sorot24.id | TANGERANG – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-6 Komite Muda Perempuan Indonesia (KMPI) Kabupaten Tangerang jadi momentum penting untuk menyoroti isu yang masih jadi PR besar: kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah yang hadir langsung di Kantor Desa Cikupa, Kecamatan Cikupa, Jumat (18/9/2026) secara tegas mengajak seluruh kader KMPI untuk tidak tinggal diam dan memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah.
Di hadapan puluhan kader perempuan yang didominasi jilbab pink, Wabup Intan blak-blakan soal bahaya laten kekerasan yang masih tinggi di Kabupaten Tangerang.
BACA JUGA : Jelang HUT ke-81 TNI, TNI AU dan TNI AL di Cirebon Kolaborasi Tanam 10.000 Mangrove di Pantai Baro


“Peringatan ini menjadi momentum penting untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan kader perempuan, khususnya KMPI dalam menangani persoalan sosial masyarakat,” ujar Wabup Intan membuka sambutannya yang disambut tepuk tangan kader.
Wabup Intan menyoroti fakta miris bahwa dampak kekerasan bukan hanya meninggalkan luka fisik, tapi juga menghancurkan mental dan masa depan korban. Trauma yang ditimbulkan bahkan bisa melekat seumur hidup dan merampas cita-cita korban.
“Dampak trauma akibat kekerasan sangat berbahaya karena melekat seumur hidup. Karena itu, edukasi serta keberanian perempuan untuk bersuara menjadi kunci utama,” tegas Wabup Intan dengan nada serius.
Menurutnya, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa lagi dipandang sebagai isu gender semata. Ini adalah persoalan kemanusiaan yang butuh komitmen, keberanian, dan ketulusan dari semua pihak untuk melayani dan melindungi.
BACA JUGA : PC PMII Magetan dan Urgensi Advokasi Tambang : Ketika Sumber Daya Alam Berhadapan dengan Hak Masyarakat
Pemkab Tangerang sendiri tidak tinggal diam. Wabup Intan memastikan, pemerintah akan memfasilitasi dan melibatkan kader-kader KMPI dalam agenda besar sosialisasi dan edukasi pencegahan kekerasan anak dan perempuan yang akan digelar pada Oktober 2026 mendatang.
“Masalah kekerasan ini bukan soal gender, tetapi soal kapasitas, keberanian, dan ketulusan melayani dari semua pihak. Mari kita dorong lahirnya perempuan-perempuan Tangerang yang cerdas, mandiri, dan siap memimpin perubahan,” tandasnya.
Tak hanya soal kekerasan, Wabup Intan juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KMPI yang selama 6 tahun konsisten hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, KMPI bukan organisasi kaleng-kaleng. Kiprahnya nyata.
Mulai dari advokasi kasus kekerasan seksual, penanganan stunting, hingga aksi sosial seperti bantuan sarana air bersih, pembagian mesin jahit untuk pemberdayaan ekonomi perempuan, bantuan sembako, dan masih banyak lagi.
“Terima kasih atas dedikasi dan kekompakan KMPI yang selalu hadir di tengah masyarakat. Semoga 6 tahun KMPI ini semakin kokoh akarnya, kentara kekompakannya, kepeduliannya, dan kentara semangat untuk terus berkarya,” pungkas Wabup Intan.
BACA JUGA : 40 Massa Madas Kota Tangerang Geruduk Summarecon Serpong, Bela Pedagang Starling Asal Madura
Sementara itu, Ketua KMPI Kabupaten Tangerang, Widia Wardani Djaiz yang tampil dengan jaket hijau KMPI menegaskan komitmen organisasinya. Selama enam tahun, KMPI terus bergerak mengadvokasi isu-isu krusial yang sering luput dari perhatian.
“Selama enam tahun ini KMPI terus hadir mengadvokasi masalah di masyarakat. Kami percaya, tanpa kolaborasi bersama pemerintah daerah, gerakan kami tidak akan bisa menjadi besar,” ujarnya saat menyerahkan potongan tumpeng kuning kepada Wabup Intan.
Acara Dies Natalis KMPI 6 Tahun yang mengusung tema “Enam Tahun Bersinergi, Perempuan Berdaya Menginspirasi Sesama” itu ditutup dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama.
Widia menegaskan, KMPI siap menjadi mitra strategis Pemkab Tangerang untuk memperluas dampak gerakan perempuan di seluruh pelosok Kabupaten Tangerang.
red24/ajis












