah kesadaran untuk melakukan perubahan akan tumbuh.

Ia menegaskan, pembangunan yang baik bukan hanya menghadirkan gedung, jalan, pagar, atau berbagai fasilitas fisik. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menghadirkan rasa keadilan, kesejahteraan, kesempatan dan harapan bagi masyarakat.

Sebab, ukuran kemajuan bukan hanya seberapa tinggi bangunan berdiri, tetapi juga seberapa banyak kehidupan masyarakat yang mampu diangkat menjadi lebih baik.

Saya mengajak semua pihak untuk meninggalkan pola pikir yang hanya mementingkan kepentingan sendiri. Perubahan membutuhkan kesediaan untuk saling mengingatkan, saling mendengar dan berani mengevaluasi diri.

Kalau kita mau berpikir dengan kesadaran dan hati yang terbuka, kita tidak akan mudah menutup mata terhadap persoalan orang lain. Karena pada akhirnya, kemajuan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu tumbuh bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri .

red24

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *